
...🖤🖤...
Setelah keluar dari ruang IGD , Ibu Jamilah kini dipindahkan keruang rawat inap pasien kelas 3 ,dimana satu ruangan diisi 2 hingga 4 bed pasien.
Tak terasa waktu menunjukkan jam 12 siang , Yani dan Maira pun pamit kemusholah terlebih dulu kepada Rahma .
**
Diteras mushollah ,Maira yang baru menyelesaikan sholat nya terdiam dengan tatapan tanya ?..
" Mbak Yani !?" sapa Maira yang melihat wanita tinggi itu duduk termenung dianak tangga mushollah.
" Mbak Yani kenapa ?" Tanya Maira yang ikut duduk ,seraya memakai sepatu .
"Saya merasa bersalah mbak , atas kecelakaan yang menimpa ibu Jamilah dan Rahma ?" Dengan mendongakkan tatapan nya kearah Maira yang kini berdiri didepan nya dan telah memutar kembali tubuh ramping nya.
" Maksud mbak Yani apa ?" ucap tak mengerti Maira dan kembali duduk disamping Ayani.
" Mbak Maira ingat mobil hitam yang menguntit kita tadi pagi ?!"
Maira mengangguk dengan menghadap kan tubuh nya kearah Yani .
" Ada apa dengan mobil sedan itu mbak ..? " Maira mulai penasaran.
" Tadi aku sempat mendengar dari Rahma , kalau yang menabrak mereka berdua adalah mobil sedan yang berwarna hitam " Yani bercerita dengan tatapan lurus kedepan , mencoba mengingat dan mencocok kan pemikirannnya.
" Lal-lu mbak Yan ..!?" suara tanya Maira terdengar ragu..,
" Ma'af ! apa mbak Maira punya musuh ?!" Yani mengarahkan tatapan selidik pada Maira .
Maira menggeleng . " InsyaAllah, saya tidak punya musuh mbak,"
"Ma'af kan saya mbak, jika bertanya seperti ini , karena menurut filing saya, mobil sedan hitam itu sengaja menabrak motor yang dikendarai Rahma dan ibu Jamilah ! namun mereka berdua korban - salah sasaran!!" papar Yani mulai menyusun jawaban akan pertanyaan yang ada dibenak nya.
"Sengaja ditabrak ! salah sasaran ! , a-apa maksud nya ,mbak ??" Maira mencoba mendesak Ayani .
"Seperti nya kita lah target sesungguh nya dari mobil hitam itu , mbak Maira !!" papar Ayani dengan menatap serius.
"K-kit-ta?" Maira tercekat . Lalu wanita bercadar itu meraih telapak tangan Ayani .
" Mbak ... .. , kita tidak boleh su'udzon dulu , sebelum kita tahu betul kebenaran nya ! Bisa jadi ini memang murni tabrak lari , dan pelaku nya masih dicari untuk dimintai pertanggung jawaban nya . Kita musti percaya pada kepolisian untuk menyelidiki motif dari musibah kecelakaan ini ." Jelas Maira .
Ayani terdiam , merenung i perkataan wanita muda bercadar yang selalu bersikap lembah lembut bahkan dalam bertutur kata.
Sedetik kemudian .. "Semoga polisi cepat mengungkap dan menangkap pelaku nya !" Pungkas Ayani dengan melihat kearah Maira.
**
Disisi lain ,dokter bermata sipit sedang melakukan panggilan suara .
...
" Hallo Tam .." sapa Yani kepada pria angkuh.
Tama menautkan alis nya "ngapain Hani hubungi gue ?" batin Tama.
" Hmm ,apa ! Gue NGGAK sakit ! ngapain elu hubungi gue !" dengan angkuh nya Tama berkata dan akan mematikan ponsel nya.
__ADS_1
" Dengerin gue dulu ! main nyamber aja lu !" Seru dokter Hani .
