QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 21 MANA KANAN , MANA KIRI ??


__ADS_3

๐Ÿ’๐Ÿ’


Sejenak Dewi berfikir


"Jadi dirumah ini gak ada perempuan selain aku ?!" batin Dewi sambil memejamkan mata dan bibir yang terkatup seolah rasa khawatir dan malu ia tahan.


Dewi menggelengkan kepalanya lagi..


"Hahh.. ! ?" Helaan nafas Tama yang melihat perban dikaki Dewi mulai mengeluarkan darah kembali , " kelama an ini luka mu harus diganti perban dan diobati.. " Tama mengangkat tubuh Dewi sekali lagi ..


Mata Dewi membulat.. mengarah ke Tama


"Turun kan pak ! " Dewi yang berusaha turun dari gendongan Tama


"Jatuh ! Mau?. . " Ancam Tama dengan nada dingin.


Dewi sontak terdiam..


" Kamu gak usa khawatir , aku tidak seperti mantan suami kamu yang memperlakukan mu se enak nya ?! " sindir Tama dengan senyuman sinis.


Dewi menatap bingung terhadap Tama ," dari mana dia tau ?" Batin Dewi..


"Aku ganti perban nya , biar kamu bisa sholat" ujar Tama


" Tapi kamu bisa kan wudhu sendiri .. gue mau kebawah dulu..!?"


Dewi pun mengangguk ..


Setelah dari bawah, Tama kembali kekamar dan mengobati luka kaki Dewi.


Dewi tertegun melihat Tama yang begitu telaten mengganti perban di kaki nya dan terlihat Tama tidak sedikit pun jijik .


Setelah selesai Tama keluar kamar meninggalkan Dewi yang sedang sholat sambil duduk , karena telapak kakinya masi sakit.


"Assalamualaikum warohmatullร h ..." ucap salam Dewi ditakhiat akhir .


Setelah merapikan peralatan sholat nya , yang Tama pinjam dari kamar ART dengan bantuan pak Edi sang supir, karena tidak mungkin Tama masuk kekamar asisten rumah tangga nya seorang diri.


Dewi mencoba berdiri dengan mencari pengangan, selang berapa saat Tama tengah masuk kembali dengan membawa paper bag dan diserah kan ke Dewi..


"Pakai lah ...dan ku antar kamu pulang !?" seru Tama tanpa memperhatikan Dewi dan berlalu keluar kamar..


Dewi mengambil paper bag yang berisi gamis lengkap.


Setelah selesai mengenakan pakaian gamis nya Dewi duduk diiujung ranjang milik Tama yang tak jauh dari tempat Dewi ganti pakaian. Dewi melamun sambil menatap kearah jendela besar yang ada disamping tempat tidur Tama , pandangan Dewi serasa larut dengan pesona matahari terbit yang nampak indah dari dalam jendela besar kamar Tama


"MasyaAllah... " Dewi kagum dengan keindahan didepan mata nya itu , dengan tersenyum dibalik cadar ..


Saking asik nya Dewi tengelam dalam lamunannya sampai -sampai Dewi tidak sadar , Tama sudah berada duduk di sofa samping tempat tidur yang ia duduki


"Ehemm.. sepertinya tempat itu menjadi favorit kamu !?" ucap tiba -tiba Tama , " mau berapa lama kamu duduk disitu? " Ucapan Tama lagi yang menyadar kan Dewi dari lamunan nya.


Dewi mengarah kan pandangan pada Tama ,dan melihat Tama tengah tersenyum kearah Dewi, sekejap Dewi menunduk kan pandangan nya kembali


"Ayo.. aku antar pulang,karena aku sebentar lagi harus meeting " ucap Tama.


"Saya pulang sendiri saja pak.. !?" Sahut Dewi

__ADS_1


Tama ..diam tak menjawab ucapan Dewi lalu berdiri melangkah mengambil sesuatu..


"Pakai ini kalau kamu tak mau aku menyentuh mu lagi ?!" Tama menyodorkan sesuatu ..


