
๐ค๐ค
Willy menghampiri Nara dan memeluk tubuh Nara dari samping.
Dewi menatap tajam kearah mereka berdua..
" Kapan mas Willy akan menikahi mbak Nara ??!!" Tanya Dewi dengan berjalan kearah Nara dan menarik lengan Nara ke arah Dewi..
" BUKAN MAHRAM .. !! " Sergah Dewi..
"Tidak peduli dengan masa lalu mbak Nara , kalian berdua bukan mahram , dan saya tidak suka cara mas Willy mencintai mbak Nara.. !!?" Ucap Dewi tegas.
" Jika mas Willy mencintai mbak Nara.. mas Willy tidak akan melakukan hal semacam itu kepada mbak Nara !" ucapan Dewi dengan nada kecewa .. ketika mengingat kejadian siang itu .
" Mas Willy sama dengan pria- pria lain ! yang hanya mau menikmati tubuh mbak Nara..! " Willy dan Nara yang mendengar ucapan Dewi terperanjat kaget .
Tanpa ingin menyudahi pernyataan nya Dewi terus mencurahkan semua kekecewaan nya terhadap pasangan didepan nya kini..
"JIKA mas Willy mencintai mbak Nara dan ingin lebih dari kata cinta, TOLONGG ! " ucapan Dewi berhenti dan menatap Nara.. "Tolong HALAL kan dulu mbak Nara secepat nya!!"
Nara yang mendengar perkataan Dewi tersentuh , sebegitu pedulinya wanita muda itu terhadap nya.. dengan perlahan Nara memegang kedua tangan Dewi dan berkata..
" Tapi Dew.. aku bekas wanita malam " suara Nara terdengar lirih dan beralih menatap Willy "Aku takut orang tua Willy akan menolak ku ?! " Nara menatap sendu pada Willy yang berdiri tak jauh dari nya, Willy membalas dengan senyuman yang meneduhkan hati sejuta umat kearah Nara .
Langkah Willy pelan mendekati Nara..
" Jangan berfikir terlalu jauh Raa.. !?" Sambung Willy dengan mengusap pipi Nara dengan ibu jari nya.
" Allah suka dengan hambanya yang bertaubat , tidak ada kata terlambat untuk meraih ridho nya , manusia tidak berhak menghakimi masa lalu atau kesalahan seseorang ,karena semua orang memiliki kisah nya masing -masing ,namun Allah masih berbaik hati untuk menutupi segala keburukan nya dengan rapat .
"Maka sudah semestinya kita saling muhasabah diri , semua sama di hadapan ALLAH ??! Yang membedakan hanya amal ibadah seseorang itu dan kadar keyakinan seseorang itu sendiri " Jelas Dewi.. dengan berjalan pelan kearah Nara yang berada dekat disamping Willy.
" HALAL duluu.. !!" Sambung Dewi lagi dengan senyuman di balik cadar .
Nara tersenyum melihat Dewi sudah bisa menerima keputusan nya untuk bersama Willy.
__ADS_1
Tanpa disangka..
Terdengar suara pria dari arah belakang..
" KAPAN mau DIHALALIN?! " sahut Alex yang datang bersama Rosa dan Tama yang datang bersama Tomy .
" KALIAN ??! " Pekik Willy dan tak hanya Willy tapi Nara dan Dewi merasa terkejut melihat kedatangan pร ra sahabat dan suami nya itu.
" SEGERA BROO " jawab Willy dengan menghampiri Tama, Alex dan Tomy.
" Mbak Rosa.." panggil Dewi dan memeluk tubuh sahabat nya itu.
" Soryy Raa -Deww.. aku baru tau hari ini tentang kabar mu dan Willy, kami baru pulang dari Bali..! " Jelas Rosa menjelas kan.
Dan dianggukkan oleh Dewi dan Nara..
" Bagaimana bulan madu mu ? HAH.. !! sudah ada hasil belum ?... masak kalah sama ini bocah, sekali tancep jadiii..! " seloroh Nara yang tiada titik koma nya dengan lirikan jahil kearah Dewi.
