
🖤🖤
Ditempat lain , seorang ibu sedang menasehati sang putri..
" Kapan kamu akan dewasa Kett.. ?! sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu dari anak yang akan kamu lahir kan nanti !" ucap mama Mike dengan sendu.
" Maaa.. tidak usah ceramah lagi , Ketty sudah cukup pusing dengan masalah anak yang Ketty kandung ! " sahut Ketty kesal sembari memukul -mukul perut nya yang mulai membuncit.
" Ketty..!! apa yang kamu lakukan nakk.. ?!" Panik mama Mike dengan menahan tangan Ketty agar tak memukul perut nya kembali.
"Kalau papa tau kamu melakukan hal semacam tadi, mama tak tau seberapa marah nya papa mu!?" sambung mama Mike memperingat kan sang putri.
Benar saja..
Saat ini tuan Armand sedang berada di Jepang untuk suatu urusan bisnis .
" Mau kemana kamu Kett..?!" Mama Mike Dengan sedikit berteriak kepada Ketty yang melangkah keluar rumah meninggal kan sang mama.
**
Setibanya Tama dan Dewi dari rumah sakit..
" Tam.. rencana nya mama akan membuat acara syukuran atas kehamilan Dewi , bagaimana menurut mu ?" Tanya mama Eni dan di angguk i oleh papa Jimmy.
" Gimana sayang?" tanya Tama kepada Dewi.
" Terserah mama - papa dan mas Tama saja!? " jawab Dewi
" Okey.. kalau begitu kita ada kan bakti sosial di panti asuhan milik Tama saja dan nanti dilanjut dirumah utama Malik !? ya kan Paaa ? " ucap mama Eni dengan meminta persetujuan sang suami.
"Hm.. papa setujuh , yang penting jangan buat menantu kita kelelahan , kamu lihat sayang perut nya sudah semakin hari semakin membesar karena mengandung anak kembar !?" ucap papa Jimmy dengan mengarah kearah Tama " Bukan begitu sang Tama Malik ?! " tanya papa Jimmy dengan nada menyindir.
" Terserah papa dan mama saja! " jawab Tama yang pasrah( Tama tau betul maksud sindiran sang papa, Tama pria dewasa menikahi seorang wanita muda yang usianya masih 20 tahun yang harus mengandung benih dari Tama karena insiden pemaksaan dari diriTama akibat ide BOBROK ketiga sahabat Tama kepada Dewi🤠alias pemerkosaan yang dilakukan pria halal nya.
**
Di atas tempat tidur yang penuh kenyamanan..
Terlihat gerakan tak nyaman pada ingsan yang berusaha memejamkan mata .
Dewi mengerjap kan kelopak mata nya , kearah langit - langit kamar , lalu pria dingin yang sedari tadi berada disisi sang istri yang tengah gelisah TAK MENENTU.
Tangan kekar itu melingkar pada pinggul sang istri , dan meraba perut besar nya seraya berkata..
" Belum tidur , Hmm!?" ucap Tama dengan memejamkan mata seraya memeluk tubuh sang istri .
Dewi seketika terdiam dan terpaku tak berdaya , akan tindakan sang suami dengan tiba - tiba..
" Mass... !" suara Dewi dengan pelan .
" HMM.. , kata kan sayang ?! suami mu ini bukan lah peramal atau dukun yang bisa mengetahui keinginan mu ,jika istri ku ini hanya diam dan diam!?" ucap Tama dengan membuka netra tajam nya .
" Saya mau .. " ucap ragu Dewi.
Tama menaikan satu alis nya ..
" Mau.. makan !" lanjut Dewi dengan pelan..
Tama yang sedari tadi sudah menerka - nerka , akhirnya tersenyum ..
" Mau makan apa? biar nanti mas bilang sama bik Sari !" jelas Tama
" Memang bik sari bisa .. ?!" tanya ragu Dewi kepada suami dewasanya.
__ADS_1
" Tentu .. ! kami memiliki juru masak handal !" ucap sombong Tama.
" Alhamdulillah kalau begitu mas !?" ucap syukur Dewi dengan lega.
Dengan tatapan berbinar wanita muda itu menyebut makan yang dimaksud..
