QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 22 TANPA AMPUN..


__ADS_3

πŸ’πŸ’


Sesampai nya dirumah ,Dewi duduk disofa sederhana milik nya dan merogok tas rajut milik Dewi untuk mengambil ponsel hendak menghubungi seseorang..


Tut..tutttΓΎ....πŸ“²


"Assalamualaikum mbak Bintang .. "salam Dewi


"Wa'alaikum salam Wii .." jawab Bintang


Ada apa Wi... tumben telfon ?" Tanya Bintang


" Sebelum nya Dewi minta ma.af hari ini izin ndak masuk kerja dulu ya mbak .. "ucap Dewi


" Kenapa ..? Kamu gak sakit kan ..?" Tanya cemas Bintang


" ... emm ini mbak , kaki Dewi sedang sakit dan musti istirahat dulu , jelas Dewi menjelaskan..


"Ooo oh ya udah , kamu nyantai aja Wii. .. kayak kerja sama siapa saja!?" jawab Bintang dengan ramah ..,


" Kamu cepat sembuh ya Wii " ucap Bintang


" hehehe.. iya mbak , terima kasih ,


Assalamualaikum mbak biii.. ??!"


"Wa'alaikum salam .. " Bintang


**


Setelah selesai sholat isha , Dewi berjalan perlahan menuju meja.. yang ada dikamar , Dewi menyalakan laptop dan membuka aplikasi salah satu novel yang Dewi terikat kontrak oleh penerbit novel di aplikasi tersebut, bibir wanita muda itu tersenyum melihat begitu banyak komentar , masukan dan dukungan untuk menulis kembali dan Dewi mengetik kata terima kasih atas semua reader yang selalu mendukung nya tak sedikit juga yang mengkritik tulisan Dewi , tapi Dewi tetap berfikir baik terhadap komentar - komentar yang tak mendukung nya..


Drett drettt..πŸ“²


Dewi meraih ponsel milik nya dan melihat nama yang tertera di layar ponsel milik nya..


" Mbak Rosa ?" gumam Dewi.. , Dewi menggeser ikon di layar ponsel milik nya..


"Assalamualaikum mbak Ross.." Dewi


"Wa'alaikum salam Dewi..!??" ucap panik Rosa


Dewi yang mendengar nada bicara Rosa yang panik , Dewi pun mengerutkan dahi ..


" mbak Rosa kenapa !? " sambung Dewi Dengan nada yang mencoba terlihat tenang ..


"Deww... elu kesini ya.. ? "Pinta Rosa..


" mbak Rosa.. tenang dulu ada apa ?" Tanya Dewi yang panik.


"Nara ..Deww... Naraaaa !!" ucap Rosa dengan nada frustasi


" mbak Nara kenapa mbak ?? "Dewi makin panik , didengar nya sayup sayup suara wanita yang sedang bertengkar..


" Ntar aja nanya nya yakkk.. sekarang elu kesini sekarang gg !! "Rosa dengan nada sedikit menekan ,


" Gue share lok , buruan ?!"


Setelah menempuh beberapa waktu perjalanan , akhirnya Dewi sampai pada lokasi yang di kirim kan Rosa, dengan berjalan tergesah - gesah walau sedikit menahan rasa sakit nya Dewi terus melangkah hingga Dewi melihat ada beberapa wanita dan pria yang berkrumun ,,,


"HOOOHHH!!.. dasar wanita ular , sebelum elu ngatain gue.. alangkah baik nya elu bercermin di cermin yang gede' " ucapan Nara terdengar mengejek.


"Kamu ! " Ucapan Anis terpotong karena Chandra meraih lengan Anis dengan kasar..

__ADS_1


"Dan kamu.., jangan kira kamu teman dari Dewi kamu bisa ikut campur urusan kami !? " Ucapan Chandra dengan nada geram ke pada Nara


"Aku bisa membuat perhitungan sewaktu waktu dengan mudah nya ,apa lagi dengan wanita malam seperti mu ..!! " Chandra.


Perkataan Chandra bagaikan bom yang meledak di telinga Dewi , Dewi yang berjalan mendekati Nara langkah nya jadi tertahan akibat pernyataan Chandra kepada 2 sahabat nya..


