
🖤🖤
" Mas.. masih berlaku kah , tawaran yang kemaren ? " Tanya Dewi dengan bersandar dipelukan pria berdada atletis itu.
" HMM.. , apa kamu berubah pikiran ?" Tanya Tama dengan mengangkat satu alisnya kearah Dewi.
Dewi mengadahkan pandangan nya sejenak, kemudian mengangguk dengan mata yang berbinar..
" Sebentar ! Aku akan mengambil sesuatu untuk mu sayang..!" Ucap Tama.
Lalu..
Tama menyodorkan beberapa destinasi liburan keluar negeri kepada istri kecil nya..
Dengan rasa bangga seorang suami yang berpikir , istri nya akan merasa senang jika berlibur ketempat tempat yang romantis yang terkenal diluar negeri itu , namun senyuman pria tinggi itu padam setelah melihat raut wajah sang istri..!
Tak ada senyum yang mengembang dibibir indah nya, lalu
Dewi mengernyitkan dahi kearah gambar -gambar didepan nya.
Kemudian Dewi menyodorkan kembali benda pipih hitam itu kearah Tama..
Tama makin mengerut kan dahi nya , dengan bertanya heran ?..
" Kenapa ? Apa kamu tak suka tempat - tempat itu ?" Tanya Tama .
Dewi terdiam , wanita muda itu mencoba menyampaikan keinginan nya terhadap sang suami.
" Mas.. terima kasih sebelum nya !? Akan tetapi bukan tempat seperti itu yang ingin Dewi datangi !" Ucap Dewi dengan tertunduk.
Tama mulai mendekat kearah sang istri , perlahan tangan kekar itu menangkup pipi sang istri.
" Katakan !?" Suara Tama .
" Kemaren Dewi diajak mama Eni untuk bersilahturahmi kekediaman Om Armand " Jelas Dewi dengan menatap sang suami
" HMM . .. , Lalu ?" Tanya Tama dengan penasaran.
" Lalu .. kami disambut oleh tante Mike dan om Amand " Dewi mencoba menjelas kan secara perlahan, Dewi takut jika salah dalam penyampaian nya bisa - bisa pria didepan nya itu bisa marah.
" Om Arman bercerita tentang mbak Ketty yang sekarang jarang pulang setelah peristiwa itu..
" Dan sikap mbak Ketty pun telah berubah , tapii .. !?" Ucapan istri ceo muda itu menggantung bagaikan pakaian yang sedang dijemur.😂✌
" Kenapa sikap nya?" Tanya datar Tama , sesungguh nya Tama sangat lah malas jika membahas wanita satu itu..
Dewi melihat respon Tama yang acuh..
" MASSS... !?" Suara Dewi dengan tatapan kesal.
Tama dengan berat hati mengarahkan pandangan nya kearah Dewi ..
"Haaaah.. " suara helaan Tama ,
__ADS_1
" Baik lah istri kecil ku , apa yang ingin kamu sampaikan pada ku ?! " tanya Tama dengan mencoba lebih serius.
" Om Armand bilang kalau mbak Ketty berada disuatu panti , dan meminta izin untuk beberapa pekan tinggal disana! " ucap Dewi dengan menatap pènuh harap kepada Tama.
Tama tersenyum melihat raut wajah istri nya kini..
" Langsung saja! Apa yang harus suami mu ini lakukan demi istri ku ini ?!" Ucapan Tama sungguh menyejukkan telinga wanita muda itu.
Dengan cepat Dewi mengarahkan 2 jari nya tapi kali ini arti dua jari itu bukanlah untuk berdamai , tapi Dewi meminta 2 permintaan kepada suami nya yang tak pernah mau gagal dalam hal apa pun.. termasuk membahagiakan istri kesayangan nya.
Suara merdu itu terdengar mengucap kata " DUA"
" Dua tempat yang ingin Dewi kunjungi mas !" Wanita itu berkata dengan senang nya..
" Dua sayang !?" Tanya Tama memastikan.
Dewi mengangguk ..
" Dewi mau ke panti yang sekarang mbak Ketty berada ?! Lalu .. !?" Dewi tertunduk menahan sesuatu dipelupuk mata nya , beberapa detik lalu mengadahkan pandangan nya kepada suami berkaca mata nya.
" Tapi sebelum kita mendatangi mbak Ketty , kita ke kampung halaman saya ya mas !?" Pinta Dewi dengan suara pelan .
" Saya mau mengenal kan mas Tama dan kedua putra kita kepada alm. Bapak dan Ibu! " jelas Dewi dengan tertunduk lagi ,
Tama memeluk tubuh ramping istrinya ..
" Jangan menangis !" Ucap Tama seraya mencium rambut sang istri yang tertutup kerudung besar nya.
" Kita akan pergi besok pagi !" Ucap Tama.
" BENERAN MAS ?" tanya Dewi tak percaya.
" Tentu sayang!" Ucap Tama dengan penuh keyakinan.
**
Ke esokan hari nya..
Tama pun bersungguh -sungguh dalam soal janji..
Setelah mengantarkan sang istri ke kampung halaman nya untuk ziarah kemakam kedua orang tua Dewi dan sejenak singgah kerumah peninggalan mendiang orang tua Dewi dikampung , banyak para tetangga datang singgah kerumah sederhana Dewi , yang hanya sekedar ingin tau kabar wanita bercadar itu yang kini terlihat bahagia dengan kehidupan nya , terlihat dari kendaraan yang ia naiki .