" RAMBUT NENEK " ucap Dewi
" Makanan apa itu Wii... !?" tanya Tama tak percaya dengan nama makanan tersebut.
Dewi mengetik sesuatu dilayar ponsel milik nya , dalam hitungan detik .. nampak makanan yang dimaksud Dewi..
" INI mas.. !" ucap Dewi dengan mengarahkan layar ponsel merk buah itu.
" ASTAGA .. makanan apa itu sayang.. !?" ucap Tama frustasi akan permintaan sang istri kecil nya dengan menatap layar ponsel sang istri.
" TIDAK bisa ya mas.. ? " tanya Dewi dengan kecewa.
" KATA siapa tidak bisa Wi !!?" ucap Tama dengan senyuman tertampan .
Tama meraih ponsel pintar nya.. dua detik berikut nya terdengar suara sang suami dengan nada dingin dan sedikit menekan seseorang..
**
Diujung telfon..
" DASAR .. ES bernyawa !! istri nya ngidam kenapa mesti mencari gue !" gerutu Tomy dengan memakai celana nya.🙄🙄??
Diperjalanan sang play boy kondang , jalanan kota yang terlihat masih ramai akan kendaraan yang berlalu lalang, pria Tampan itu mencoba menyusuri tiap toko oleh - oleh tapi tak ia jumpai makanan yang dimaksud , ketika rasa menyerah tercipta dalam pikir sang Tomy , .. Tomy melihat pasar malam yang masih ramai dengan pengunjung tentunya dengan prokes yang berlaku ðŸ¤âœŒ
Bibir merah Tomy melengkung tatkala melihat seorang bapak tua sedang duduk di rerumputan beralaskan kursi kayu kecil menanti pengunjung berharap membeli dagangan beliau. yang bertulis kan Rambut Nenek.
Tomy melangkah mendekati sang bapak tua ..dengan tatapan penasaran terhadap makanan yang sedang di inginkan Dewi istri Tama.
" Apa kah ini yang namanya rambut nenek !?" tanya Tomy penuh harap .
Bapak tua pun mengangguk dengan senyuman penuh ketulusan..
" Saya mau satu porsi pak !" ucap Tomy dengan menunjuk makanan berambut dengan tekstur kaku itu.
Kini Tomy telah berada di kediaman utama Malik ..
Tomy pun menyerah kan makanan ajaib yang diminta sang istri Tama.
Tama menatap makanan manis dengan wangi khas makanan tersebut yang kini berpindah tangan ..seraya berkata..
"Kenapa.. keinginan mu tak selayak nya orang ngidam sih sayanggggg.. " batin Tama yang benar benar..dibuat kehabisan pikir akibat ulah sang Dewi.,l
**
Digerai kue ..
" Gue kok kangen sama itu bocah Ross..?" Celetuk Nara disela -sela kesibukan nya yang mengurus gerai kue yang dititip kan Dewi pada nya.
Sembari Nara melangkah akan mengambil air untuk minum.
" Iya . . Gue juga Raa, kemaren gue VC dengan Dewi , dia bilang kita diundang diacara syukuran kehamilan nya lusa !" jelas Rosa sambil melirik ke arah Nara,
Rosa menatap nanar kearap Nara yang tengah meneguk air minum nya..
" Amm.. " suara ragu Rosa ..
__ADS_1
" Raa.. Alex melamar gue !" Ujar Rosa yang tiba- tiba membuat Nara tersedak air minum.
" HUK HUK KKK..! apa Ross.. elu bilang apa tadi ?! " tanya Nara tak percaya.
"Alex melamar gue Raa..!!? " jawab Rosa sekali lagi.
Sejenak ke duanya terdiam..
lalu..
"GREEEPPP.. " Nara memeluk erat tubuh Rosa..
" Selamat Ross.. gue ucapin selamat sekali lagi ! " ucapan Nara dengan nada bergetar menahan haru...
"Thank's .. Raa" jawab lesu Rosa.
Nara melihat mimik wajah Rosa yang tak bahagia.
"La.. elu kenapa sih Ross? Bukan kah itu yang elu inginkan sedari dulu ? " Ucap Nara heran.
