
...🖤🖤...
Didepan cendela kaca besar yang ada dikamar,berdiri wanita muda yang telah rapi dengan stelan gamis beserta cadar nya yang telah disiap kan oleh Tama. Maira berniat keluar kamar tapi ia ragu ,ia merasa tidak sopan jika dengan lancang keluar dari kamar tanpa izin sang pemilik rumah.
Maira ingin mengucap kan rasa terima kasih nya keseorang pria yang telah menolong nya dan menjaga nya ,dengan bantuan seorang wanita paruh baya .Karena pria itu tahu Maira adalah seorang muslimah . Yang tidak memungkin kan diri nya dan Maira berdua an didalam kamar.
Perlahan pintu kamar terbuka . Pria dewasa berkaca mata masuk dengan langkah pelan , Pria itu melihat Maira yang telah rapi sedang melamun sembari menikmati pemandangan dari jendela dalam kamar .
Tama sengaja tak menegur ,setelah beberapa menit berlalu Tama yang tengah duduk di sofa kamar ,mencoba membuka obrolan .
" Tidak capek berdiri mulu'?"
Yang membuat Maira tersadar dan membalik kan tubuh nya kearah sumber suara .
Sejenak tatapan Maira bertemu dengan tatapan mata Tama . Tersadar tatapan nya salah , Maira menundukkan pandangan nya .
Tama yang menyadari sikap Maira ,tersenyum kecil.
"Sudah enakan ..? " dengan nada rendah Tama bertanya.
Maira mengangguk.
" Berikan alamat mu..?? biar supir ku yang mengantar mu ! " Dengan berdiri Tama berujar .
Maira menjawab pertanyaan Tama dengan gelengan kembali.
Tama seketika memicingkan mata, karena geram .
"Aku rasa kamu tidak bisu ? dan mampu menjawab pertanyaan ku !" . Kesal Tama yang sedari tadi hanya mendapat jawaban isyarat dari Maira .Tama yang sedang membelakangi Maira langkah nya tertahan ketika mendengar ucapan wanita bercadar itu.
" TERIMA KASIH " suara lembut Maira membuat Tama tersenyum ,ada rasa nyaman dalam hati pria berkaca mata itu. Tanpa membalas ucapan Maira ,Tama berlalu .
**
Di perusahaan MALIK , seorang Tama sedang duduk di kursi kejayaan nya.. dengan senyam senyum bagaikan orang yang sedang terkena panah asmara ...
Tama selalu terbayang wajah Maira yang tanpa sengaja ia melihat nya , wajah yang selalu ia tutup menggunakan cadar hitam dimana warna itu adalah warna kebangga an nya . Seumpama bunga yang indah nan harum sengaja disembunyikan oleh pemilik nya agar selalu terjaga keindahan nya , dimana hanya pemilik sesungguh nya yang akan menikmati nya.
Tama teringat akan perkata an Alex beberapa hari yang lalu ,bibir merah Tama pengusaha batu bara tanpa sadar melengkung kembali . Tama merogoh saku celana nya , ingin mengambil ponsel dan menghubungi Alex, namun ... ? entah sejak kapan Tomy berada di dalam ruangan tersebut ,duduk disofa dan menatap curiga pada Tama , tak pelak membuat Tama terkejut.
__ADS_1
" Anjiiìiir .. bikin kaget aja lu Tom.. ?! " Pekik Tama . Melangkah menghampiri Tomy.
" Gak bisa ketok pintu dulu sebelum masuk ruangan ? kebiasa an !" .
Tomy tertawa heran , sembari menatap jahil pada Tama..
" Ya kali.... elu nya yang budek dari tadi gue ketokin itu pintu .. elu nya ngelamun .. " sanggah Tomy.
Seketika Tomy teringat seseorang ,mata tajam Tomy merayap pada Tama.
" Mikirin perawan atau JANDA.. ??! " goda Tomy dengan menaik turun kan dua alis nya mengarah pada pria angkuh .
Tama merasa tebakan Tomy sahabat nya kali ini tepat.
" Diam kamu Tom ! " Sergah Tama yang tidak ingin diri nya menjadi bulan - bulan an Tomy .
