
ππ
Tama membaringkan tubuh kecil Dewi diatas ranjang milik pengusaha ternama itu dengan lembut,Tama menatap mata Dewi dalam -dalam dan berkata..
" Bisa kah aku meminta hak ku sekali lagi ? " Dengan nada lembut dan tatapan yang menggoda iman .
Dewi mengangguk kan kepalanya,Tama yang mendapatkan signal lampu hijau tak membuang- buang waktu lagi,
Dewi pun tak munafik dia pun menginginkan hal yang sama , seperti yang dirasakan Tama , ada dorongan yang kuat dari dalam diri Dewi untuk melakukan nya dengan Tama.
Tama mengecup kening Dewi , beralih ******* bibir ranum Dewi dan kali ini Tama cukup terkejut , Dewi istri kecilnya dapat mengimbangi ciuman Tama , Tama tersenyum senang dan semakin membuat Tama bergairah , ketika Tama hendak beralih mencium Dewi lebih jauh lagi , Tama mendengar..
"Mas... " panggil Dewi kepada Tama .
Tama yang mendapat panggilan yang selama ini di inginkan nya merasa bahagia dan tersenyum.
"Apa sayang?" jawab Tama , kali ini Dewi yang terbuai dengan panggilan sayang dari sang suami dewasanya.
"BACA DOA dulu agaΕ apa yang kita lakukan ini dapat ridho dari Allah " ucap wanita muda itu.
Tama sejenak menggaruk kepala nya yang tak gatal .
"Harus ya YANK.. ?!"tanya Tama lagi dengan terkekeh.
"He'em " dengan menggangguk Dewi mengatakan .. "Alangkah baik nya mas .. agar setiap ibadah yang kita lakukan mendapat ridho dari Allah ".
Tama pun merubah posisi nya yang semula posisi siap menyerang kali ini berganti dengan posisi duduk.. lalu mengatakan...?
"Tapi mas tidak tau doa nya !?" kali ini Tama benar -benar malu.
Dewi tersenyum kearah Tama kemudian dengan sabar mengajari suaminya ...
"Aamiinn .." ucap Tama kemudian mengusap telapak tangan nya ke wajah, kemudian Tama meletakkan kaca mata nya di atas nakas..
Tama membelai rambut Dewi yang sedang terurai indah menutup wajah cantik istri sang pengusaha yang sedang tertunduk..
Tama mulai mencium leher putih Dewi dan meninggal kan bekas kepemilikan Tama dann.... (( dannnnn itu saja π π ngehalu nya tidak boleh jauh - jauh nanti , dosaπ ))
Next next.. π
"Haaahhh....
"Terima kasih Wii.." ucap Tama dengan nafas terengah -engah " ah hhh.. cup.." Tama mengecup kening Dewi dan menatap Dewi yang berkeringat .
__ADS_1
"Capek .. ?" tanya Tama sembari mengusap keringat Dewi diwajah.
Dewi hanya mengangguk pelan ,
"Apa masih sakit .. ? " tanya Tama lagi dengan menunjuk bagian bawah milik Dewi,
Dewi mengangguk pelan kembali dan bersembunyi di dada bidang Tama karena malu.
Tama menarik tubuh ramping Dewi kearah pelukan nya, Tama mendekap nya erat, dan sesekali mengecup kening Dewi dengan penuh kasih sayang.
"Ma.af .. karena telah membuat mu lelah,, !"ucap Tama dengan mengusap pipi mulus Dewi. Dan memandang istri kecil nya..
"Tuhan aku tau aku bukan hamba yang taat , dan pantas meminta pada mu ..tapi lihat lah wanita muda sholeha di pelukan ku ini, aku tak ingin menyakitinya atau meninggalkan nya, tapi.... aku ada beban tanggung jawab yang harus ku pikul seumur hidup ku karena sebuah janji yang harus ku tepati , aku mencintai istri ku Dewi , aku sangat amat mencintai nya Tuhan ,setetes air mata pria dewasa itu lolos begitu saja.. aku ingin memiliki anak dari nya membangun rumah tangga dengan nya tapi .. aku tak sanggup melawan takdir ini , andai aku mau pasti orang orang disekitar ku yang akan menerima akibat nya.
