
💐💐
" Padahal ibu itu sudah meminta ma' af kepada bapak tersebut, tapi dengan tega nya bapak itu memukul , mencaci, menendang seorang ibu yang sedang tak berdaya didepan nya.
" Saya bermaksud untuk membantu ibu itu, tapi lagi - lagi seorang bapak mengatakan bahwa ibu itu memiliki hutang pada nya dan memaksa ibu tua untuk melunasi hutang nya saat itu juga! " seru Dewi
Nara yang mendengarkan cerita Dewi , membuat Nara makin merasa heran.., dengan mencondongkan tubuhnya kearah Dewi..Nara mencoba bertanya..
" Terus apa hubungan nya sama elu , memang nya elu kenal siapa itu ibu ??" tanya Nara dengan datar.
Dewi menggeleng pelan..
" Terus kenapa elu bisa sampai di tempat tadiiiii ? " sahut kesal Rosa kemudian.
" Saya tidak tahu kalau nanti nya akan dibawa ketempat macam itu!" jelas Dewi merenung.
" Lalu elu dijual !" sahut Nara sinis .
Dewi mengangguk ..
" Elu memang manusia aneh sepanjang sejarah hidup gue yang pernah gue temukan !" ucap Nara dengan terkekeh.
" Kok bisa aneh, bukan nya saling tolong menolong terhadap sesama adalah baik " ucap Dewi.. dengan tegas..
" Dengan membahayakan diri elu sendiri ? " sahut Nara kesal, Nara melihat Rosa telah terlelap dipembaringan. Lalu Nara mengarahkan pandangan nya ke arah Dewi..
" Tidur lah , besok biar gue dan Rosa yang mengantar elu pulang!"ucap Nara.. kemudian mematikan sebatang rokok yang ia pakai barusan.
Dewi pun mengangguk ..lalu Dewi pun menarik selimut dan bantal Milik Nara... kemudian pergi menuju mimpi yang indah.
Lalu Mereka bertiga tidur disatu ranjang yang sama..
**
Kumandang adzan Subuh terdengar ditelinga Dewi, Dewi mencoba mem bangunkan Nara atau pun Rosa..
__ADS_1
" kak.. ! " panggil Dewi pelan
" HMMM.. apa !?" sahut Nara dengan suara khas orang masih ngantuk.
" Masjid sebelah mana ?" tanya Dewi kepada Nara yang baru saja terbangun.
Nara menatap sebal kearah Dewi ..
" Dalam kepala ini bocah isinya apa sih.. ? apa isinya cuman kalimat kalimat menyebal kan saja adanya ? " tanya Nara dalam hati.
" HAAAAHHHH... " helaan nafas Nara..
" Masjidnya ada disebelah kanan jalan kalau dari arah kontrakan gue !" jawab Nara dengan serak..
" OH .. ya ! kalau begitu terima kasih kak " ucap Dewi dan berlalu .
**
Lima belas menit kemudian , seorang wanita muda sedang gusar diatas tempat tidur nya, alhasil manusia yang berada di sebelah nya pun ikut terganggu akibat aktifitas nya kini..
" Ros.., kenapa itu bocah lama ya datang nya ? tadi dia pamit mau kemasjid ?!" resah Nara yang menunggu Dewi tak lekas kembali.
" Elu kenapa sih Raa.. ?" tanya heran Rosa.." Elu tunggu saja bentar lagi , pasti itu bocah sampai !" sambung Rosa.
Tanpa berpikir lagi atau ganti baju , Nara menarik lengan Rosa mencari Dewi..ke masjid..
Rosa melihat setiap tatapan mata warga mengarah kepada merela berdua..
" WOI .. Raa elu masih waras kan ?! " Tanya Rosa dengan menarik lengan nya dari tangan Nara.
" Elu sadar tidak kita masih memakai piama !" sambung wanita berbulu mata lentik.
" Gue tidak peduli yang penting elu temenin gue cari itu bocah, elu tahu sendiri kalau itu bocah memiliki keluguan tingkat dewa.." seloroh NARA dengan melangkah.
" HAAAAH.. apa yang elu bilang ada benar nya !" sambung Rosa selanjutnya.
__ADS_1
Sesampainya di halaman masjid.. Nara dan Rosa berdiri menunggu Dewi , terlihat gadis bercadar itu sedang mendengarkan tausiah seorang ustadzah.
**
Tiga puluh menit berlalu.. , Tausiah dari ustadzah pun usai. Dewi hendak bersiap -siap akan melangkah keluar masjid .
Dewi mendengar sayup - sayup ucapan para ibu - ibu.." *bukan nya mereka yang tinggal di ujung sana ? " tanya salah satu ibu - ibu , " mau apa mereka jam segini keliaran ?! Dasar wanita malam !" sambu**ng ibu yang lain* . Dewi mengarahkan pandangan nya kearah ibu- ibu , lalu Dewi tak berani berasumsi apa pun tentang isi obrolan para ibu - ibu itu.
Dewi melanjutkan langkah nya keluar masjid, dalam pikiran Dewi, setelah dari masjid ia akan izin untuk pulang pada kedua wanita yang baru ia kenal , Dewi tak ingin bude Yayuk mengkhawatirkan nya , pasalnya Dewi sudah berjanji akan pulang hari ini melalui sambungan ponsel milik nya.
**
Dewi yang sedang memakai sepatu, tiba - tiba mendengar suara wanita muda memanggil nya dari arah samping .
" Sudah?" tanya Nara..
" Kak.. !" satu kata yang keluar dari bibir indah nya membuat para ibu -ibu yang berada di belakang mereka bertiga tercengang mendengar nya.
" HMMM.. , ayo kita balik !" ajak Nara dan Rosa..
Gadis bercadar itu patuh dengan ucapan dua wanita di depan nya.
" Ya ampunn... ! lihat ibu - ibu .. , adik nya menutup aurat tapi kakak nya memamerkan aurat, kepada pria -pria hidung belang" ucap berbisik ibu - ibu dipagi hari dengan tatapan jijik .
Dewi membalikkan tubuh nya , menatap beberapa ibu - ibu tersebut.
" Ibuuu... ma.af kan sebelum nya atas kelancangan saya!" ucap Dewi dengan sopan , Nara dan Rosa yang melihat tingkah teman kecil nya itu hanya terdiam .
" Saling mengingatkan itu baik , tapi dengan adab yang baik juga! " sambung Dewi dengan lembut.
" Jangan sampai niat baik kita untuk mengingatkan sesama kejalan yang baik malah menyakiti perasaan orang lain dengan atau tanpa sengaja, kalau sampai hal itu terjadi bukan nya kita mendapat pahala malah akan mendapat dosa.." seru Dewi. Nara dan Rosa terharu mendengar perkataan teman bercadar nya.
Dan pada akhirnya ibu- ibu itu tanpa menjawab mereka langsung membubar kan diri .
.....
__ADS_1
Setelah nya mereka bertiga berjalan menuju kontrakan Nara, dengan segala cibiran dan umpatan dari para warga yang melihat kearah mereka bertiga ,( Dewi yang berpenampilan syar'i lengkap dengan cadarnya, sedangkan kedua wanita disebelahnya memakai stelan piama pendek pada bagian celana -begitupun dengan atasanya nya .