QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 33 ENTAH LAH


__ADS_3

🖤🖤


Setelah Dewi selesai melaksanakan kewajibannya dan mengganti pakaian nya Tama segera mengantar Dewi pulang , Diperjalanan Tama melihat kearah Dewi yang sedang memandang keluar jendela mobil..


" Kalau masih capek istirahat lah dulu " Nasehat Tama dengan terus melaju.


Dewi mengarahkan pandangan nya kearah Tama.. , dan Tama pun mengarah kan pandangan nya kearah Dewi , tatapan mata mereka berdua bertemu.., secepat nya Dewi menunduk kembali dan Tama tersenyum melihat tingkah lucu Dewi.


Sesampainya di depan rumah ..


" Saya ucapkan terima kasih !" ucapan Dewi berhenti lalu menatap Tama.


" Pak Tama selalu menolong saya , apakah ini yang dinamakan taqdir ?!" ungkapan tiba- tiba dari Dewi membuat Tama tak bisa menjawab..


Dengan melepas sefty bel nya, lalu Dewi meraih telapak tangan Tama dan mencium nya .


" Saya turun dulu pak ?!" pamit Dewi ..


" HMM .. jaga diri mu baik - baik diluar , aku takut tak selalu bisa menjaga mu !" ucap Tama dengan tatapan yang sukar diartikan.


" In syaa Allah pak, Assalamulaikum.. " salam Dewi dan dijawab Tama " Wa' alaikum salam .


**


Sebulan sudah Tama tak menemui Dewi ..


Cuaca pagi ini sedikit mendung namun tak mengurungkan niat Dewi untuk menemui anak -anak yang ada di permukiman.


" Bismillah ya Allah " dengan senyuman mengembang di wajah cantik Dewi yang tertutup cadar , seperti biasa nya Dewi menunggu angkutan umum di halte , beberapa menit kemudian berhenti lah sebuah mobil sport pengeluaran terbaru , dari dalam mobil keluar pria yang telah sebulan tak menemuinya , Dewi tak percaya siapa yang ada di depan nya saat ini.


" Pppàak Tama !?" Seru Dewi dan nampak Air mata menggenang di plupuk mata teduh itu.


" Masuk lah " ucap Tama yang berdiri dihadapan Dewi..


Dewi pun patuh akan ucap Tama.., Tama membuka pintu belakang mobil.. , Dewi berdiri dan perlahan masuk kedalam mobil mewah pengeluaran terbaru itu.. ,


Tomy melihat perhatian Tama terhadap Dewi , Tama meletak kan satu telapak tangan nya diatas kepala Dewi agar tak terbentur dengan langit - langit mobil tanpa disadari oleh Dewi..

__ADS_1


"Asslamualaikum pak Tomy " salam Dewi kepada Tomy


"Wa'alaikum salam Dew.. " jawab Tomy


Tama duduk di sebelah Tomy sedangkan Dewi duduk di kursi belakang sendiri.


Tama mencoba memecah keheningan " Mau kemana Wi..?"


Dewi yang tiba -tiba mendapat pertanyaaan menjadi gagap..


" I- itu..., saya mau ke permukiman yang ada di ujung kota ini , pak " jawab Dewi


" kita antar Dewi dulu Tom ..!" titah Tama pada Tomy


Tomy pun mengangguk..


Sepanjang jalan Dewi melihat air laut yang terhepas kebibir pantai, Dewi pun larut dalam rasa kagum akan indah nya cipta an Allah, Tama yang menatap Dewi dari kaca spion memberi kode pada Tomy dengan senyuman menyeringai dari bibir Tama.


"Ciiiiittt.." tiba - tiba mobil yang ditumpangi Dewi berhenti.


ENTAH LAH Tam .., biar gue cek dulu !?" ucap Tomy yang keluar hendak melihat mesin,setelah itu Tomy kembali .


" Tam.. kayak nya mobil kita mogok " ucap Tomy menjelas kan.


"Terus .. maksud lu , gue jalan sama Dewi ?!" Dewi yang mendengar percakapan Tomy dan Tama merasa tak enak.


" Ma'af pak Tama pak Tomy " ucap Dewi sembari menatap bergantian kearah mereka berdua,


"Gara- gara mengantar saya mobil nya mogok" ucap Dewi merasa bersalah.


"Santai saja Dew.. gue bisa telfon orang bengkel untuk mengambil ini mobil, tapi sekarang yang gue pikirin .. gimana cara nya elu bisa sampai di tujuan !?" tunjuk Tomy pada arah tujuan Dewi, dan di ikuti Dewi.


"Ya Allah iya.. masih jauh.. "ucap polos Dewi.


" Ya sudah saya turun disini saja pak,!" tawar Dewi


"Biar gue temani!" sambung Tama dengan mengedip kan satu mata ke arah Tomy dan dibalas acungan jempol milik Tomy.

__ADS_1


**


Sepanjang jalan pantai Dewi dan Tama hanya saling diam, Dewi bingung ingin memulai percakapan dari mana ??


"Gimana kabar mu ?" tanya Tama


"Al- alhamdulillah baik pak "jawab Dewi gugup dengan melangkah.


"Ma.af selama satu bulan gue e.. Am Sory maksud nya aku!" Tama mencoba membenahi gaya bicara nya jika bersama Dewi , " Aku tidak menemui mu " sambung Tama dengan memandang ke arah pantai .


" Iya ..saya tau pak, dari awal pak Tama tidak menginginkan pernikahan ini , bapak hanya berniat memperbaiki nama baik saya saja di depan warga malam itu !" tutur kata Dewi yang lembut membuat Tama selalu merasa nyaman berlama -lama berada disisi gadis berkrudung besar itu,


" Tapi.... boleh kah saya mengatakan isi hati saya kepada bapak ..? "


Tanya Dewi dan menatap Tama sebentar lalu menunduk lagi.


" Kenapa menunduk lagi HMM.. ?" Tanya Tama sembari meraih dagu Dewi yang tertutup cadar ," apa aku tidak boleh melihat wajah istri ku .


Perkataan Tama membuat wajah Dewi berubah kemerah merah an, Dewi menunduk kan wajahnya lagi karena malu.


Tama menyisir daerah sekitar pantai , lalu Tama mendapat notifikasi dari Tomy , senyum Tama seketika mengembang.


" Ayo jalan ,,!" ajak Tama dengan menggandeng tangan Dewi.


Sepanjang pagi ini Dewi habis kan duduk bersama Tama dibibir pantai beralaskan sebatanģ pohon kelapa yang tumbang , tujuan awal Dewi akhirnya gagal , namun Dewi merasa bahagia bisa menghabiskan waktu bersama pria halal nya dan mendapatkan perlakuan baik dari Tama ,


Wanita muda itu sesekali menatap Tama , "MasyaAllah .. pak Tama ganteng banged kalau seperti ini , tapi sayang aku tak pantas untuk beliau!?" batin Dewi berkata sembari menunduk kan pandangan nya kembali..


" ayo jalan lagi .. "ajak Tama yang telah berdiri sembari membesihkan pasir ditangan nya..


Dewi mendongakkan pandangan nya kearah Tama yang berada didepan nya dengan berdiri , lalu Dewi pun mengangguk.


Tak terasa sore pun tiba , matahari akan meninggal kan peraduan nya dan berganti sang rembulan malam dan bintang yang berataburan..


Tama melirik Dewi yang selalu tertinggal dibelakang , Tama menunggu Dewi dengan berhenti berjalan, dan tersenyum melihat Dewi yang terengah engah berusaha mengimbangi langkah lebar Tama.


🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2