
🖤🖤
" Astagaaaa.. mimpi apa gue semalam..,? kenapa gue harus jadi biang ngidam nya ni bocah sikk.. !mana bisa gue pakek baju seperti dia, bukan gue banged, bisa- bisa .. gue dipanggil ustadzah entar. Masak iya gue seperti judul novel itu!?🤔 MENDADAK UKHTI ? ? , ah hhh.. tidak-! gue tidak bisa nurutin nih bocah!" batin Nara yang berpikir.
" Dew.. soryy ! " ucap Nara dengan menakup kan kedua telapak tangan nya kedepan , " Gue tidak M-A-U !" jawab Nara dengan sedikit menekan setiap huruf nya kemudian Nara mengajak Dewi untuk keluar kamar dan menghampiri para sahabat nya.
Tama yang melihat sepasang mata indah yang mulai sendu..seperti akan menangis .
" Sayanggg.. " panggil Tama sembari menghampiri Dewi.
Nara berinisiatif untuk kabur sesegera mungkin , dengan beralasan mengantar kan milik BUMIL tersebut ke anak - anak dipermukiman.
" Biar gue antar sekarang saja... !" Ucap Nara dengan melihat Dewi. Rosa yang melihat ke dua sahabat nya itu sedang tak baik- baik saja , ia pun menghampiri..
"Raa.. ada apa dengan Dewi? Elu tidak marahin itu bocah kan ? !" tanya Rosa yang khawatir.
Naraa.. merasa tak enak dengan Dewi dan para sahabat nya yang berada di ruangan itu.
" Mbak Nara tidak mau masss..!? " adu Dewi pada Tama..
Tama yang mendengar bahwa sang istri tak mendapat kan yang ia inginkan, langsung memberi tatapan tajam pada Nara, pria berkaca mata itu geram pada Nara namun Tama mencoba menghibur sang istri.
" Ya.. sudah , dia memang terbiasa berpenampilan seperti itu , bukannya kamu sudah tau itu dari dulu sayang gg !? " ucap Tama mencoba menghibur istri kecilnya lagi .
__ADS_1
" Tapi kan hanya untuk kali ini saja mas.. Saya ingin melihat mbak Nara memakai nya!" penjelasan Dewi membuat Alex, Wily , Tomy dan Bintang merasa penasaran APA YANG DIMINTA ISTRi sang Tama itu?..
" EH... bocah..! gue tidak bisa memenuhi keinginan elu yang itu! bisa gerah gue memakai pakaian kayak elu, DIBUNGKUS rapat !! " sahut Nara dengan kesal.
Wanita bercadar itu mengarahkan tatapan nya kearah Nara..dan mengeluarkan kata AJAIB nya yang bisa membuat siapa saja yang mendengar akan berubah MOOD setelah mendengarnya !?...
" Mbak Raa.. masih mending tubuh kita dibungkus dengan kain gamis dari pada entar mbak Nara dibungkus KAINA KAFAN ?! " ucapan Dewi sukses membuat orang sekitar nya bergidik ngeri. .. terutama Nara..
" YA AMPUN ini bocah mulut nya kalau ngomong kayak tidak ada filter nya ya sekarang ..!!?"" kesal Nara dengan berkacak pinggang ke arah Dewi dan bibir Nara yang komat kamit meruntuki aksi ngidam sahabat nya itu dengan mata yang mengarah kesetiap arah untuk mengalih kan kekesalan nya terhadap Dewi..
Tama melangkah menghampiri Nara..
" ck.. kata -kata mu hanya dibibir saja ,bukan kah pernah ada yang bilang kalau istri gue sudah seperti adik bagi nya !" sindir Tama pada Nara.
Beberapa detik selajutnya ..
" AYO .. !" ajak Nara pada Dewi
" Kemana mbak ?" Sahut Dewi dengan polos nya.
" katanya elu mau lihat gue pakek gamis kayak elu ?!" Sambung Nara kesal level sekarat.
" Wahh... alhamdulillah , beneran mbak Nara ikhlas melakukan nya ..? " sahut Dewi kegirangan.
__ADS_1
" HIYYAAA... buruan !!" Ucap Nara dengan ketus.
Dewi dengan semangat mencoba berdiri..
" Sayang pelan -pelan berdiri nya kamu sedang hamil besar" ucap cemas Tama dengan mendekap pundak Dewi agar tak jatuh.
Orang - orang yang berada diruangan , ingin rasanya tertawa melihat betapa tersiksanya wanita yang terkenal bar- bar di depan nya itu.
Beberapa saat kemudian ..dikamar Dewi..
"MasyaAllah... mbak Nara CUANTIK banged " puji Dewi pada Nara.
" eh bocah .. demi elu nih.. gue melakukan hal semacam ini ! besok- besok elu minta orang lain saja melakukan nya !? " ucapan Nara tak dihirau kan oleh Dewi yang sibuk memutari penampilan baru Nara dan tak lupa Dewi meminta salah satu pelayan yang berada di lantai atas untuk mengabadikan momen ini.
"CEKREK -CEKREK...
"Makasih mbak "ucap Dewi
" ayo mbak Raa keluar " Dewi menarik pelan tangan Nara.
Sejenak orang orang yang berada di ruangan itu terhipnotis dengan penampilan Nara yang anggun ketika memakai gamis berwarna rose pink itu.
🖤🖤
__ADS_1