Alih- alih Nara takut akan ancaman dari Chandra.. Nara malah balik menggertak Chandra dengan ucapan pedas nya ..


"Sayang nya gue gak takut dengan ancaman elu barusan ?!" Dengan tatapan yang meremeh kan kapada Chandra.. "perlu elu tau ,, ! gue wanita malam yang mencari sesuap nasi ..!?" Nara menghentikan perkataan nya dan tersenyum kecut menatap Chandra ," sudah biasa menghadapi orang -orangan yang sok manusiawi seperti kalian..." dengan tertawa sinis, "hahahaha.." Nara ..


Byuurrrrr... segelas air membasahi pakaian Nara..


" kamu pantas dapat kan itu !!" Hardik Anis dengan sombong menyiram kan air ke arah Nara


Nara yang mendapat perlakuan tak mengenakkan dari Anis , tak mampu untuk berpikir jernih lagi..


Nara yang kalap akhir nya menyerang Anis , menaiki tubuh Anis yang terjatuh di lantai Nara langsung menjambak- memukul wajah Anis , Anis yang berada di bawah tubuh Nara yang tengah berubah seperti banteng yang melihat kain berwarna merah menyerang Anis tanpa memberi ampun ..


Bugg. ..


Plakkkk...


"Ahhh.. rasain wanita ular .." serangan Demi serangan yang dilakukan Nara.


Melihat Anis sang istri tak berdaya Chandra memanggil anak buah nya untuk melerai..


Lengan Nara yang di tahan oleh para anak buah Chandra, membuat Nara tak mampu memberi perhitungan dengan Aniss...


"Lepasssin ..! gue bilang !!" Nara yang memberontak


"Mas ssss... p**ac*r itu mempermalukan ku!?" adu Anis dengan merapikan tampilan nya.


Nara yang melihat pasangan suami istri yang berada di depan nya kini merasa muakkk...


"Ck.. kalian memang pasangan yang pas , botol dan tutup , untung Dewi sudah pisah dari pria brengsek seperti mu !" ucapan Nara sudah tak terkontrol karena emosi..


"Lepasin sahabat gue.. !! " sergah Rosa


Tapi tak dihiraukan oleh anak buah Chandra..


Candra berada tepat di hadapan Nara dengan wajah merah padam.. menandakan emosi yang memuncak , Chandra mencengkram pipi Nara dengan satu tangan nya..


"Apa maksud perkata an mu tadi ?!"


Dengan nada amarah..


Dari arah belakang asisten Chandra berbisik , Chandra lekas mematung seketika dengan mengarah kan pandangan nya ke arah Dewi , yang berada di pintu masuk dengan menatap nya kecewa .


Cepat - cepat Chandra melepas cengkraman dari pipi Nara dan menyuruh anak buah nya melepas kan wanita bar- bar tawanan nya itu..


Rosa berlari menuju Nara .."elu gak apa - apa kan Raa ?" Tanya Rosa cemas dengan memapah tubuh Nara untuk menghampiri Dewi..


"Mas.. ! Kok dilepas sih.. "keluh Anis


Tapi Chandra fokus menatap Dewi , Chandra meruntuki diri nya yang kasar dengan Nara..


" Kita pergi " Ajak Chandra kepada asisten , dari dalam mobil Chandra memperhatikan Dewi yang sedang memeriksa keadaan Nara sahabat nya.


Rosa dan Nara bergegas mengajak Dewi meninggalkan tempat itu dan menuju kontrakan milik Nara..


Sesampainya dikontrakan Dewi mencari handuk kecil beserta baskom berisi air hangat


"Mbak Nara ngapain berantem kayak gini ? " Celetuk Dewi sembari membersih kan luka memar di wajah Nara

__ADS_1


"Ini bocah .. gak usah tau kenapa gue sampai berkorban wajah begini.. nanti kalau elu tahu , gue jamin elu nangis satu setengah malam , lagian luka begini gak ada apa - apa nya ..!? " dengan nada sombong khas Nara


"Elu tu Na.. kalau bertindak mikir pakek otak !?" tunjuk Rosa pada kepala Nara..


