
.....🖤🖤.....
Didalam mobil menuju rumah sakit..
" Tom.. buruan nyetir nya!! " ucap Tama dengan emosi.
" Tam ! ini sudah paling cepat , apa elu mau nerobos lampu merah itu ? ". Tunjuk Tomy pada lampu 3 warna yang ada di sisi kanan jalan .
Tama melihat kearah yang Tomy maksud..
" AH ... SIALL !! " Gumam Tama geram.
Wanita berkerudung besar sedang meringkuh dipelukan sang suami.. lalu bibir pucat nya mengatakan sesuatu ..
" Mas Tama.. jangan marah -marah mass..! " . Ucap Dewi dengan pelan ketika rasa sakit nya hilang , namun beberapa detik berikut nya rasa sakit itu pun muncul kembali dengan ritme waktu semakin berdekatan , tapi Dewi hanya bisa beristighfar seraya menahan rasa sakit nya dengan keringat yang membasahi kening nya .
Tama melihat derita sang istri kecil nya.. , seperkian detik pria dewasa itu serasa tak berdaya , segala kekuasaan nya sebagai bos pertambangan batu bara yang sukses , tak mampu menggantikan rasa sakit yang mendera sang istri kesayangan.
Tama dengan penuh kasih sayang mengusap keringat Dewi.
" MA'AF!? " . Satu kata yang terucap dari bibir merah Tama dengan mengecup kening Dewi .
.....
" Kamu kenapa tidak bilang kalau mau melahirkan sekarang ? Bukan kah dokter kandungan menyaran kan , 2 hari lagi kita baru kerumah sakit ?" . Ucap Tama dengan enak nya . Tomy yang mendengar ucapan Tama merasa kesal terhadap CEO satu ini .
Tapi Dewi tak mampu lagi menjawab pertanyaan suami dewasa nya , ketika rasa sakit lagi -lagi ia rasakan .
" Astaghfirullahal adzimm .. " bibir Dewi tak putus mengucap kata istighfar.
Selang detik berikut nya ..
" Akhhh.. "rintih Dewi dengan mencengkram paha Tama. Tama hanya bisa menahan semua pengalihan rasa sakit dari Dewi. Wajah Tomy mendadak jadi aneh , ketika melihat exspresi wajah Tama yang berubah .
Mobil yang ditumpangi Tama telah tiba dipelataran rumah sakit , dengan hati -hati pria tinggi itu mengangkat tubuh sang istri ke berangkar , para dokter dan perawat yang telah menunggu kedatangan rombongan kecil Tama langsung datang menghampiri dan membawa Dewi keruang bersalin / kebidanan , lalu bersiap membantu persalinan sang menantu tunggal dari pemilik rumah sakit bergengsi di kota itu , yang akan melahirkan penerus keluarga Malik.
Dewi dan Tama telah berada di ruangan , terlihat para dokter sedang memeriksa keadaan Dewi , tapi Tama yang baru sadar ada seorang anak adam yang mencoba menyelinap diantara dokter dan perawat wanita . Dokter pria itu selalu menatap wajah cantik Dewi yang tak memakai cadar karena panik .
__ADS_1
Tama merasa cemburu karena wajah sang istri dinikmati oleh pria lain, yang selama ini hanya Tama seorang yang bisa memandang dan menikmati wajah cantik istri kecil nya.
" DOKTER...!! " panggil Tama secara tiba -tiba.
" Saya mau yang menangani istri saya adalah dokter dan perawat wanita saja !!" ucap dingin Tama dengan tatapan mengancam.
Seketika sang dokter menyadari kekhilafan nya..
" B-bbaik tuan " ucap sang dokter yang tahu bahwa Tama tak suka cara dia mencuri pandang kearah Dewi.
Setelah dokter menjelas kan bahwa Dewi masih masuk pembukaan 6 masih ada pembukaan lagi selanjutnya untuk bisa bersalin secara normal.
" Ssstt.. astagfirullahalladzim.. " suara Dewi dengan meremas lengan Tama yang berbalut kemeja .
Tak ada expresi apa pun dari pria dingin macam balok ES itu.. wajah pria dewasa itu tetap tenang . Tama sebagai suami dan calon orang tua yang bertanggung jawab tetap setia dan sabar mendampingi Dewi yang akan berjuang melahirkan buah cinta mereka berdua, walau dengan cara awal yang memaksa . Kini pria dingin itu mendekap tubuh kecil sang istri , Tama dengan sabar menerima cengkraman dan tarikan pada rambut rapi nya.
