
🖤🖤
Diruang makan rumah utama malam ini terasa lengkap , ruangan yang biasa nya hanya terdengar DENTINGAN peralatan makan kini penuh kehangatan dengan kehadiran Dewi . Papa Jimmy merasa memiliki keluarga yang lengkap , apa lagi memiliki 2 cucu kembar dari Tama dan Dewi..
Terdengar suara papa Jimmy yang bertanya kepada sang menantu..
" Dewi.. , apa Tama sudah membicara kan tentang kuliah mu nak?" Tanya Jimmy dengan membersih kan mulut nya setelah makan .
" Alhamdulillah sudah Paa.. ! " jawab Dewi dengan sedikir mengangkat pandangan nya kedepan.
Dewi mencoba memberanikan diri untuk menyampaikan pendapatnya..
" Apa Dewi tidak dirumah saja mengurus kedua anak Dewi , Pa ?" Tanya Dewi dengan sopan.
" Kamu masih muda , kalau masalah anak -anak kamu , nanti mama yang akan cari pengasuh yang berpengalaman dan tentu nya sudah lulus tes " selah mama Eni
Dewi menatap Tama seolah meminta persetujuan kepada suami nya.
" Nanti biar Tama bicara kan lagi sama Dewi , Maa - Paa ? " sambung Tama.
Papa Jimmy terdiam sesaat, lalu berkata ..
" Hmm .. , bicarakan baik -baik dengan istri mu ?!"
**
Dewi yang sedang menidurkan ke 2 putra nya dikamar.. lebih tepat nya box bayi si kembar..
Tama mengarahkan pandangan nya kearah Dewi yang sedang melelap kan kedua putra nya, ..
" Apa itu sudah jadi keputusan mu sayang.. ?" Tanya Tama memastikan.
" In syaa Allah , ini sudah jadi keputusan saya mas , saya ingin menjadi istri yang mengurus suami dan Afwa Afwi sebagai kewajiban utama setelah ibadah saya, tanpa ada kewajiban lain yang menunggu saya diluar sana !" Jawab Dewi dengan tersenyum .
" Aku tidak akan memaksa mu untuk meneruskan pendidikan , karena sejak awal aku sudah menerima mu apa ada nya tanpa memandang dari segi pendidikan mu sayangg " ucap Tama yang melihat sang istri sedang melepas krudung besar nya dan cadar yang ia kenakan jika diluar kamar.
" Bagi ku kamu akan menjadi guru pertama dan terbaik untuk anak- anak kita, jika waktu mu lebih banyak dirumah!" sambung Tama dengan memberi dekapan hangat kepada Dewi .
__ADS_1
" Amiiiinnnn " jawab Dewi dengan mengusap kedua telapak tangan ny ke wajah.
" Tapi ii .... apa papa akan setuju mass.. ?" Tanya ragu Dewi.
" Jangan dipikirkan , besok kita coba bicarakan lagi kepada Papa dan Mama ! Jika istri ku ini tidak mau maka mas tidak akan memaksa , begitu juga sebalik nya !" Ucap Tama dengan menatap wajah cantik istri kecil nya yang semakin hari semakin meneduh kan mata suami dewasa nya.
**
Keesokkan harinya masih dikediaman utama Malik..
" Papa tidak SETUJU !! " suara tegas pria paruh baya Jimmy.
" Tapi Pa.. tolong hargai keputusan istri Tama ?!" Sergah Tama dengan nada emosi.
" Apa salah jika papa meminta istri mu meneruskan pendidikan nya ?!?" Suara Jimmy yang terdengar dingin.
Perdebatan yang terjadi membuat Dewi merasa tak enak dengan keadaan seperti ini , Dewi dengan kesederhanaan nya dan sang mertua dengan menginginkan kesempurnaan nya.
Dewi mengambil nafas dalam- dalam "Bismillah.."
" Maaf PAA - MAA .. sebelum nya Dewi bukan tidak tau berterima kasih atas segala perhatian yang mama -papa berikan kepada Dewi , tapii.. Dewi takut merepotkan papa dan mama , khusus nya mas Tama " tutur kata lembut Dewi yang sedang menjelaskan , lalu menatap ke arah Tama yang berada di samping nya..
" Sayang gg kenapa kamu memiliki pemikiran semacam itu..? Sambung mama Eni dengan menghampiri Dewi dan duduk saling berhadapan.
" Turuti apa kata papa !.. MAAF jika keputusan ini memaksa mu sayang ?!" dengan tatapan sayang mama Eni menasehati Dewi.
Dewi tertunduk sejenak dan beralih menatap Tama ..
" Izinkan Dewi bertanya kepada mas Tama Maa.. ?" Sambung Dewi dengan sopan. Sang mama mertua pun mengangguk pelan tak lupa senyum indah yang terbit dari bibir tua nya.
**
Keputusan papa mertua Dewi sungguh tak terbantah kan walau Tama sebagai suami lebih memilih menghargai keputusan istri nya , tapii.. Dewi tak ingin Tama menentang keinginan orang tua nya.
**
Pagi yang ditunggu pun tiba..
__ADS_1
Dewi memutuskan menuruti ke inginan mertua nya untuk kuliah di Universitas milik keluarga MALIK.
" Afwa - Afwi.. yang pinter ya ?! Tidak boleh rewel sama mbak!" suara Dewi yang lembut menyapa ke dua putra nya .
Tama yang melihat ke dua putra nya merespon seolah -olah paham apa yang umma nya bicarakan.
Setelah selesai dengan ke dua putra nya kini Dewi beralih pada sang suami yang sedari tadi memperhatikan nya .
" Kenapa mas?!" Tanya Dewi dengan malu yang berada berdiri di depan Tama.
" Nanti aku antar dan siang aku jemput ! " jawab Tama dengan menarik tangan Dewi ke arah Tama yang sedang duduk di sofa, alhasil tubuh Dewi yang kini langsing terduduk di pangkuan Tama . Tatapan kedua nya kini bertemu..
" INGAT..!? sudah punya SUAMI dan INGAT ada Afwa - Afwi yang menunggu mu dirumah.. ?!?" Ucap Tama dengan memencet hidung Dewi..
" In syaa Allah mass.. " jawab Dewi dengan diiringi anggukan pelan dan memeluk Tama.
" Tidak boleh In Syaa Allah .. tapi HARUS !!" Ucap paksa pria dewasa itu.
**
Hari pertama Dewi menjalani sebagai seorang Mahasiswi dengan status yang ia sembunyikan dari hal layak umum .
Bukan tanpa alasan Dewi meminta hal itu..
**
Di kantin ..
" AHHH ...lega gue.. SIAL itu dosen ngasi tugas tidak kira- kira " ujar cewek yang duduk di depan Dewi bersama dua teman nya.
" Gaya kamu Siss... ! kayak kamu saja yang mengerjakan?!" Sahut cewek satu nya.
" TENANGGGGG... ada RERE yang bisa kita manfaat kan bukan ?!" Suara cewek yang duduk disebelah cewek yang bernama Siska dengan senyuman sinis.
Dewi yang kala itu memakai tunik berwarna silver dan khimar ukuran L yang berwarna jetblack tanpa sengaja mendengar percakapan 3 cewek didepan nya, namun Dewi hanya sekedar diam sembari menunggu Tama datang menjemput .
" Masih ada aaa ..... saja orang- orang seperti mereka yang terang -terangan memanfaatkan sesama.. Astaghfirullahaladzim.. "batin Dewi beristighfar.
__ADS_1
🖤🖤