QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 57


__ADS_3

๐Ÿ’๐Ÿ’


"Kok mata ini susah sekali untuk dipejamkan..!?" Gumam Dewi dengan mengucek kedua mata nya ,


"KRUCUKkk... , ya Allah ternyata saya lapar lagi" dengan memegang perut yang mulai membuncit, "Tapi ...lagi pengen makan salad buah , malam -malam mesti nyarik dimana??" Ucap Dewi dengan melihat jam dinding menunjuk kan jam 8 malam,


"DUH .. uda jam 8 malam .., mau telfon mbak Nara tapi tidak enak dia lagi kerja!?" Gumam Dewi lagi .


" Huufttt .. Bismillah berangkat sendiri saja deh..!" ucap Dewi dengan bergegas berganti pakaian nya..


"GREKKK. .. " Dewi menutup pagar rumah.


Dewi berjalan sendiri mencari salad buah yang didingin kan nya , tapi ...


Disebrang jalan .. Tama dan Tomy berpapasan dengan Dewi.


"Tom ikuti istri gue ... !" ucap Tama .


"Mau kemana istri elu malam -malam keluar sendiri ?!" Tanya Tomy kepada Tama.


Tama bergeming , tetap fokus melihat istri kecil nya berjalan seorang diri hendak menyebrang i jalan.


Tama panik melihat istri nya sedikit berlari menuju toko yang menjual aneka salad ..


"Alhamdulillah .. masih buka !?" ucap syukur Dewi.


" AH .. itu dia !?" Dewi melihat salad buah yang di ingin kan ,


Dewi menjijit kan kaki untuk mencapai salad buah yang ada di rak pendingin paling atas .


"Ya Allah mana pelayan nya ya.. biasanya ada yang lewat !?" ucap Dewi dengan melihat kanan kiri nya tak ada orang satu pun.


Dewi berusaha meraih nya ..


"Pasti bisa sedikit lagi ?!" Gumam Dewi dengan berusaha mengulur kan tangan nya untuk meraih salad incaran nya.


Dari arah belakang muncul seseorang yang membantu Dewi, pria itu menyodor kan beberapa cup salad buah pada Dewi,


" Ter...ima a a ,pak Tama ... !?" pekik Dewi..


Salad buah yang Dewi terima dari Tama terjatuh kelantai.


"PUKK.."


Tama melihat salad yang terjatuh telah kotor , Tama bergegas mengambil salad yang baru untuk Dewi dan meraih lengan Dewi dengan lembut dan melangkah tanpa sepatah kata pun dimeduanya menuju kasir , setelah Tama menyelesaikan pembayaran , keduanya berjalan keluar toko , Dewi yang masih tertegun menatap Tama hanya menurut saja.


" Jangan keluar malam- malam !?" ucap khawatir Tama secara tiba -tiba


" Ss-sayya - saya lagi ingin makan salad PAK eh MAS.. !?" ucap gugup Dewi


"Tetap tidak boleh !" Sergah Tama pada Dewi.

__ADS_1


"Ma af ..!" ucap Dewi tertunduk lesu didepan Tama.


Tama melihat perut Dewi yang mulai membuncit dan tertutup krudung besar nya, seulas senyuman indah terbit dibibir merah pria dingin berkaca mata itu menatap Dewi..


Tama melihat ada bangku panjang di sebuah taman dekat toko penjual salad ..


"Ayo duduk disana !" ajak Tama pada Dewi ..


Dewi pun patuh dengan mengekor dibelakang pria bertubuh tinggi itu dan duduk disamping Tama.


"Makan dulu salad nya !" ucap Tama


" Bukan kah kamu bilang lagi ingin makanan itu..?" Jelas Tama lagi dengan membuka kan tutup cup salad ditangan nya.


Dewi mengelengkan kepalanya tanda tak mau..


"Saya makan dirumah saja , ini sudah malam !" Ucap Dewi dengan menahan tangis nya.


Tama merasa cemas dengan istri nya yang terdengar ingin menangis.


Tama berjalan menuju mobil yang dikendarai Tomy.


"Tom keluar lu.. !" ucap Tama


"EH.. buat apa elu suruh gue keluar!?" protes Tomy.


"Sudah ..protes saja lu... !?" Ucap Tama dengan membuka pintu mobil untuk Tomy , namun Tomy memberi tatapan bingung dengan perlakuan Tama .


"Gini amat sih jadi bawahan plus sahabat , merangkap dua jabatan sekaligus gue !?" seloroh Tomy.


