
🖤🖤
**
" Boleh saya turun mas ?" Tanya harap Dewi kepada Tama dan siapa sangka suara merdu Dewi mampu menembus gendang telinga Tomy dan membuyarkan pemikiran batin sang play boy ...
" Mau apa ? Bukan kah kamu ingin menemui nya !?" Jelas Tama mengingatkan tujuan awal mereka .
Lidah Dewi serasa keluh .. hanya sepasang mata teduh milik nya yang berkata kepada pria itu..
Tama pun keluar dari dalam kendaraan sport milik nya lalu memutar , dengan sabar Tama membuka kan knop pintu mobil, dengan berkata..
" Silahkan sayang .. " dengan mengulur kan tangan besar nya menyambut telapak tangan kecil istri kesayangan nya , dengan penuh kasih sayang , dan meletakkan telapak tangan satu nya untuk melindungi kepala Dewi agar tak membentur bibir atas pintu mobil.
Wanita bercadar dengan warna soft ivory tersenyum bangga terarah pada sosok tinggi gagah dihadapan nya kini.
" Terima kasih .. ZAUJI ku.. " Dewi dan dibalas senyuman tampan oleh pria angkuh itu.
" Pergi lah.. !" ucap Tama dengan pelan .
Dewi melangkah kan kaki kecil nya untuk lebih cepat kearah masjid , dan melaksanakan sholat berjama'ah dimasjid malam ini.
Dewi mengambil shaf khusus wanita , dengan barisan paling belakang lalu Tama dan Tomy berada dishaf para laki - laki ( awalnya Tomy menolak melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim , namun karena ajakan pria angkuh dan dingin itu kini pria play boy dengan segala rasa bangganya akan semua yang ia miliki dan melekat pada wajah dan tubuh yang nyaris tak ada kata cela bagi ukuran Tomy.
Kini Tomy merasakan suasana yang pernah dulu ia dapatkan dari tempat yang sama , namun rasa itu coba ia ingkari dengan segala upaya , karena suatu alasan yang hanya Tomy dan Allah yang tau!
Setelah menunaikan sholat magrib berjama'ah , dilanjutkan mendengar tausiah seorang ustadz kondang di kampung terpencil tersebut.
" In syaa Allah kita semua mendapat berkah dan syafaat dari Allah sang maha BAIK. " Ammiin.
" Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.." salam penutup dari pak ustadz yang mengisi tausiah malam ini.
Dari arah shaf khusus perempuan terlihat wanita muda sedang menunggu sesuatu , Dewi sengaja keluar dari masjid paling akhir ..
Dewi melihat wanita yang selama ini ia cari dan ia rindukan , " Allah begitu baik , dengan segala kekuasaan nya ." Batin Dewi dengan mengikat kembali cadar bandana nya dan mencoba ikut barisan para anak perempuan panti yang ingin mencium tangan ibu pengurus panti..
Tiba saat nya Dewi duduk dihadapan bude Yayuk ..wanita bercadar itu terus menunduk dengan mencoba menahan isakan nya, wanita paruh baya menatap dengan heran kearah Dewi.
Lalu ibu paruh baya itu mencoba menyapa Dewi.
" Nak.." suara keibuan dari wanita paryh baya.
Dengan derai air mata yang telah membasahi cadar yang ia kenakan Dewi mencoba mengangkat pandangan nya.
" BUDE.. !"
Ibu Yayuk mematung dengan apa yang ia dengar dihadapan nya kini..
Suara merdu itu yang selama ini yang amat ia ingin dengar , ibu paruh baya itu menatap lekat sepasang mata teduh itu yang sedari tadi mengarah pada wajah tua nya.
Secara perlahan tangan tua itu mulai membuka tali cadar wanita muda dihadapan nya, dengan tangan yang mulai bergetar dan ada rasa yang berbeda menyentuh perasaan wanita itu.
Cukup lama bagi bude Yayuk menyadar kan diri dengan apa yang nampak dihadapan nya saat ini..
__ADS_1
Dengan penuh sayang dan rindu akan sosok kecil itu..
