
ππ
Pagi ini Dewi merasa kan tak enak badan , perut serasa diaduk , wanita muda berkrudung besar itu mencoba berjalan kearah dapur namun diurungkan nya , ketika mendengar suara notifikasi masuk di ponsel nya ..
Senyum mengembang indah diwajah polos Dewi , ketika membaca isi notifikasi itu dan melihat nama seseorang yang selama satu bulan ini ia rindukan ..
"Temui aku didanau dekat taman !" isi pesan Tama pada Dewi..
"Pak Tama ..!?" Gumam wanita berbadan kecil itu dengan kegirangan , kemudian Dewi masuk ke kamar mandi , setelah selesai membersihkan diri , Dewi berdiri didepan lemari tua nya , Dewi mengambil gamis yang berwarna Brown dan krudung berwarna senada, dengan langkah riang Dewi menunggu dihalte biasanya..
"Tuhannn ..apa yang hari ini saya rasakan " ucap Dewi " jantung saya berdegup tak menentu sedari ia menyapaku , walau hanya sebatas chat !? Mungkin kah karena rasa rindu kepada nya.. ? Tuhannn terima kasih atas segala kebahagian ini " ucap Dewi dengan senyuman yang terus mengembang dibibir polos nya yang tertutup cadar.
Beberapa menit kemudian Dewi sampai pada tempat yang dimaksud , setelah turun dari bus kota Dewi melihat ke segala arah mencari pria berkaca mata yang bebrapa minggu ini sangat dirindukan nya..
Wanita muda dengan gamis syar'i lengkap , mencoba melangkah kan kaki nya dengan perlahan..
Dan Dewi pun menemukan sosok imam dalam rumah tangga nya sedang duduk menatap danau disebuah taman seorang diri , pria dewasa itu memakai kemeja hitam dan celana panjang berwarna abu rokok , senyum seorang wanita muda bertubuh kecil yang memakai khimar lengkap dengan cadar , mengembang sempurna tatkala melihat laki - laki berbadan tinggi dan tubuh atletis dengan potongan rambut cepak ,plus bibir yang merah seperti para oppa korea yang lagi terkenal itu dengan mata elang nya ,walau terhalang oleh kaca mata transparan nya.. menggambarkan pria dewasa yang berwawasan luas dan cerdas.
"P-pak Tama..! " panggil Dewi.
Tama mengarah kan pandangan kearah suara seorang wanita yang selalu ia lamunkan selama ini , sejenak tatapan itu terpaku pada sosok wanita dihadapan nya kini , ada rasa rindu bercampur rasa yang sukar untuk dijelas kan oleh lisan , Tama berdiri lalu merentang kan kedua tangan ke arah Dewi .. seraya mengangguk kan pelan kepala , Dewi yang melihat itu berhambur berlari kearah sosok imam yang ia rindukan .
" Srerrtttt... " Tama memeluk tubuh kecil Dewi dengan erat sambil memejam kan mata , seraya merasakan hangat nya tubuh yang selama ini ingin ia sentuh , tubuh kurus yang kini makin nampak sedikit kurusan , dangan dahi yang terlihat memucat dan mata yang terlihat lelah.
"Pak Tama...hiks.." ucap Dewi dengan mendongakkan kepala kearah Tama, nampak ujung mata wanita muda itu mulai basah, karena memang tinggi Dewi hanya se dada Tama , Dewi mengendus aroma parfum yang dikenakan Tama walau tertutup cadar Dewi masih bisa merasakan aroma yang selama ini ia rindukan, Tama yang melihat kelakuan istri kecil nya tersenyum , Pria angkuh itu merasa ada yang aneh pada tingkah Dewi yang mengendus- endus dada bidang milik nya.
"Apa kamu rindu pada ku?"
Pertanyaan Tama membuat Dewi tersadar dari buaian nya ,
Dewi kembali mengarah kan kepala nya ke atas menatap Tama , Tama yang sedari tadi menatap wanita bertubuh kecil itu , yang kini berada didekapan sang pria dewasa halal nya.
Dewi mengangguk ..
" JAWAB " Sahut Tama yang terdengar tegas.
__ADS_1
"I-iya..." Jawab Dewi Dengan menundukkan pandangan lagi yang sedang tersipu malu.
"Seberapa besar rindu mu pada ku!?" pertanyaan Tama membuat Dewi menatap pria dewasa itu kembali ..
Tanpa aba - aba Tama mengecup kening Dewi lammaaa. .. dan dalam, lalu melepas kan kecupan itu perlahan dengan tanpa mengalihkan tatapan yang telah beradu antara satu sama lain.
Hangat nya kecupan yang Tama berikan membuat Dewi memejamkan mata merasakan aliran kasih sayang seorang suami dan ungkapan rindu yang tak bisa terucap kan oleh kata -kata dari pria tinggi yang berwajah tampan didepan nya kini.