Tama yang tadi nya akan menekan ikon berwarnah merah mendadak ia tahan saat dokter tersebut menyebut kan ciri -ciri wanita yang ia lihat hari ini dirumah sakit.
" Elu nggak mau bilang terima kasih sama gue, Tam !?" ucap Harap Hani ,
Tanpa menghiraukan ucapan dokter wanita itu , Tama langsung mematikan ponsel pintarnya...
" Huuuuww... Dasar tuan muda tidak tau etika!" Omel dokter Hani kepada ponsel milik nya yang masih menyala .
**
Tama mencoba menghubungi Tomy . Tak butuh waktu lama ,pria beranting satu itu pun datang dengan raut wajah tegang..
" Apa yang urgend !? " Tanya nya.
Alih-alih menjawab ,pria angkuh itu langsung bertindak .
" KITA kerumah sakit .. !" ucap nya dengan melangkah lebar .
**
Setelah bersabar melewati jalan an yang padat disiang hari ,keduanya pun sampai dirumah sakit yang dituju.
Tama dan Tomy melihat dokter Hani sudah menunggu didepan lobi .
" Dimana dia ?!" Tanya Tama dengan terus melangkah kan kaki tinggi nya.
"Diruang kecubung !" jelas Hani dengan menceritakan awal mula wanita bercadar itu datang .
ketika Tama - Tomy beserta dokter Hani sampai dilorong ruangan yang dimaksud..
" Itu... !?" tunjuk Tomy kearah Maira dan dua orang wanita, berdiri didepan pintu ruangan pasien , mendengarkan ucapan dokter laki- laki berparas oriental. Tak lama dokter itu pun pergi.
Dari jauh terdengar suara tangis salah satu dari mereka..
" Bagaimana ini kak Maira ,kak Yani..?? " tanya frustasi Rahma dengam terduduk dibangku kosong.
" Kamu tenang ya Rahma, kita cari jalan keluarnya sama - sama ", ucap Maira mencoba menenangkan, walau jujur ia juga sedang dilanda kecemasan dan merasa iba akan ujian yang diterima Rahma.
" Kakak dengar kan kata dokter tadi .. kakak denger kan !!?" suara Rahma kali ini tidak seramah tadi ,pada Maira.
" Pihak rumah sakit akan memberhentikan perawatan dan pengobatan untuk mama jika aku tidak melunasi sisa biaya operasi tadi pagi !" ucapan Rahma yang begitu kasar kepada Maira ,membuat rasa simpatik Yani sirna seketika.
" HEH.. jaga ucapan mu bocah!" segah Yani .
"Dimana sopan santun mu terhadap orang yang lebih tua dari mu ? " Yani berusaha menguatkan dirinya agar tidak terpancing perilaku kasar Rahma ,
Rahma tertawa jahat ,krudung besar yang ia kenakan , dengan enak nya ia lepas dan lempar kearah wajah Maira .
" BRAPPP.. !!"Rahma melepas krudung besar yang ia kenakan ,dimana krudung tersebut pemberian Maira . Karena krudung yang ia kenakan dipagi tadi kotor terkena darah sang mama.
"kamu katanya mau bantu! MANA,MANAAAA .. !" senyuman sinis dari Rahma diarahkan pada wanita bercadar .
" Nyata nya kamu BOHONGGGG !" teriak Rahma .
Maira yang dilempar krudung oleh Rahma terpaku melihat kelakuan asli wanita muda yang ia tolong . Setelah tersadar dengan cepat Maira meraih kerudung tersebut dan menutup kan kekepala wanita muda . " aku tidak mau !!" sahut kasar Rahma dan melepas krudung nya kembali..
__ADS_1
" Rahma ....! , Saya tau kamu sedang sedih dan bingung ,tapi cara mu seperti ini tidak merubah keadaan , coba lah untuk bersabar dan beristihgfar ,sejati nya Allah memberi musibah bukan karena Allah tidak suka atau marah kepada kita . Allah hanya ingin mengetahui seberapa tebal nya takwa seorang hamba saat kita ditimpa musibah " .ucap Maira dengan mengembalikan krudung pada tangan Rahma .
