
💐💐
Setelah melewati banyak pemikiran , tanpa sengaja Nara menjatuh kan tas seorang pengunjung yang entah kemana rimbanya.
Dari dalam tas tersebut , Nara menemukan WIG rambut laki- laki.. , Nara dan Rosa saling bertatapan lalu tersenyum..
" Apa elu memikirkan apa yang gue pikirkan ?" tanya Nara kepada Rosa.
Rosa pun mengangguk , lalu berkata..
" Tapi Raa.. ini saja tidak cukup !" jelas Rosa dengan mengangkat rambut palsu itu.
Nara .. wanita muda itu mulai mencari akal dengan melangkah keluar dari dalam toilet wanita , terlihat Nara sedang menyesap sebatang rokok berjalan mondar mandir disebuah lorong yang sepi .
Sampai disuatu tempat pojokan Nara mendengar cecapan seseorang yang sedang bermadu kasih.. Nara mencoba mencuri - curi pandang kearah sumber suara tersebut, Nara membuka sedikit pintu ruangan , senyum indah mengembang dibibir wanita super galak itu, ketika melihat pakaian seorang pria teronggok di lantai , Nara buru - buru meraih pakaian tersebut , tak lupa isi dalam kantong celana sang pria pun Nara sikat.
" DAPAT !" celetuk seorang Nara..dengan melangkah puas kearah Rosa dan Dewi.
Sesampainya di dalam ruangan khusus wanita.. Nara berkata..
" PAKAI INI !!" kali ini Nara menyerahkan kepada Dewi pakaian seorang pria, mata indah Dewi menatap lekat pada pakaian tersebut.
"I- INIiii ???" gumam Dewi , namun belum juga selesai Nara sudah memberi tatapan marah ..lalu berkata lagi..
" YAH.. ini pakaian laki laki , tapi kali ini pakaian ini tidak kurang bahan ,cepat pakai !" pinta Nara tegas lalu pergi.
Dewi membentang kan kaos pria lengan panjang dan terdapat aksen kera yang tinggi dibagian leher. Lalu Dewi menenteng celana panjang berbahan kain katun.. berwarna brown. akhirnya Dewi pun tersenyum.
" BISMILLAH " batin Dewi , Dewi mulai menanggalkan seluruh pakaian nya dan melipatnya dengan rapi , kemudian Dewi pun selesai memakai nya , setelah itu Dewi mengetuk pintu dari arah dalam kamar mandi.
Tok- Tok.. bunyi ketukan pintu dari arah belakang NARA dan ROSA..
Nara dan Rosa membuka pintu toilet , Mata Nara dan Rosa tak berkedip ketika melihat makhluk didepan nya ..
" Astagaaa... ternyata cewek aneh ini cantik apalagi kulit nya putih bersih alami.. " decak kagum Rosa dalam hati.
Begitu pun dengan Nara " CK.. ternyata masih bocah ?!" gumam Nara , " Tapi ucapan nya selalu buat orang darah tinggi " batin Nara lagi.
Nara mendekat , lalu memakaikan WIG kepada Dewi , kemudian giliran Rosa memberi make up pada wajah Dewi agar terlihat seperti seorang pria Dewasa, Nara beralih menatap bagian dada Dewi yang tak begitu terlihat." untung saja ini bocah bagian dadanya rata kayak aspal , jadi penyamaran malam ini gue yakin sukses" ucap batin Nara .
" DONEEE.. " ucap Rosa dengan memundurkan tubuh nya lalu tersenyum senang..
" Ayo !" tarik Rosa pada lengan Dewi..
__ADS_1
" BENTAR!!" sergah Nara.." ada apa lagi Raa.. ?" tanya lelah Rosa..
" Kita harus breving ini bocah agar tidak salah ucap nanti nya didepan!" ucap Nara mengantisipasi.
" Hey .. nanti elu didepan berperan seperti pria yang memesan kami berdua malam ini !" Nara mencoba memberi arahan kepada Dewi ,
" Elu paham kan maksud kita berdua ? " sambung Rosa kepada Dewi.
Dewi mencoba mengangguk kan kepala nya..tanda mengerti.
Nara mengambil masker dalam tas milik nya dan sebatang rokok . Rosa menaikan satu alis nya ketika melihat gerak gerik mencurigakan dari Nara.. tapi Rosa hanya diam tanpa bertanya.
Jantung Dewi berdetak dengan cepat ketika melihat para pria pria besar di depan nya , kali ini Nara menatap kearah Dewi dan membisikkan sesuatu ketelinga Dewi dan sesekali tertawa yang dibuat -buat, ketika mereka bertiga sampai di tempat pemeriksaan salah satu pria bertubuh besar menatap curiga ke arah Dewi . Dewi menjadi bertambah gugup akan tatapan pria bertubuh besar itu.
