
๐๐
"Pak TAMA malik!" Pekik kedua wanita dihadapan nya.
" Ma.af kan saya pak , bukan maksud saya lancang menanyakan hal ini ..?!" Sambung dokter tersebut dengan gugup.
"Memang kenapa kalau seberapa sering gue melakukan nya pada istri sendiri , APA SALAH ? HAH.. !!" Suara Tama terdengar meninggi , pria dewasa itu benar- benar tersinggung oleh pertanyaan sang dokter.
"Begini pak , Sa-saya bukan tanpa alasan menanyakan hal semacam ini kepada anda , apa pak Tama dan mbak Dewi tidak tahu !?" Perkataan sang dokter menggantung ..
" Sebelum nya saya ingin bertanya sekali lagi kepada mbak Dewi ?!" Ucap izin dokter dengan mengarahkan mata nya kearah Tama , Tama memberi tatapan protes terhadap permintaan sang dokter .
Dewi melihat pandangan Tama yang berada disampingnya itu, terhadap sang dokter yang begitu tak enak dilihat.
" Silahkan dokter.. ?!" Jawab Dewi kemudian dengan sopan.
Dokter pun tersenyum ramah , " Kapan terakhir kali mbak Dewi datang bulan ?" Tanya dokter tersebut dengan hati- hati ,Karena Tama pria angkuh itu memberi tatapan mengancam.
" Saya lupa dokter..!" Jawab Dewi dengan jujur.
Dokter pun mengangguk , atas jawaban yang diberikan Dewi.
"Baik lah.. Saya saran kan untuk pak Tama membawa mbak Dewi untuk kedokter kandungan agar pemeriksaan nya lebih akurat dan detail.
Tama mengerutkan dahi nya , kearah sang Dokter.
" Apa maksud dokter, istri saya sakit apa , kenapa harus kespesialis..???" Sergah Tama tak suka atas saran sang dokter.
Dokter pun lagi -lagi tersenyum..
" Menurut pemeriksaan yang saya lakukan , amm... !" Pernyataan dokter tertahan sambil menatap Dewi yang sedang tertunduk lesu .
" ya Tuhan .. apa kah dokter didepan saya ini akan mengatakan hal yang sama ?!" Batin Dewi yang resah.
" Mbak Dewi sedang mengandung..!"
Dewi sontak terkejut mendengar nya..
"A-a-ร pa dok... ss-saya .. ssaaya hamil.. ?" tanya Dewi yang ragu , "Bukan kah saya ini mandul dok..?" ucap Dewi tak percaya.
Tama hanya bisa mematung mendengar penjelasan dokter..
pria tinggi itu cukup syok akan penyataan dokter wanita itu..
__ADS_1
"Biar lebih jelas nya silah kan kita cek lebih dalam di ruang dokter kandungan ?!" Dokter memberi arahan lagi.
Diruang dokter kandungan..
"Pak Tama selamat atas janin kembar yang sedang dikandungan mbak Dewi" ucap dokter perempuan spesialis kandungan.
Dewi melihat gurat kekhawatiran dari diri Tama.
"Selamat.. sekali lagi ini benar- benar rezeki dari Allah !?" ucap dokter kandungan dengan senyuman.
Tama berbalik menatap Dewi..
" Sayang tunggu diluar dulu ya.. mas mau bicara dulu dengan para dokter dan perawat yang sudah merawat mu" ujar Tama dengan memperbaiki cadar di wajah Dewi.
Dewi pun menuruti semua titah Tama..
**
Didalam ruang kandungan..
"Saya harap kalian bisa jaga rahasia ini , jangan sampai mama papa tau , mengerti kalian ! " ancam Tama..
"Baik tuan muda Tama!?" jawab semua orang yang berada diruangan itu.
"Antar saya pulang saja pak.. " ucap Dewi..
Tama yang mendengar nada bicara Dewi yang terkesan formal, menatap tak suka.. Dewi yang mengerti perubahan guratan dari wajah tampan Tama jadi merasa canggung. Dengan lembut Dewi mencoba menjelaskan kepada suami dewasa nya yang angkuh disebelah nya kini.
" Saya hanya tak ingin ada orang yang salah paham lagi " ucap Dewi dengan menatap ke arah Tama disertai cengiran,
"Kamu tidak usah memikir kan hal itu, masalah macam itu biar aku yang menangani !?"ucapan Tama berusaha menenangkan sang istri sembari menggenggam tangan kanan Dewi dan mengecup nya .