**
Tomy yang berada diluar ruangan bersalin seorang diri , berinisiatif menghubungi 2 sahabat nya Alex dan Wily.
" Lex , Wil ! Kerumah sakit , istri Tama mau melahirkan ! " isi pesan Tomy di grub chat mereka bertiga.
....
Tomy mengangkat sebelah alis nya🤨 saat melihat Willy dan Nara .
..."Barengan ?"...
..." BERISIK..!"...
...Sahut Willy dengan datar . Lalu ikut duduk di kursi tunggu rumah sakit....
Tomy beralih memicingkan mata nya kembali .
..." LENGKET saja kalian berdua !?"...
...Kali ini yang mendapat pertanyaan adalah Alex dan Rosa....
__ADS_1
Alex hanya diamTanpa menjawab pertanyaan konyol Tomy , yang menurut Alex tak perlu dijawab .
**
Di dalam ruangan bersalin .
Seorang pria yang sedang menahan rasa sakit tapi tak ingin memperlihatkan nya kepada siapa pun , termasuk istri kecil yang seolah tiada lelah bibir pucat nya beristighfar kala rasa sakit diperut besar nya makin intens ia rasa kan .
" Astaghfirullah halladzim.. " ucap Dewi dengan meremas lengan Tama sekali lagi .
"Sssttt .. HAAAH , Ssstttt Hah . M-mmas Tama !" suara Dewi terdengar pelan dengan sesekali rintihan yang keluar dari bibir pucat nya, wanita muda itu memberi tatapan kepada suami dewasa nya yang sedang menggosok gosok punggung Dewi dengan posisi berhadapan , tatapan mata Dewi seolah ingin menjelas kan betapa sakit nya seorang ibu berjuang melahirkan buah hati kedunia .
Untuk kedua kalinya Tama melihat dan mendengar sang istri tengah merintih kesakitan , ini adalah pengalaman pertama bagi pria dewasa yang angkuh itu , berada disituasi yang membuat nya tak berdaya terkesan serba salah , berkali kali Tama mengusap dahi basah Dewi dan sesekali memeluk tubuh sang istri .
" Sabar sayang , kamu kuat ! " ucap Tama mencoba menyemangati Dewi.
Selang menit berikut nya..
" Ibu Dewi.. ini pembukaan nya sudah lengkap ! " ucap dokter wanita yang akan memberi tindakan. Namun..
Tatapan dokter wanita itu tertahan pada sosok pria berkaca mata dengan posisi membungkuk sedang memeluk sang istri ..
" Tuan.. tolong geser dulu..!! " arahan sang dokter.
Tama terkesan enggan melepas kan tubuh Dewi yang sedang meringkuh menahan sakit . Namun setelah mendapat pengertian dari dokter yang akan menangani Dewi , akhirnya Tama pun patuh .
**
Hampir setengah jam Dewi berjuang antara hidup dan mati . Tama yang tadi nya berada di belakang sang dokter dan dua perawat , kini berpindah- berdiri di samping sang istri .
Bayi - bayi mungil nan lucu yang selama sembilan bulan ada didalam kandungan - kini telah hadir dibumi . Tama pun terduduk dilantai - lalu bersandar didinding . Nafas yang tadi nya naik turun kini mulai teratur .
Beberapa detik berikut nya .
Tama berdiri dan menghampiri . Menatap bangga pada sang istri .
Tama beralih kearah kedua putra nya yang kini sedang menangis saat dibersihkan oleh perawat , tiba -tiba Tama terkekeh kecil melihat jiplakan dirinya pada wajah baby twins .
__ADS_1
Baby twins terlihat selesai dibersihkan lalu direbah kan didalam box bayi . Tama segera mengumandangkan suara adzan tepat ditelinga kedua putra nya secara bergantian, dimulai dari telinga kanan . Setelah selesai , tanpa Tama sadari- pria dewasa itu menitih kan air mata kebahagian dan kelegaan , kedua Tama junior terlahir didunia dengan keadaan lengkap , sehat dan selamat .
.....🖤🖤.....