
๐ค๐ค
Ditempat lain..
Perdebatan kecil sedang terjadi antara mama Eni dan papa Jimyy..
" PA.. DIAM! mengerti kata DIAM tidak sihhh.. !!? " protes Eni kepada Jimmy.
Jimmy yang lelah akhirnya berkata kepada sang asisten ..
" Bobb...! kamu bantu istri ku memasukkan semua peralatan dan perlengkapan bayi itu ke bagasi pesawat, kalau tidak kita bisa berjam -jam lagi menunggu semua itu selesai..! " ucapan Jimmy dengan nada kesal.
" SIAP tuan !" ucap patuh Bobi pada tuan besar nya.
**
Perjalanan dari Belanda ke Indonesia ditempuh dengan waktu yang dibilang panjang... , dan akhirnya mereka pun mendarat di Indonesia dengan selamat.
Terlihat tiga mobil mewah melaju dengan kecepatan sedang dijalan raya yang siang ini terpantau lumayan lenggang..
Suara seorang Eni Malik memecah keheningan didalam mobil berwarna putih ..
" Menantu kita pasti senang PA.. kalau mama belanjakan perlengkapan untuk Afwa dan Afwi cucu kembar kita !" Ucap wanita dari kalangan sosialita itu , jadi soal penampilannya jangan diragukan lagi semua yang beliau kenakan dari bawah sampai atas indentik dengan berbau kemewahan nan bermerk .
Lalu wanita yang gemar belanja itu mengeluarkan beberapa kotak kecil dari tas nya ..
Jimmy mengerutkan dahi nya tat kala melihat benda - benda yang berada di pangkuan Eni sang istri.
" Ini semua buat Dewi PA.. !?" Ternyata Eni membelikan Dewi sebuah bros yang berbentuk B parah nya tak hanya satu tapi ada beberapa kotak lagi .
Setelah puas menunjukkan hasil buruan nya untuk sang menantu kapada Jimmy , Kini Eni meraih sebuah peper bag yang berada dibawah kaki nya..
Lalu membentangkan satu potong jump sweet berwarna soft blue.. kearah Jimmy ..
" Ini juga lucu Paa ... Pasti akan terlihat menggemaskan jika mereka berdua yang memakainya ?! " ucap mama Eni lagi dengan membayangkan kedua cucu laki - laki nya , dengan senyuman diwajah tua nya.
"Kalau bros ini ?! biar penampilan menantu kita tak hanya polos saja , mama ingin ada yang berkilau pada krudung yang ia pakai PA.. !?" Jelas Eni yang tak sabar ingin cepat - cepat sampai lalu bertemu dengan kedua cucu dan menantu kesayangan nya.
Papa Jimmy memberi tatapan aneh terhadap istrinya..
" Ckk.. kamu seyakin itu ?! Dewi akan senang dengan cara mu yang berlebihan begini !??" ucapan papa Jimmy yang terkesan meragukan ucapan istri nya barusan.
Tatapan Eni yang tadi berbinar penuh kebahagiaan berubah akibat ucapan sang suami ..
" DIAM Paaa..! Aku lagi tidak mau berdebat dengan mu !" Sahut Eni yang kesal mendengar pernyataan Jimmy .
Sepanjang perjalanan darat..
Eni menatap keluar jendela mobil , hati Eni sedang beradu dengan pikiran nya , dua detik kemudian suara pun terdengar lagi dari bibir tua nya..
" Apa Papa tahu ! kita pergi ke Belanda disaat kita meminta mereka pulang ke rumah utama , untuk tinggal bersama kita ,Dan .. ! " Eni terdiam sejenak ..ada guratan penyesalan dari wajah Eni..
__ADS_1
"Dan pada hari ke 7 tepat acara aqiqah putra - putra Tama , kita mendadak harus pergi mengurus perusahaan kapal persiar yang ada disana ?! Mama merasa bersalah kepada Dewi dan Tama Paa !!" Eni mencoba menjelaskan kepada Jimmy apa yang ia rasakan beberapa minggu ini.
" Terus mama belanja sebanyak ini ingin menebus rasa bersalah Mama , begitu !? " tebak Jimmy kepada Eni dengan nada suara pelan.
Eni mengangguk.. ..
Kemudian keheningan pun tercipta kembali didalam kendaraan mewah tersebut.
**
Beberapa jam berlalu....
Jimmy dan Eni telah sampai didepan gerbang rumah utama..
"TINNNร... " suara klakson mobil didepan kediaman utama Malik..
Pak Ujang yang mendengar berlari membuka kan pintu gerbang..
Lalu beberpa mobil secara bergantian memasuki pelataran rumah mewah tersebut..
Nampak Jimmy turun dari mobil lalu di ikuti Eni dari arah belakang..
" Tolong turun kan semua bawaan saya yang ada di tiap mobil- mobil -mobil itu !" ucap mama Eni dengan menunjuk 3 mobil yang ada dibelakang mobil yang ditumpanginya bersama Jimmy.
