QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 14 AJAKAN SANG MANTAN..


__ADS_3

πŸ’πŸ’


Hijab tak sekedar pelindung bagi wanita, melainkan menggambarkan seberapa besar kekuatan dan keindahan nya...🌹🌹


****


Setelah seharian berjalan menyusuri jalan mencari tukang tambal ban bersama mbak ojol dan alhamdulillah akhirnya mbak ojol pun menemukan tukang tambal ban , lau Dewi pun memutus kan untuk langsung pulang di antar ojek online tadi , karena sang surya tengah berganti rembulan dan bintang .. langit pun berubah gelap..


Rasa lelah menyerang seluruh tubuh kurus Dewi..


Dewi merogok tas rajut milik nya hendak mencari kunci dan berniat membuka gembok pagar, namun Dewi teringat kalau didalam rumah ada sahabat nya Nara, alhasil pagar tak terkunci lalu ia pun tersenyum.. seraya mengatakan " ya Allah lupa kalau dirumah ada orang. πŸ€¦β€β™€οΈ"..


"Assalamualaikum .. mbak Naaa...?!" Panggil dewi sembari melangkah kan kaki masuk rumah..


"Wa'alaikum salam.. " jawab salam dari dalam rumah .


"Sudah pulang lu Dew.. ? " Nara keluar dengan mengenakan daster milik nya yang di simpan di lemari kamar Dewi..


"Iya mbak Naa.. " dengan menyandarkan tubuh nya di dinding sofa .. Dewi melepas cadar tali nya..


Kali ini Nara melihat gamis bagian bawah dewi sangat lah kotor dan kening yang penuh dengan keringat..


" Elu dari mana Dew..? " Tanya curiga Nara πŸ˜’


Dewi membenahi duduk nya yang tadi menyandar kini duduk dengan tegak dan menghadap Nara untuk bercerita seperti seorang adik yang menceritakan petualangan nya seharian ini kepada sang kakak.😁


"HaaaaAaa.. πŸ˜ͺ tadi itu uu.. aku jalan kaki mbak Naaa ". jawab Dewi..


"πŸ˜’πŸ˜’jalan kaki ???! Maksud elu apa Wiii ?" Nara makin penasaran,


Dewi mulai menceritakan pengalaman yang ia lewati bersama sang driver online nya..


πŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈ


"Ya ampunnn Deww.. elu bisa mikir tidak sih 😠??!" geram Nara ,


" Elu punya ponsel buat apa, kenapa elu tidak telfon gue atau Rosaa !!?" Nara sangat tak mengerti dengan jalan pikiran Dewi..


πŸ˜”πŸ˜”


" Terus aku ninggalin mbak ojol nya !? Begitu maksud mbak Naa.. ?" Sambung Dewi dengan memalingkan wajah nya ke depan sembari manyun..


Nara yang sedang naik darah ,seketika hilang .. setelah melihat wajah manja Dewi yang memang terlihat sangat polos dan lucu jika tak mengenakan cadar..


" Besok - besok kalau ada apa - apa kabari gue atau Rosa , faham !!" Ucap Nara dengan mengacak - acak pelan krudung Dewi dengan tutur kata yang pelan..


" Sudah sana cepet mandi gih.. " ucap Nara dengan tersenyum..


"Hihihi.. iya mbak Na.." Dewi


Ketika Dewi akan beranjak, Nara teringat sesuatu..


" Dew..!" panggil Nara


" Ya mbak ?" jawab Dewi , " Kemaren lusa gue jemput elu dicafe si Bintang , tapi Bintang bilang elu sudah pulang lebih awal !" jelas Nara


" Kemana luu.. ?" tanya Nara curiga..

__ADS_1


Dewi termenung , memikirkan beberapa hari terakhir ini terjadi banyak kejadian yang tak mengenakan yang ia alami , Dewi tak ingin berbohong tapi Dewi juga tak ingin membuat Nara khawatir ..


" Hanya pengen jalan - jalan mbak Naa.. " alasan Dewi dengan tersenyum.


Nara hapal akan sifat sahabat kecilnya ini .. dia paling pintar menyembunyikan masalah nya..


