QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 51


__ADS_3

💐💐


Didalam kamar ..


"Dasar Tama ber#ngs#k, awas saja akan aku buat Kamu bertekuk lutut di hadapan ku !" ucap licik Ketty.


**


Ditempat yang berbeda..


" Apakan ini sudah 1 kali 24 jam ? Kenapa serasa satu tahun lama nya !" gumam pria berkaca mata dengan bersandar disofa , " Kenapa aku sangat merindumu sayang ?!" Tama yang melihat galery ponsel milik nya yang hanya ada foto Dewi dan dirinya ..


****


Sebulan sudah Tama menjalani pernikahan dengan Ketty tanpa ada rasa atau layak nya suami istri,


Tama selalu pulang malam dan sibuk mengurus bisnis diluar dan dalam negeri, Tama benar -benar ingin menghilangkan rasa bersalah nya pada Dewi dan calon anak -anak nya, tak memberi kesempatan untuk Ketty mendekati Tama walau Ketty selalu berusaha untuk itu ,namun Tama selalu menghindar.


****


Di sebuah apartement..


" Sayang .. sedang apa kamu kesini ? "tanya Edward pada Ketty.. dengan melihat arah luar apartement nya.


" Aku mau bermalam disini boleh ya.. ?" tanya wanita manja itu.


"Jangan .. ! nanti kalau suami kamu tau bisa habis kita berdua!" ucap Edward takut.


"Jangan khawatir .. Tama tidak akan tau .. !"ucap Ketty dengan menegak minuman alkohol milik Edward.


" Lalu... !?" Ucapan Edward tertahan lalu tersenyum... dengan tatapan liar Edward mengarah pada Ketty .. , Ketty pun dengan mengigit bibir bawah nya menatap balik Edward sembari mengedipkan sebelah mata nya.


DAAANNÑ... ehem ehemm🤭🤭


****


Disuatu tempat...


Tama bersama Tomy sedang mengawasi rumah Dewi dari dalam mobil ,ada perasaan rindu dengan sang pemilik rumah tersebut namun Tama hanya bisa menahan nya., lagi- lagi Tama hanya memandang foto Dewi yang sedang terlelap diponsel milik nya.


"Elu tidak turun Tam.. ?" Pertanyaan Tomy membuyar kan lamunan pria dengan kemeja berwarna grey duduk di jok belakang bersama Tomy.


"Ckk.. tidak usah Tomm, gue tidak mau terjadi apa -apa dengan anak - anak dan istri gue.. !?"jawab Tama dengan menatap cendela kamar Dewi yang menyala.


"Wetssss... KERREN , gue salut sama elu Tam , elu sekarang sudah berubah.. semenjak menikah dengan itu bocah !" ucapan Tomy langsung mendapat tatapan tajam dari Tama.


"Sekali lagi elu ngomong bocah .. gue bunuh lu..!!" sergah Tama.

__ADS_1


" ckk.. Tam -Tam.. elu aneh.. dibalik gamis nya yang longgar dan cadar nya, Dewi itu kenyataan nya memang masih bocah !?" ucap Tomy dengan mengelengkan kepala disertai tatapan penasaran.


"Kenapa lu Tom. ..? " tanya Tama dengan expresi curiga.


"Emmm.. Tam.. kita kan sudah lama sahabatan " ucap Tomy dengan menggaruk tengkuk nya , " emmmm... gimana rasanya jebol gawang itu bocah ?" seloroh Tomy tiba - tiba pada Tama dan langsung mendapatkan tonyoran dari Tama.


" Gue yakin elu akan mati karena penasaran jika ingin tau tentang kami !?"ucap Tama dengan senyum mengembang dibibir merah nya.


"WOOOW .. serahasia itu Tam ? sahut Tomy " dasar pelit.. lu Tam..! " sambung Tomy dengan kesal.


" HAH... elu yang sinting Tom..!" Sahut Tama , dengan tatapan kesal.


**


Udara pagi yang dingin karena hujan yang turun begitu deras ..


Sudah Jadi kebiasaan wanita muda berkrudung besar itu selalu memeluk kemeja navy suaminya setiap rasa mual datang menyerang.


"Hemm.. " dengan mencium kemeja milik Tama , " Sudah tidak mual lagi kan sayang- sayang umma.. ?"ucapan Dewi dengan mengusap perut yang mulai tak rata lagi.


Dewi mengambil ponsel milik nya dan membuka galery , Dewi tersenyum melihat foto Tama beserta dirinya diwaktu di pantai..


*****


Seiring waktu berjalan ..


Setelah Dewi berpisah dengan Tama , Dewi melakukan apa yang dipinta Tama untuk tidak lagi bekerja di cafe Bintang , untuk menghilangkan kejenuhannya Dewi mengajar mengaji anak - anak di masjid dekat rumah dihari jum'at , dan meneruskan hobi menulis nya .


Awal nya Dewi keteteran karena sedang hamil , akhir nya Nara dan Rosa yang selalu datang membantu nya, untuk menyiapkan setiap pesanan , Dewi meminta langganan ojol nya dulu yang bernama Yani menjadi kurir untuk mengantarkan kue- kue yang ia buat ke setiap pelanggan .


