
💐💐
7 hari berlalu ..Dewi perlahan mulai membiasakan diri hidup mandiri dan ikhlas menjalani hidup tanpa kedua orang tuanya , namun saat ini masih ada bude Yayuk dan para tetangga dekat yang sesekali singgah di rumah gadis yang mulai berhijrah itu..
Bude Yayuk adalah kakak kandung dari ibu kandung Dewi , dan hanya satu- satu nya saudara dari kedua orang tua Dewi..
**
Dewi yang baru pulang dari masjid , seusai nenunaikan sholat magrib berjama'ah..
Setibanya Dewi di depan rumah.. Dewi melihat ada beberapa orang duduk di ruang tamu.. dan melihat ke arah Dewi ..
" Assalamualaikum .. " Ucap salam Dewi
" Wa'alaikum salam .. " jawab semua orang yang berada di ruang tamu..
" Baru pulang nakk.... ?! " Sapa bude Yayuk.. seraya menghampiri Dewi yang berdiri ..
Dewi hanya menggangguk.. , bude Yayuk pun tersenyum ..
" Letakkan dulu mukenak kamu di kamar ya nak.." titah sang bude dan Dewi pun mengangguk kembali dengan tertunduk..
Selesai meletak kan perlengkapan sholat nya Dewi kembali menemui sang bude di ruang tamu..
Dewi menyalami dua orang wanita yang seumuran ibu nya dan menakupkan tangan ke arah 2 pria yang usianya sama dengan sang bapak dari Dewi , ada satu pria yang usia nya masih muda kira- kira usia nya 25 tahun..
Lalu Dewi ikut duduk di samping bude Yayuk..
" Nakk... ini pak lurah beserta istri .." bude Yayuk berusaha menjelas kan kepada Dewi , " Dan yang duduk di tengah itu anak lelaki pak lurah.. , Dewi menganggukan kepalanya sebagai tanda menyapa.. namun Dewi tak berani melihat pria muda yang duduk di hadapan nya..
" Pak lurah kesini ingin mengkhitbah mu nak.. untuk putra beliau yang kini duduk di hadapan mu ".. ucap bude..
" DEGG..!!" jantung Dewi serasa berhenti berdetak ketika perkataan sang bude terdengar di telinga gadis yang belum lulus dari sekolah menengah ke atas itu..
"Iya nak.. perkenal kan saya pak Jamal , ini istri saya ibu Murni dan yang tengah ini putra kami nama nya Wijaya putra ..
" Begini nak Dewi .. bukan nya bapak tidak tau bahwa kamu sedang berduka , tapi karena kesibukan bapak sebagai lurah desa ini tidak memungkinkan jika menunda nya lagi..
" Mumpung disini masi ada bude nak Dewi dan satu - satu nya kerabat dari nak Dewi..
Dewi hanya diam mendengarkan perkataan sang lurah ..
Wijaya putra tak bisa menutupi ketertarikan nya kepada sosok Dewi yang sedari dulu ia kenal , sebelum berhijrah sampai saat ini , rasa ingin memiliki sosok Dewi begitu besar..
__ADS_1
" Kamiii... kesini ingin mengkhitbah nak Dewi untuk anak kami satu - satu nya , seperti yang kamu tahu Wijaya putra sangat mencintai nak Dewi.. " ucapan pak lurah beserta sang istri ...
" Bagaimana nak.. ?" Tanya bude Yayuk.. , Dewi menatap kearah sang bude.. , tanpa mendengar jawaban dari keponakan bude Yayuk mengerti apa yang ada dalam pikiran Dewi.. bude Yayuk pun tersenyum dan mengelus pucuk kepala Dewi yang tertutup krudung..
" Ma.af kan kami sebelum nya pak - ibu lurah.. , tanpa mengurangi rasa hormat kami berdua , seperti nya Dewi tidak bisa menerima khitbah dari nak Wijaya .." sepelan mungkin bude dalam bertutur..
" APA !! maksud ibu Yayuk menolak lamaran dari putra kami. .!!" hardik istri pak lurah..
" Ma-ma-ma' af bu Murni seperti nya begitu.. " jawab bude Yayuk..
" Apa alasan kalian menolak lamaran kami.. !? " Pak Jamal mencoba meminta alasan dan mencoba mendesak dengan pertanyaan..
" Ma.af sebelum nya pak - bu, alasan nya saya masih sekolah dan saya ingin menyelesaikan nya terlebih dulu pak -bu !?" jawab Dewi dengan hati - hati.. dengan degupan jantung yang naik turun.. 😅
" Kalau aku bersedia menunggu mu apa kamu mau menerima lamaran ku ?! " Kali ini Wijaya yang bertanya. .. " Aku juga masi ada pekerjaan dikota.. jadi sembari aku menunggu mu aku akan menyibukkan diriku dikota.. " ucapan tegas dari Wijaya..
