
🖤🖤
Setelah cukup lama berbincang Tama dan Dewi memutus kan untuk pamit,
"Terima kasih atas jamuan nya om - tante " ucap Tama dengan sopan..
" Mohon ma.af jika kami ada khilaf .. dan salam buat mbak Ketty dari kami berdua ... om - tante!?" Sambung Dewi sambil sedikit mengangguk.
" Loh .. tidak ada yang perlu dima.af kan sayanggg, malah tante yang minta ma.af atas nama Ketty kepada mu.., yang sayang nya baru kami ketahui kebenaran nya, kami berdua terlalu percaya kepada putri kami ! " ucap tulus dari Mike dengan mengusap lengan Dewi.
" Dan in syaa Allah nanti kami sampaikan kepada Ketty salam dari nak Dewi " sambung Mike Armand .
Terlihat dari tatapan mata Mike terhadap Dewi penuh harap..
" Andai nak Dewi mau mengenal Ketty lebih dalam , dia sesungguhnya anak yang baik !" Terdengar nada bicara dari bibir tua Mike yang mencoba menjelaskan ..
" Hanya saja kami selaku orang tua salah dalam mendidik nya !" Sambung Om Armand dengan lesu.
**
Hari -hari yang ditunggu pun tiba.. kedua mempelai yang akan berbahagia diatas pelaminan , namun ada beberapa tamu yang menatap tak rela atas pernikahan keduanya.
__ADS_1
" Akhir nya kamu menemukan TULANG RUSUK mu Tam. ..! " ucap Chandra dengan sendu menatap pelaminan didepan nya.
**
Di ruangan lain ..
" Duhh.. yang mau jadi penganti nnnnn , cieeee " goda Rosa..
" Mbak Rosa.. tidak usah ngeledekin terus ! dari tadi mbak Rosa ngolokin.. setelah mbak Rosa lalu mbak Nara ??" keluh Dewi yang sedari tadi kedua sahabat nya itu selalu mencoba menggoda nya.
" HEey....!!?. wanita hamil dilarang jutek- jutek , pamalik.. ! " sambung Nara dengan menaik turun kan kedua alis nya kearah Dewi.
Dari luar ruangan, mama Eni datang..
"kamu cantik sekali sayanggggggg... pantas Tama .. kekeh.. sama kamu !?" seloroh mama Eni dengan bangga.
Ada keinginan wanita paruh bayah itu saat ini yang ingin ia ungkapkan kepada menantu kecilnya yang kini sedang dirias.
" Sayang .. kamu cantik!" Ucap mama Eni yang sengaja beliau ulang , beberapa detik kemudian..
" Amm..? " mama Eni merasa canggung untuk mengutarakan keinginan nya kepada sang menantu.., namun wanita bercadar yang sedang duduk didepan cermin itu, memang lah PEKA akan sekitar nya dengan sedikit menggeserkan tubuh nya kearah sang mertua Dewi bertanya ..?..
__ADS_1
" Ada apa Maaa.. ?" tanya Dewi dengan pelan.
Dengan hati - hati Eni menyampaikan maksud hati nya , maksud hati yang sama .. seperti permintaa orang tua pria yang akan menikah i nya sewaktu didesa , Jaya .
" Sayangg ...untuk hari ini saja ! bisa tidak kamu tak memakai cadar kamu dulu sayang ?!" Pinta Eni dengan mimik wajah sedikit kikuk.
Nara yang tadi asik akan gawainya kini menatap tak suka pada wanita yang kini telah menjadi ibu mertua dari sahabatnya itu.
" Ma.af nyonya Malik jika saya memotong pembicaraan nyonya! " ucap Nara dengan tegas.
" saya memang tidak ahli dalam agama setidak nya saya menghargai apa yang dijalani sahabat saya, tanpa ingin mengubah diri nya menjadi apa yang saya inginkan !! " ucapan Nara menjadi jawaban telak untuk mama Eni.
Seketika mama Eni tertunduk malu, dan merasa bersalah terhadap menantu dihadapan nya akan permintaan konyolnya.
"Ma-ma maafin mama ya sayang.. " sesal mama Eni yang menatap Dewi.
Dewi tersenyum terhadap permintaan sang ibu mertua..
" Maa... " suara Dewi dengan meraih pelan telapak tangan mama Eni ,
"Maafkan Dewi tidak bisa menuruti permintaan mama yang ini, bagi Dewi apa yang ada dalam diri kita semua ini perlu dijaga, dari segala kemungkinan buruk dan fitnah, begitu pun wajah terlepas cantik atau pun tidak , cadar menjaga kita dari fitnah yang akan timbul tanpa suatu niat dari dalam diri kita" ucap Dewi menjelas kan dengan tutur bahasa yang lembut dan sopan , agar tidak menyinggung perasaan sang ibu mertua.
__ADS_1
🖤🖤