
🖤🖤
Diruangam dokter yang menangani Ketty..
"APA DOK!!" suara syok tante Mike.
" Ma.af nyonya Armand , janin yang ada dalam kandungan putri anda sudah tidak bisa di selamat kan lagi karena pendarahan yang ia alami , apalagi benturan yang di dapat oleh putri nyonya pada dinding rahim tak bisa menahan nya lebih lama lagi , Dann.. ? " ucapan dokter muda itu menggantung .
Mama Ketty menatap tanya kepada dokter, " Dan apa dok ? !" Tanya Mike dengan cemas.
" Apa dulu putri nyonya pernà h menjalani operasi pencangkokkan tulang sumsum belakang ?!" Tanya dokter lagi.
Mama Ketty menggangguk pelan lalu menunduk..
" Maaf kan kami nyonya , kami harus memberi tindakan kepada putri anda dan janin nya agar tidak memperburuk kesehatan putri anda.
Seketika Mike yang paham akan maksud dokter pun ambruk kelantai tak sanggup menahan kabar memilukan ini .
**
Dikediaman utama Malik ..
" Masss.. boleh yaaa ?!" Rayu wanita muda yang mengenakan piama lengan panjang nya .
" Sayang.. ini sudah malam !" JelasTama dengan mengarahkan pandangan nya ke arah jam dinding yang berdetak dan pandangan itu diikuti Dewi .
" Jam berapa aku tanya ? " nada bicara Tama dengan tegas seraya mengusap pipi mulus Dewi dengan sentuhan sayang.
" Hampir jam 10 malam mas !?" Jawab Dewi dengan lirih, lalu menunduk.
Bukan tanpa alasan bagi Tama menolak keinginan sang istri kecil nya , Tama masih menaruh rasa tak sukanya terhadap Ketty, akibat ulah Ketty dikamar apartement waktu itu Tama hampir saja kehilangan calon anak - anak yang sedang dikandung Dewi .
Ingin rasanya pria dewasa itu berkeras hati akan keinginan nya yang tak terbantah kan , akan tetapi hati seorang suami goyah akañ prinsip nya tatkala menatap istri kecilnya yang tertunduk sedih ,membuat pria angkuh itu mengalah dengan cepat.
Dengan nada pelan ...
" Apa harus malam ini , HMM? " tanya Tama dengan memegang dagu Dewi dan mengadahkan nya kedepan.
Dewi hanya mengangguk tanpa berani berucap ..
Tama mengerti akan perasà an istri kecilnya ..
" HAAAAAHH.. baik lah , ayo aku antar !" Ucap Tama dengan tersenyum memandang Dewi .
Dewi yang mendengar hal itu , berhambur memeluk suami berkaca mata nya .
__ADS_1
" Terima kasih mas.. " ucap Dewi .
" Iya sayang , sama - sama " Jawab suami Dewi.
**
Tama dan Dewi baru sampai di rumah sakit , mereka berdua berjalan dengan membawa buah tangan , buah -buahan untuk Ketty dan Nara.
Sesampainya di ruangan yang ditunjukkan perawat , Dewi mencoba mengetuk pintu..dan berniat mengucapkan salam.. namun diurungkan oleh nya , terdengar dari luar..
" Sudah lah maa.. jangan menangis lagi, mungkin aku memang tak layak menjadi ibu !?" ucapan Ketty terdengar lantang namun bergetar seperti sedang menahan tangis.
" Apa maksud mu nak.. ?? Dia anak mu ! Apa kamu tak ada rasa penyesalan ?!" Tanya Mike .. tak percaya melihat sikap putri nya yang acuh ketika mendengar anak yang ia kandung meninggal.
" MAA..!!??.". ucapan Ketty terpotong saat mendengar suara ketukan pintu . Mama Mike buru- buru mengusap air mata yang membasahi wajah tua nya lalu berjalan membuka kan pintu.
"KLEEK.. " pintu terbuka, terlihat sepasang suami istri .
" Assalamualaikum tante ..?!" sapa Dewi dengan mengangguk kan pelan kepala nya dan meraih tangan Mike untuk dicium nya.
" Wa' alaikum salam, nak Tama -nak Dewi !" Ucap Mike yang tak menyangka akan kehadiran suami istri itu dimalam hari.
"Kalian datang, Ayo masuk nakk ?! " sapa ramah mama dari Ketty mempersilah kan.
Ketty memicingkan mata nya ke arah Dewi yang memasuki ruangan inap Ketty.
" Mau ngapain nyonya Malik ? !" tanya tak suka Ketty kepada Dewi.
Dewi mencoba tak terpancing akan pernyataan Ketty pada nya.
" Bagaimana keadaan mbak Ketty dan juga janin nya ?" Tanya Dewi dengan tulus dan ramah.
" Ck .." Ketty menyunggingkan ujung bibir nya keatas dan ditujukan pada Dewi .
" Asal kamu tau ! Sekarang aku merasa lega, bisa terlepas dari anak yang tak pernah aku inginkan itu !" Sahut Ketty .
PLASSSSS...
Dewi mematung beberapa saat , mencoba mencerna pernyataan Ketty barusan , Kemudian terdengar ..
"BUG.. " parsel buah keranjang jatuh dari tangan Dewi.
" Innalillahi wainnailaihi rojiun... " ucap pelan Dewi dengan mata berkaca -kaca..
