QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 35 KESUCIAN ..


__ADS_3

💐💐


Dewi yang berada di dalam kamar mandi hanya bisa menangis" kenapa pak Tama jadi kasar ucapan nya bukankah sewaktu dipantai tutur bahasanya lembut... apa pak Tama hanya ingin mempermainkan perasaan aku saja " gumam Dewi didalam kamar mandi.


Setelah 10 menit Dewi selesai mengenakan pakaian tertutupnya dan keluar dari kamar mandi lalu menghampiri Tama , namun Dewi terkejut melihat Tama yang sedang gusar seperti menahan sesuatu.


Dewi masih tak berani mendekati Tama , Dewi masih ingat dengan bentakan Tama beberapa menit lalu yang diterima nya ..


Tapi semakin lama Dewi merasa tak tega melihat Tama yang wajah nya berubah merah dan hawa badan Tama berubah panas .


Dewi mencoba memberanikan diri mendekati Tama..


"P-ppaakk Tama.. tidak apa- apa..? " tanya Dewi dengan gugup sembari mendekati Tama yang sedang membungkuk menahan sesuatu .


"P-p-ppakk... aa-appa ada yang bisa saya bantu..?" tanya gadis kecil yang telah mengenakan pakaian tertutupnya sekali lagi.


"AhhHHH.. jangan mendekat .. JAUH.! ahhhHHH!" rintih Tama membuat Dewi makin mendekat.


"Pak Tama saya panggil kan dokter ya .. ss-saaayàa keluar dulu bapak sabar ya.. !" Suara Dewi yang panik.


Tama menatap lekat mata gadis lugu didepan nya " dokter tidak akan bisa membantu gue , cuman elu yang bisa bantu gue , menyalurkan hasrat ini " batin Tama.


" KEPAR#T .. awas kalian ber tiga akan gue bunuh , karena sudah buat gue tersiksa seperti ini!!" batin Tama mengancam ketiga sahabat nya.


Tama meraih lengan Dewi , Dewi yang mendapat tarikan dadakan dari Tama membuat Dewi terjatuh dipelukan Tama , disa'at itu juga Tama menatap dalam mata Dewi yang hanya ada ketulusan dan kepolosan seoarang gadis yang taat.


Tama yang sudah tak mampu menahan siksaan dari obat perangs#g yang diminum nya , membuat Tama tak bisa berpikir jernih dan pada akhir nya Tama menarik cadar milik Dewi , terlihat bibir indah yang selalu tertutup oleh cadar kemudian Tama beralih melepas krudung besar Dewi dalam sekejap terlihat betapa putih mulus nya leher jenjang istri kecil nya itu.


Tama pun menelan salivah nya , Dewi yang mengerti akan tatapan dan tingkah laku Tama hendak bangkit dan menghindar , tapi sayang nya Tama yang telah terbakar nafsu tak mampu menahan nya lagi..


" Dew.." panggil Tama dengan nada parau.. , jantung Dewi berdetak tak berirama, " Apa kah pak Tama akan meminta nya malam ini ?" batin Dewi dengan memejamkan mata.


Tama sekuat tenaga menahan nafsu nya lagi, tapi Tama hanya lah laki - laki biasa , sekuat mungkin Tama menahan nya obat itu lah yang menguasai dirinya .


Tama mengecup bibir indah Dewi yang belum pernah tersentuh oleh pria manapun , Dewi panik dengan perbuatan Tama lalu Dewi hendak menghindar lagi dari dekapan Tama.

__ADS_1


" Pak Tama istigfar !?" ucap Dewi ketakutan melihat raut wajah Tama tak biasanya.


Namun pria dewasa itu sudah benar - benar tak mampu menahan nya lagi.


Tama berlaku kasar kepada Dewi , bibir Dewi berdarah karena melawan keinginan Tama.


" Jangan pak Tama.. jangan " ucap Dewi bergetar " hikss . .. " isakan Dewi dengan berjalan mundur menghindari Tama .


" Pak Tama jangan bercanda , saya takut pak ?!" ucap gadis taat itu ketakutan lagi , langkah Dewi tertahan ketika tubuh kecil Dewi tak mampu mundur lagi.


