QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 6 PIL ( Pria Idaman Lain ).


__ADS_3

...🖤🖤...


Hunian megah dengan lampu antik menggantung dilangit -langit ruang tamu . Seorang pria dewasa terlihat tengah melangkah menuruni anak tangga diruangan itu .


"MASS....!" suara perempuan sedang menangis dan memohon , Anis.


Anis adalah istri pertama dan sekaligus istri ke tiga bagi Chandra,


"Kamu memang wanita yang tidak pernah berubah !" Hardik Chandra .


Chandar memutar kembali ingatan nya dimana dulu Anis yang masih berstatus istri nya ketahuan berselingkuh dengan rekan bisnis nya yang usianya jauh lebih muda dari Chandra , dan Anis memutuskan meninggal kan Chandra lalu menikah dengan PIL , seiring berjalan nya waktu Anis pun menjadi single kembali .


Akan tetapi ,Karena rasa sayang terhadap sang menantu Anis begitu besar , mama Clara (63 tahun )mama dari Chandra sangat menginginkan Anis kembali merajut mahligai pernikahan bersama Chandra ,


Suatu hari mama Clara mendengar kabar bahwa Anis telah bercerai kembali , terbesit pikiran licik untuk menyingkirkan Maira ( sang menantu yang tak perna diharap kan ) dengan tega Clara mengfitnah Maira , yang kala itu berstatus istri dari pernikahaan kedua Chandra dengan mengatakan bahwa Maira seorang perempuan mandul , berdasarkan pemeriksaan dokter kandungan disalah satu rumah sakit.


Dimana hasil itu telah ia selidiki , telah dipalsukan oleh sang mama.


Chandra yang kembali mengingat betapa licik nya Anis yang bersekongkol dengan sang mama membuat Chandra menjadi naik pitam saat mendapati Anis mengulang kembali kesalahan nya .


"PLAAAAAKKK ... " tamparan mendarat dipipi mulus Anis (26 tahun ).


"MASUKK .... !!!!" Bentak Chandra dengan emosi yang meluap luap.


"Tidak mass .. kamu salah paham !? " Anis mencoba membela diri ,


" A-aku tadi dikamar dengan dia tidak melakukan apa pun.!? " sambil terisak Anis mencoba menjelas kan dan mencoba mengimbangi langkah Chandra yang sedang marah menuju keluar rumah.


Dari luar rumah Maira mendengar pertengkaran Anis dan Chandra , Maira pun berniat untuk mengurungkan niat nya untuk mengembalikan kunci motor yang tadi siang diantar oleh asisten pribadi Chandra ( Angga ) . Maira memutar balik kan tubuh nya dan hendak melangkah menuju pagar rumah besar itu untuk pergi. Tidak disangka dari dalam rumah Chandra dan Anis keluar , kedua nya saling terkejut.


Langkah pasangan suami istri yang sedang bertengkar terhenti , ketika melihat di halaman rumah mereka ada wanita muda bercadar dengan memakai setelan seragam cafe yang hendak bertolak, Maira.


Dengan cepat Chandra berlari menghampiri Maira dan meraih lengan wanita muda itu.


"Maira !" panggil Chandra dengan nafas terengah - engah.


Maira pun membalik kan badan dan merasa terkejut melihat tangan yang dulu halal menyentuh nya berada dilengan nya .

__ADS_1


"Ma'af mas , tolong jangan menyentuh saya ! "seru Maira.


Dengan cepat Chandra melepas lengan nya.


"Ma'af ff! .. mas khilaf Mai .. !?" jelas Chandra dengan nada lembut.


Anis yang mendengar tutur bahasa Chandra yang melembut kepada mantan istri kecil nya itu , membuat nya Anis iri.


Chandra yang ingin bertanya perihal kedatangan Maira kerumah nya , batal karena Anis telah lebih dulu menuduh nya.


"OHH..!! jadi kalian berdua masih bertemu tanpa sepengetahuan ku yaaa !? " Ucapan Anis yang terkesan mengintimidasi , perlahan Anis mulai mendekati Maira .


BRUUG... !! "Astagfirullahal adzim ..." suara Maira yang terdengar sedang menahan rasa sakit akibat ulah Anis yang mendorong nya ke lantai dengan kasar dan mengakibatkan telapak tangan Maira terluka dan berdarah karena menahan .