Dewi mengerutkan dahi nya.. "apa maksud nya aku disuruh menggunakan kursi roda ? ya Allah ni orang.." dengan menggeleng kan kepala nya.


**


Di lantai bawah Tomy telah rapi dengan stelan jas kerja nya yang bermerk..


Pria play boy itu seperti biasa ia akan lansung nyelonong..


" Ma.af den Tomy , anda tidak di izin kan naik khusus nya kekamar tuan muda .. !?" cegah pak Edi..


Alis Tomy tinggi sebelah.. ๐Ÿคจdan menatap aneh kepada pak Edi..


" Emang kenapa pak.. !? Saya harus ke kamar Tama , bangunin tu jaka tarup.. kalau nggak, yang ada kami nanti terlambat meeting pagi ini..!?" sambung Tomy dengan nada kesal..


Tomy yang hendak melangkah..


" Ma.affff denn ... tolong jangan naik , karenaaa ??? " Ucapan pak Edi menggantung..


" karena apa pak Edd... ?" Tanya Tomy dengan mencuri curi pandang ke atas arah kamar Tama..


" Sudah.. pak Edi disini saja !? saya yang akan jamin si Tama malik itu tidak akan marah kepada pak Edi !" ucap Tomy dengan mengedipkan satu mata nya ke arah pak Edi๐Ÿ˜‰


Belum juga pak Edi menjawab Tomy sudah nyelonong ke atas arah kamar Tama , melewati pak Edi...


Tomy yang telah sampai di depan pintu kamar hendak mengetuk ( walau Tomy slengehan , tapi Tomy tau akan adab jika akan masuk ke ruangan pribadi seseorang ..)


Tomy mendekat kan pendengaran nya ke arah pintu dan terdengar..


" Sini biar aku bantu.." ucap Tama dengan menyambar benda yang berada ditangan Dewi dan membantu nya mengenakan jawrb nya ( atau kaos kaki) ..


Sebenarnya ..


Tama sedari tadi menunggu Dewi diluar kamar setelah memberikan kursi roda pada wanita muda itu , tapi melihat Dewi yang tak kunjung keluar membuat sang Tama kembali masuk kamar , dan melihat pemandangan Dewi yang sedang kesusahan mengenakan kaos kaki sebelah kiri nya..


" Yang mana kiri dan mana yang kanan..?? " Tanya Tama dengan menenteng kaos kaki yang di arah kan pada Dewi , dan Dewi pun memberi arahan..


" Yang ada jempol nya di samping kanan berati untuk kaki kanan begitu juga sebalik nya , dan yang warna hitam ini.." tunjuk Dewi, " yang ada di bawah.. " jelas Dewi dengan nada polos dan tatapan yang serius menjelas kan pada tmTama..


Tama yang tertegun melihat dari dekat netra indah Dewi dan bulu mata yang lentik apalagi tutur bahasa Dewi terdengar dengan jelas , secara jarak mereka cukup lah dekat..


Dewi sebenar nya tak mau dibantu oleh Tama mengenakan kaos kaki , tapi Dewi sudah mencobanya cukup lama sendiri tapi tak bisa , kaki sebelah kirii nya terasa tertarik.. dan takut akan membuat darah nya akan keluar kembali..


" ahh... !" pekik Dewi dengan sedikit ******* kesakitan ..


" Bisa kah pelan pak..?!" pinta Dewi dengan menunduk ..


" Sakit!? " Tanya Tama dengan menatap kearah Dewi yang duduk di atas tempat tidur ( lebih tepat nya di bibir tempat tidur) dan Tama duduk dibawah beralas kan lantai.. dan kaki Dewi di letak kan di paha Tama yang berbalut celana kerja nya..


" Seperti ini?" Tanya Tama dengan sepelan mungkin menarik kaos kaki Dewi..


"Iya.." jawab dewi lirih..


" Sudah.. ! ? Kamu bisa kan jalan ?" Ucapan khawatir Tama pada Dewi ..