" GREEEPPP .. " Alhamdulillah - Alhamdulillah .. " ucap bude Yayùk seraya bersyukur sembari memeluk tubuh Dewi.
"K-kk kamu Dewi .. ?" Ucap tak percaya bude Yayuk lagi dengan bergetar dipelukan sang keponakan kecil nya.
Wanita muda itu mengangguk dengan air mata yang membasahi kain cadar yang ia kenakan.
Ketty yang tak jauh dàri Ibu Yayuk , merasa terkejut dengan wanita muda nan cantik yang kini ia lihat , hanya suara lembut itu saja yang mampu Ketty kenali , suara yang pernah beberapa kali meyakin kan diri nya akan kebaikan, wanita muda yang kini berada dalam pelukan wanita paruh baya yang ia sebut sebagai Ibu panti.
Ketty lemat- lemat mulai mengingat wajah cantik itu , wajah yang tak pernah ia perlihat kan dan selalu setia tertutup kain cadar ia adalah Dewi al humairah Wanita muda yang dulu ia benci.
Diteras masjid duduk dua orang pria tampan ..
Cukup lama pria berkaca mata itu menunggu sang istri kecil nya , pria berkaca mata itu duduk bertemankan Tomy.
Setelah 30 menit , wanita bercadar itu keluar bersama wanita paruh baya berkrudung besar, dari arah belakang terlihat wanita cantik dengan menggunakan atasan mukena putih nya berjalan perlahan .
Tama menghampiri Dewi yang berjalan beriringan dengan ibu paruh bayah itu , ibu itu menatap kearah pria tinggi berkaca mata yang menghampiri sang keponakan , dengan kaca mata transparan yang bertengger di hidung mancung nya dan tentunya dari segi penampilan sudah bisa ditebak pria tersebut bukan lah pria dari kalangan biasa .. !
Kali ini Dewi yang menatap kearah suami dewasa nya ,lalu Tama dengan expresi tanya membalas tatapan sang istri ? akhir nya tatapan mereka berdua pun beradu.
Dengan lembut Dewi menjelaskan ..
" Mas.. ini bude Yayuk ,bude yang selama ini saya ceritakan !" Jelas Dewi dengan beralih menatap sang bude .
Bude yayuk menakupkan tangan nya pada Tama.
Begitu pun Tama menakupkan tangan nya kearah sang bude.
" Budee... ini mas Tama, mas Tama adalah laki - laki halal yang Allah tulis dilauhul mahfuz untuk Dewi " ucap Dewi dengan penuh kebahagiaan.
.
Bude Yayuk yang mendengar pernyataan sang keponakan tiba -tiba meneteskan air mata haru.. "akhirnya Allah mempertemukan kalian " ucap bude Yayuk terlihat ujung mata tua itu mulai membasah..
Sekian detik berikut nya ..
Mata tua itu menatap sendu pada Dewi dengan mengucapkan kata..
" Maaf kan bude !? Bude telah meninggal kan mu tanpa mengabari mu terlebih dulu !" terdengar pelan ucapan sang bude.
"Dan maaf kan atas pilihan bude yang telah membuat mu harus mengalami kegagalan !?" sambung bude Yayuk dengan mulai bergetar kembali
" Seadainya dulu kamu tak menuruti apa kata bude , Untuk Meñ-i !" Ucapan Bude Yàyuk tertahan karena suara merdu Dewi..
Dengan tetap menggenggam tangan tua itu, Dewi berkata..
" Qadarullah Wa maa syaa'a fa'al .. bude .." sahut Dewi dengan pelan.
" Semua ini adalah ketetapan takdir dari Allah dan apapun yang terjadi dibumi ini atas kehendak ALLAH yang tak perlu kita pertanyakan lagi dan tak perlu kita sesali ! " sambung Dewi dengan santun seraya terseyum indah dibalik cadar nya yang melambai lambai indah tertiup angin malam.
Bude Yayuk yang mendengar ucapan sang keponakan , kembali meneteskan air mata kebahagian.
