
🖤🖤
"Ck.. , anda benar benar mucikari sejati , yang tak punya hati nurani ! " ucap Dewi dengan tatapan dingin layaknya jiwa Tama yang berada didalam tubuh wanita bercadar itu.
"HAHAHAHA ... " terdengar tawa lantang dari Susi
" Hey.. wanita sok suci !, perlu kamu tau .. dimana -mana yang namanya dunia malam dunia yang gelap , tak ada yang namanya hati nurani atau belas kasihan !?" Sahut Susi yang mulai terpancing dengan KATA -KATA AJAIB DEWI.
Mami Susi mengisyaratkan anak buah nya untuk memisah kan Nara dan Dewi ,
" DEW.. ! " pekik Nara yang lengan nya telah ditahan oleh anak buah Susi.
ketika seorang anak buah mami Susi akan menyentuh lengan Dewi , Dewi dengan cepat menghindar.. " JANGAN sentuh saya !!" Ucap Dewi namun tak dihiraukan pria bertubuh besar itu.
" Saya bilang jangan SENTUH SAYA !! saya akan bayar uang itu !" Ucap Dewi dengan lantang.
Dewi perlahan memberikan uang yang berada didalam amplop coklat milik nya . Susi mencoba menghitungnya...
Beberapa menit selanjutnya..
" Masih kurang .. lima puluh juta.. !?" Ucap Susi dengan membanting uang didalam amplop coklat itu.
__ADS_1
" Saya akan bayar sisa nya , sayaa.. harap anda mau memberi kelonggaran !?" Sambung Dewi yang tahu bahwa uang yang ia berikan tidak lah cukup untuk menebus Nara.
Seringai licik muncul di pikiran wanita paruh baya itu dengan menyesap seputung rokok ia berkata..
" Aku akan memberi mu kelonggaran , asal.. kamu mau bergabung bekerja bersama kami dan menjadi anak buah mami ! Bagaimana ? " tawar mami Susi.
" Maka aku akan senang hati menutup hutang- hutang Nara , cukup semalam saja kamu bergabung dengan ku !?" Ucap Susi yang tak putus asa.
Nara yang mendengar tawaran mami Susi mencoba mendekati Dewi namun sayang seribu sayang lengan Nara yang ramping tak mampu mengimbangi kekarnya lengan yang menahan nya.
Dewi mengangkat pandangan nya kearah Susi..
Dewi tidak habis pikir dirinya akan ditawari pekerjaan yang tak pernah berani Dewi bayangkan sekali pun atau masuk kedalam alam mimpi seorang Dewi .
Tiba -tiba....
" BERANI menyentuh nya , kalian akan MATI !!" ucap suara dingin pria dari arah belakang.
Nara cukup terperangah melihat siapa yang datang..
Pria angkuh itu pun akhirnya datang bersama ketiga sahabat nya beserta Jiko sang anak buah yang ditugas kan untuk mengawasi sekaligus penjaga bagi Dewi.
__ADS_1
" BRUG.. " suatu benda yang diletakkan dengan kasar diatas meja.
" Apakah CUKUP uang itu untuk menebus nya !?" Ucap Willy dengan menatap Nara dengan tatapan tak suka.
Susi dengan sergap membuka koper yang berisi lembaran uang berwarna merah , "WAHHH... ini lebih dari cukup tuan!?" Jawab Susi dengan mata berbinar dan terdengar sedikit merayu.
Dewi hanya tertunduk tanpa berani mengangkat kepalanya atau pun pandangan nya.
Dengan langkah lunglai Dewi bertolak tanpa ingin berpamitan kepada orang ditempat itu.
Tama melihat istri kecilnya berlalu tanpa ingin menemuni nya terlebih dulu.
Setelah malam itu Nara sudah terbebas dari tempat hiburan malam . Dan akhirnya apa yang menjadi tujuan Dewi terwujud .
FLASBACK OFF.
Tanpa terasa .. kini gerai kue yang dikelola Nara telah tutup..
Rosa yang akan beranjak keluar gerai menatap kearah Nara yang sedang melamun.. dengan pelan Rosa menghampiri Nara ..
" elu bener Raa.. Dewi begitu tulus sama kita, dibalik sifat bocah nya tersimpan kebaikan yang ditular kan kepada kita, dan sekarang dia telah menemukan kebahagiaan nya yang sesungguh nya , buah kesabaran dan keikhlasan dari apa yang telah ia tanam.." jawab Nara dan Rosa bersamaan.
__ADS_1
🖤🖤