
🖤🖤
Seperkian detik jantung seorang Nara serasa berhenti berdetak..
Nara menatap kearah wanita muda yang biasa ia sebut bocah..
Dengan penuh keraguan dan pertanyaan dalam benak dan pikiran wanita malam itu terhadap Dewi..
" Mau apa kamu mencari ku ? !" Suara seorang wanita paruh baya yang datang dengan beberapa pria berbadan besar menghampiri Dewi dan Nara. Wajah Nara pias setelah melihat siapa yang datang menghampiri mereka berdua ..
" Mam- !?" Sapa Nara namun belum sampai pada akhir ucapan nya, Nara telah terdiam oleh perkataan Susi yang berperan sebagai Mami bagi Nara dan teman-teman seprofesi nya..
" Siapa dia Nara .. ? Kenapa wanita ini mencari ku ?!" Tanya introgasi Susi kepada Nara sembari mengelilingi tubuh Dewi yang sedang berdiri di hadapan Nara.
Ternyata pria bule lah , yang telah melaporkan keberadaan Dewi saat ini kepada Susi..
Pria bule itu melangkah dari arah belakang Nara , dan dengan seenak nya pria itu melingkarkan tangannya dipinggul sexy Nara dengan meraba bagian paha Nara yang ter expose.
Dewi memicingkan mata nya kearah pria bule itu,
Dewi menarik lengan Nara kearah nya, otamatis tangan pria bule itu pun terlepas dari pinggul Nara..
Pria bule itu menatap kecewa kearah sang Mami , Mami yang mengerti arti tatapan pria bule itu pun menjentikkan kedua jarinya keatas seraya memberi perintah kepada pria berbadan besar dibelakang nya. Dengan sigap pria berbadan besar menghampiri Dewi dan Nara.
" JANGAN berani mendekat !!" Sergah Dewi dengan tenang , kali ini keadaan berbalik , Nara yang biasa nya bernotaben wanita galak namun kali ini didepan Mami Susi- Nara tak berkutik sedikit pun , YAH.. karena Susi selalu mengancam Nara kalau dia tidak akan memberi pinjaman uang lagi buat biaya pengobatan tente Ira di kampung.
Mami Susi melangkah maju kearah Nara dan Dewi..
" Apa mau mu , aku rasa wanita seperti mu bukan lah tempat nya disini ?!" Ucap sinis Susi dengan bersendekap tangan seraya menatap Dewi dari atas sampai bawah , Dewi malam ini lagi - lagi memakai gamis berwarna jetblack begitu pun khimar dan cadar nya .
Namun bukan nya takut tapi Dewi dengan tenang menjawab pertanyaan mami Susi , dan melalui mata indah wanita muda bercadar itu yang biasanya penuh dengan kedamaian namun kali ini tatapan itu berubah tajam menandakan perangai seorang Dewi saat ini yang lagi tak baik - baik saja.
__ADS_1
Begitu pun Nara yang melihat akan hal itu menjadi heran..
Mata yang biasanya penuh dengan keteduhan kini tatapan itu berubah tajam layak nya elang yang menemukan santapan nya .
" Saya tau , saya bukan lah siapa -siapa ? Dan saya tau saya tak seharus nya berada ditempat semacam ini !!!?" Sambung Dewi dengan nada bicara yang begitu tenang.
Dari arah belakang Nara bersipuh dihadapan sang Mami, memohon untuk membiarkan Dewi untuk pulang dengan damai tanpa harus mempermasalahkan nya lagi.
" Mam.. biar kan sahabat Nara pulang !?" Mohon Nara dengan tatapan nanar.., " Dia masih bocah dan belum mengerti tempat apa ini , jadi Nara mohon izinkan Nara mengantar nya pulang , setelah selesai .. Nara janji akan kembali bekerja , bila perlu hasil kerja Nara malam ini mami bisa potong sekali lagi .. !!" Ujar Nara yang berusaha bernego .
Dewi menatap tak percaya kepada Nara yang bersimpuh, Dewi membantu Nara untuk berdiri.. wanita bercadar itu seperti terlepas dari ruh sebenarnya...
