
🖤🖤
Pagi ini ..
Tomy telah sampai di ruang kerja Tama, dengan memasang wajah yang tak sedap dipandang ..
Tama menatap kearah Tomy yang sedang duduk dengan melamun , Tama mengangkat satu alis nya ke arah Tomy🤨
" kenapa lagi si MEONG ini !? Mukanya sepet banget.. , seharus nya aku yang kesal dengan nya ,EEHHH... malah dia yang curi start duluan !" Batin Tama , lalu terlewat ide jahil pria berkaca mata itu.
" WHEEERRRR... PELETAK !! " Suara benda melayang dan menimpa tepat pada sasaran.
" SUWEEKK LU TAM !!?" Pekik Tomy dengan nada kesal seraya menggosok - gosok kepala nya yang ter timpa pulpen .
" ckk.. sudah bangun lu ?! " Sindir Tama dengan nada datar, Tomy tak menjawab sindiran Tama, Tomy terus menatap layar didepan nya , namun bukan isi dari dalam laptop yang sedang ia pikirkan ,akan tetapi wajah seorang wanita yang membuat jiwa penjahat nya bangkit dipagi hari.😁✌
Siang hari nya ... di sebuah restauran .
Tama dan Tomy sedang makan siang, Tama terus menatap curiga kepada sikap aneh Tomy hari ini yang lebih banyak diam nya dan tak fokus dalam pekerjaan nya.
Pria dingin itu memutuskan untuk mencari tau..
" Elu kenapa tom ? " Tanya Tama dengan tatapan serius terarah pada Tomy..
Tomy yang sedari tadi terus melamun seolah berperang akan pemikiran nya , kini mengarahkan pandangan nya kearah Tama.
Dengan datar Tomy mulai menceritakan seseorang yang ia temui sewaktu ia berada di tempat terpencil tersebut tanpa ia sengaja.
Dengan sikap tak yakin ..
" ckk .. elu yakin itu Ketty-Tom ?!" Tanya Tama ragu.
" gue serius Tammmm , itu memang Ketty dan ini pagi wanita itu nyamperin gue ke apartemen ! Maki - maki gue karena gue keceplosan bilang ke ibu pengurus panti kalau gue tunangan nya si Ketty itu !!" jelas Tomy panjang lebar.
"PEEÈPPTSS.." Tama mencobà menahan tawa dihadapan Tomy , Namun ia gagal ..dan akhirnya..
" HAHHAHAAA .. " Tama menertawakan Tomy
" Tom - Tom .. " suara Tama dengan mencoba menahan tawa nya berkata " HADUHHHH... gimana yaaa.... Tom !?" Celetuk Tama dengan nada candaan.
" Kalau menurut istri gue , UCAPAN ADALAH DOA !" sambung Tama dengan menepuk -nepuk pundak Tomy .
Dengan tatapan kesal Tomy..
__ADS_1
"SEMBARANGAN lu Tam !" Sahut Tomy dengan melahap makanan nya.
Suasana menjadi hening , hanya ada suara dentingan alat makan mereka berdua..
Namun Tama masih memiliki tanda tanya terhadap pria play boy didepan nya kini..
" Elu datang lagi kepanti itu ?!" Tanya Tama dengan menyesap minuman nya sembari menatap tanya pada Tomy.
" HMMMM... " sahut Tomy dengan datar.
" Elu masih berharap dengan kenangan semasa kecil elu ?!" Tanya Tama lagi.
Tomy menggangguk.. " gue masih menunggu nya Tam sampai detik ini...!" Sambung Tomy dengan mencoba mengulas kenangan nya kembali.
Tama mendengarkan ucapan Tomy dengan manggut - manggut..
" Bab itu elu belum mau serius sama satu cewek !?" Tebak Tama kali ini dengan bersandar dipojokan sofa , lalu menatap Tomy .
Kemudian dianggukkan oleh Tomy..
" gue janji akan menjemput nya DAN ?!" Tomy tak melanjutkan ucapan nya..