" Mbak Nara..! " sahut Dewi dengan memeluk kedua sahabat nya kembali
**
Hari sabtu pagi yang cerah nampak bunga -bunga dan rumput berayun kekanan ke kiri tertiup angin. Seakan tanaman ikut merasakan kebahagiaan wanita yang akan membuka lembaran baru itu..
Didalam ruangan..
" Nara terlihat cantik dalam polesan make up MUA , namun ada yang berbeda dalam berpakaian Nara, kali ini Nara membalut rambut indah nya dengan hijab berwarna senada dengan gaun pengantin yang ia kenakan .
" Masya Allah .. mbak Naraaa ... ???!!" Pekik Dewi yang baru masuk keruang make up Nara.
" Mbak Ra.. cantik banget mbak Nara hari ini.." ucap kagum Dewi.
" JADI.. . tiap hari gue..- eh - aku " ucap Nara yang blepotan.., " Aku tidak cantikkk ??" lanjut Nara dengan pura- pura kesal..
" HEHEHE.. tidak mbak, mbak Nara itu cantik tiap hari tapi hari ini lebih cantik " puji Dewi.
__ADS_1
Dewi terpanah melihat mahkota Nara yang biasanya terurai indah , kini tak ada lagi .. wanita galak itu kini mantap berhijrah..
" Mbak Nara serius mau menutup aurat seterus nya ? " tanya Dewi pelan
" CKk.. tidak cocok ya.. aku penampilannya begini "? Tanya Nara dengan nada sendu.
" Apa nya yang tidak cocok ?" tanya Dewi dengan memegang tangan Nara dan duduk di kursi depan Nara.
" Mas Willy tau niat mbak Nara ini ?" Tunjuk Dewi kearah jilbab Nara..
Nara mengangguk.. dan tersenyum
" Willy tau niat ku ini , malah dia yang selalu mendukung ku !" Nara menjelaskan.
" Alhamdulillah Barokallah .. mbak Raa..! mbak Nara sudah di beri hidayah oleh ALLAH swt.." ucap syukur Dewi , tak terasa air mata Dewi lolos begitu saja membasahi cadar soft pink yang ia kenakan hari ini karena rasa haru - bahagia dan syukur menjadi satu.
Wajah Dewi berubah serius..
" Barokallah ya mbak Ra " ucap sekali lagi dari Dewi..
" Saya berdoa kepada Allah SWT semoga mbak Nara akan selalu istoqomah dalam hijrah nya , Ammiin.."ucap Dewi sekali lagi dengan haru..
" Ammiin .. " jawab Nara lau menggenggam tangan Dewi dengan berkata " Terima kasih .. karena kamu yang merubah ku Dew.. !?" Ujar Nara .
Dewi menggeleng pelan , " Tidak mbak Raa .. ! Mbak Nara berhijrah karena Allah , bukan karena saya !? Kita tidak boleh berhijrah karena manusia lain, tapi kita bisa berhijrah karena termotivasi hal baik dari manusia lain , tapi tidak dengan niat nya !" jelas Dewi panjang kali tinggi kali lebar๐๐ป๐ seperti rumus yaaa๐
Dari arah luar datang Rosa dengan tergesah gesah ..
" HAH - HAH .. soryy aku telat , abis nyariin ini dulu !" tunjuk Rosa ke arah paper bag ditangan nya.
"Tentang sahabat.. " cari lah sahabat yang tidak hanya mengkritikmu disaat kamu salah dan hanya memujimu dikala benar, tapi cari lah sahabat yang membantu mu untuk memperbaiki kesalahan itu agar jadi benar dan selalu mengingat kan mu dikala lalai , dan selalu mengajak pada kebaikan , ketaatan , rendah hati dan selalu membimbing kita agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, itu..๐ค
๐ค๐ค
๐ค Qadharullah Cinta segera END..
__ADS_1