" Berdiri lah .. , untuk apa memohon kepada sesama manusia !" Ucap sinis Dewi dengan tetap membantu Nara untuk bangkit .
" CK.. kamu sungguh sombong ! " Sahut Mami Susi dengan tatapan benci kepada Dewi.
" Ma.af ! saya kesini bukan untuk berbincang , namun saya kesini ingin mengatakan kepada anda yang mengaku sebagai mami ! " tatap sinis Dewi kepada wanita paruh baya didepan nya .
"Bahwa sahabat saya berhenti bekerja disini !?" Sambung Dewi dengan dingin.. , Nara cukup tertegun dengan sikap Dewi malam ini , dimana Dewi yang biasanya selalu besifat lemah lembut dan santun , terkesan lemah .. namun malam ini istri Tama Malik itu berbeda.
Tapi wanita muda itu menggelengkan kepala nya menatap Nara..
" Apa itu mau mu mbak ? !" Tanya Dewi dengan dingin lalu Dewi menatap Nara dengan tatapan tajam layak nya Tama suami Dewi.
" Dew.. gu- " ucapan Nara tertahan karena lengan Nara ditarik paksa oleh pria bule yang sedari tadi sudah ingin mengencani Nara .
" Mam.. ,aku tidak ada urusan dengan wanita berkerudung besar ini !" Ucap marah pria berambut pirang itu sembari menarik Nara masuk kedalam mobil. Nara menatap tak berdaya kepada Dewi..
Dewi sedikit berlari kearah pria berambut pirang , " Saya memang tidak ada urusan dengan anda, tapi saya ada urusan dengan wanita yang akan anda kencani ini!" Jelas Dewi dengan bersih keras.
" Menyingkirlah dari sini, aku tidak ingin bertindak kasar terhadap wanita kecil seperti mu !?" Ucap pria bule itu tak kalah sengit.
__ADS_1
" TIDAK AKAN ! sebelum saya membawa sahabat saya keluar dari tempat ini !?" Jawab Dewi dengan dingin.
" Baik lah jika itu mau mu !" Lanjut pria pirang itu dengan mengarah pada Dewi.
Nara sekilas menjadi cemas akan keselamatan Dewi malam ini , pasal nya wanita bercadar itu tengah hamil muda , Nara tidak bisa membayangkan jika sesuatu yang buruk menimpa sahabat kecil nya itu.
Nara sedikit berlari menghalangi teman pria nya untuk mendekat kearah Dewi.
" Biar saya saja , tolong jangan mendekati nya!?" Ujar Nara .
" Dew.. gue mohon pulang lah !?" Mohon Nara dengan memeluk sahabat kecil nya .
" Saya sudah janji , jika waktu nya tiba , Saya akan bawa mbak Nara keluar dari tempat ini.!" Sambung Dewi dengan tersenyum datar .
" Tidak semudah ucapan yang keluar dari bibir kita Dew..!?" Ujar Nara.
" Aku mohon pulang lah , ingat anak yang sedang ada didalam kandungan mu !?" Nasehat Nara , namun entah kenapa kali ini Dewi begitu keras kepala.
" Tidak , jika tanpa mbak Nara !" Jawab Dewi dengan tatapan yang susah diartikan.
Suara tawa dari arah belakang Dewi .. yaitu mami Susi..
" Berapa uang yang kamu miliki ?!" Tanya mami Susi dengan tatapan mengejek.. Nara yang mengerti keadaan keuangan Dewi pun hanya tertuduk lesu.
" Memang berapa !?"tanya balik Dewi kepada Susi.
" CK.. gaya mu lumayan juga !" Jelas Susi dengan senyum menyeringai.
Sekian menit berikut nya ..
" seratus dua puluh tiga juta !" Jawab Susi dengan tatapan meremehkan.
__ADS_1
"Apa kamu bisa bayar uang dengan nominal sebesar itu ?"tanya sinis Susi lagi.
🖤🖤