
💐💐
Lantas..Terdengar bisik bisik dari para ibu - ibu sosialita itu kecuali mama nya Tama yang hanya melihat nya tanpa berkomentar.
"Masak si jeng.. " dengan tertawa mengejek , dari salah satu ibu sosialitA..
"Iya.. tapi itu dulu jeng.. sekarang ya nggak.. , lihat dong menantu ku yang sekarang.. modis ,sexy , pinter.., sedangkan dia !!?" tunjuk jijik mama Chandra pada Dewi..
"Makanya Chandra saya suruh ceraikan jeng .. lawong perempuan ini tu "MANDULLL" sambil menekan kata mandul
Dewi sudah tak tahan lagi dengan hinaan mama Clara , dengan menangis Dewi pun berlari keluar meninggal kan acara , namun sial nya cuaca diluar sedang turun hujan deras beserta kilat an yang menyambar..
Candra yang mulai sadar , tak menemukan Dewi di tempat .. Chandra pun pamit kepada relasi nya dan mencari Dewi , Chandra meraih ponsel dan menghubungi anak buah nya..
Chandra geram yang mendapat laporan dari orang nya.. tentang Dewi
Candra pun langsung meninggal kan aula .. untuk mencari Dewi diluar ..
"Kamu dimana Dew.. ?! " dengan mengendarai mobil di cuaca hujan yang lebat.. Chandra menelusuri jalan namun sayang Dewi tak ditemukan..
Ditepi jalan yang sepi Dewi berjalan , ada rasa takut namun Dewi harus terus melangkah menjauh dari orang - orang yang tak pernah menghargainya..
Dewi melepas sepatu fleet yang ia kenakan karena basah, Dewi ingin menghubungi kedua sahabat nya tapi sayang ponsel Dewi basah dan akhir nya mati terkena air hujan.
"Ya Allah" dengan sesegukan Dewi meneruskan langkah nya..
Ditengah jalan langkah kaki dmDewi tartahan karena kaki kiri Dewi terkena pecahan kaca..
"Astagfirullah haladzim.. " pekik Dewi dan duduk sambil memencet kaki nya yang berdarah..
Tiba- tiba ada sebuah mobil sedang berhenti tepat di samping kiri Dewi.
Dewi mencoba berani dengan tetap tenang..
"Mau kemana ?.. ayo masuk " ucap pria didalam mobil dengan nada genit," hujan pula.. ayo sini nanti om antar pulang , nanti om kasih uang jajan buat uang saku.." , pria itu melihat tubuh Dewi yang terkena air hujan .. walau Dewi memakai gamis besar tetap memberi efek lepek pada tubuh langsing Dewi..yang terkesan masi anak gadis
"Emmm...mak- kas -sih..!" dengan nada suara mengigil.. Dewi menolak
Tanpa disangka pria itu malah keluar menghampiri Dewi dan ingin menyentuh Dewi
"B-BBapak mau apa ! " Dengan sisa tenaga Dewi menepis tangan pria itu dan mencoba menjauh dengan kaki memincang.. pria itu terus mendekati Dewi , Dewi pun mencoba lari dengan menahan rasa sakit dikaki nya , pria itu pun semakin lama semakin mengejar Dewi , sampai di sebuah taman Dewi bersembunyi disemak - semak dengan menjongkok memeluk lutut nya karena Dewi sudah tidak kuat lagi berlari..
"Ya Allah lindungi lah aku.. " sambil menangis sesegukan Dewi mencoba membekab mulut nya , berharap agar pria itu pergi dan tak mengejar Dewi.
Om- om kesepian itu melihat kesegala arah..
"HahHhh.. lepas lagi tu cewek.. !" Kesal si om ..
Dan memutuskan pergi
Dewi yang masi bersembunyi.. disemak semak dengan guyuran hujan deras membuat Dewi makin menggigil kedinginan, dengan kesadaran yang mulai hilang Dewi berusaha kuat.. berjalan mencari bantuan
Dekat lampu merah Dewi melihat cahaya mobil, Dewi mencoba melangkah tapii...
BruGGĢG!...
__ADS_1
Dewi terjatuh pingsan
Cahaya mobil yang dilihat Dewi adalah mobil milik Tama yang sedari tadi sengaja mencari Dewi.
"Wii!" Ucap panik Tama di dalam mobil (tama begitu yakin wanita yang pingsan itu adalah wanita yang ia cari..)
Flas back on..
Tama tak fokus dengan pekerjaan nya malam ini , lagi - lagi Jico memberi laporan tentang Dewi yang datang ke acara peresmian hotel baru Chandra..
Makin penuh perasangka praduga di benak Tama sa'at ini tentang Dewi dan Chandra..
Tama mencoba menyesap secangkir minuman mocca hangat sembari menatap keluar cendela..
" Gue gak mungkin suka sama tuh cewek..!! gak- gak mungkin !!?" Gumam Tama sembari tersenyum kecil..
Tama mencoba memejamkan mata , tapi suara petir menggelegar diluaran sana membuat Tama makin tak tenang.. dengan cepat Tama menyambar sembarang jaket yang berada didalam lemari.. dan keluar ..
" Tuan !? " Tanya heran pak Edi.. yang melihat Tama keluar rumah dengan cuaca yang mulai turun hujan , dan mengendarai mobil mewah nya seorang diri..
" Saya pergi sendiri aja pak..!?" ucap Tama..seolah paham isi pemikiran pak Edi..
Flasback off..
**
Tinnnn..nnn " bunyi klakson mobil Tama..