"Aku sangat merindukan mu Wii.. SANGAT..!?" dengan tatapan sayu Tama mencoba menyampaikan alasan kenapa ia tak menemui Dewi setelah kejadian di penginapan malam itu.
**
Tama dan Dewi duduk di kursi panjang yang terbuat dari kayu, dibawa pohon yang rindang keduanya menikmati damai nya suasana taman , semilir angin yang menyapa keduanya , burung - burung merpati yang berterbangan dan danau yang tenang.
Tama menarik tubuh Dewi ke dalam pelukan nya , kepala Dewi di sandar kan di dada kanan Tama dan tangan kanan Tama mengarah kesamping kanan agar Dewi bisa bersandar pada dada Tama, kain cadar wanita muda itu melambai lambai indah tatkala hembusan angin menyapa dikeduanya , Dewi yang memang mengharap kan perlakuan dari Tama seperti ini merasa sangat bersyukur , ada perasaan bahagia yang berbeda dalam diri Tama dan khusus nya Dewi.
**
Disaat Dewi mulai larut akan suasana , tiba - tiba ..
Dewi menarik kepala nya dari dekapan Tama, dengan memandang ke arah Tama lalu beralih menatap penjual manisan , Tama sedikit ragu bertanya kepada Dewi ..
" Kamu mau manisan buah itu ? " tanya Tama dengan lembut.
Dewi mengangguk dengan mata berbinar..
"PAK ...!" panggil Tama dengan melambaikan tangan nya ke arah bapak penjual manisan tersebut.
"Ya tuan , apa tuan mau membeli manisan saya ?" tawar bapak penjual manisan dengan menunjuk dagangan nya .
Dan dijawab anggukan oleh Tama..
"Mau yang mana ?" Tanya Tama pada Dewi , karena ada beberapa macam manisan buah yang dijual oleh sang bapak .
Lalu wanita bercadar yang kini usianya dua puluh tahun itu dengan polos nya..
__ADS_1
"Yang ini- ini- emmm.. π€ini jugaπ ! dan pak .. ? " ucapan Dewi tertahan " Apa boleh saya mintak sambel nya agak banyak !?" ucap tanya Dewi kegirangan.
" Boleh neng... " jawab ramah si bapak.
Tama yang melihat Dewi menunjuk semua jenis manisan buah itu dengan aura kebahagian yang terpancar dari sorot mata nya , Tama sengaja membiarkan Dewi meminta apa yang ia mau , bagi Tama ..ingin rasanya selalu mengabulkan keinginan istri kecil nya itu, dan apapun yang ia minta , tapi ...!?..
Semua itu hanya keinginan seorang Tama , karena setelah ini Tama akan menikahi wanita yang tak pernah ia harap kan , hanya karena sebuah janji .. yah JANJI...
Satu menit berlalu , seperti berlalu nya si bapak penjual manisan dari hadapan keduanya..terlihat beberapa macam manisan telah ia dapat kan ...
Dewi melihat kearah kanan dan kiri .. "CELINGAK CELINGUK ", membuat Tama mengikuti arah pandangan wanita muda itu.
Tama yang merasa aneh melihat kelakuan istri kecil nya, mengerutkan dahi nyaπ€¨..
"Tidak ada orang !" celetuk Dewi yang sedang memastikan keadaan , yang kebetulan taman memang lagi sepi.
Dewi menaikkan cadar nya dan mulai memakan lahap manisan mangga muda , kedondong yang berwarna kuning yang di cocol kan di sambal GARAM , CABE DAN GULA yang telah halus.. beberapa detik kemudian..
"SERRTTTT ..Huua hua ..!! PEDAS ! " celetuk Dewi dengan ekspresi lucu disertai keringat yang mengucur di dahi nya , membuat Tama pria angkuh itu tertawa lepas .
"HAHAHAHAA .. kamu sih .. makan kayak anak kecil!" ucap Tama dengan menyodorkan air mineral kearah istri kecil nya lalu mengusap keringat diwajah Dewi .
Tanpa menjawab pernyataan Tama , Dewi meneguk air mineral itu..
"Gluk gluk ahkkk.. alhamdulillah segar pak " ucap Dewi dengan tersenyum puas , kali ini Tama tertegun akan senyuman indah Dewi, ditempat terbuka dan tanpa cadar.
Tama mengusap -usap pelan kepala Dewi yang tertutup krudung dengan rasa sayang seorang pria dewasa .
"Pak Tama mau!?" Dewi mencoba menawarkan makanan nya pada Tama ,
Tama menggelengkan kepala nya..
" Tidak ..Makan lah .. aku cukup melihat nya , itu sudah membuat perutku mules membayang kan asam nya mangga muda itu !?"tunjuk Tama pada tangan Dewi.
ππ
__ADS_1