
๐๐
Dewi yang mendengar permintaan sang mama mertua hanya bisa menangis dan berdoa , semoga suami nya tak menceraikan nya.. bagaimana pun Dewi dan Chandra sudah hidup bersama selama hampir 6 bulan lama nya, selama itu juga Dewi berusaha bersabar dari tekanan sang mama mertua yang tak pernah menganggap nya menantu , setiap Dewi dan Chandra akan menghabis kan waktu berdua , mama Clara selau berhasil menggagal kan nya.
Dengan berpura - pura sakit , meminta Dewi untuk menemaninya sang mertua, padahal jarang waktu senggang bagi Chandra , tapi sekali ada waktu senggang Chandra bermaksud untuk meminta hak nya kepada Dewi secara diam- diam tanpa sepengetahuan sang mama... ๐ tapi seperti nya keberuntungan belum memihak pada Chandra..
Diwaktu malam yang dingin diiringi rintikan hujan membuat siapa saja memilih untuk berada didalam kamar..
" Dew.." panggil Chandra dengan mentap penuh arti..
Pria dewasa itu dengan pelan membuka krudung besar milik Dewi ,begitu terbuka nya krudung Dewi..
" ASTAGA... , ingin rasanya langsung ku terkam saja ini anak, tak usah pakek makanan pembuka..." batin Chandra..
Lain dengan yang di rasakan gadis muslimah itu..
Jantung gadis 19 tahun itu begitu tak nyaman dengan tatapan yang di berikan oleh Chandra.. tapi Dewi tak ingin berdosa jika menolak nya..
Perlahan tangan besar Chandra menyentuh pipi mulus Dewi , ibu jari Chandra mengusap bibir merah muda Dewi , dengan sekuat tenaga Chandra mengatur nafas dan nafsu nya agar tidak meninggal kan trauma bagi Dewi nanti nya ..
"Setelah sekian purnama , akhir nya aku akan mendapat kan nya ,itu lah isi dalam pikiran Chandra.. .."
" Dew... bisa kah aku meminta nya malam ini ?" Nada bicara Chandra agak bergetar , karena menahan dorongan yang bergejolak dari diri nya..
Dewi hanya bisa mengangguk walau dalam hati Dewi ingin menolak nya , tapi Dewi lagi - lagi tak ingin mendapat kan dosa. ..
Bibir Chandra mulai mendekati bibir Dewi dengan kepala yang di miringkan , Chandra memegang tengkuk leher Dewi , begitu menyeruak wangi parfum yang dipakai Dewi di hidung Chandra yang menambah semangat pria dewasa itu untuk menyentuh istri kecilnya secepat mungkin..
Dewi pun berdoa dalam hati .. , sedangkan Chandra merebah kan tubuh langsing nan kecil Dewi... dengan tatapan kagum seorang pria yang memiliki istri yang begitu cantik dan lemah lembut..
Perlahan Chandra menindih tubuh Dewi dengan tubuh gagah nya lalu berkata.. " Apa kamu takut sayang.. ?" Tanya Chandra dengan mencium pucuk rambut Dewi yang terurai indah..
Dewi terpaku melihat seorang pria dengan jarak sebegitu dekat ..
Dewi pun menggeleng pelan, jawaban isyarat itu membuat Chandra tersenyum lega.. tanpa basa basi lagi Chandra mulai mencium bibir Dewi dan ingin ******* nya..dengan rakus, tapi....
""DOR- DOR-DOR.."" suara gedoran pintu yang begitu keras dan terburu - buru , Chandra berniat tak mempedulikan pengganggu yang berada diluar kamar , pasal nya sudah beberapa bulan ini Chandra belum sekalipun menyentuh Dewi , karena perbuatan sang mama Clara..
" Draaaaa..." DOR-DOR ..
" Draaaa.. buka nak ini mama " teriakan Clara membuyar kan adegan 21 +..๐ ๐
" AAAAGHHH..!!" suara frustasi dari Chandra..
akhirnya Chandra bangkit dan segera merapikan stelan kemeja nya begitu pun Dewi , Dewi buru - buru meraih krudung instan nya yang tercecer dilantai kamar.