Dewi melangkah menuju kamar.. dan bergegas mandi, dan menunaikan sholat isha..


Setelah selesai dengan kewajibanya Dewi keluar kamar melihat Nara sedang bersiap siap akan ke club..


"Mbak Naa.. uda sholat isha ..? " Tanya Dewi , Maksud Dewi mengingat kan Nara, walau Dewi tau ,seberapa sering nya Dewi mengajak sahabat nya itu untuk ibadah namun hanya senyuman saja yang diterima Dewi dari Nara maupun Rosa..


"Mbak Naaa...? "Panggil Dewi sekali lagi dengan Suara lembut milik nya.


Sejenak Nara terdiam , merenungkan sikap Dewi yang tak perna bosan mengajak nya kejalan yang baik.. walau dengan cara yang berbeda.. yang dimiliki Dewi..


"Terima kasih selalu ingatin gue Dew.. " dengan memegang telapak tangan Dewi ,Nara berkata diselingi dengan senyuman kecil yang terbit bibir wanita cantik yang terkenal bar- bar dan galak dengan orang ..


Pandangan Nara lurus kedepan dan terlihat mata Nara sedikit berair..


"Gue kotor Dew.. " dengan senyuman getir..


" Lu lihat kerja an gue , yang tiap malam ke club gonta ganti pria yang siap bayar gue mahal demi bisa menikmati tubuh gue..!?" kali ini suara Nara sedikit terdengar bergetar.. akibat menahan kesedihan dalam hati nya..


"Mbak Nara masi bisa keluar dari club itu dan mencari pekerjaan yang lebih baik dan halal mbak .." nasehat Dewi dengan antusias..


Nara .. mengelengkan kepalanya..


Nara terkekeh mendengar ucapan gadis berjilbab besar dihadapan nya , " Tak semudah itu Wiii keluar dari lingkaran dunia malam !!?" Jawab Nara


" Lagian siapa yang mau nebus gue , siapa yang mau melunasi hutang - hutang gue di mami.. ?? Yang semakin lama akan semakin membengkak jika gue tidak dapat tamu tiap malam nya..πŸ˜” terus bagaimana dengan tante gue yang membutuh kan biaya tiap bulan nya untuk chek up Dew... ????? " Ucapan Nara dengan nada sedih..


"Mbak Na.. kita masih ada Allah mbak, yΓ ng maha kaya maha memberi selagi kita mau berusaha dan ikhtiar dijalan yang ALLAH ridho i !!?" ucap Dewi dengan serius


Nara hendak menjawab perkataan Dewi namun diurungkan Nara , karena ada notifikasi yang ia terima..


"Dew.. gue berangkat ya , sudah di tungguin .." Nara segera memakai sepatu hels milik nya dan pergi ..


"Daaa ... " Nara yang melambaikan tangan kearah Dewi dengan berlalu menjauh..


"Asslamualaikum.. mbak Na.. ?! " Teriak Dewi walau jujur pasti tak terdengar ditelinga sang NaraKU😁


***


Setelah mengunci pintu, Dewi pergi menuju kamar dan hendak berbaring di ranjang milik nya, namun sejenak ia teringat ucapan Nara diruang tamu tadi..


Dewi bangun dan berjalan menuju lemari pakaian nya dan mencari buku rekening milik nya , " Siapa tau masih bisa untuk membayar hutang mbak Nara , walau beberapa hari yang lalu sudah aku ambil sebagian ya Allah " gumam Dewi dengan terus mencari..


Setelah mendapat apa yang Dewi cari ,Dewi pun duduk di kursi yang biasanya Dewi gunakan untuk meletak kan laptop dan mengetik novel milik nya..


"Ya Allah semoga ini bisa bermanfaat " doa Dewi.., lalu Dewi melihat isi buku rekening milik nya dan berkata..


"Apa cukup ya uang segini..?" sembari memperhatikan kembali tulisan nominal pada saldo rekening milik nya.. πŸ€”


"InsyaALLAH ..semoga Allah memudah kan segala usahaku amiinn.." ucap Dewi


Setelah itu Dewi meletak kan kembali buku tabungan nya kedalam lemari , dan kembali ketempat tidur nya , menarik selimut lalu berdoa , setelah nya Dewi mulai memasuki alam mimpi yang indah..