__ADS_1
Lalu mata tua itu beralih menatap kearah pria tinggi yang berada disisi sang keponakan .
" Terima kasih .. " ucap bude Yayuk pada Tama.
Lalu dianggukan oleh Tama seraya memeluk Dewi .
**
Malam pun makin larut ..
Bude Yayuk meminta keluarga kecil Tama menginap di panti.
Sungguh ini pengalaman pertama bagi tuan muda kaya raya itu ..
Malam pun bergulir pagi , terlihat aktifitas tak biasanya bagi Tama , banyak nya orang yang telah bangun dari tidur nya seraya melangkah memenuhi seruannya untuk sholat subuh berjama'ah dimasjid , pria kaya raya dengan segala kesombongan nya akan pencapaian nya akan Harta dan kekuasaan , kini ikut merapat kan shaf karena itu adalah sunnah , bercampur dengan para laki -laki warga desa sekitar panti.
Tapi kali ini Tomy tak bersama sang Tama .. Tomy memutuskan kembali ke ibu Kota karena harus terbang kesuatu negara . Tama pun mengiyakan keinginan Tomy.
Dalam diri Tama kini merasakan suatu yang damai dalam hidup nya , Tama pun membaur ..
🖤tak ada atasan atau pun bawahan ,
🖤tak ada sikaya dan si miskin.
Semua sama dalam sujudnya , sama- sama menempelkan kening diatas sajadah yang sejajar dengan kaki saat menghadap sang ilahi robbi.
**
Kewajiban sebagai seorang mukmin pun telah ia tunaikan.. terlihat Tama memasuki kamar yang ditempati anak dan istri nya , terdengar lantunan ayat ayat suci al- qur'an dari bibir keduanya .
Setelah selesai keduanya memurojaah , Dewi pun meraih krudung besar nya , tangan wanita muda itu terulur mengarah pada sebuah cendela kayu, dengan pelan tangan itu membuka slot cendela kamar , Dewi mencoba menyikap tirai berwarna putih itu yang kini melambai- lambai tatkala angin mulai berhembus menerpa wanita muda itu.
Sebuah senyuman tertuju pada istri kecil sang pengusaha , Dewi pun membalas sebuah senyuman indah pada pria halal nya , pandangan keduanya kini saling beradu dengan tatapan penuh makna .
Tama meraih cadar bandana milik istri kecil nya yang berada diatas meja , Dewi pun membalik kan tubuh kecil nya pada sang suami, yang kini sedang memasangkan cadar bandana nya yang berwarna Latte itu , dan kini menutupi wajah cantik sang istri yang hanya memperlihat kan sepasang mata teduh milik wanita halal nya ,wanita muda yang kini memakai gamis syar'i lengkap dengan kerudung besar nya lalu tersenyum kembali seraya berkata .. "TERIMA KASIH "
" Terima kasih telah menjadi cinta halal yang selama ini saya cari , dan terima kasih telah menjadi imam yang baik untuk saya , semoga kita tak akan hanya MENUA BERSAMA tapi kelak kita juga akan menuju Jannah nya Allah bersama ... IN SYAA ALLAH !" ucap Dewi dengan tatapan cinta kasih seorang istri .
Tama pun mengangguk seraya tersenyum bahagia dengan memeluk tubuh sang istri .
"AMMIIN .." ucap dari keduanya .
Keduanya kini larut akan pesona alam ciptaan sang maha kuasa yang tiada cela bagi NYA.
Mendengar kan kicauan burung- burung kecil yang bersahutan , menyelami keindahan alam yang terhalang oleh kabut , seakan menjadi pembatas jarak pandang manusia .
Sunrise pun mulai menampakkan cahaya keistimewaan nya , guna memberi kemanfaatan kepenjuru alam semesta.
...THE END/TAMAT....
...🖤🖤...
__ADS_1
⚘Mohon maaf .. mungkin nantinya masih ada revisi di tiap BAB nya .
⚘khusus nya di BAB ini إِنْ شَاءَ ٱللَّٰهُ segera.. 🙏🏻