Klekkk..
" Kok lama sih hhh buka pintu nya sayang.. " ucap merajuk sang mama dengan melihat lihat kearah dalam kamar milik Chandra..
Flasback off..
**
" Mas Chandra.. !? Mass... " suara Dewi membuyar kan lamunan Chandra siang itu..
"M-M- Ma'af Wii .. kamu ngomong apa tadi ? " Sahut Chandra dengan gugup..
Lalu melihat Dewi yang tak berada di tempat..
__ADS_1
Dengan langkah pelan menuju pantriy Dewi meninggal kan Chandra yang tengah asik dengan lamunannya , tanpa membalik kan badan Dewi berkata..
"InsyaAllah mas.. saya usaha kan datang, Dewi pun menghilang dari pandangan Chandra
Chandra pun tersenyum menang..walau masih dalam keadaan terbawa suasana akan lamunan nya..
**
Diperusahaan MALIK CORP. .
Tok tok...
"Masuk !" Ucap Tama
Tomy melangkah kan kaki , pria tinggi itu memberikan undangan dari salah satu client ..
"Besok malam kita ada undangan pertemuan , dari salah satu perusahaan expedisi yang bekerja sama dengan perusahaan milik mu ! seperti nya dia mencoba mengembangkan bisnis nya di bidang lain !"tutur Tomy..
"Oya.., kamu atur saja waktu nya.." ucap datar Tama tanpa melihat ke arah Tomy
" BRAAKK..!!
Suara gebrakan kecil dari Tomy..
"Tam.. ! Elu kok nyantai sik.. ? " kesal Tomy
Tama mengeryit kan alis nya..๐คจ tak mengerti..
"Apa an sih ! elu gebrak - gebrak meja kerja gue !? "kali ini Tama mengeluarkan suara agak tinggi terhadap Tomy..
"Ckk.. gue musti diam saja atau bagaimana ini ..???" sambung Tomy dengan tatapan susah diartikan oleh Tama
" Maksud arah pembicaraan elu apa Tom..?"
Dengan terus memeriksa dokumen -dokumen perusahaan yang perlu ia pelajari dan tanda tangani..
"Elu yakin mau datang diacara itu ?" Tomy mencoba menanyakร n sekali lagi kepada Tama.
Tama meletak kan bulpoin milik nya di meja dan kali ini.. menatap lawan bicara nya , Tomy .
Sejenak Tomy membuka ponsel milik nya dan memberikan nya pada Tama..
"Elu baca siapa pemilik undangan ini !" tunjuk Tomy pada undangan tadi, setelah Tama melihat sekilas pada kertas undangan..
Tama meraih ponsel milik Tomy, dan memperhatikan layar ponsel seketika wajah Tama langsung berubah kesal..
"BATAL kan! " Ucap Tama seenak nya ..
"Elu yakin mau batalin ??" Tanya Tomy lagi dengan senyuman dan lirikan menyebal kan.
" PLAKK..."
"Auuu..." pekik Tomy
" B#ngs#t lu Tam.. !! sakit tau lengan gue " keluh Tomy.
"Elu yang b#ngs#t ..sudah gue bilang batalin undangan itu , elu bisa bilang kita ada keperluan mendadak , elu cari alasan sendiri sana.. !? " dengan mengayunkan telapak tangan nya, bermaksud mengusir Tomy..
Tomy mengangkat kedua pundak nya yang artinya terserah..
__ADS_1
Tinggal lah Tama seorang diri diruangan kerja nya.. "kenapa musti pria pengecut itu..! Yang jadi klien gue..? AKKKhhhHHHHH! " Tama mengacak acak rambut nya.., ketika teringat betapa kasar nya Chandra kepada Dewi sewaktu di cafe sore hari itu, ada rasa tak rela dalam diri Tama , rasa ingin melindungi Dewi begitu besar ,
Tama yang biasanya angkuh dan individualisme orang nya tiba - tiba pria berkaca mata itu kini sebalik nya..