Dewi mencoba menanyakan keberadaan sang bude , yang hampir 2 tahun lamanya tak ada kabar, kepada para tetangga dan ibu yang mengurus rumah sederhana peninggalan mendiang orang tua Dewi , tapi tak ada yang tau tentang keberadaan wanita paruh bayah tersebut.
Disuatu jalan..
Terlihat seorang sedang berbincang dengan salah satu orang disebelah nya , seseorang itu dari masa lalu sang Dewi kecil ..
Jaya yang baru pulang dari masjid dan lewat depan rumah Dewi , pria itu tak sengaja melihat wanita pujaan hati nya yang dulu nyaris ia halal kan , sedang bersama pria berkaca mata dan dua wanita berseragam baby sister yang menggendong anak laki- laki sedang memasuki mobil mewah pengeluaran terbaru yang berwarna hitam dengan mengkilat , yang bertuliskan FORTUNA🙄ðŸ¤Tama dan keluarga kecilnya melanjutkan perjalan nya menuju tujuan ke dua.
Setelah melewati perjalanan selama beberapa jam akhir nya Dewi sampai pada alamat yang dimaksud om Armand..
Tak butuh waktu yang lama bagi rombongan Tama menemukan panti yang dimaksud, berkat Tomy..
__ADS_1
Tama mengarahkan pandangan nya kearah Tomy..
" Tom ..!" Panggil Tama..
" Gue .. disini saja Tam.. , gue lagi tidak ingin keluar dari mobil!" Sahut Tomy tanpa tau , apa yang akan pria angkuh itu ucap kan.
Dewi hanya sekedar mendengar percakapan sang suami dan Tomy.
Dewi mencoba mengedarkan mata kearah depan panti tersebut..
Dewi terlihat masih repot mengurus Afwa dan Afwi yang tiba - tiba rewel , keduanya tak ingin bersama para pengasuh nya masing - masing , alhasil Dewi lah yang kerepotan menenangkan 2 jagoan sholeh nya secara bergantian , beruntung Tama selalu senantiasa membantu wanita bercadar itu dalam menenangkan kedua jagoan nya.
"OWEK - OWEK... "tangisan kedua anak Dewi dan Tama..
" Cep - cep - cep .. anak sholeh tidak boleh lama kalau nangis " ucap Dewi..dengan sabar nya.
Tama menarik tirai untuk menutup pandangan Tomy yang duduk di jok depan ..
Lalu Dewi pun tersenyum kearah sang Tama , dan memulai memberi Asi kepada Afwa -Afwi ..
Beberapa saat kemudian , kedua jagoan Dewi pun kenyang dan akhirnya mereka berdua pun terlelap , Dewi menyerahkan kedua putra nya kepada masing - masing pengasuh.
Terdengar suara Adzan magrib mengumandang , terlihat wanita yang tak asing sedang keluar dari dalam panti dengan menggunakan stelan gamis berwarna olive.
" Mbak Ketty ?!" Gumam Dewi
Tama dan Tomy menatap arah yang sama dengan Dewi.
Tama hanya menatap sesaat , tapi tidak dengan Tomy.
Ketty keluar bersama beberapa wanita dengan berbusana rapi , lagi - lagi Dewi dibuat terperangah oleh sosok yang ia cari - cari dan ia rindukan selama ini.
" Bude !?" Pekik Dewi dengan mencoba membuka knop pintu , Dewi ingin segera keluar dari mobil dan memeluk wanita paruh baya yang sedang terlihat berbincang dengan akrab menuju masjid.
Tanpa terasa .. air mata membasahi wajah wanita bercadar itu.
Dengan mengarahkan tatapan nya kearah sang suami yang sedari tadi menatap nya dengan cemas ,
" Sayang .. kamu kenapa ? Kenapa menangis ?! " tanya Tama dengan memeluk tubuh langsing Dewi .
" Alhamdulillah mas.. !" Gumam wanita bercadar itu.
" Alhamdulillah !?" Ucap Tama lagi dengan mengerutkan dahi.
Tama menarik tubuh istri kecil nya dari dalam dekapan .. dan menatap dengan sayang pada Dewi.
" Apa yang kà mu lihat ? " tanya Tama pelan namun Tomy pria yang akhir -akhir ini menjadi pribadi pendiam sayup- sayup mendengar obrolan suami istri itu.
" CKK.. Tama pria angkuh kini mampu bersikap lemah lembut terhadap istri kecil nya seperti itu.. " batin Tomy dengan senyuman penuh makna , sejenak pikiran Tomy melayang jauh entah kemana... ðŸ¤
POV Tomy..
" Apa kah aku akan menemukan MU?" ucap dalam batin Tomy.
__ADS_1
" ingin rasa nya aku menyampaikan ma.af ini dari KU untuk MU ! dan ingin rasanya aku menjelaskan pada MU tentang rasa ini pada MU . mungkin kah ada ma' af untuk KU dari MU ! gadis kecil berwajah pucat.. sampai saat ini aku masih menunggu MU .. dan aku tidak akan melabuhkan rasa ini pada hati yang lain " batin Tomy dengan membayangkan wajah seorang gadis kecil yang berwajah pucat.
🖤🖤