
Bintang menatap kearah Dewi yang sedang berdiri menatap seseorang di sebrang sana..
" Dew... apa yang kamu lihat? " tanya bintang..
Dewi tetap terpaku menatap seseorang itu dengan mata yang mulai berair. Bintang mencoba mengikuti arah pandangan mata Dewi " Dewi lihat siapa sih kok sampai segitu nya?" batin Bintang . Lalu pandangan Bintang kembali tertujuh pada Dewi.
" Dew... !?" panggil sekali lagi oleh Bintang.
Kali ini Dewi mengarahkan pandangan nya ke arah Bintang , dan tersenyum ..terlihat dari mata indah sang Dewi.
" Saya pulang duluan ya mbak Biey !"ucap Dewi ..
" Lho.. kok tiba - tiba sih Dew ?" heran Bintang ,
" Kamu tidak lagi sakit kan Dew? " tanya wanita yang biasa dipanggil Biey itu .
Dewi menggeleng pelan..
"Saya hanya merasa lelah mbak" jawab Dewi kemudian.
" Kalau begitu aku antar pulang ya Dew.. !" Tawar Bintang.
" Jangan ..! biar saya pulang naik ojek saja mbak" ucap Dewi menolak( karena tak mungkin Bintang yang empunya hajat harus meninggalkan acara nya ) pikir Dewi.
" Tapii Dew.. !" ucapan Bintang terputus karena mendengar omelan seseorang kepada Dewi.
" Ma'af kan saya , saya tidak sengaja mbak ?!" ucap ma.af Dewi terhadap wanita didepan nya.
" Astagaa.. mudah sekali kamu ucap kata ma.af!!" ucap sinis sang wanita.
" HEH .. kamu pernah sekolah tidak? " tanya wanita galak itu.
Dewi mengangguk..
" Kalau berbicara dengan lawan bicara tatap orang nya jangan malah menunduk ! Kamu kira ada uang jatuh ?!" ucapan wanita kaya didepan nya itu sungguh kasar.
__ADS_1
Tama yang melihat kegaduhan saat itu memicingkan mata nya tat kala melihat sosok perempuan bercadar yang sedang tertunduk dihadapan wanita yang sedang marah, sekilas Tama teringat kepada istri kecil sirih nya, DEWI.
" Sekali lagi saya minta ma.af mbak !?" mohon Dewi kepada wanita yang pakaian nya basah disebab kan Dewi.
" Ganti ..! " teriak Wanita dihadapan nya, sontak membuat Dewi menatap kearah nya.
" GGG- Ganti mbak.. ?!"ucap Dewi yang mengulang. Dari arah belakang Bintang dan Mirna datang ..
" Mbak bukan kah itu dress nya hanya basah sedikit apa yang musti diganti ?!" sergah Bintang dengan tatapan kesal.
" Kamu lihat gara- gara kecerobohan gadis aneh ini , pakaian bermerk aku basah dan itu membuat aku rugi, sudah sewajarnya kan aku meminta Ganti rugi kepada gadis kampung ini?!" tunjuk wanita sombong dengan tersenyum jahat.
" BERAPA?! biar gue yang menggantinya !?" suara seorang pria yang berasal dari samping kanan Dewi.
Sekilas Dewi melihat kearah sumber suara..! Dewi terperangah setelah melihat siapa pemilik suara itu..
" Biar gue yang bayar uang ganti ruginya.. !" dengan berjalan kearah Dewi pria itu berucap ..
" SEBUTKAN?! " ucap pria itu sekali lagi..
" MMM.. LEON! " tebak tak percaya wanita dihadapan Dewi.
" Astaga iya kamu Leon kan ? yang foto nya dimuat dimajalah Bisnis minggu ini !?" dengan mata yang berbinar wanita somnong itu melewati Dewi dan melupakan niat nya untuk meminta ganti rugi.
" Tak usah mengalihkan pembicaraan !Berapa yang elu minta dari gadis ini , biar gue yang bayar ?!" sambung Leon pria indo yang ditabrak Dewi tadi.
" Tak usah diambil hatu ucapan ku tadi ya.. aku hanya bercanda dengan nya!?" ucapan wanita itu melunak seolah ingin mencari simpàtik dari pria dihadapan nya.
" Hey.. kamu gadis bercadar aku tadi hanya bercanda biar kamu tidak mengulangi kecerobohan mu itu, jadi kamu tak perlu mengganti nya!" ucap wanita itu dengan sombongnya..
Dewi yang mendengar perkataan dari wanita tersebut menegak kan pandangan nya kedepan , mata yang indah itu terlihat oleh Tama.."DEWI!" Pekik Tama ..
" InsyaAllah saya akan lebih hati- hati lagi , sekali lagi saya minta ma.af dan terima kasih .." jawab Dewi dengan tulus.
Lalu Dewi sedikit membungkuk kan tubuh nya kearah pria di sebelah nya , " Terima kasih Tuan " ucap Dewi dengan lembut.
__ADS_1
Pria indo itu mengangguk dan tersenyum kearah Dewi.
" Hati - hati ya Dew.. " ucap Bintang dengan menatap Dewi tak tega.
Setelah itu Dewi melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar cafe..
Dan melewati meja Tama.. , Dewi tak berani menatap atau sekedar berpamitan kepada Tama.
" Saya pulang dulu wahai zauji ku !?" batin Dewi. dengan melewati Tama .
**
Didepan pelataran cafe, Dewi menunggu angkutan umum dengan ditemani dingin nya malam yang menembus gamis yang Dewi pakai.
Dewi termenung mengingat kembali Tama yang sedang menyematkan cincin di jari wanita lain,dengan memegang jari manis nya yang tak ada benda berharga yang melingkar dengan tatapan haru, lalu ia pun tersenyum kecil mengingat kembali statusnya dengan Tama.
**
" Mungkin ini tak pernah terlintas dalam pikiran ku Ya Allah. aku yakin semua ini adalah ketetapan dari mu untuk ku ," batin Dewi kemudian gadis bercadar itu pun tersenyum ikhlas sembari menegakkan pandangan nya kearah depan dan tanpa sengaja Dewi mengarahkan pandangan nya kekanan , " AKHHHH... !!" Dewi reflex menggeserkan tubuh nya dengan keras dan alhasil Dewi terjatuh ketrotoar.
" TU-Tuan !?" pekik Dewi yang melihat sosok Leon yang tiba - tiba duduk disebelah Dewi tanpa sepengetahuan nya.
Leon terkekeh melihat kekonyolan gadis bercadar itu.
" KAMU kenapa?!" tanya Leon dengan mencoba menahan tawa nya.
Dewi yang kesal, tanpa mengucapkan sepatah kata pun langsung pergi meninggalkan Leon seorang diri .
" HAHHHH... gadis aneh , benar - benar aneh !" sambung Leon dengan menyandarkan tubuh nya dan mengarahkan pandangannya keatas menatap langit malam ini lalu tanpa sadar tangan Leon meraba sandaran kursi bekas Dewi duduk melamun tadi.
Lalu Leon sedikit mengangkat bahu nya dan pandangan nya kearah kursi duduk Dewi tadi lalu tersenyum menyeringai.
" DEWI, nama yang indah !" gumam Leon dengan memejamkan mata berusaha mengingat kembali mata Dewi yang menatap nya tadi , walau sejenak.
💐💐
__ADS_1