Pak ujang berlari membuka kan gerbang
Tama bergegas keluar dari kursi kemudi dan beralih membuka pintu belakang , ketika Tama hendak mengangkat tubuh Dewi dari jok belakang,Tama sadar bahwa Dewi sedang tidak memakai krudung dan cadar ,Tama meraih kerudung basah milik Dewi yang dilepas oleh Tama dan memakaikan secara asal kepada Dewi dan menutupi wajah Dewi dengan ujung krudung instannya.
Sesampainya dikamar ,Tama membaringkan Dewi di ranjang king size milik nya..
"Dua kali sudah kamu tidur dikamar ku.. " gumam Tama sambil tersenyum menatap wajah cantik Dewi yang sedang pingsan.
Tama turun mencari bik Sari..
Tap tap tap
Langkah Tama menuju dapur sambil memanggil bik Sari
"Bik Sari -bik...!! " panggil Tama dengan menyisir sudut dapur
"Ya tuan.. !?" sahut bik Sari yang terlihat berlari kecil menghampiri Tama.
"Bik .. tolong bibik ganti pakaian wanita yang ada di kamar saya, dia sedang pingsan dan pakaian nya basah, nanti bibik ambil saja kemeja saya buat ganti pakaian nya, nanti biar saya pesan kan pakaian yang baru buat nya " ucap Tama panjang lebar kepada bik Sari.
" Baik tuan " dengan mengangguk bibik berlalu menuju kamar Tama.
Sesampai nya bik Sari di kamar ..
" Ya Allah .. ini kan neng Dewi !? Ya Allah neng ..kenapa pakaian nya basah begini.. Astagfirullah.. robekk !?" Panik bik Sari dengan sedikit memegang sobekan pakaian di lengan Dewi.
Bik sari cepat - cepat membuka lemari besar Tama , menyisir satu persatu pakaian Tama dan akhir nya bibik menutup kembali lemari tanpa mengambil pakaian Tama, bibik berlari menuruni tangga menuju kamar pembantu yang usianya sama dengan Dewi untuk meminjam kan pakaian .
__ADS_1
Setelah dapat bik Sari kembali kekamar Tama dan mengganti pakaian basah Dewi dengan pakaian yang kering milik pembantu, tak lupa bibik mengobati kaki Dewi dan menyelimuti nya.
Jam menunjuk kan pukul 5 pagi terdengar suara adzan subuh ditelinga Dewi, Dewi yang telah sadar mencoba bangun untuk sholat , tapi Dewi sadar ruangan kamar ini milik seseorang pria yang Dewi kenal , aroma wangi parfum yang familiar diindra penciuman Dewi , aroma wangi khas cowok yang bagi Dewi mungkin parfum itu begitu exsclusif hingga tak ada yang menyamai parfum milik Tama , yang saat ini memenuhi ruangan kamar..
Ketika mata Dewi menyisir setiap ruangan..
"Ya Allah .. " Dewi panik dengan membekap bibir nya " pak Tama !? " Dewi melihat sosok pria yang lagi terlelap tanpa mengenakan kaca mata , tidur di sofa yang tak jauh dari tempat tidur nya..
***
Setelah bik Sari pergi , Tama masuk kekamar berniat menjaga Dewi , tapi Tama tak sengaja tertidur di sofa dengan nyenyak nya ..
Dewi yang bangun terlebih dulu melihat pakaian yang ia kenakan bukan lah milik nya , kaos lengan panjang berwarna soft pink dan celana kulot panjang yang passs ditubuh langsing Dewi , tapi tak ada krudung yang menutupi rambut terurai milik Dewi .. Dewi mencoba mengingat - ingat kejadian semalam, cahaya lampu kendaraan kemaren ternyata adalah mobil sport milik Tama,
Dewi mencoba turun dari tempat tidur hendak mengambil air wudhu tapi baru saja Dewi akan menapak kaki nya Dewi terjatuh kembali di bibir tempat tidur.
"AhhhHH.. !" dengan cepat Dewi membungkam mulut nya ,bermaksud agar tidak membangun kan sang pemilik kamar ..
"Ssssttt sakit !" ucap lirih Dewi sambil meraba telapak kaki nya yang telah tertutup perban..
Tiba tiba ..
"Masi sakit.. !? "Tanya Tama dengan berdiri di samping Dewi
Dewi mengangguk .. tanpa berani melihat Tama ..
"Mau kemana? Biar gue yang antar.." tawar Tama
Dewi mengelengkan kepalanya
"Masih aja irit omong ! huuuft.". 😒sesekali Tama melirik kearah Dewi ,
" GILAA.. ternyata kalau dia pakek pakaian biasa begini terlihat masi bocah.. dan nn.. CAN-TIK "batin Tama sambil tersenyum😏
"Hemm.. mm kalau begitu gak ada pilihan lain," tama membungkuk hendak mengangkat tubuh Dewi
"Pak Tama mau apa ?! !!" spontan Dewi mengangkat kepalanya dan otomatis pandangan mereka bertemu satu sama lain,
Tama tertegun melihat mata indah Dewi wajah yang bersih natural dan cantik tanpa make up..
"Pak Tama tidak boleh menyentuh saya !" ucap Dewi
"Kenapa ?" Tanya Tama yang datar..
"Kita bukan mahrom " Dewi menjelaskan dengan lirih..
"Yang mahrom menurut kamu ? " Tanya sinis Tama
"Laki laki dari keluarga kandung saya " jawab Dewi dengan polos..
Akhir nya Tama mendudukan kembali Dewi dibibir tempat tidur.
" Terus dimana sekarang ? Biar gue..? eem ..AKU datang kan kesini buat bantu kamu , karena bik Sari dan pelayan perempuan dirumah ini lagi ditarik mama ke rumah utama !?" tutur Tama menjelas kan ..
💐💐
__ADS_1