"Ckk.. elu bisa tidur ditiap pertiga an dan perempatan lalu setiap tikungan!" sahut Tama " bukan nya elu bisa tidur bersama cewek -cewek elu yang berada dimana mana ?!" ucap Tama sembari memberi senyuman jahil pada Tomy.


"Elu kira gue arah jalan pakek bilang pertiga an , perempatan ,dan tikungan ?!" sergah Tomy dengan nada kesal "Okey gue mengalah lagi sama elu , awas saja elu entar kalau gue lagi *** *** .. elu caling caling .. !!" ucap ancam Tomy.


Setelah Tomy pergi , Tama menghampiri Dewi .


"Ayo .. aku antar pulang.. !?" Ajak Tama.


Dewi mengangkat pandangan nya menatap suami dewasa nya.


"Apa tidak apa -apa mas ? nanti nya kalau ada yang tau !" Khawatir Dewi


Tama sudah gemas dengan istri siri nya yang mulai tak langsing lagi karena mengandung anak kembar dari Tama.


Tama membungkuk kan badan nya dan mengangkat tubuh Dewi yang sedang membawa beberapa cup salad buah ditangan nya.


Senyum mengembang dibibir Dewi, ada rasa bahagia karena diperhatikan oleh pria halal nya.


Tama menduduk kan Dewi perlahan di dalam mobil lalu Tama duduk dikursi kemudi, tak lupa Tama memasangkan sabuk pengaman pada Dewi, kemudian Tama baru memacu laju kendaraan sport milik nya.


**

__ADS_1


sesampainya dirumah Dewi


" Masuk mas.. " ucap Dewi


Tama melihat rumah yang dua bulan lalu ia tinggal kan.


Dewi membawa dua sendok dan secangkir kopi mocca hangat kesukaan Tama.


" Silah kan mas.. " ucap Dewi dengan meletak kan minuman diatas meja.


Dewi melepas cadar dan krudung besar milik nya, Tama melihat betapa cantik dan sempurna nya istri kecil nya itu yang kini duduk berada dihadapan nya..


"AK .. mas !" ucap Dewi yang menyodorkan satu sendok salad ke arah mulut Tama.


" Tidak sayang kamu saja yang makan !?" Tolak Tama dengan menyentuh pipi Dewi.


Dewi meletak kan sendok yang ia gunakan dan berhenti memakan makanan nya, Dewi perlahan tertunduk cukup lama menahan sebuah rasa yang ingin terucap..


" HIKSSS... saya rindu mas...saya rindu mas Tama !" ucap Dewi berusaha menahan tangis nya namun sia sia.


Bibir Tama melengkung sempurna melihat kelakuan istri kecil nya yang menangis sesegukan.


"Aku kira kamu akan bertahan sok kuat sayang !?" Sahut Tama dengan menatap lekat Dewi disertai senyuman.


"Kemarilah ... " ucap Tama dengan merentangkan kedua tangan nya.


Dewi menggeser duduk nya ke arah Tama, dan memeluk Tama dan di sambut pelukan yang erat oleh Tama.


"Kenapa sok kuat HMM... !?" Ucap Tama dengen mengecup kening Dewi.


"Saya tidak mau mas Tama khawatir dengan saya ?!" Jawab Dewi dengan tetap berada di pelukan suami nya.


"Aku mau mengajak mu ke rumah utama , mengenal kan mu pada mama -papa !?" ucap serius Tama .


" Tidak mas.. !" kali ini Dewi melepas pelukan nya dari tubuh atletis Tama.


Tama mengerutkan kening nya๐Ÿคจ


" Kenapa ?!" Tanya Tama dengan menarik tubuh Dewi untuk Tama peluk kembali.


" Saya tidak mau menyakiti banyak hati disana ! hati kedua orang tua mas Tama dan hati i i.... istri mas Tama !?" ucap ragu Dewi.


"Aku tidak perna satu atap dengan Ketty walau dia berusaha menyentuh ku tapi aku selalu menghindar !" jelas Tama agar Dewi tak salah faham.


"KENAPA AA!? " Pekik Dewi.


"Untuk apa sayang... yang aku mau hanya istri kesayangan ku yang ada dihadapan ku sekarang" jawab Tama dengan serius.


"Tapi saya tidak mau melukai hati kedua orang tua mas Tama.. !" ucap Dewi lagi , " Jika saya memaksa selalu bersama mu mas !?" Lanjut Dewi kemudian.


๐Ÿ’๐Ÿ’

__ADS_1


__ADS_2