"CUP. .. aku mencintai mu Dew.." Sambung Tama dengan tatapan sayang.
"Saya jug..." belum juga menyelesaikan perkataan nya Tama telah menatap tajam pada Dewi . "Saya juga mencintai mas Tama " jawab Dewi kemudian.
"Hemm.. " dengan senyuman mengembang di bibir Tama dan disertai tatapan puas.
Sesampai nya rumah Dewi , Tama menyisir setiap sudut luar dan dalam rumah Dewi
"Sayang.. aku akan belikan rumah untuk mu, tinggal kan rumah ini ! " ucap Tama seenak nya.
"Untuk apa mas..?" tanya Dewi dengan bersandar di dada Tama.
__ADS_1
"Rumah ini sudah cukup untuk saya dan calon anak -anak kita nanti " ucap Dewi dengan menarik tubuh nya dari dekapan Tama,
Dewi melepas krudung besar beserta cadar milik nya . Tama menatap lekat pada wajah cantik Dewi , kulit putih namun tak sebersih biasa nya ๐, sebab ada bekas kepemilikan Tama semalam dan rambut hitam panjang yang indah menjadi mahkota nya .
Tama yang melihat keindahan tersebut tersenyum bangga dalam diri pria tinggi itu , dan ada perasaan khawatir akan istri kecil nya yang kini tengah mengandung buah cinta mereka.
"Sayangggg.." Panggil Tama sembari merapikan anak rambut Dewi yang berantah kan ," Besok aku akan menikah dengan Ketty !" Ucap Tama dengan menatap tajam kearah Dewi , " kamu tak ingin aku menggagal kan pernikahan ini ?!" Tanya Tama dengan experesi dingin menatap mengarah kedepan.
Dewi menatap serius kepada pria bermata tajam itu..
"Mas .. janji tetap lah janji yang harus mas penuhi
In syaa Allah aku dan kedua calon anak kita akan sabar menunggu mu dan menerima semua takdir yang Allah berikan, karena aku adalah istri mu yang sah dimata agama dan in syaa Allah -Allah meridhoi pernikahan kita ini !?" ucap Dewi dengan menatap Tama.
Tama mengarahkan pandangan nya menatap Dewi ..dengan senyuman.
"Kamu kok pinter sayang gg .." gemas Tama yang mencubit pipi Dewi ,
" Makan yang banyak tidak usah kerja lagi di cafe !" Pinta Tama yang menasehati Dewi .
"In syaa Allah .. ya mas.." Dewi yang merasa lelah mengringsek kepelukan Tama sembari mencium aroma parfum Tama yang tertutup kemeja.
"Sayang.. jangan seperti ini , bahaya..!" ucap Tama kemudian memperingat kan istri kecil nya.
"Bahaya ! "Tanya Dewi sembari menarik tubuh nya dari dekapan Tama dengan tatapan bingung.
"He -em.. bahaya yang dibawah.. !"jelas Tama dengan tatapan nakal dan akhirnya
"hahhaahhaa.." Tawa Tama kemudian, lalu memencet pelan hidung Dewi dan terlihat wajah Dewi yang berubah kemerah -merahan karena malu.
"Apa an sih mas Tama.. genit.. !" Sambung Dewi tersipu malu.
Tama melihat tingkah Dewi seperti itu menjadi gemas dan ingin menyentuh wanita halal nya lagi dan lagi.
Tama meraih tengkuk leher Dewi dan menatap lekat wajah istri kecil nya itu ," Aku akan merindukan mu sayang " ucap Tama dengan mengecup dahi Dewi, dari dahi turun ke bibir , Tama m#lยฅmat bibir Dewi dengan rakuss.. namun kedatangan Alex, Rosa dan Nara menggagal kan acara pengantin baru itu๐ช๐ช
Tiba tiba pintu terbuka.. " BRAAAK."..
"DEWI.. ! " Teriak Nara dengan emosi.
...โjanji ibarat hutang yang musti kita bayar, maka jangan mudah mengatakan janji dengan se enak nya , biasakan selalu mengganti kata" ya aku janji "dengan kata in syaa Allah .โ...
๐๐
__ADS_1