Tama meraih tubuh Dewi dan meluap kan semua hasrat yang tak pernah Tama lakukan dengan wanita mana pun .


Dewi melihat pria dewasa yang ia sebut suami telah memperkosa nya dengan kasar karena pengaruh obat yang diberikan diminuman Tama oleh ketiga sahabat nya.


Dewi yang selalu bisa menjaga kesucian nya selama 20 tahun , kini telah direnggut oleh Tama pria yang menghalalkan nya tanpa sengaja , walau bukan Tama suami pertama Dewi , tapi Tama lah yang mendapatkan kesucian seorang Dewi.


Dengan terus memohon dengan derai air mata kepedihan oleh Dewi, namun Tama tak sedikitpun menyudahi aktifitasnya, hingga istri kecilnya itu tak berdaya lalu tak sadarkan diri hingga pada saat nya Tama pun mencapai apa yang ia cari dan inginkan selama ini kemudian Tama ikut terlelap disamping tubuh Dewi yang tertutup selimut tebal.


**


Pria itu adalah Tama , Tama melihat wajah pucat dan mata sembab nya Dewi , bibir yang terluka akibat perlakuan kasar Tama semalam.


" Apa yang sudah gue lakukan !? bukan kah gue akan menyudahinya !? " gumam seorang Tama dengan menyentuh bibir Dewi yang terluka dengan punggung jemari nya penuh kasih sayang.


Tama memicingkan mata nya ketika melihat sesuatu dipermukaan kain berwarnah putih itu.


Tama tersenyum kecil ketika melihat nya dan beralih menatap Dewi..


" Jika kamu bangun , apakah nanti kamu akan memaafkan ku .. ?!" ucap getir Tama .


"CK.." Kamu benar - benar masih suci !" gumam sekali lagi Tama dengan bangga.


Suara ketukan pintu.. " tok- tok " servis room.. teriak seorang pegawai diluar.


Tama membuka pintu , " KLEK " ..

__ADS_1


" Perr...mm " ucapan pegawai pun tergantung karena Tama telah mengusirnya ..


" Bisakah nanti saja , istri saya masih tidur !?" ucap Tama dengan angkuh ..


Kemudian pelayan pun mengiyakan permintaan Tama.. dan berlalu pergi..


Tama melihat jam tangan nya, " Hampir jam 9 pagi " gumam Tama.


Tama pun menekan tombol servis Room untuk memesan sesuatu .. hampir 30 menit Tama menunggu akhirnya pesanan Tama pun DONE.


" Terima kasih " ucap dingin Tama


Tama membuka plastik putih kemudian mengambil isinya.. , lagi - lagi Tama tersenyum perih melihat obat yang berada ditangan nya..


Langkah Tama mendekat kearah Dewi ,lalu membangunkan nya perlahan..


" Dew.. " Panggil Tama pelan


Perlahan indra pengelihatan Dewi terbuka , Dewi menatap pria dihadapan nya yang semalam telah berlaku keasar pada nya..


" Bangun lah.. , bersihkan tubuh mu lalu kita makan bersama !" ucap Tama dengan tenang seolah - olah tak terjadi apa- apa diantara mereka berdua semalam.


Dewi mencoba bangun dari tidur nya dengan sedikit menggeser tubuh kecil nya ketepi ranjang.. tapi belum juga Dewi menurun kan sepasang kakinya ada rasa tak nyaman pada diri Dewi..


" SSSTTTT.. AH" rintih Dewi pelan..


Tama yang mendengar rintihan pelan Dewi memicingkan mata nya kearah Dewi yang sedang kesulitan untuk berdiri .


Dewi mencoba berjalan dengan semestinya walau dengan tertatih , tapi usaha Dewi gagal , Dewi tak mampu melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi.


Akhirnya Tama pun berdiri dan melangkah kearah istri kecilnya yang sedang kesusahan akibat ulah nya.


SREEEETTT .. " AHH..." pekik Dewi yang merasakan tubuh kecil nya tiba - tiba melayang , ternyata lengan kekar Tama yang telah mengangkat nya menuju kamar mandi.


Dewi tak berani untuk menatap kearah wajah Tama.., Dewi masih mengingat kejadian semalam yang dilakukan Tama padanya.

__ADS_1


💐💐


__ADS_2