Chandra yang melihat kelakuan istri nya ke pada Maira sang mantan, langsung mencengkram pipi Anis dengan kasar ,hingga Anis pun merintih kesakitan,


"AUUU .." pekik Anis . "Lepas mas .. kamu menyakiti aku !" keluh Anis dengan mencoba melepas tangan Chandra dipipi nya.


Chandra yang sadar bahwa Maira tersunggkur , langsung melepas cengkraman nya.


Tama memicingkan mata ketika melihat kelakuan kasar Wanita bernama Anis kepada wanita bercadar yang bertubuh kecil , begitu pun Tomy yang baru menyadari siapa wanita berkrudung besar itu.


" Tam.. bukan nya itu perempuan yang dicerita kan Alex tempo hari ?" Tomy mencoba mengingat kembali .


Tama tak menanggapi ucapan Tomy , pria dingin itu hanya melirik datar kearah Tomy yang berdiri .


**


Chandra yang akan membantu Maira untuk berdiri , seketika tangan pria itu di tepis halus oleh wanita muda bercadar.


" Jangan mas... saya bisa sendiri ! " dengan perlahan Maira berdiri , namun lagi- lagi Anis terbakar cemburu melihat perhatian yang diberikan Chandra.


Anis melangkah ke arah kran air yang berada di halaman depan , dan benar saja air bekas membersihkan lantai yang ada di ember belum dibuang oleh sang asisten rumah tangga , Anis mengambil ember itu dan berjalan menghampiri Maira.


"BYUUUUUURRRR .." Air membasahi pakaian tertutup Maira , tak sampai disitu Anis menarik cadar Maira dengan kasar hingga membuat wanita muda itu jatuh kearah samping dan tersungkur kembali kelantai namun kali ini kening Maira membentur ujung pembatas pagar rumah Chandra..


Maira memegang kening yang terbentur tadi..

__ADS_1


"Ya Allah.. darah !" pekik Maira sembari memegang kening nya yang terasa sakit dengan telapak tangan .


Maira yang baru sadar bahwa cadar nya terlepas . Lekas menunduk.


"Mbak.. tolong kembalikan cadar saya .." pinta Maira dengan lirih ,


Maira menggunakan ujung krudung nya untuk menutupi wajah , dan mencoba berdiri .


Chandra berjalan mendekati Anis untuk mengambil barang milik Maira itu , belum sampai pada apa yang dituju, Chandra melihat Maira telah jatuh pingsan .


"Maira .. !!!!" Sontak Chandra membalik arah .


Namun langkah Chandra kalah cepat dengan Tama .


"Apa yang kamu lakukan .. !!! " Bentak Chandra yang melihat Maira kini berada digendongan Tama .


Tama hanya mengarahkan mata tajam nya , tanpa mengucap satu kata pun.


Chandra hendak menghampiri Tama yang membawa Maira jauh keluar dari rumah milik nya, namun Tomy dengan sigap menghalangi .


" Saya harap anda tidak berurusan dengan keluarga Malik, tuan Chandra !!!" ucapan Tomy dengan nada mengancam.


Chandra memicingkan mata , mencerna maksud ucapan Tomy.


Angga asisten Chandra menghampiri tuan nya dan berbisik ditelinga , seketika Chandra tertunduk lesu mendengar apa yang di kata kan oleh sang asisten..


"Saya harap anda lebih bijak untuk hal ini !" perkataan Tomy kali ini dengan mode serius , " Tidak usah mengkhawatirkan keadaan wanita berkrudung itu , karena sudah menjadi urusan tuan muda Tama!!" Jelas Tomy dan berlalu meninggal kan Chandra yang hanya bisa menatap tak rela .


**


Dengan menaiki anak tangga rumah Tama , Tomy terkekeh mengingat betapa marah nya Tama , melihat wanita bercadar ,Maira diperlakukan kasar oleh Anis .


" Tam-Tam ! Sudah gue bilang ini pasti menarik , ketika elu minta cewek pembuat kue itu datang untuk mengantar kue buatan nya ke kantor tempo hari !?" Gumam Tomy .


...Tulisan Bersambung Q.C....


...🖤🖤...

__ADS_1


__ADS_2