"Udah .. AH ! gue mau tidur - capek . Besok malem harus dapat om - om yang bonafit yang banyak duit " dengan langkah yang dibuat buat Nara menuju kamar .


Dewi menatap Rosa berharap mendapat penjelasan dari sahabat nya itu


"Udaaa .. ayo pulang !" ajak Rosa dengan menggandeng tangan Dewi


Langkah Rosa berhenti ketika melihat langkah Dewi yang memincang.. kali ini Rosa yang memberi tatapan selidik pada Dewi


"Kaki Dewi kenapa ? Hem pasti dia ada masalah gk mau cerita , ni bocah ingin menutupinya dari gue, mungkin Nara bisa !, tapi.. kalau gue.. sorryy.. dengan senyuman yang menyeringai.😏😏batin Rosa


"Kenapa kaki lo Wii..? "Tanya Rosa..dengan di ikuti lirikan yang tertuju pada kaki Dewi , tanpa berhenti melangkah..


Dewi yang merasa ketahuan , hanya bisa tersenyum lalu langkah kaki Dewi yang tadi nya imbang dengan langkah dari Rosa , kini terhenti... !!?


Rosa yang melihat Dewi berhenti mau tak mau jadi ikut menghentikan langkah nya..


Rosa mencoba lebih bijaksana lagi bertanya kepada Dewi


perihal luka pada telapak kaki bagian kiri nya..


Dewi tersenyum dengan meraih kedua lengan Rosa , lalu berkata..


" Terima kasih hh ...selalu peduli dengan kuu ?!" Ucap Wanita muda bercadar itu, dengan sudut mata nya yang mulai berair..


**


Dewi teringat , awal di mana persahabatan mereka bertiga bermula dari sebuah musibah di sudut pom bensin...


Dewi yang baru selesai menunaikan ibadah sholat dzuhur keluar dari dalam mushollah yang ada di area pom bensin, gadis ber cadar itu mengedarkan pandangan mencari sesuatu.. dan ia pun tersenyum di balik cadar tat kala melihat suatu kios yang berukuran 1.5 meter kali 2 meter..


" permisi kakk.." ucap Dewi..


" Iya dek.. ada apa ? " Tanya pemilik kios.


" Tanya dulu ya kak.. !? yang tulisan L dan M ini beda ya harga nya ?" tanya Dewi dengan menunjuk daftar menu yang menempel di dinding kios semi permanen itu..


" Yang L itu maksud nya Large harga nya 15 ribu, dan yang M maksud nya medium harga nya 10 ribu , nah .. adik mau yang harga berapa ?? Dannn ada rasa meell.. , ucapan kakak kios menggantung.


" Ma.af kak .. ada ndak yang harga nya 5 ribuan aja ? tanya polos Dewi dengan malu - malu..


" EMPUUUSSSS... , yaaah ... adik tanya nya apa , beli nya apa ?? Celetuk penjual..


" Emmmm.. ma.af ya kakk... disertai cengiran oleh Dewi..


akhirnya minuman dingin pesanan Dewi pun selesai..


" ini .. minuman mu !?" Dengan ketus..


Dewi menerima minuman dingin yang berwarna taro yang di kemas dengan plastik biasa disertai sedotan.


" Terima kasihhhh ..." ucap ramah Dewi.., " kaakk..." panggil Dewi lagi..


"Hmm.. apa lagi ..!?" ucap ketus wanita muda itu..


" saya boleh yaa .. numpang duduk disini sebentar , sekalian nunggu angkot yang lagi antri bensin.." Dewi.


" hmm .." jawab nya..


Beberapa detik Dewi duduk , gadis muda berkerudung besar itu mengerutkan dahi nya , memperhatikan dengan betul apa yang sedang ia lihat ..

__ADS_1


Ada seorang pemuda sedang memepet seorang wanita yang mengenakan pakaian serba kurang bahan , belahan rok mininnya membuat paha mulus nya ter expose oleh umum , wanita muda itu sedang mengantri di sebuah coffee shop..


πŸ’πŸ’


__ADS_2