Tuhannnn izin kan lah aku meminta pada mu , jagalah dia untuk ku dan jika dia memang jodoh ku persatukan kami Tuhan aamiiinnnn..
**
Jam menunjukkan pukul 5 pagi..
"Huekk.. huekkk.. ahhhh.." suara seorang wanita terdengar dari kamar mandi.
Tama terbangun kerena mendengar suara dari dalam kamar mandi, Tama buru - buru mengambil celana panjang milik nya dan menuju kamar mandi.
Klek.. Dewi keluar dengan wajah pucat..
"Iya mas.. " dengan mengatur nafas sehabis mengeluar kan isi perut nya pagi ini, Dewi.
"Kamu sakit.. !?" tanya khawatir Tama dengan memperhatikan isi dalam kamar mandi..
"Tidak mas.. Saya tidak sakit kok! " dengan tersenyum kecil kearah Tama.
Tama mengangkat tubuh kecil Dewi .
"Mas Tama .. apa yang mas Tama lakukan ?!" pekik Dewi
"Sekarang kamu harus ganti baju kita kerumah sakit !!" Ucap Tama dengan dingin.
"Tapi ?".. ucap Dewi
"Aku tidak suka penolakan !" tatapan Tama membuat Dewi takut.
"Apa gue semalam terlalu bersemangat , ahh.. sial kenapa sekarang Dewi seperti candu untuk gue.." gumam seorang Tama sembari tersenyum .
__ADS_1
Diruang tunggu rumah sakit,
Wanita muda bercadar menatap kearah pria dewasa berkaca mata yang sedang duduk disamping nya.
"Kenapa mas Tama memakai masker begini ?" tanya Dewi sambil menarik -narik pelan masker milik Tama.
"Sayangggg... !?" Suara Tama yang pelan dengan memencet hidung Dewi.
"Ihh.. sakit mas.. " keluh Dewi cengiran manja kepada Tama , Tama yang melihat tingkah menggemaskan istri kecil nya , tangan Tama terulur kearah Dewi kemudian menarik tubuh Dewi kearah dekapan nya.
Perlakuan Tama membuat Dewi tak nyaman , Dewi menarik tubuh kecil nya dari dekapan Tama, Tama menaikan satu alis nya heran dengan menatap Dewi ..
"Kenapa ?!" Tanya Tama heran.. " Malu mas.. !" Jawab Dewi dengan malu.
Lantas Tama pun mengangguk paham...
**
Di ruang poli umum ..
" Ibu Dewi al humairah " panggil perawat.
"Iya .. saya!?" Dewi berdiri , Tama mengekor dibelakang Dewi yang masuk keruang dokter umum itu.
Dokter mencoba melakukan PEMERIKSAAN terhadap Dewi sampai dua kali , dokter umum tersebut memicingkan mata terarah pada Dewi dan Tama .. , Dewi dan Tama saling memandang.
"Apa bapak suami dari mbak Dewi..? " tanya dokter wanita itu dengan membaca biodata Dewi.
Tama yang mengerti arah ucapan dokter wanita tersebut merasa tak nyaman ..
"Iya saya suami nya dok !" dengan tatapan dingin dan kesal.
"Sebelum nya saya minta ma.af telah lancang menanyakan hal ini !" Ucap Dokter dengan tenang .
"Kapan terakhir kali nya bapak dan mbak Dewi melakukan nya ?!" Selidik Dokter perempuan didepan nya .
Tama mendengar pertanyaan sang dokter, mengarahkan pandangan tajam tak suka ke pada dokter didepan nya.
Tama yang tersinggung oleh ucapan dokter mulai melepas masker yang ia kenakan .
Sontak membuat dokter dan perawat wanita itu terkejut..
ππ
__ADS_1