
🖤🖤
Dewi yang saat ini terbaring di tempat tidur pasien kamar rawat inap dirumah sakit seorang diri, sesekali saja ada perawat visit keruangan Dewi untuk memeriksa kondisi ibu hamil itu di tiap satu jam nya , tak terasa hampir setengah hari Dewi diruangan itu .
Dewi sesungguhnya ingin memberi kabar pada Nara dan Rosa .. tapi Dewi takut jika Nara akan marah terhadap suami dewasa nya jika mengetahui sebab musabab Dewi dirawat dirumah sakit hari ini.
**
Diperusahaan TM corpt.
Tama yang telah berada diruangan nya , merasa cemas dengan keadaan sang istri kecil nya , yang tanpa kabar apalagi ponsel milik nya tertinggal di atas nakas .
Seketika Tama teringat kejadian yang menimpanya ..
"BR☆ngs#k Ketty.. akan aku buat perhitungan dengan mu !!" geram Tama dengan mengeratkan gigi rahang nya..
Disela-sela kemarahan nya , Tama melihat ponsel milik nya..
" Drett... " ponsel Tama bergetar diatas meja kerja nya .
"Mama..!?" celetuk Tama.. dengan menatap layar ponsel milik nya.
**
"Ya ..Maa !?" Sahut Tama .
(Mama , memberitahu Tama tentang keberadaan Dewi,yang didapat dari pihak ruamh sakit ).
__ADS_1
" Terima kasih mah... !" ucap Tama dengan bergegas menuju rumah sakit milik keluarga Malik.
Sesampai nya Tama di ruangan Dewi ,pria tinggi itu melihat sang istri kecilnya yang terbaring pucat seorang diri.
Perlahan Tama mendekat , tanpa Tama sadari air mata nya lolos begitu saja melihat keadaan istri bercadar nya dengan perut yang mulai membesar.
"Sayang .. " panggil Tama dengan mengecup kening Dewi.
Dewi merasakan ada satu sentuhan, perlahan Dewi membuka mata,
"Mas..." panggil lembut Dewi.
Dan Tama tersenyum..
"Ma.afin mas ya.. karena mas kamu dan anak- anak yang dikandungan mu terancam..!?" ucap sesal Tama.
"Tidak apa -apa mas.. sudah kewajiban istri melayani suaminya , bukan kah itu ibadah.. !?" Sambung Dewi dengan tersenyum dibibir pucat nya.
"Kamu memang istri ku tersayang. .." ucap Tama dengan mencium telapak tangan Dewi.
"Calon ibu dari anak anak Tama Malik!?" sambung Tama lagi dengan mencium kening Dewi dan senyum mengembang dibibir merah Tama dengan tatapan elangnya yang tertutup oleh kaca mata transparan yang bertengger dihidung mancung pria tampan itu.
Tama melihat Dewi yang semakin hari semakin cantik dan itu membuat Tama tak mampu menahan diri dari diri Dewi yang bagi Tama seperti candu.
Tama mendekat lalu ******* b*b*r pucat Dewi yang semakin lama semakin dalam ..Tama sungguh pria dewasa dengan segudang hasrat sebagai pria normal.
Dari arah belakang , tanpa ada suara apapun yang menandakan kehadiran seseorang lagi diruangan itu , membuat kedua ingsan yang sedang memadu kasih itu terganggu..
__ADS_1
"EHEMM ..!! " Terdengar deheman dari arah belakang .
Sontak Tama membalikkan tubuh nya kearah suara tersebut..
"Ma , Pa .. ! " Pekik Tama yang kikuk melihat kehadiran kedua orang tua nya .
"TAM .. TAM ..??! bagaimana istri mu tak masuk rumah sakit ?? " ucap papa Jimmy dengan mengeleng -gelengkan kepala nya, melihat putra semata wayang nya itu yang begitu besar nafsunya terhadap istri kecil nya.
Dewi merasa malu akan kelakuan sang suami , yang diketahui oleh kedua mertua nya.
Mama Eni menarik lengan Tama untuk menjauh dari Dewi.. dan memandang wajah menantu kecil nya yang pucat ,lalu mama Eni mengambil tissu untuk membersihkan sesuatu dibibir Dewi ..
"Bagaimana ke ada an mu nak.. ? " tanya mama Eni dengan ramah , Dewi yang melihat perubahan sikap mertua nya hanya bisa menjawab dengan kikuk.
"Alhamdulillah baik nyonya.. hanya harus dirawat agar dokter bisa sewaktu waktu memantau kondisi anak- anak yang Dewi kandung baik -baik saja.. !" jawab Dewi dengan sopan.
"Ma.afin Tama ya nak, dan jangan panggil nyonya atau pun tuan lagi pada kami berdua.., panggil seperti Tama memanggil kami !!?" ucapan mama Eni membuat Tama memandang mama dan papa nya bergantian,
"Papa dan mama sudah tau semua yang menimpa kalian ,dan yang dilakukan Ketty kepada mu !?" Ucap papa Jimy yang mulai geram.
Sekian menit berlalu..
" Tam .. kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ayah, dan papa rasa kamu sudah tau maksud papa..? " Ucap papa Jimmy dengan menatap kearah Tama.
" Mama dan papa hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian !" Sambung mama Eni dengan menatap sang menantu ..
"Mulai dengan niat baik AKHIRI DENGAN CARA YANG BAIK !" pesan papa Jimmy dengan menepuk pundak Tama.. sambil berlalu.
__ADS_1
🖤🖤