Semenjak kedatangan Dewi di club malam itu , Nara sudah berjanji pada diri sendiri tidak akan pernah kembali lagi pada dunia malam. Nara pun berusaha mencari rezeki yang halal untuk biaya pengobatan tante Ira dan untuk keperluan nya sehari hari.. walau tidak dipungkiri sangat lah susah untuk mencari kerja dengan catatan hitam pada diri seseorang.


Dewi yang melihat betapa gigih nya seorang Nara untuk berubah walau belum berhijrah menjadi terharu dan ada rasa bangga yang tersirat ketika melihat sahabat nya berjuang untuk mencari kebaikan diatas kesusahan , dan mungkin kedua sahabatnya itu masih dalam keadaan yang lupa bahwa tidak ada kebenaran diatas kesalahan , Lalu Dewi pun memiliki pemikiran yang sugguh brilian.. dengan tersenyum penuh keyakinan wanita bercadar itu menarik lemari laci nya dan meraih sebuah kartu berwarna hitam. " BISMILLAH.." gumam Dewi dengan senyuman.


**


Malam pun tiba..


"Huuftt... gila .. capekk banged .. !" ucap Rosa..dan di sambung anggukan oleh Nara..


"Dew.. istirahat lah.. elu sedang hamil !" ucap Nara mengingat kan Dewi


"Iya mbak Raa .."jawab Dewi dibarengi senyuman.


"Kenapa elu tidak membuka gerai aja si Wi.. ?!" saran Rosa..


"Elu bisa memanfaatkan itu black card pemberian suami elu.. !" sambung Nara.

__ADS_1


" hihihi mbak Nara sama mbak Rosa lucu.. !?" Sahut Dewi.


"Nah.. ini bocah malah ketawa..!?" ucap Nara heran


" Dewi tidak tau mbak Na.. mau buat apa itu kartu " jawab jujur Dewi ,


" Black card nya buat nyerok adonan kue saja Raa.. !" Sahut Rosa yang melihat candaan Dewi .


" ya sudah tidur sana istirahat besok ada jadwal periksa kandungan mu !?" ucap Rosa mengingat kan.


Dan dianggukan oleh Dewi


***


Pagi ini Dewi ada jadwal periksa kandungan .


"Dew.. gue minta maaf tidak bisa nemenin elu kontrol kandungan, karena gue musti ke kampung .. tante gue lagi sakit..!?" pamit Nara.. pada Dewi dan Rosa.


" Belum sembuh tante elu Ra.. ?" kali ini Rosa yang bertanya.


"Emm. .. gitu lah Ros .. tante Ira sakit nya sudah parah harus dioperasi sedangkan gue ..!?" ucapan Nara tertahan ..


" Hutang gue dimami masih banyak karena gue selalu berhutang pada mami untuk biaya pengobatan tante , hufttt ..entah lah sampai kapan gue akan seperti ini ?!"


Dewi mendekat kearah Nara dan menggenggam tangan sahabatnya itu.


"Mbak Na... kalau boleh Dewi tanya berapa hutang mbak Nara?? "Tanya Dewi.


Banyak Wii .. tak tau sampai kapan akan lunas.. mungkin sampai nenek kali gue ntar !?" seloroh Nara.


"Astagfirullahal adzim.. nauzubillah mbak Na , istigfar mbak.. ALLAH maha kaya minta lah padanya .. ?!" Sambung Dewi menasehati Nara termasuk Rosa.


". .. in syaa Allah nanti kalau Dewi sudah cukup uang tabungan nya akan Dewi berikan untuk mbak Nara , jadi mbak Nara tidak perlu kerja di tempat seperti itu lagi!" ucap antusias Dewi.


"Eh.. bocah .. Tidak usah memikirkan urusan orang dewasa.. urusin saja calon bocah -bocah di perlut elu itu !?" tunjuk Nara pada perut Dewi.


Dibalik perkataan Nara yang ceplas ceplos terkesan bobrok dalam kata kata , tapi ada sisi feminim dari dirinya yang tak pernah ia tonjol kan.


Nara terharu akan kepedulian Dewi pada nya, air mata Nara lolos begitu saja membasahi pipi mulus wanita malam itu.


"Mbak Naa ..menangis ?" Tanya Dewi dengan mengusap air mata Nara.


"Gue terharu bocah .. ,dengerin omongan elu " sahut Nara dengan mencubit kedua pìpi Dewi


"Eumm.. sakit mbak Naaa.." celetuk Dewi dan mengosok gosok ke dua pipi nya perlahan.


Rosa melihat betapa kuat ikatan persahabatan diantara mereka bertiga walau banyak perbedaan yang mencolok dalam segala hal di ketiga nya.

__ADS_1


⚘ALLAH maha kaya maha memberi dan Allah juga maha mendengar terhadap hambanya selagi hambanya mau meminta pada nya dan berikhtiar (berusaha) in syaa Allah _Allah tidak akan mengabaikan hamba yang meminta, selagi seorang hamba itu sendiri yang mengetuk pintu .


💐💐


__ADS_2