QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 97 MEMANTASKAN DIRI


__ADS_3

๐Ÿ–ค๐Ÿ–ค


Tap-tap-tap suara langkah kaki beberapa orang..


" Apa sudah kamu siap kan berkas- berkas dan materi hari ini ?!" Tanya Tama datar dengan terus melangkah keruang meeting.


" S-su-sudah pak , tadi ibu Sherly yang memberikan dan sudah saya periksa dan saya pahami !?" Jawab Vio dengan gugup seraya menyeimbangkan langkah panjang kaki Tama yang lebar dengan langkah kecil nya.


Sesampainya di tempat pertemuan meeting..


Tama menarik kursi kebelakang dan duduk , Vio duduk dibelakang Tama .. Tama melihat seseorang yang tak asing bagi nya


" ck.. ternyata dia salah satu pemegang saham di perusahaan ini !" Decak kesal Tama.


Beberapa jam kemudian ...


Vio bekerja dengan baik hari ini sebagai pengganti Sherly , rapat yang dihadiri oleh para presdir utama perusahaan - perusahaan besar berjalan dengan lancar dan mulai meninggalkan ruang pertemuan , Tama sengaja mengulur waktu agar bisa keluar belakangan.


Seseorang menatap tajam kearah Tama , sambil tersenyum kecut menyapa Tama..


" Bertemu lagi kita , tuan Tama malik !?" Sapa pria itu dengan mengulurkan telapak tangan nya ke depan.


" Oya.. ! Senang bertemu anda lagi tuan Chandra " sahut Tama .


" Kelihatan nya bisnis anda dibidang baru ini berjalan baik !" ucap basa -basi Tama dengan menyambut tangan Chandra.


" ck.. iya begitu lah , tapi bisnis saya masih kalah besar dari pada bisnis anda tuan Tama !" sambung Chandra dengan berusaha ramah.

__ADS_1


" Hahaha.. anda terlalu merendah tuan Chandra!" Sahut Tama dengan berusaha berdiri dan beranjak pergi.


" Bagaimana kabar nya !? " Pertanyaan Chandra membuat Tama menghentikan langkah lebar nya kemudian menyuruh Vio untuk menunggunya di luar,


" Siapa yang anda tanya kan tuan Chandra ? !" Sergah Tama dengan dingin sedingin salju yang menempel di kulkas milik emak outhor๐Ÿ˜….


" Ma.af tuan Tama jika saya lancang , tapi jujur saya berusaha MEMANTASKAN DIRI untuk NYA ! agar bisa membahagiakan NYA nanti!!?" Pernyataan Chandra membuat Tama mengeratkan gigi rahang dan mengepalkan tangan nya menahan emosi, Tama bukan lah orang yang bodoh yang tak mengerti maksud ucapan Chandra barusan.


Tama berusaha menyetabilakan emosi nya dengan berjalan mendekati Chandra dan memberi tatapan tajam ..lalu berkata..


" Seperti nya anda harus lebih berdamai dengan masa lalu anda dan mau menerima masa sekarang dengan berlapang dada menerima istri anda yang sekarang !! " Jawab Tama dengan menepuk pundak Chandra dua kali.


Dan berlalu meninggal kan Chandra bersama asisten nya diruangan itu.


**


Terdengar dari luar canda tawa dari keluarga kecil Tama .. yang kebetulan mama Eni sedang berada dirumah ,sejak keluarga kecil Tama tinggal dirumah utama ,mama Eni sekarang lebih sering berada dirumah untuk bersama anak menantu dan kedua cucu -cucu nya.


" Assalamualaikum.." ucap salam Tama yang memasuki rumah megah tersebut.


" Wa'alaikum salam .. " terdengar jawab salam dari arah dalam rumah .. kedua anak Tama yang melihat kedatangan sang papa langsung berusaha mendekati Tama, .. begitu pun Dewi dengan meraih tangan Tama lalu mencium nya , dan dibalas oleh Tama kecupan di kening Dewi yang tertutup cadar bandana nya , Tama beralih kepada sang mama , Tama meraih tangan mama Eni dan mencium nya ..


" Sebentar ya.. anak- anak papa ?! Papa mandi dulu " ucap Tama dengan senyuman bahagia karena melihat orang- orang yang terkasih sedang menunggu nya pulang .


" Dewi tinggal kekamar dulu ya Maa.." pamit Dewi dengan sopan dan menitip kan ke dua A kepada para pengasuh .


Sesampai nya di kamar..

__ADS_1


Dewi mengambil kursi kecil sebagai pijakan nya, Dewi mencoba melepas dasi Tama lalu kancing kemeja suami nya , Dewi beralih menyiapkan pakaian ganti untuk Tama , Tama bahagia mendapat kan seorang istri yang sholeha bagi nya, Tama terus memperhatikan gerak gerik Dewi yang menyiapkan segala keperluanya , dengan senyum yang tak pernah ia tanggal kan di depan sang suami , dan saat diluar pun walau senyum itu tertutup oleh cadar yang ia kenakan sewaktu diluar kamar.


Tama memeluk tubuh Dewi yang langsing namun saat ini ada yang terlihat berbeda pada bagian tubuh sang istri kecil nya .. Tama pria berkaca mata itu mengulas senyum yang indah tatkala melihat nya.


" CAPEK !!" Tanya Tama sembari mencium leher belakang Dewi yang tertutup hijab.


" Capek saya masih kalah dengan capek nya mas Tama yang bekerja pagi sampai malam untuk kami !" jawab Dewi dengan mencium telapak tangan Tama . Dan nampak pemandangan indah dari sepasang suami istri yang kini terpantul dari kaca jendela besar kamar Tama.


Tama yang mendengar ungkapan Dwi tersenyum..


" Kamu pintar sekarang , kebanyakan bergaul dengan amuba- amuba itu ! " celetuk Tama sembari menarik tubuh sang istri kepangkuan nya .


Dewi mengeryitkan dahi nya..


" Amuba mas... ?" tanya heran Dewi dengan menegak kan kepala nya dan menatap Tama.


" Sudah tak usah dibahas !" Elak Tama.


" Aku hanya bercanda ! " Sambung Tama dengan mencubit pipi Dewi pelan.


" Aku mau mandi dulu, terus temani aku makan !! Anak -anak , mama apa sudah makan malam sayang ?? !" Tanya Tama sekali lagi.


" Alhamdulillah sudah mas, tadi nya mama Eni mau menunggu mas Tama pulang tapi waktu semakin malam , saya meminta mama untuk makan duluan " Jelas Dewi


Tama pun mengangguk tanda mengerti..


๐Ÿ–ค๐Ÿ–ค

__ADS_1


__ADS_2