" Gue seneng Raa, gue bersyukur akhir nya Alex akan nikahi gue , tapiii.... ? " Ucapan Rosa tertahan dengan memandang ke arah Nara yang berada disamping nya.
Nara kembali memandang aneh kepada Rosaa..
" Bagaimana dengan elu Raa? gue dan Dewi mengÄ·hawatirkan elu..?! " akhir nya Rosa mengungkapkan apa yang ia resah kan.
Nara tersenyum mendengar ke cemasan yang terlontar dari bibir sahabat nya itu.
" elu.. tidak usah khawatir Ross? Gue tidak akan kembali lagi ke tempat mami, gue akan mengurus gerai kue kita ini !?" jawab Nara dengan penuh keyakinan, dan memeluk Rosa kembali.
" Gue tidak mau pengorbanan yang dilakukan Dewi untuk menebus gue sia -sia Ros!?" suara Nara yang mulai sendu
" Itu bocah bener -bener membayar uang ganti rugi kepada mami untuk gue, makek uang tabungan dia selama menjadi penulis dan ditambah hasil dari gaji selama dia kerja dicafe Bintang dan elu lihat sendiri bagaimana bocah itu mendatangi gue di club malam itu !?" jawab Nara sekali lagi yang menitih kan air mata disaat ingatan nya kembali memutar .
FLASBACK ON..
Seorang wanita bercadar sedà ng berdiri disebrang jalan , menatap suatu tempat yang begitu banyak orang berdatangan , dimana semakin malam akan semakin banyak pengunjung , terdengar dentuman musik Dj didalam nya, yang membuat para pengunjung larut akan irama music tersebut.
"Dengan macam gerakan yang tercipta dalam mengèxpresikan diri mereka, berharap segala beban permasalahan hidup yang ada pada diri mereka terlupakan barang sejenak ,
Walau tak semua yang datang membawa permasalahan dengan alasan yang sama, dan bèrbagai masalah yang di hadapi individu masing masing, ada pula yang datang memang atas dasar kebutuhan yang tak semua orang harus mengetahuinya , namun apa pun alasan nya itu , itu adalah hak preogratif seseorang , terlepas salah atau benar cara yang mereka tempuh untuk menyelesaikan sebuah masalah tersebut .
Dewi memicingkan pengelihatannya pada suatu sudut yang hanya ada warna gelap yang mendominasi dan warna warni yang tak tertuju pada sesuatu yang dapat menerangi tempat tersebut.
" Mbak ... !?" Panggil Dewi kepada seorang wanita yang akan memasuki kendaraan roda 4 bersama seorang pria yang berambut pirang . Alias Bule.
Wanita sexy itu , tak langsung membalikkan tubuh nya kearah suara tersebut, cukup lama wanita itu mematung dengan posisi membungkuk , sang pria bule itu menatap kearah Dewi yang sedang berdiri dibelakang wanita nya .
Wanita sexy itu bukan tak menyadari siapa wanita bercadar dibelakang nya kini. Mata wanita sexy itu mulai mengembun disudut mata nya yang indah..
Dengan menarik nafas dalam , wanita itu mulai membalikkan tubuh sexy nya perlahan kebelakang.
" Mbak NARA !!" Panggil Dewi sekali lagi dengan mata yang mulai berkaca.
" Pulang lah , gue sudah pernah bilang .. tempat elu bukan disini , dan jangan sampai elu menginjak ke tempat ini untuk kedua kali nya !!" Sergah Nara dengan datar.
Wanita bercadar itu tak menghiraukan ucapan Nara , dengan pelan Dewi meraih tangan Nara dan menarik nya menjauh dari tempat nya saat ini,
Dengan kasar Nara menarik tangan nya kembali, Dewi terperangah akan sikap Nara..
" Gue sedang kerja , pulang lah..! kita bahas nanti kalau gue pulang ?!" Sambung Nara dengan membuang muka.
Dewi tersenyum.. tak seperti biasanya..
__ADS_1
" Antar saya ketempat orang yang mbak Nara sebut Mami.. ?!" Ucap Wanita bercadar itu dengan tatapan serius , tak ada lagi mata yang meneduhkan dan kepolosan seoarang Dewi.
🖤🖤