
🖤🖤
**
Setelah dari ruang Ketty , Dewi melangkah dengan pelan kearah ruang rawat Nara . Terlihat jelas kesedihan diraut wajah nya yang sedang ia rasakan, akan duka yang menimpa Ketty.
Diruang rawat Nara..
" HEYYY... kenapa lu.. ??" Tanya Nara dan menatap heran kepada mata Dewi yang sembab lalu menatap curiga Tama.
Detik berikut nya , wanita bercadar itu bersuara..
" Bayi mbak Ketty meninggal mbak Ra..?" Jawab sendu Dewi dengan memeluk tubuh Nara.. dan menangis sesegukan.
Nara membalas pelukan wanita muda bertubuh langsing itu..
" Ya jelas lah anak nya meninggal orang emaknya nggak jagain bener -bener, tiap malam keluyuran , mabuk -mabuk kan untung itu janin masih bisa bertahan hampir 9 bulan, walau akhir nya meninggal!" Timpal Nara dengan nada kesal.
" Aku yakin itu perempuan tidak ada rasa menyesal nya !" perkataan Nara benar- benar tak disaring..
" Mbak Nara .. tidak baik berbicara semacam itu ?!" sahut Dewi dengan menarik tubuh nya yang memeluk Nara , " Tak ada seorang ibu yang tidak sedih kehilangan akan bayi nya , tidak ada mbak Raa!! walau sebejat- bejat nya akhlaq sang ibu mereka punya hati nurani terhadap darah daging nya !!" Jawab Dewi dengan menatap kearah luar jendela.
Lidah Nara seketika kaku tak mampu menjawab pernyataan wanita muda yang biasa ia sebut BOCAH.
Disofa ruangan rawat Nara..
" Tam istri elu pinter nakhlukin istri gue! liat tak berkutik bibir beo nya..?!" ucap lirih Willy yang berbisik dengan Tama.
Tama memicingkan mata nya menatap Willy,
" Jadi..! elu kalah sama si Nara KU itu ?!" tunjuk Tama kearah Nara yang sedang mendengar nasehat Dewi.
**
2 minggu kemudian..
Tama telah kembali pada rutinitas nya ..
Di perusahaan TM CORPT..
" Sherly.. ! Kemana Tomy ? Kenapa jam segini belum datang ?!" Tanya Tama dengan melihat jam tangan nya.
__ADS_1
" Ma.af pak .. hari ini pak Tomy belum ada konfirmasi ke saya " . Jawab sekertaris Tama.
" Ya sudah kamu boleh keluar !" Perintah Tama..
" Baik pak , saya permisi dulu " Sherly membungkuk kan sedikit tubuh nya kearah Tama , karena pakaian Sherly memang luar biasa sexy nya ..alhasil , Tama memicingkan matanya ..
" TUNGGU !! .." cegah Tama.
" Ya pak?" Serly membalikkan tubuh nya , dan tersenyum menggoda ke arah Tama .
" Berapa berat badan mu sekarang ?!" Tanya Tama dengan tatapan tajam.
" ah.. pak Tama kenapa menanya kan berat badan ku?? Apaaa ? " Wajah Sherly berubah keping ping an " pak Tama perhatian dengan ku ? " Pikir Sherly.
Sontak angan- angan sekertaris sexy Tama melayang nan jauh ke awan , dengan sesekali menggigit bibir bawah nya yang merah menyala , Ketty menjawab...
" Emm.. 45 pak !? " Jawab Sherly dengan malu..
" HMM.. Berarti ukuran pakaian yang kamu kenakan kekecilan , CEPAT ganti dengan ukuran yang PANTAS ! aku tidak ingin klein ku melihat penampilan mu saat ini .. sungguh tidak pantas !!"
EMPUUUUSSS... terhempas kebawah angan -angan sang sekertaris...
" AKKKK.. apa yang kudengar barusan.. KEKECILAN !!?? ðŸ˜ðŸ˜batin Sherly menangis , ingin rasa nya wanita sexy itu mencopot kaca mata sang pemilik perusahaan itu.
