QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 79 LADANG PAHALA UNTUK NYA


__ADS_3

🖤🖤


Pagi hari nya.. Tama bangun lebih awal , Tama turun kelantai bawah lalu menuju dapur, terlihat bik Sari dan beberapa asisten rumah tangga yang lain sedang sibuk.


" Pagi tuan Tama .. " sapa bik Sari dengan hormat.


" Pagi bik.. !" jawab Tama dengan melihat dan memastikan semua makanan dan minuman sang istri kesayangan nya yang masih terlelap ditempat ternyaman nya , istri kecil sang Tama malik yang kelelahan akibat melayani hasrat pria Dewasa itu , yang tak pernah menepati janji nya dikala mencari titik kepuasan nya. Dengan aura seoarang pemimpin yang dingin dan angkuh.. Tama menjelas kan kepada sang kepala asisiten rumah tangga nya..


" Seperti biasa ya bik.. jangan terlalu banyak garam di makanan istri saya.. ! " perintah Tama ..


" Baik tuan.." jawab bik Sari dan para asisten yang lain.


Tujuan Tama ke dapur bukan hanya memastikan makanan yang istri nya makan sudah sesuai apa belum , dengan asupan yang di peruntuhkan untuk ibu hamil, tapi Tama setiap pagi hari membuat kan Dewi segelas susu hangat dan membawa nya ke kamar untuk sang istri.


Para asisten rumah tangga Tama yang usia nya diatas Dewi 2 sampai 3 tahunan , yang bekerja di rumah utama Malik , menatap kagum kepada pria tinggi yang memakai kaca mata transparan itu..


" Kapan yaa... aku dapat suami seperti tuan Tama, berwajah tampan kulit putih mata yang tajam walau memakai kaca mata , seorang CEO dari keluarga Malik yang perusahaan nya jangan ditanya lagi !? " ucap sang asisten dan di sambung oleh asisten lain nya " yang penting itu sayang sama istri nya , siapa coba yang tidak termehek mehek punya suami kayak pak Tama, kalau aku mah uda aku kekepin saja tidak boleh kemana mana, entar disambar PELAKOR !! " sahut pelayan yang lain.


Bik Sari yang melihat bawahan nya sedang ngehalu berjama'ah membuyar kan nya... 😒😒


" HUUSSS.. kalian ini tidak ada bosan- bosan nya ngomongin tuan Tama terus !?" Sungut bik Sari..


" YEEYYY.. coba bik Sari masih muda seumuran kita- kita bawaan nya beda bik kkkk..!?" sahut asisten muda yang lain


" kalau ketemu tuan Tama walau dengan jarak jauh udah buat kami ini melelehhhhh bikkk... !? " jawab pelayan wanita muda dengan meliuk liuk kan tubuh nya.. entah kenapa?😅🤭✌


Bik Sari yang mendengar jawaban dari anak buah nya hanya bisa menggelengkan kepala nya ..


Dilantai atas dikamar Tama..


Tama meletak kan segelas susu hangat di meja kamar nya, dan melangkah ke arah Dewi yang sedang terlelap. Tama lagi -lagi tersenyum melihat wajah sang istri yang kelelahan melayani nya semalam.


" Ma.af .. , selalu membuat mu lelah ! " ucap Tama dengan senyuman lalu Tama merapikan selimut Dewi yang sedikit berantah kan lalu menutupi tubuh kecil nya yang polos .


Tama melihat jam dinding yang menujukkan pukul 7 kurang 5 menit.. Tama beralih keruang ganti.. dan bersiap siap untuk meeting dengan para rekan bisnis nya..


Dengan langkah sedikit tergesah gesah , Tama menghampiri bik Sari lagi ...


" bik .. jangan bangunin istri saya! Biar kan saja dia tidur , Nanti kalau dia bangun tolong bilang saya ada meeting pagi ini dengan Tomy". Ujar Tama kemudian berlalu.


" Baik tuan" jawab bik Sari.


Tama dan Tomy telah tiba di perusahaan TM corpt, kali ini Tama akan ada meeting dengan perusahaan milik Chandra sang mantan suami pertama Dewi.


" Selamat datang " Sapa Tama dengan profesional menyapa Chandra dan para clien hari ini.

__ADS_1


Terlihat Sherly sang sekertaris menjelas kan isi dari rapat dan Tama memperhatikan penjelasan dan tanggapan dari para klien dengan seksama..


Dengan menujukkan aura kepemimpinan nya , kepada lawan bisnis nya .


" Terima kasih atas kerja sama nya saya harap kerja sama ini akan terus berlangsung tuan Tama " ucap salah satu klien Tama


" Saya harap demikian tuan.." jawab Tama


Diruang meeting tinggal lah Tama dan Chandra , dua laki laki yang sama -sama mencintai Dewi.


Ruangan meeting itu mendadak dingin seperti dikutub utara yang banyak beruang nya..🤭


" Bagaimana kabar nya Dewi ?" Tanya Chandra yang membuka obrolan dengan Tama.


Tama memicingkan mata mendengar pertanyaan Chandra.


" Alhamdulillah baik " jawab Tama dengan nada dingin.