__ADS_1


" Jangan bilang kamu gak bisa jalan akibat kejadian semalam.. !?"ucapan Tama yang terdengar oleh Tomy , membuat pria itu semakin berfikir jauh entah kemana... ๐Ÿ˜…


Tomy๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿคจ


Tomy yang di luar kamar makin penasaran dengan aktifitas Tama malik dengan seorang wanita yang berada di dalam kamar , yang hanya terdengar dari suaranya..


Tomy kali ini mendorong pelan pintu agar terbuka sedikit lagi ,Tomy membungkuk kan badan nya dan memasang mata untuk melihat aktifitas di dalam kamar ..


Tapi Tomy tanpa sengaja terlalu bersemangat mendorong daun pintu kamar Tama tersebut, dann......


" BRAAAKKK - DAAAR " suara pintu yang terbentur dinding dan sesuatu yang besar jatuh..


" YAKKKK... BUGGG..... !! " Tomy


Tama dan Dewi langsung mengarahkan pandangan pada sumber suara..


Terlihat Tomy dengan posisi tersungkur..


" TOMYYYY... ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ !!! "pekik Tama ...


Tomy berusaha bangkit dengan sesekali merapikan stelan kerja nya.. tak lupa dengan keluhan yang terlontar dari mulut pria petualang wanita itu , akibat misi rasa ingin tahu nya..


" SIAL lll..." oceh Tomy, dan mencoba mencari alasan agar diri nya tak mati GAYA didepan Tama dan Dewi.. akibat tingkah KONYOL nya itu ..


" Ehem . ..!!? ngomong - ngomong kita musti berangkat Tam!?" ucap santai Tomy dengan melihat arah jam tangan yang ia kenakan... lalu buru- buru keluar meninggal Tama dan Dewi yang sedang terpaku ke arah Tomy...


**


๐ŸƒPagi ini Dewi pulang diantar pak edi tanpa menggunakan kursi roda pemberian Tama tadi , karena Tama dan tomy harus berangkat ke tempat meeting segera karena ada client penting..


Setelah melakukan meting dengan client Tama dan Tomy bergegas ke kantor Tama


**


Diperjalan Tomy mencoba memecah keheningan dengan mencari tau tentang Dewi yang pagi ini berada dirumah Tama๐Ÿค”๐Ÿค”??


"Huk huk..! ehem .. kok serak ya tenggorokan gue .. ?!" goda Tomy kepada Tama dengan sesekali memberi lirikan jahil ke arah Tama yang sedang sibuk dengan ponsel nya.


"Gak usa tanya apa pun !?" ucap Tama to the point, dengan tatapan mengancam mengarah pada Tomy..


Tama masi kesal jika Mengingat betapa menyebal kan nya kelakuan Tomy pagi ini..


" Apa pekerjaan mu perlu ditambah Tom .. ?!" Tanya Tama dengan tatapan intimidasi..๐Ÿ˜’


Tomy yang tau arah pembicaraan Tama , berusaha mencair kan batu es di sebelah nya itu.. dengan menggaruk kepala bagian belakang nya, Tomy berkata..


" Sorry .. Tamm mm... tadi tuuuu gue pengen tau aja, siapa cewek yang berhasil menaklukan pria angkuh seperti diri mu๐Ÿ˜๐Ÿ˜!?" ucap Tomy dengan cengiran .. " Seperti nya elu sama tu Dewi Jodoh Tam .. ?!" celetuk Tomy..namun tak mendapat tanggapan dari Tama.


Setelah Tomy menyuguhkan guyonan nya , suasana kembali senyappppppp...


" Tammm.. !? "--- panggil Tomy.


" Diam.. !!" Sergah Tama ...


"Ya ela Tam.. apa an lu, belum juga ngomong uda main , diam - diam aja ๐Ÿ˜ช๐Ÿ˜.. !?" perkata an Tomy dengan menirukan perkataan Tama...


๐Ÿ’๐Ÿ’

__ADS_1


__ADS_2