Suara langkah kaki terdengar, sedang memasuki rumah yang kini lebih terasa hidup, setelah kehadiran menantu yang pada awal nya tak diharapkan ..
" Dewww... ?! " Panggil mama Eni yang melihat menantu nya sedang bermain dengan kedua putranya.
" MAMA ... ?" Pekik Dewi .
" Sedang apa disini sayang.. ?" Tanya Eni pada Dewi sembari melihat kedua cucu nya ,
Dewi perlahan meraih punggung tangan mama mertua dan mencium nya.. Eni tersenyum melihat perilaku santun menantu kecil nya yang tak pernah ia tinggal kan.
Setelah itu Eni mencoba menggoda bayi - bayi tampan Dewi..
"Mana cucu- cucu ku ini ?" Suara Eni yang dibuat - buat seimut mungkin ๐คญ.
Tanpa ada koma maupun spasi wanita paruh bayah itu terus berucap..
" Dew... !? Enak nya kedua putra mu ini memanggil kami dengan sebutan apa ya.. ?!" Tanya mama Eni dengan expresi susah ditebak๐ค
Dewi yang mendengarnya sontak ingin tertawa namun iya tahan.
" Eyang .. Ma ?" Celetukan dari bibir Dewi ..
" Ah .. masak Eyang si Dew.. !" Jawab Eni tak setuju.
Dewi berpikir kembali..
" Emm.. , kalau mama berkenan bagaimana kalau nenek dan kakek saja MAAA !?" Tawar Dewi sekali lagi.
__ADS_1
Namun masih ditolak oleh sang mertua..
Dewi terdiam , karena tidak tahu lagi ,sebutan apa yang diinginkan oleh sang mertua..
Papa Jimmy yang tengah duduk disofa ruang tamu heran kenapa ada wanita seperti istri nya , yang sudah memiliki cucu namun tidak mau dipanggil dengan sebutan nenek ๐๐.
Aneh nya Dewi sang menantu dengan sabarnya menanggapi permintaan sang mama mertuanya. Alhasil pria paruh bayah itu memijit kening nya yang mendadak pusing melihat dua sisi mata uang yang berbeda dalam diri wanita didepan nya.
Eni yang baru saja terdiam karena berusaha berpikir, akhir nya mendapatkan pencerahan..๐
" Dewi sayang !" Panggil antusias Eni.
" Bagaimana kalau OMA - OPA ?" Tanya semangat Eni.
" OMA- OPA?!" Dewi mencoba mengulang ucapan mama Eni dengan mengerjabkan kedua mata teduhnya seraya mencoba berpikir .
Dan dianggukkan oleh sang mertua lengkap dengan tatapan bahagia.
" Ma...m .. !" Baru juga Dewi akan berkata lagi - lagi perkataan Dewi tak terselesaikan akibat suara mama Eni.
" Mama yakin kamu dan Tama suka kan dengan sebutan itu ?!" Tanya Eni kepada Dewi ,
Namun papa Jimmy yang melihat akan hal itu , menganggap itu bukan lah suatu pernyataan setuju , melainkan sebagai pernyataan yang memaksa menatu kecil nya untuk mengiyakan kemauan istri nya.
Setelah sekian DETIK kemudian MENIT lantas JAM.. sang mama mertua telah menentukan keinginan nya๐
Akhirnya wanita paruh bayah itu ingin sebutan OMA -OPA dari kedua cucu - cucu nya nanti.
Dewi pun tersenyum lega, dan mengucapkan Alhamdulillah.. andai tak dosa ingin rasanya tertawa pelan walau didalam hati , batin wanita bercadar itu melihat sifat asli mama mertua nya.
Detik berikutnya..
Mama Eni bertanya kepada sang menantu ?!
" Sudah besar ya Wii.. ? "tanya mama Eni kagum.
" Alhamdulillah iya Maa.. " jawab Dewi dengan sopan.
" Kamu pintar mengurus bayi -bayi mu dan pintar mengurus suami , apalagi Tama sekarang ..! Makin terjaga saja makanan nya , dan bagus nya lagi mama tidak pernah terima laporan kalau Tama makan atau jajan diluar rumah !?" Ucap mama Eni keceplosan..
Dewi mengarah kan tatapan penasaran nya kepada Mama Eni..
" Jadi Maa..!" Sahut Dewi dan belum selesai..
Dengan cepat Eni membungkam bibir Dewi yang tertutup cadar secara pelan ...
" HAISS... kenapa aku jadi kebablasan ngomong nya !?" Gumam Eni namun sayup - sayup masih bisa didengar Dewi.
" Ini rahasia sayang , kamu tidak boleh memberitahu Tama !?" Ucap Eni memeperingatkan Dewi pelan.
Lalu Dewi pun mengangguk ..
__ADS_1
๐ค๐ค