" CK ...Aku uu-u ucapin selamat, sebentar lagi kalian akan di beri momongan dua sekaligus! " ucap Chandra dengan nada tak rela.


" Terima kasih tuan Chandra atas ucapan nya, dan saya berharap anda juga segera mendapat momongan " sambung Tama namun Chandra tak menanggapai hal itu.


**


Seiring waktu bergulir hari berganti hari.. tanpa terasa wanita berkrudung besar itu mulai merasakan sesuatu yang bergerak dan menendang kearah mana saja , wanita kecil berjilbab itu yang sedang mengandung hasil ketidak siapan nya melayani Tama ,pria dewasa yang menjadi lelaki halal nya..


Malam ini Dewi tidur tidak nyenyak namun Dewi tak ingin membuat Tama khawatir yang sedang bekerja.


" ssssttt.. ya Allah kenapa rasa sakit nya makin sering yaa.. " gumam Dewi dengan mondar mandir sendiri dikamar , dilihat nya jam dinding ..pukul 8 malam..


" Mas Tama belum pulang dari kantor, ya Allah semoga lelah suami ku engkau jadi kan LADANG PAHALA UNTUK NYA ..amiiinnnn " doa Dewi.."


Dewi mencoba mengalihkan rasa sakit nya dengan membaca Al-qur'an namun rasa sakit itu makin sering datang, Dewi meletak kan al-qur'an nya di atas nakas lalu pergi ke kamar mandi karena merasa kan ingin kekamar kecil .


Sesampainya Dewi dikamar mandi..


Dewi menutup mulut nya dengan telapak tangan nya, Dewi bergegas keluar dan mencoba menghubungi Tama . Namun karena rasa sakit yang diterima oleh Dewi membuat wanita berkerudung besar itu mengurung kan nya ,


"Sssttt.. ya Allah .. sakit **.. " keluh Dewi dengan memegang perut besar nya . Ketika rasa sakit itu hilang Dewi mencoba menghubungi Tama sekali lagi ..


Namun rasa sakit itu kembali menyerang wanita muda yang memakai khimar instan yang ber ukuran XL berwarna latte , akhir nya Dewi meletakkan ponsel milik dan kembali gagal untuk menghubungi Tama, beruntung Tama datang tepat waktu.


Dilantai dasar.. seorang suami yang baru pulang dari kantor , melangkah mengahampiri bik Sari dimeja makan..


" Bik .. apa istri saya sudah makan malam .. ?" Tanya Tama.

__ADS_1


Yang baru masuk rumah..


" Sudah tuan, tapii ..?" ucap Bik Sari menggantung sejenak , Tama mengerutkan alis nya menatap tajam ke arah bik Sari ..


" Tapi apa bik ? istri saya baik - baik saja kan ?!" sergah Tama dengan wajah tegang .


Bik Sari yang ketakutan melihat gestur dan perangai sang majikan dengan cepat menjelas kan ..


"Wajah nona Dewi pucat dan makanan nya tidak dihabis kan tuan !?" Jelas bik Sari kemudian dengan menunduk.


Tama yang mendengar laporan bik Sari , bergegas menuju kamar, Tama melihat istri kecil nya itu sedang berdiri mondar mandir sembari berpegangan dinding kamar. Sesekali Dewi berhenti karena kesakitan ..


Tama yang menyaksikan hal itu..


" DEWII! " panggil Tama panik


"Mass.." ucap Dewi.. dengan wajah memucat dan keringat mulai bercucuran ..


Ayo kita kerumah sakit , Tama yang panik akan keadaan sang istri bergegas mengendong tubuh Dewi yang tak mengunakan cadar.


Tomy yang baru masuk , sedang berada dimeja makan menikmati secangkir kopi buatan bik Sari.. dengan sesekali menggoda para asisiten baru Tama yang masih muda dan cantik..ditengah kegemaran nya Tomy terperanjat kaget akan suara Tama yang muncul dari arah belakangnya..


"Tom .. bantu gue !?" Ucap Tama yang panik.


Tomy tak lantas bergegas, Tomy terpaku menatap wajah cantik Dewi yang kali ini tak tertutup cadar sedang berada didekapan sahabat nya.


" TOM.. ! " BENtak Tama


" Buruan B#NGS#TTT! " ...ucap Tama yang marah.


"I-iii iya Tam.. " jawab Tomy dengan cepat menyambar kunci mobil dimeja.


Tama duduk di jok belakang dengan memeluk Dewi yang sedang merintih kesakitan .


Tama meraih ponsel milik nya,


" Halo Paa.." sapa Tama


"Halo Tam.. ada apa malam malam telfon papa , tidak biasa nya , HEM..?" Tanya papa Jimmy yang sedang berada diluar negeri.


" Paa.. sepertinya Dewi akan melahirkan !?" jelas Tama dengan gusar.


" Terus.. " jawab papa Jimy yang ingin menggoda sang anak .


" Itu saja yang ingin Tama kabar kan , sampaikan sama mama ya Paa!" ucap Tama dan sambungan telfon pun terputus.

__ADS_1


🖤🖤


__ADS_2