***
Sore hari disebuah cafe . Pria berlesung pipi tengah menunggu dua sahabat nya . Dua pria yang berbeda kepribadian , Tama yang angkuh dan asisten nya yang tidak pernah serius akan suatu hubungan.
"Ngapain sih kita nyamperin Alex ? " tanya kesal Tomy dengan melangkah.
"Awas lu.. gue kesini berkorban mahal .. demi nemenin elu.!" .seru Tomy.
Benar saja demi menemani Tama dan Alex, Tomy menggagal kan kencan dengan wanita nya sore ini,
Namun yang di belain bukan nya prihatin malah acuh akan diri Tomy .
Dan hanya tatapan tajam yang diberi kan oleh pria berkaca matà yang membuat Tomy terdiam.
Tama dan Tomy telah sampai didalam cafe, dimana ketiganya mengadakan janji . Tama melihat Alex telah menunggu.
**
"Tumben Tam .. elu ngajak ketemuan ?? biasanya sibuk tak ada waktu karena berburu batu !" " Sindir Alex sambil meneguk minuman milik nya.
Tama terdiam sesaat, mencoba menyaring fikiran nya yang ragu, akan apa yang ia tanya kan pada kedua sahabat nya yang telah mengenal sisi luar dalam nya wanita.
"Apa gue ..musti tanya Alex tentang Wanita berkrudung itu..? Secara cewek Alex adalah sahabat nya. " batin Tama .
__ADS_1
Tomy ,Alex saling menatap mencari tau alasan kenapa Tama diam! .
'" sepertinya ada yang dipikirkan ?" Bisik Alex kepada Tomy, "Sepertinya begitu !" sahut Tomy menjawab pertanyaan Alex .
"Tam.. !" panggil Alex , "Elu tidak apa- apa kan ? " sembari menepuk pelan pundak Tama.
Sontak Tama yang melamun ,tersadar .
"Apa .. .. !!" Jawab dingin Tama.
"Eh... sableng .. elu itu yang apa aa.. ?" sergah Tomy , "Dari tadi elu nya yang melamun persis orang kesambet.. " lanjut nya.
"Iniiiii - gue !?!" ucapan Tama sempat tercekat karena ragu. Cukup susah bagi Tama berucap sa'at ini.. apa lagi perihal cewek yang pernah ia remehkan pada kedua sahabat nya . Karena memang selama ini Tama tak pernah terlihat tertarik dengan wanita , terkesan acuhh ..
" Lex.. gue pengen tanya sesuatu ke elu? " Akhir nya Tama mulai bersuara..
" Apa Tam ? Tanya saja jangan sungkan " jawab serius Alex.
Tama mengambil nafas dalam -dalam..
"Haaaah.." hela an nafas Tama , "Gini Lex , mmmM.. elu masih ingat tidak cewek yang mengantar kue ke kantor gue tempo hari , cewek yang memakai tutup wajah berpakaian longgar ! ? " Tama mencoba mengingat kejadian beberapa hari lalu..
Alex pun mencoba mencerna arah pembicaraan Tama
" Apaaaa... Maira yang elu maksud Tam?! "Tebak Alex ragu.
Tama menggangguk tanpa bersuara..
Alex tersenyum menang karena prediksi nya waktu itu terjadi,
" Kenapa elu mendadak bertanya tentang Maira ? dan apa yang ingin elu ketahui tentang nya ? " Tanya Alex kembali.
Alex bersandar di sofa cafe dengan menatap kemenangan kapada Tama ,
Begitu pun Tomy ,pria beranting satu itu tidak habis pikir atas apa yang ia dengar dan lihat , pria yang selama ini pelit dalam tutur kata dan memiliki karakter yang dingin dan angkuh bisa - bisa nya bertanya tentang seorang wanita , terlebih - lebih wanita itu berpenampilan tertutup yang pernah ia remeh kan . Kebanyakan pria - pria suka dengan wanita yang berpenampilan modis dan mengikuti trend jaman, sedang kan wanita yang di pertanyakan oleh Tama kali ini.. jauh dari kata kriteria wanita incaran pria mapan dan sekelas pebisnis seperti Tama .. !!? Tapi itu lah cinta yang susah untuk dipelajari apalagi dipahami , karena yang diserang adalah hati .
...Tulisan Bersambung Q.C....
...🖤🖤...
__ADS_1