Tama menajamkan tatapan nya kearah Tomy.
" Bukan nya elu pernah cerita ke gue , kalau DI-a ?!" Tama tak melanjutkan ucapan nya ketika melihat Tomy terdiam tak meneruskan melahap makan siang nya.
**
Di toko kue sederhana ..
Dewi mendatangi Nara dan Rosa di toko kue yang di kelolah oleh Nara , dan kebetulan pagi ini .. mereka bertiga tidak ada kesibukan seperti biasa nya.
**
" Assalamualaikummmm ?!" Sapa Dewi yang melihat Nara dan Rosa sedang duduk berhadapan di ruang tunggu toko.
" Wa' alaikum salam Wi - Dew !!" Jawab mereka berdua secara bergantian .
Mereka bertiga berpelukan melepas kerinduan seorang sahabat.
" Apa kabar mu Dew.. ?" Tanya Rosa " Alhamdulillah baik mbak Ros - mbak Naa " jawab Dewi dengan senyum termanis dibalik cadar nya.
" Mbak Nara - mbak Rosa bagaimana kabar nya ??" Tanya balik Dewi.
__ADS_1
" Alhamdulillah aku baik Dew!" Jawab Rosa
" Tapi tidak dengan Nara, dia lagi ngidam.. !" sambung Rosa dengan menatap bahagia pada Nara.
" APA kata mbak Rosa tadi ?!" Tanya Dewi dengan mencoba memastikan nya .
" MBAK NARA ngidam ?! "Ucap ulang Dewi dengan mengarahkan pandangan berbinar nya ke arah Nara .
" Jangan LIATIN kayak gitu ?! " Celetuk Nara sembari mengelap keringat didahi nya.
Dewi pun tersenyum , semenit kemudian wanita bercadar itu beralih menatap sendu ke arah Rosa..
" Aku tidak apa- apa Dew.. ! mas Alex juga tidak begitu meribut kan persoalan anak, toh ada anak kembar mu dan anak Nara nanti !?" Ucap Rosa dengan mencoba tersenyum namun terdengar sendu..
Dewi pun memeluk tubuh wanita yang kini berpakaian sopan ..
" SABAR .. , In syaa Allah nanti juga kamu dihamili juga sama Alex !" Ucapan seloroh Nara dengan lirikan jahil.
Rosa mengerutkan dahi nya kearah Nara..sedetik kemudian ...
" PPPTTTÞZZZ .. HAHAHAA .. APA ! Apa yang kamu bilang Raa? IN SYAA ALLAH !! Wah beneran ada kemajuan kamu..?!" Sahut Rosa dengan terkekeh.
" TERR-SERR-RAH ! Aku lagi malas debat !" Jawab Nara dengan nada malas nya.
Dewi melihat kedua sahabat nya yang selama ini ada dalam suka maupun duka, selalu ada untuk nya dan saling menjaga satu sama lain .
Hingga sebuih embun yang mulai membasahi sudut mata wanita bercadar itu , Dewi pun tersenyum kembali dan memeluk hangat ke dua sahabat nya lalu berkata " TERIMA KASIH dan ALHAMDULILLAH " DEWI.
Nara dan Rosa heran dengan sikap Dewi ..
" KENAPA ? !" tanya Nara..Kepada DEwi
" Iya Dew, ada apa ? Cerita ke kita -kita ! " Sambung cemas Rosa.
Dengan menarik tubuh nya, dan masih dengan air mata kebahagian nya wanita bercadar itu tersenyum lalu berucap..
" Terima kasih atas persahabatan ini semoga Allah selalu menjaga hubungan istimewa ini, walau ada yang mengatakan darah lebih kental dari pada air, tapi itu tak selalu jadi patokan untuk persahabatan rasa saudara ini.
" Aku berharap akan selalu seperti ini , sampai ajal menjemput kita dan memisah kan kita !" sambung Rosa. Dengan memeluk kembali Dewi dan Nara.
" AMMIIN " jawab dari ketiga nya.
🖤🖤
__ADS_1