" PYARR... rasanya seluruh aliran darah Dewi tak mengalir... mendengar ungkapan dari Wijaya..
" Apa yang membuat anda ingin mengkhitbah saya..?" Dewi ingin tau mengapa seorang anak pak lurah begitu menginginkan seorang gadis miskin , yatim piatu seperti nya..
Wijaya tersenyumm ..
"Kamu cantik Wii.. , lemah lembut , aku suka .. sejak kamu menjadi adik kelas ku dulu .. tapi bapak mu melarang ku untuk berpacaran dengan mu.. " jawab Wijaya dengan gamblang..
" Silahkan tanya kepada bude Yayuk , beliaulah sekarang orang tua saya.. "ucap Dewi setenang mungkin..
Bude Yayuk menatap nanar ke arah Dewi.. " nakkk... bude tidak akan memaksa kamu kalau kamu tidak mau... ?!" Perkataan bude dengan lembut..
" Tidak apa bude .." jawab Dewi..
Bude Yayuk terdiam sejenak..lalu berkata..
" Tolong beri kami waktu pak-bu, jujur ini berat bagi saya selaku orang tua Dewi.. "ucap bude Yayuk dengan mantap..
" Baik , tolong secepat nya kabari kami ! jika kalian setuju , karena masih banyak urusan yang lebih penting yang musti kami urus..!" ucapan ibu Murni terdengar menyindir tak enak..
" InsyaAllah bu - pak.. , nak Wijaya sabar kan menunggu jawaban dari kami.. ?"
" Iya ibu Yayuk saya akan menunggu , ma.af kan perkataan kedua orang tua saya barusan " ucap Wijaya
Wijaya yang akan beranjak memasuki mobil , ada rasa berat yang mengikat pergelangan kaki nya , serasa tak rela meninggal kan kediaman sang pujaan hati yang begitu wangi dan anggun ketika tertutup kain cadar nya.. menurut pria primadona di desa itu..
**
__ADS_1
Setelah beberapa hari akhirnya bude Yayuk menyampaikan niat nya menerima khitbah sang putra pak lurah..
" Nakk.. " ucap bude Yayuk kepada Dewi , yang sedang menyiapkan barang bawaan sang bude..
" Iya bude !?" jawab gadis berjilbab jumbo segi empat itu ,
" Ingat.. kita sudah menerima khitbah dari anak pak Lurah , bude harap kamu pinter- pinter jaga diri dan nama baik keluarga almarhum bapak -ibu mu !" Petuah dari sang bude..
" Apalagi sekarang kamu sudah mengenakan cadar " ucap sang bude lagi.
" InsyaAllah Dewi akan istiqomah bude.." sambung Dewi..dengan senyuman lalu memeluk bude Yayuk..
" Bude akan kirim uang tiap bulan , kamu fokus menuntut ilmu ya nak.. !" ucap bude dengan penuh kasih sayang .
Dewi mengangguk patuh..terhadap apa yang diucap kan sang bude..
" Dewiii... " panggil bude kembali..
" Dalemmm Bude " Jawab Dewi yang masih sibuk memilah pakaian, tapi kali ini pakaian bekas almarhum kedua orang tua nya..
" Mau kamu apakan pakaian - pakaian itu nak..?" tanya bude Yayuk yang melihat begitu banyak pakaian almarhum orang tua Dewi yang dikeluarkan..
" Rencana nya mau Dewi sumbangkan bude ketetangga yang kurang mampu, itu pun jika orang nya mau menerima dan tentu nya sudah Dewi pilih yang masih layak yang Dewi sumbang kan.. " Perkataan santun dan kedermawanan Dewi sungguh membuat bangga sang bude..
" Sini biar bude bantu milihin.. !?" sambung bude dengan ikut duduk dilantai beralas kan tikar..
Ditengah - tengah aktifitas mereka, bude Yayuk melihat beberapa paper bag besar..
" Itu punya siapa nak ?" tanya bude sembari menunjuk kearah paper bag..
" Itu milik kak Wijaya bude !?" jawab singkat Dewi..
" Kok ada dikamu nak?" tanya bude dengan mengerutkan dahi..
Dewi berhenti sejenak dari aktifitas nya dan menatap sang bude..
" Kak Wijaya membelikan sesuatu buat Dewi sepulang dari Kota kemaren Bude.." jelas Dewi
" Terus .. kenapa tidak kamu buka nakk..?" tanya bingung bude
Dewi menggeleng ..
" Dewi tidak akan menerima pemberian dari kak Wijaya selagi Dewi belum halal bagi nya bude..!?" ucap tegas Dewi dengan melanjutkan aktifitasnya. lagi.
__ADS_1
💐💐