__ADS_1


**


Terdengar suara adzan subuh mengumandang..


Dewi segera bangun untuk mengambil air wudhu , dan bergegas menunaikan sholat subuh.. lanjut meroja'ah ayat ayat suci Al-qur'an


Setelah selesai dengan aktifitas pagi nya, Dewi mendengar dering ponsel milik nya..


"Tring.. ..


Dewi meraih ponsel di nakas dan melihat siapa yang menelfon nya.. Dewi membulatkan netra nya, melihat nama yang tetera diponsel nya adalah mantan suami Dewi ..


"Tringggg... tringgg...


Dewi mencoba mengabaikan panggilan telfon dari Chandra tapi setelah beberapa kali Dewi merasa tak enak juga, akhir nya Dewi menerima panggilan telpon milik Chandra..


πŸ“²πŸ“²


πŸ§•"Asslamualaikum .. mas..." salam Dewi


πŸ§”"Wa'alaikum salam.. Wii.. " jawab Chandra disebarang sana..


πŸ§•"A a ada apa mas telfon pagi pagi?" Tanya Dewi sedikit gagap menyapa mantan suaminya..


πŸ§”"Mas mau mengajak kamu makan pagi ini, di rumah makan kesukaan mu ??" Ajak Chandra..


" kamu libur kan hari minggu ini ??" Tanya Chandra lagi.


πŸ§•"I-iya.. saya libur hari ini tapi ii.." ucap Dewi tertahan..


πŸ§”"Tapi apa Wii..? "Chandra


πŸ§•"Saya tidak bisa menerima ajakan mas Chandra , karena saya sudah ada janji !" Dewi mencoba menjelas kan


πŸ§”"Janji!?... dengan siapa ?!.. " ucap selidik Chandra


πŸ§•"Bukan siapa- siapa.. mas.. "(dewi yang tak ingin berlama- lama dalam obrolan nya mencari cara untuk menyudahi percakapan dengan sang mantan tanpa menyinggung perasa.an nya).


Namun Chandra malah menawarkan diri untuk mengantar kan Dewi. ..


πŸ§•"Ma.af mas.. terima kasih tawaran nya..


Amm... sudah dulu ya mas .. assalamualaikum .."


Tut tut.. suara ponsel terputus..


"Sial .. ! kamu kenapa menghindar Wi..? " gerutu Chandra yang geram dengan sikap Dewi , pandangan Chandra terarah keluar cendela besar itu, Chandra berfikir.. semenjak tragedi malam itu Dewi makin susah ia hubungi atau sekedar bertemu, lalu Chandra berjalan menuju meja kerja dan membuka laci milik nya lalu mengambil sebuah kunci motor yang dikembalikan oleh Dewi,


Chandra ingin memberikan Dewi sebuah motor metic agar mempermudah Dewi bepergian namun sayang lagi- lagi Dewi mengembalikan nya, pernah juga Chandra membelikan mobil, Dewi pun enggan menerima nya dengan alasan hadiah yang diberikan terlalu mahal.


**


Dewi yang telah siap hendak mengunci pintu pagar ,lalu berjalan kedepan gang mencari kendaraan umum, karena minggu pagi ini Dewi memang telah ada janji..


Tapi sebelum Dewi pergi ketempat tujuan , Dewi berjalan menuju toko buku untuk membeli beberapa peralatan mewarnai dan setelah keluar dari toko buku Dewi singgah kembali ketoko makanan ringan membeli beberapa cemilan , minuman dan permen lolypop..


Setelah dirasa cukup.. Dewi duduk disebuah halte dimana halte tersebut bersebrangan dengan sebuah restauran ,tanpa disangka Tama dan Tomy baru keluar dari resto tersebut.. tanpa sengaja pula pandangan Tama terarah kewanita bercadar hitam senada dengan warna gamis yang dikenakan , yaitu Dewi yang sedang duduk dihalte itu..

__ADS_1


πŸ’πŸ’


__ADS_2