Untung nya Nara sudah mengantisipasi hal ini, Nara menarik sedikit masker Dewi , dan menyodorkan sebatang rokok ke bibir Dewi , Sontak membuat sepasang mata Dewi membulat mengarah kepada Nara dan diikuti Rosa , Nara tanpa menghiraukan tatapan aneh dari dua wanita disamping nya Nara tetap tenang , lalu Nara menyalakan korek api untuk menyulut rokok yang berada dibibir merah muda Dewi.
" Apa kalian belum pernah lihat cewek cantik?!" ucap Nara mengalihkan perhatian pria tersebut dengan melangkah..
Dewi yang akan berlalu membungkuk kan tubuh nya pelan, karena sudah menjadi kebiasaan Dewi selalu manjaga adab nya .
Perbuatan Dewi membuat Nara mengarahkan pandangan tajam kearah nya. Dewi sontak mengerti akan hal itu ..
" Dua sekaligus mas ?" tanya salah satu penjaga kepada Dewi, gadis yang kini berpakaian pria itu hanya mengangguk tanpa melihat kearah sang pria , Nara membisikan sesuatu lagi pada Dewi, Dewi mengikuti arahan dari Nara , perlahan Dewi berpura pura menghisap rokok yang bertengger dibibirnya.
Entah bagamana cara nya Dewi melakukan arahan Nara, tapi Dewi terus mencoba bersandiwara didepan para penjaga..
Dengan saling memberi kode lewat mata..
" Katanya tadi mau mengajak kami kesuatu tempat ? " ucap Rosa berpura pura..agar penjaga percaya ," jangan sampai anak buah Hans mengetahui nya, kalau itu terjadi kami bertiga tidak akan dibiarkan hidup dengan bebas , batin Rosa dan Nara.
Setelah melewati proses yang panjang dan penuh drama akhirnya mereka bertiga bisa bernafas lega..
Sesampainya mereka bertiga didalam mobil milik Rosa...
" WEEEHHH... GILA ! ini benar -benar gila !" ucap Nara dengan membuka botol minuman nya .. dan meminum nya dengan satu kali teguk tandas isi botol tersebut.
" Ide elu memang cerdas Raa.. !" puji Rosa pada Nara yang sedang menegak minuman nya lalu memejamkan mata nyasembari menyandarkan tubuh indah nya.
Kemudian Rosa beralih menatap Dewi yang sedari tadi hanya menjadi penonton.
" WOI bocah , siapa nama elu ?" tanya Rosa mencoba bertanya pada Dewi
Dewi mengarahkan tubuh nya menghadap Rosa yang berada dijok depan.
__ADS_1
" Nama panjangnya atau nama panggilan kak ? " tanya Dewi dengan wajah polos, Nara yang mendengar perkataan Dewi , mendadak membuka mata nya dan menatap kesal pada gadis yang duduk disebelahnya.
" Nama panggilan elu ?" sahut Nara datar.
" Terus elu tinggal nya dimana ? biar gue antar ? " sahut Rosa kemudian
Alamat yang disebut kan Dewi ternyata jarak nya lumayan jauh dari posisi mereka saat ini , dan terpaksa Nara mengajak Dewi untuk menginap di kontrakan malam ini.
**
Sesampainya di kontrakan Nara ," Assalamualaikum " ucap salam Dewi dengan pelan.
Namun tak ada jawaban salam dari Nara maupun Rosa, kemudian Dewi pun terdiam , Nara yang baru keluar dari dapur membawa air putih dan diletakkan diatas meja .
Nara melihat kearah Dewi yang hanya berdiri ..
" Elu tidak capek dari tadi berdiri ?" tanya Nara , " Capek kak !" jawab Dewi , " lantas kenapa kamu tidak duduk ?" tanya Nara kembali.
" Karena kakak belum mempersilahkan duduk !" jawab Dewi .
Nara menggaruk pipi nya yang mulus walau tidak terasa gatal.
**
Rosa yang baru masuk kedalam kontrakan milik Nara, " Ini barang milik elu !" ucap Rosa dengan memberikan tas dan gamis milik Dewi.
Dewi tersenyum .. " Kak.. boleh tidak saya menumpang ke kamar mandi ?" tanya Dewi sopan.
" YAA.. " jawab Nara dengan menyalakan sebatang Rokok.
tiga puluh menit kemudian..
Dewi yang baru selesai memakai pakaian tertutup nya kembali menghampiri Nara dan Rosa.
" Terima kasih sudah menolong saya !" ucap Dewi dengan tulus.
" HMM .. sama - sama, lain kali elu jangan coba -coba masuk kearea terlarang semacam itu , kalau tak ingin celaka !?" ucap Nara dengan tatapan serius kepada Dewi.
Rosa merasa janggal terhadap Dewi yang berada ditempat hiburan malam.
" Elu kok bisa sampai di tempat hiburan malam !?" tanya selidik Rosa kepada gadis yang duduk didepan nya.
Dewi menatap kearah Nara dsn Rosa.
__ADS_1
" Tadi diperjalanan dari pulang pengajian , saya melihat seorang bapak - bapak sedang memarahi dan menendang ibu paruh bayah yang sedang merintih kesakitan dipinggir jalan , jelas Dewi..mulai bercerita..
💐💐