" Ketty apa kamu mendengar ucapan saya ?!" Hardik Tama kembali , karena melihat respon Ketty yang terperangah SYOK...
" B-baik pak saya akan ganti besok...!?" sambung Sherly..
" HEMM... , kalau begitu tolong panggilkan Vio !? " Ujar Tama memerintah lagi.
" Vio pak ? "Tanya Sherly mengulang..
Tama mengangguk..
" Ma.af pak untuk apa bapak memanggil Vio ? Bukan kah Vio ada di bagian resepsionis pak ??".. tanya Sherly..
Tama menatap Tajam kepada sekertaris nya itu.. hingga membuat yang di tatap tak berani berkutik lagi..
" Saya permisi pak.. ?" Pamit Sherly dan berlalu dari ruangan Tama.
**
__ADS_1
Kedua karyawan wanita Tama sedang melangkah menuju ruangan CEO berkaca mata itu.
Vio tak berani bertanya ke pada Sherly , karena melirik nya saja sudah membuat wanita hitam manis itu merinding bulu ROMAKU , terdapat aura mistis dari diri wanita cantik disampingnya saat ini , yang biasa nya selalu bermuka dua ke pada setiap orang yang di incar,yang kini tak ia tampak kan lagi.
"HEAAAHHHH.. " helaan nafas yang keluar dari bibir Sherly..
" kenapa mbak ? " Tanya sepontan dari Vio .
" Bukan urusan MU ?!" Jawab sinis Sherly.
Setelah itu Vio memonyongkan bibir nya kedepan " kenapa si dia .. bukan nya selalu bersemangat kalau kerja secara dia bisa tebar pesona dengan bos -bos khusus nya pak Tama , tapiiiii iniii ??? " batin Vio terhadap Sherly
"Ada apa dengan nya ,wajah nya tak ada baik -baik nya dilihat ,KAKU kayak kanebow kering !! "ðŸ¤ðŸ¤batin Vio lagi sambil terus melangkah keruangan Tama di dampingi Sherly.
Sesampainya di ruang presdiir Tama..
Diruangan Tama sudah ada Willy dan Alex ..
" Permisi pak , bapak memanggil saya ?" Tanya Vio
" HMM.. "sahut Tama ,
" Nanti ada metting selesai jam makan siang !" Jelas Tama dengan menatap sesekali kepada Vio
"Kamu Vio ikut saya menggantikan Sherly.. !!" Lanjut Tama.
Alex yang sedang menyesap secangkir kopi, menjadi kesedak mendengar perkataan Tama barusan " UHUUUKK..HUK-HUK.."
Willy yang berada tidak jauh dari alex mengerutkan dahi!!? menatap Alex lalu dijawab Alex dengan gelengan kepala dengan membersih kan bibir nya akibat tersedak ,Tama hanya menarik sedikit ujung bibir nya yang merah sembari menatap kedua sahabat nya dan beralih menatap kedua bawahan nya yang berdiri didepan nya saat ini.
Vio menatap kearah Sherly,"wahhhh.. aku yang menemani pak Tama metting ntar siang ?? DEMI APA gue?" Gumam Vio dalam hati kegirangan.
" Wahhh ... benar kata emak .. anak perawan harus musti kudu bangun pagi biar rezeki nya nggak dipatok teman kantor ' EH dipatok AYAM 😅" Batin Vio kegirangan.
Beda dengan Sherly ..raut wajah nya makin tak karuan ..
" Ma.af pak , kenapa Vio yang menggantikan saya? ! Yang seharusnya mendampingi pak Tama meeting adalah saya karena saya sekertaris bapak.!?" Ucap Sherly tak rela.
" ckk.. PINTAR ! Aku suka keberanian mu dan ketegasan sifat kamu Sherly , tapi.. yang sudah aku katakan ! Kalau pakaian mu yang kekecilan itu tak PANTAS !?!?" Jawab Tama dengan santai.
" Dan bukan nya kamu sendiri yang bilang bahwa besok baru kamu perbaiki pakaian mu itu ? ! " Sergah Tama dan membuat Sherly bungkam .
__ADS_1
🖤🖤