**
Dari kejauhan Tama berdiri melihat Maira yang begitu sabar dan ikhlas menolong. Tama pun yang tadi nya gelisah kini menjadi lega setelah memastikan sendiri keadaan wanita bercadar itu baik - baik saja ,
"Ayo Tom ! "Ujar Tama kepada Tomy , dimana pria beranting satu itu sedari tadi sibuk mencari tahu kenapa Maira bisa berada dirumah sakit ,kepada Hani .
**
Malam pun tiba , Maira dan Yani kembali keruang rawat ibu Jamilah dengan membawa makanan dan air mineral.
Maira melihat kearah Rahma yang masih duduk disamping tempat tidur mama nya.., bergeming akan kedatangan kedua wanita muda .
Yani yang kesal akan sikap kasar dan sombong nya Rahma , memutuskan pulang .
" Mbak Maira apa mau bermalam disini ?! "
Maira terdiam sembari menatap Rahma,
" InsyaAllah saya bermalam disini mbak Yan, " jawab Maira dengan mengarahkan tatapan tak tega , kearah Rahma dan ibu Jamilah yang belum sadar pasca operasi .
" kalau begitu aku pulang ya mbak ., kasian anak ku sedari siang tadi telfon..!" Jelas Yani .
"In nsyaAllah besok pagi saya kesini.." imbuh nya.
" Iya mbak, Hati - hati dijalan ya mbak.. !? " ucap Maira dengan mengantar Yani ke depan pintu ruang rawat ibu Jamilah.
Usai mengantar dan menutup kembali pintu . Maira melihat Rahma masih setia diam seolah wanita muda bercadar itu tak ada .
" Sudah sholat isha' kah dik Rahma ?" Tanya Maira mencoba mengisi kebisuan diantara keduanya , namun yang ditanya tak menyahut.
Maira yang paham tersenyum kecil ,mengerjapkan mata mencoba mengalihkan rasa kecewa dan pembicaraan nya .
" Makan dulu ... , saya lihat kamu dari siang belum makan ?" ucap lemah lembut Maira dengan membuka tutup kotak nasi untuk Rahma.
Namun sayang nya lagi -lagi Maira tidak mendapat respon baik dari wanita yang baru ia tolong itu . Seolah Maira belum jera ,ia terus berusaha mendekati dan membujuk .
" Rahhhm..." ucapan Maira tertahan ketika perlakuan kasar Rahma ia terima lagi.
Rahma mendorong tubuh Maira . " Jangan dekati aku, pergi !! " ucap Rahma mengusir.
" Pergi dari sini, lagian kamu dan teman mu itu bukan siapa - siapa aku, jadi tidak usa sok peduli dengan kami !!" tak ada ungkapan baik yang keluar dari bibir wanita muda yang tak tau diuntung itu.
Maira melihat satu pasie terbangun ,terganggu karena suara nyalak Rahma .
Akhirnya Maira pun mengalah,lalu merogoh tas rajut nya, " Inii.. " ucap nya pelan , terlihat Maira menyerahkan amplop yang berisi uang tabuangan nya,
" Mungkin ini tidak seberapa , tapi ini yang bisa saya lakukan untuk membantu mu., " sambung Maira, setelah wanita bercadar itu menyerah kan amplop berisikan uang pecahan 100ribu sebanyak 42 lembar.
" Kamu terima yaa.. semoga ibu Jamilah lekas sembuh dan uang itu bisa sedikit membantu mu Rahma ," Perkataan Maira terasa menusuk ditelinga wanita muda yang usianya 1 tahun lebih muda dari nya.
" Saya pamit , Assalamualaikum.." salam Maira kepada Rahma , namun Rahma tetap diam .
...Tulisan Bersambung Q.C....
...🖤🖤...
__ADS_1