***
Akhirnya malam yang ditunggu - tunggu oleh sebagian orang telah tiba..
Di malam yang terlihat bertaburan bintang namun bukan tidak mungkin akan turun hujan..
Dewi turun dari .. ojol langganan nya
"Sini saja mbak.."ucap Dewi ,
" Terima kasih mbak sudah diantar"ucap Dewi lagi , sembari menyerahkan ongkos kepada ojol
"Sama- sama mbak " jawab driver ojol..
Setelah itu Dewi melangkah kan kaki nya ke aula , dimana acara dilangsungkan. Dewi melihat sekitar nya tak ada satu orang pun yang ia kenal ,
Dewi mendapat tatapan yang tidak bisa diartika dari para tamu Chandra.. Dewi pun merasa canggung karena baru pertama kali ini Dewi masuk ke acara resmi seperti saat ini ...
๐Mengulas kembali..
- Dulu selama menjadi istri seorang Chandra ,Dewi hanya di dalam rumah sifat Chandra yang suka memaksa dan posesif terlebih lagi pada diri Dewi , hampir setiap apa yang akan Dewi lakukan harus atas persetujuan dari Chandra , belum lagi sifat mama Clara yang selalu menekan Dewi . Namun Dewi tetap berpikir baik atas segala apa yang ia jalani..
๐lanjut.. kecerita awal..
Dewi hendak melangkah keluar , namun langkah nya tertahan oleh keberadaan Chandra di hadapan nya .. Dewi yang pada malam itu memakai gamis syar'i berwarna navy menambah kesan anggun .. membuat Chandra makin tak bisa berkedip..
"Acara disana Dew.. ! " Chandra mengarahkan tangan nya ke arah berlawanan dengan arah Dewi yang akan keluar saat ini..
"Mmmass.. Chandra.." ucap gugup Dewi melihat kehadiran sosok Chndra..
"Ayo.." ajak sekali lagi dari Chandra dengan hangat.
"Tapiii!" Ucapan Dewi terpotong karena Chandra langsung menarik lengan Dewi untuk duduk di kursi para tamu VIP.
Clara dan Anis melihat kehadiran Dewi, " wanita sialan itu masih selamat ternyata ! " geram Clara dalam hati, begitu melihat Chandra meninggal kan Dewi seorang diri , Clara dan Anis langsung menghampiri Dewi ..
Wajah Dewi langsung pias seketika melihat mantan mama mertua nya itu mendekati nya..
Dewi hendak meraih tangan mama Clara untuk salim namun ditepis oleh mama mertuanya itu seketika,
" Untuk apa kamu kesini perempuan mandull!" Hardik Clara..
DEgg! .. jantung Dewi serasa berhenti berdenyut ketika kata itu terlontar kembali pada nya..
"Heh... sini kamu !!" Anis menarik lengan Dewi menjauh dari keramaian..
Chandra yang tadi nya ada disamping Dewi terpaksa meninggalkan Dewi sebentar karena harus menemui para tamu undangan, Chandra yang berpesan kepada Dewi untuk tetap diduduk di tempat yang Chandra pilih kan agar Chandra muda mengawasinya .. namun ...
Istri dan mama Clara membawa Dewi ketempat ibu- ibu sosialita dan dari salah satu ibu sosialita itu adalah mama dari Tama..
Dewi mencoba memberontak , tapi tidak bisa karena cengkraman tangan Anis sangat lah kuat bagi Dewi yang bertubuh kecil .
"Mbak , maa..!? tolong lepaskan lengan Dewi !" mohon Dewi.. "Biar Dewi jelas kan dulu !?" ucap Dewi sambil terisak..
Namun dengan tanpa hati nurani mama Clara mempermalukan Dewi sang mantan menantu..
__ADS_1
"Ma.af lo jenggg aku tinggal tadi, emmm.. oya ini kenalin mantan istri Chandra !?" ucap mama Clara dengan nada merendahkan Dewi.
๐๐