
🖤🖤
" Silah kan bu.. lewat sini !?" Ujar Vio dengan nada formal.
Dewi yang diperlakukan semacam itu merasa canggung ..
" Mbak Vio ? ! " panggil Dewi pelan..
" Ya buu ? " jawab Vio dengan mengarahkan tatapan nya kearah Dewi, sambil berjalan menuju kedalam lift.
Dewi diam sejenak untuk berfikir.. lalu wanita bercadar itu berkata..
" Saya merasa tak enak jika mbak Vio berperilaku seperti ini ? Bisa kah.. perlakukan saya biasa saja.. seperti awal kita bertemu ?! " Ucap Dewi dengan ramah , namun belum sempat di jawab oleh Vio, lift telah terbuka.
"TRINGG .. "
" Silahkan bu " ucap Vio mempersilahkan Dewi keluar terlebih dulu .
" Ya Allah .. apa harus seperti ini ,bukan kah pemilik perusahaan ini suami hamba ?! Kenapa hamba harus diperlakukan layak nya pemilik perusahaan juga?? Hufftttt .." batin seorang Dewi .
" Ibu Dewi .. selamat datang " ucap Sherly dengan berdiri dan sedikit membungkuk sembari membuka pintu ruangan Tama.
" Terima kasih .. " ucap Dewi dengan ikut sedikit membungkukkan tubuh nya kearah Sherly.
" Mbak Vio terima kasih sudah mengantar " ucap Dewi kepada wanita yang lebih tua dari nya itu.
" Sama - sama bu.. " jawab Vio dengan sopan.
Didalam ruangan kerja Tama..
Wanita muda itu melangkah menghampiri Tama yang sedang duduk bersama Tomy disofa.
" Assalamulaikum mas Tama.. mas Tomy " sapa Dewi dengan bergantian.
__ADS_1
" Wa'alaikum salam Dew" .. jawab Tomy ,
" Wa'alaikum salam sayang .. " jawab Tama..
Dewi meraih tangan Tama dan mencium nya, lalu Tama mencium kening Dewi seperti biasanya.
Tama yang melihat Tomy yang duduk santai dengan menatap layar gawai nya tanpa ingin pergi keluar , membuat Tama merasa jengkel dengan tingkah tak pekah Tomy..
Tama menendang kaki Tomy.. "DUK..!" Suara tendangan Tama kekaki Tomy. .
" ISSTTTT.. apa sih Tamm.. ? Sakit tau.. !?" Protes Tomy
" SANA !! " Ucap Tama berbisik dengan menggerakan kedua bola mata nya mengisyarat kan untuk keluar..
" HHhhhaaaahh.. baik lah gue keluar.. ?!" Celetuk Tomy dengan melangkah kepintu ..
Tama menatap mata sang istri yang sedikit sembab.. , Tama menarik pelan cadar Dewi..
" DUDUK .. !!" Titah Tama , lalu Dewi pun patuh akan perintah sang suami..
Dewi hanya diam membisu tanpa menjawab pertanyaan Tama..
" Sayang.. minum dulu ya !?" Tama menyodor kan segelas air minum untuk Dewi.
Dewi menerima segelas air dari Tama dan meminum setengah isi nya..
" Kita pulang ya.. ?" Ajak Tama , yang melihat istri nya sedang tak baik- baik saja.
Dewi mengangguk..
**
Didalam mobil ..
__ADS_1
Dewi tetap diam ,namun hati dan pikiran nya sedang memikir kan sahabat nya Nara..
" Kenapa mbak Nara melakukan itu lagi .. ?? Dewi sedih ya Allah melihat mbak Nara dan mas Willy melakukan hal semacam itu , walau mereka sudah sama- sama dewasa.. dan Dewi tiada hak untuk mencampuri urusan mbak Nara.. " batin Dewi .
" Sayangg.. sudah sampai , ayo turun !" ucap Tama dengan lembut..
Setelah berada di dalam rumah , Dewi bertemu dengan kedua anak nya yang sekarang mulai tau jika kedua orang tua nya datang.. dengan segala tingkah lucu nya mampu membuat Dewi lupa akan masalah Nara dan Willy siang ini.
Malam pun tiba.. hingga si kembar pun sudah terlelap ..tinggal lah Dewi dan Tama yang saling diam..
Tama pun bukan tipe pria yang mampu sabar menghadapi sifat murung sang istri.
Dengan pelan..
Tama meraih kedua lengan Dewi dan mengarahkan tubuh Dewi menghadap ke arah tubuh nya.
" Apa yang membuat mu jadi seperti ini ? Apa ada yang mengganggu mu ? Jawab sayang !?" Terdengar suara Tama sedikit membentak.
Dewi hanya menunduk sambil menahan air mata tanpa berniat membagi cerita memalukan yang ia saksikan tanpa sengaja siang ini.
" Baik aku akan mencari tau SIAPA DAN APA yang membuat istri ku murung !?! " sergah Tama .
Tama melepas lengan Dewi dan berlalu menuju ruang kerja nya..
Tak butuh waktu lama bagi Tama memperoleh informasi yang ia butuh kan..
Jam dinding pun menunjukkan pukul jam 11 malam..
Tama pun keluar dari ruang kerja menuju kamar ..
Tama melihat istri kecil nya telah meringkuh diatas ranjang king size itu..
Tama duduk perlahan di bibir ranjang dengan menatap lekat wajah sang Dewi ...
__ADS_1
" Sebesar ini rasa peduli mu pada sahabat mu sayangg, sampai membuat mu murung seharian .. !! ahkkk.. aku malam ini tidak tega meminta jatah pada mu gara -gara cunguk -cunguk.. itu..!! Awas Saja.. akan aku sidang kalian besok pagi..!" gumam Tama sembari merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik Dewi..
...🖤🖤...