
...🖤🖤...
Dilantai bawah perkantoran , Dewi meraih lengan tangan Vio .
" Saya musti kembali untuk bekerja , bukan kah kak Vio juga sama ?" senyumam Maira terlintas bertanda menyipit nya netra wanita muda bercadar hitam itu .
Vio pun mengangguk , dan memeluk Maira.
" Mungkin kita baru bertemu, tapi aku sudah merasa suka berteman dengan mu !?" ucap Vio wanita hitam manis itu.
Ketika keduanya larut dalam keakraban , salah seorang rekan kerja Vio menyapa ..,
" Vi.. ! siapa ini ? " Tunjuk pria dari bagian administrasi pada Maira.
" Bukan urusan elu !" sergah Vio yang mengerti arah pembicaraan teman pria nya, melihat dari senyuman sinis pria muda itu.
**
Diruangan bercat putih , yang memiliki beberapa jendela besar .
" Apa yang ingin kalian tanya kan ? " Tanya Alex yang duduk disofa disebelah Willy . Tak lupa senyum kecil tersunging dari bibir nya.
" Elu.., INSYAF bro ? " Tanya Willy sambil melihat kearah Alex.
Alex hanya tersenyum sambil menggeleng.
"Lex ! Gue , Willy dan Tomy , heran sama elu . Apa iya ! elu sudah bosen sama yang sexy -sexy , dan beralih mendekati cewek yang berpenampilan rapat begitu ! " Sambung Tama dengan nada meremehkan.
" Cewek yang di apartemen elu mau dikemana in ,Lex ? " timpal Tomy kemudian.
Alex terlihat menarik nafas dalam .
" SUDAH... !?" Tanya Alex pada 3 sahabat nya( gaya bicara alex berbeda jika bersama para sahabat nya ).
" HADEEEHHHH .. gue kok jadi tersangka begini sihhh ? " Cicit Alex sembari menggaruk kepala belakang nya yang agak gatal.
__ADS_1
" Tenang KISANAKKK.... ," ujar canda pria berlesung pipi . "Sebelum gue macarin itu cewek , gue musti harus melewati 2 sahabat nya terlebih dahulu dan kalian tau sahabat cewek tadi yang gue maksud siapa ?" papar Alex dengan mengarahkan tatapan menunggu.
Belum juga 3 sahabat nya menjawab pertanya an Alex , Alex sudah melanjut kan ucapan nya.
" Kekasih gue Rosa beserta sahabat nya Nara , wanita galak se asia tenggara !" .
Tomy yang akan meneguk secangkir teh , mendadak tersedak ,
" HUG,HUG .... ,Serius lu Lex ??" Tanya tak percaya Tomy dengan suara serak setelah tersedak.
"Ibarat SURGA - berTETANGGAan dengan NERAKA !!" sambung Wily ,
" Maksud elu apa Will !? " sergah Alex . "Elu juga ! nggak usah sok kaget somplak." cicit Alex kepada Tomy .
Sebuah telapak tangan bertengger di kening Alex .. "eMMmmm .. tak demam ?!" Ulah Tomy dengan membolak balik kan telapak tangan dikening Alex.
Sontak prilaku nyeleneh Tomy kepada Alex , membuat mereka ber empat tertawa ,di tengah -tengah riuh nya canda tawa pria -pria mapan tersebut Alex teringat sesuatu kembali , dengan membenahi posisi duduk nya .
"Apa kalian tau.. !!? " ucapan Alex tertahan sebentar dengan memberi tatapan serius . "Cewek pengantar kue barusan ? Nasib nya tak seindah mata yang meneduh kan hati para pria yang memandang nya ." ucap Alex mengumpamakan .
Willy dan Tomy saling berpandangan , sedetik kemudiam suara tawa menggema kembali .
" HALLAH.. sok puitis lu.. " Kali ini Tomy ikut mengejek dengan melempar berkas yang tadi ia pelajari kearah Alex .
"Sial ,Lu -Tom!" dengan menurun kan berkas tersebut Alex menatap kesal pada Tomy.
"Kalau kalian tak percaya ,tak apa ! " Alex berusaha meyakin kan ketiga sahabat nya itu.
