
💐💐
Terik matahari siang ini sungguh sangat teramat panas , membuat siapa saja merasa malas untuk beraktifitas diluar rumah , Sama halnya dengan Nara yang sedang berada di dalam gerai kue yang ia kelola , wanita galak yang enggan beranjak keluar dari ruangan nya siang ini..
" HEIIIHHH.. panas nya . .. AC ini apa rusak yaa.. ?!" Ucap kesal Nara dengan memukul- mukul pelan remot AC.
Terdengar ketukan dari pintu dari luar ruangan nya..
TOK TOK.. !!?
" Masukkk.. !" Suara Nara yang sedikit berteriak.
Ketika Nara melihat siapa yang masuk ..
" Oh mbak Luluk ..! " ucap Nara pada anak buah nya, lalu kembali fokus mengotak atik benda berwarna putih itu.
" Ada apa mbak Lukk..? " tanya Nara dengan meletak kan remot AC yang telah babak belur akibat perlakuan Nara yang kesal kèpanasan .😁
" Maaf mbak Nara.., dibawah ada orang yang mencari mbak !" Ucap Luluk.
" Hahh.. siapa yang nyariin gue ?? Seingat gue tidak ada komplain dari pelanggan kue .. ?" Batin Nara dengan bersiap berdiri dan mulai melangkah menuju lantai bawah , sesampainya Nara... ?
" KAMU... ?!" Pekik Nara..
Willy tersenyum melihat expresi wajah Nara yang tak percaya akan kehadiran nya ?!..
" Hai .. " sapa Wily kepada Nara
" Elu sibuk tidak siang ini ? " tanya Willy dengan ramah.
Nara mengeryitkan kedua alis nya..? " Laaa.. ini orang ngapain siii ..siang -siang kesini , terus nanya sibuk tidak nya gue.?! " batin Nara beradu.
"CETIK CETIK .." suara jentik kan jari Willy tepat di depan wajah Nara ..
" Hallooo.. " suara Wily mencoba menyadar kan lamunan Nara.
😒tatapan Nara yang datar terhadap Willy..
__ADS_1
" KAMU - AKU Saja gaya bahasa nya! kamu kan sahabat suami nya Dewi, jadi biar lebih enak saja bicara nya ?! " jelas Nara kemudian.
Lagi- lagi Willy dibuat heran kepada wanita unik di hadapan nya sekarang ?!
" AYOO.. ! " ajak Willy dengan meraih tangan Nara seenak nya.
"TUKK.. " sebuah pukulan pelan mendarat di lengan Willy
" Yang SOPAN wahai tuan! " suara Nara yang mulai ketus .
" Maaf .. " sahut Willy dengan menggaruk kepala belakang nya yang tak gatal.
" Gue .. ' maaf AKU maksud nya , mau ajak kamu makan siang diluar..?" Tawar Willy dengan sedikit ragu, karena takut Nara akan menolak nya. Walau tak pernah ada satu wanita pun yang pernah menolak ajakan Willy selama ini.
" Kamu mau kannn ? " tanya Willy memohon.. tatapan Willy dan Nara bertemu.." B#NGS#T.. ini jantung hati apa minta di donor kan ya..? kenapa kalau bertatapan seperti ini dengan Si NaraKU jadi berdetak cepat..!! "batin Willy
Sejenak Nara terdiam..lalu bibir yang dipoles dengan warna yang sesuai dengan mad wajah nya berkata..
" SORRY... aku tidak bisa meninggal kan mbak Luluk sendirian , beberapa karyawan ku sedang izin! " ucap Nara dengan pelan menjelaskan.
" Okeyy.. , GUEE.. - amm sorry.. maksud nya aku... pamit dulu !?' Ucap Willy dan dianggukan oleh Nara dengan menatap kepergian pria tampan nan tinggi menuju mobil mewah nya.
**
Dikediaman utama keluarga MALIĶ... dipagi hari..
" Mas tidak ngantor.. ?!" Tanya Dewi dengan berada dipelukan suami.
" Ini hari minggu sayang.. !?" Jawab Tama sembari membuka sedikit mata nya yang indah kearah sang istri.
Dewi menupuk jidat nya seraya berkata , Asataghfirullah haladzim.. ma.af mas saya lupa !?" Sambung Dewi dengan terkekeh pelan.
Tama pun ikut tersenyum melihat sang istri saking sibuk nya mengurus si kembar sampai lupa akan hari..
Tama makin mengerat kan pelukan nya terhadap Dewi .. dan memejamk0an mata nya sembari menikmati sentuhan tubuh istri kecil kesayangan pria angkuh .
Dewi seketika mengingat keinginan nya untuk kesuatu ruangan milik suami dewasanya itu.
__ADS_1
Dewi mendongak kan kepalanya dan menatap pria tampan berhidung mancung dihadapan nya ..
" Mas... , mas Tama kan hari ini tidak kerja, bisa kah antar saya keruangan yang ada disebelah kamar ini.. ?!" Tanya Dewi dengan memutar mutar kan jari telunjuk nya kedada bidang Tama .
Tama mengerutkan dahi nya..menatap wanita muda yang sedang merengek minta diantar kesuatu tempat milik nya..
" Harus pagi ini sayang .. ?" Tanya Tama memastikan..
Dengan cepat Dewi mengangguk lalu tersenyum..
Tama mengambil nafas dalam - dalam.. dan menghembus kan nya..
" Baik lah , seperti nya istri ku ini penasaran ya .. ?!" Celetuk Tama dengan melangkah dan mengenakan pakaian bawah nya.. 🙄🙄??, dan menyambar kaos berwarna putih dilemari besar nya..
Didepan pintu kamar kerja Tama..
"KLEK.. " pintu terbuka..
"Assalamualaikum.. " ucap salam wanita bercadar itu..
"Tidak ada orang sayang diruangan ini , untuk apa ucap kan salam ?!" Sahut Tama dengan menghidup kan setiap penerangan yang ada diruangan itu , yang bisa di bilang cukup luas..
" Mas... ada atau tidak nya seseorang disuatu tempat atau ruang , kita sebagai muslim disunnah kan untuk mengucapkan salam ketika kita akan memasuki ruangan atau tempat itu sendiri .
Karena kita mungkin tidak tahu ada kehadiran makhluk ALLAH lain nya yang berada ditempat yang sekarang kita masuki.
" Dan wajib hukum nya menjawab bagi yang mendengar suatu salam itu..!" Pernyataan Dewi barusan bagai sindiran bagi diri Tama karena hanya dia yang berada ditempat itu..
Dengan sedikit menggaruk pelipis nya yang tak gatal , Tama menjawab salam sang istri..
" Wa' alaikum salam warahmatullahi wabarokatu. .. !" Tama dengan tersenyum kepada sang istri dan melepas cadar bandana yang menutup wajah cantik nya.
Dewi pun membalas senyuman kepada Tama.. kemudian wanita berkerudung besar itu pun melangkah dengan perlahan.
Dewi menatap kagum dengan ruangan didepan nya kini.. ruangan yang bercat putih dan ada sebuah sofa panjang yang mengkilat berwarna brown , lalu rak - rak buku yang tersusun rapi , yang disusun berdasarkan isi dari buku itu sendiri. Tak lupa meja yang terbuat dari kayu yang telah di pernis sedemikian rupa lalu diatas nya ada sebuah làptop bermerk buah .., namun ada yang menggangu pengelihatan wanita bercadar itu..ketika pandangan nya terarah ke botol- botol ýang berjejer rapi disebuah rak yang berada dipojokan .
💐💐
__ADS_1