" Mbak Ketty !? " suara Dewi dengan lirih seraya melangkah mendekati Ketty yang berada di tempat tidur rumah sakit.
__ADS_1
" Apa kamu bocah..! Sana pergi nggak usah sok berduka terhadap ku !! " Sergah Ketty dengan memalingkan wajah ,Tama yang mendengar penolakan Ketty mengerat kan gigi rahang nya.. dan mentap Ketty marah.
"GREEPP .. " Dewi memeluk Ketty, walau Ketty menolak namun Dewi tetap bertahan.
" MA'AF ..!?" terdengar permintaan ma.af dari bibir Dewi.
Ketty tak menanggapi ma.af dari Dewi ..
" Mbak ..! mbak Ketty harus ikhlas yah.. in syaa Allah.. Allah akan mengganti nya nanti , setelah mbak Ketty mendapat kan imam yang sholeh untuk mbak Ketty !" ucapan tulus dari bibir Dewi.
" Sana! Aku tidak butuh nasehat dari mu !" ucap angkuh Ketty dengan mendorong pelan tubuh kecil Dewi.
Mama Mike yang melihat ketidak sopanan putri nya itu berkata..
" Ketty ! jaga bicara mu nak ?! nak Dewi bermaksud baik mengucapkan hal itu, tapi kenapa kamu malah menanggapi nya tak baik ?" Sergah mama Mike dengan menggelengkan kepala nya heran.
" MA.. . Ketty memang tak butuh nasehat nya itu , karena Ketty sendiri bahagia sudah terbebas dari darah daging b@jingan itu!" Suara Ketty dengan menatap yakin kearah sang mama ,
Tama hanya diam tanpa ingin ikut berduka akan musibah yang menimpa Ketty..
Ketty mengarahkan pandangan terhadap Tama lalu menatap kearah lain seraya meluap kan apa yang menjadi beban dalam hati dan pikirannya.
"CK .. dulu aku mencoba menjebak Tama agar tidur dengan ku , karena aku tau Tama adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan aku mengira dia adalah sosok imam untuk ku karena aku telah melakukan ijab dengan nya , tapi apa yang aku dapat?! " dengan suara yang mulai bergetar Ketty mencoba meneruskan ucapanya.
" Tama tak pernah menyentuh ku sedikit pun dan Tama pun tak pernah menganggap ku sebagai istri sesungguhnya , aku hanya menunggu dan menunggu nya , Tama benar - benar menghindari ku ! APA kamu tau itu DEWI AL HUMAIRAH !! " ucap kekecewaan Ketty sungguh ia keluarkan .
" Sampai pada titik pemikiran dangkal ku , aku memilih jalan yang salah yang aku kira dengan cara itu aku akan bisa memiliki Tama seutuh nya ..!" Mata itu mulai berkaca , namun ia terus melanjutkan curahan isi hati seorang istri yang tak pernah diharap kan oleh suami nya .
" Tapi siapa sangka Tama lolos atas bantuan Alex , Willy dan Tomy , dan aku yang sudah terlanjur hamil hasil hubungan bebas ku bersama pria b@jingan itu tinggal menanggung nya sendiri !!" sambung Ketty dengan kekecewaan teramat.
Dengan sabar wanita bercadar itu menjadi pendengar setia mantan madu nya .. dengan tersenyum yang menjadi ciri khas wanita muda itu dengan menyipit kedua mata teduh nya..
" Semua orang punya ke khilafan dimasa lalu nya , dikala kita telah sadar akan kekhilafan yang telah kita perbuat , alangkah bijaksana nya kita berMUHASABAH DIRI , agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan taat , bisa menerima apa yang telah menjadi ketetapan Allah tulis kan.
" Jadikan lah kehilafan sebagai guru kehidupan , agar tak lagi melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari , lalu jangan pernah kita lupa untuk melakukan taubatan nasuha kepada Allah ta' ala " Dewi terdiam sejenak lalu melanjutkan ucapan nya..
" Mungkin dari niat nya sendiri sudah salah dalam menginginkan perhatian dari mas Tama, seharusnya mbak meminta kepada sang yang maha mampu membolak balik kan perasaan dan sang pemilik hati sesungguhnya !" .. perkata an panjang lebar Dewi kepada Ketty, ucapan wanita bercadar itu teramat lembut dalam penyampaian nya dan mampu menyentuh relung hati seorang Ketty, namun ketty hanya bisa meneteskan air mata penyesalan .
" Mbak.. " suara pelan Dewi , dengan tatapan meneduhkan.. kearah Ketty .
"Semua nya masih bisa diperbaiki selama Allah masih memberi kita kesempatan dan rezeki didunia ini !" Jelas Dewi
" Nafas /umur , kesehatan , kebahagiaan juga termasuk rezeki , In syaa Allah pintu hidayah akan menghampiri setiap hamba yang ingin bertaubat, selagi seorang hamba itu sendiri yang memilih untuk merubah nya ,
" Ma.af mbak.. " ucap Dewi lagi pelan.
__ADS_1
"Saya bukan ingin menggurui atau pun menasehati , saya juga FAKIR akan ilmu dan saya juga hanya manusia biasa yang masih melakukan segala kehilafan , mari kita sama -sama belajar agar menjadi pribadi yang lebih taat lagi " jelas Dewi.
🖤🖤