"Cewek pengantar kue tadi bernama Maira ,dia seorang janda muda !" jelas Alex
"Mau dia janda muda , janda tua siapa yang tau , orang wajah nya tertutup gitu !" ucap datar Tama dengan senyuman tak biasa.
Alex yang putus asa , mengangkat bahu nya menandakan menyerah, " *Ba**ik lah mungkin kali ini kalian bisa bicara seperti itu , tapi... tunggu entar kalau sudah tau.. awasss* !" Batin Alex
**
__ADS_1
Sore berganti malam..
Disebuah komplek kawasan elit . Terdapat rumah mewah nan megah, dimana ada dua pilar besar berdiri kokoh pada bagian depan bangunan ,dengan deretan mobil mewah terparkir rapi pada garasi , tidak lupa pagar tinggi yang mengelilingi hunian mewah itu menggambarkan kpribadian tertutup sang pemilik nya yakni 'Tama Malik'.
**
"Mama- papa pulang dulu.. kamu jaga kesehatan jangan bergadang terus !!" nasehat mama Eni (52 tahun mama Tama ). Berdiri diteras hunian bertingkat tersebut.
" Dan papa harap kamu sudah mulai memikirkan soal pasangan , atau kalau kamu terlalu sibuk dengan bisnis mu biar papa dan mama yang mencarikan !?" tawar papa Jimmy Malik dengan gurauan.
" Sssst.. , Paa- Maa ! ini bukan jaman nya papa dan mama dulu ,atau masa Siti Nurbaya yang menjodohkan anak -anak nya." protes Tama akan ucapan Jimmy.
" Tam... !?" panggil Jimmy , dengan mengusap lengan putra nya , " jika waktu itu tiba papa akan menagih nya.. !?" ucapà n Jimmy kepada Tama dengan tatapan serius. Sejenak Tama terdiam, tak lama Tama pun mengangguk dengan wajah yang telah berubah sendu.
"Mama dan papa uda tua nak... , kamu satu- satu nya pewaris dari keluarga Malik, untuk apa harta melimpah, keluarga terpandang namun tidak membuat mu cepat menikah , apa kamu bersungguh sungguh dengan janji mu..?"
kali ini mama Eni mencurah kan isi hati nya kepada putra semata wayang nya . Sekaligus memastikan kembali janji yang dulu pernah terucap.
" kalau nanti dia datang kamu masih ingat kan janji mu..??" ujar mama Eni mengingat kan nya lagi..
Tak ada jawaban dari Tama..
" Intinya mama -papa ingin kamu cepat menikah !..Mama ingin seperti teman- teman arisan mama yang mengajak cucu dan menantu nya sesekali datang ke arisan " curhat mama Eni.
"Kamu Tomm.. !?" panggil mama Eni dengan tatapan galak , " Tante harap kamu bisa menasehati Tama , agar mau cepat menikah begitu pun dengan dirimu..!!" ucapan mama Eni kepada Tomy sebagai tanda peringatan !!!
"Usia kalian sudah tak muda lagi... ingat itu ! Ayo maa.., kita pulang !" Jimmy segera menuju mobil yang telah menunggu .
Setelah beberapa sa'at kepulangan Eni dan Jimmy. Tama dan Tomy tak lantas bergegas masuk rumah , mereka berdua tengah asik duduk ditaman sembari meminum minuman kaleng , namun nnn ..... suara gaduh disebrang jalan sana.. ??????.. ..
Tama masih tak merespon suara gaduh tersebut, karena memang sifat Tama yang angkuh dan tak mau tau urusan orang lain , Namun berbeda dengan siTomy , serasa telinga nya mendengar panggilan alam, secara otomatis membuat rasa ingin tau nya pun muncul.
Tomy melangkah kan kaki panjang nya ke arah depan menuju arah suara, walau jarak mereka berdua terhalang oleh tembok pagar yang tebal namun masih terdengar suara wanita menangis dan bentakan seorang pria disebrang jalan sana . Tama memperhatikan kelakuan Tomy yang absurd sedang mencari tau , lalu Tama hanya tersenyum kecil melihat kelakuan Ä·onyol Tomy sahabat nya semenjak duduk dibangku kuliah itu .
Tama yang mulai lelah berdiri dan meninggal kan Tomy .
__ADS_1
...Tulisan Bersambung Q.C....
...🖤🖤...