QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 45 ISTRI HALAL KU


__ADS_3

🖤🖤


****


Malam pun tiba namun dua ingsan yang sedang melepas rindu itu tak mau beranjak dari tempat nya,


tiba - tiba


KRUCUKKKK .. perut dewi berbunyi


"Kamu lapar .. ?" tanya Tama


Dewi hanya menunduk malu , padahal baru saja Dewi makan begitu banyak jajanan yang dijajah kan disekitar taman


Tama berpikir bahwa istri kecilnya itu belum merasa kan kenyang..


kali ini Tama menarik dagu Dewi , dan menatap netra teduh itu..


" Aku tidak terima jawaban isyarat.. !" Ucap Tama dengan tajam.


"Iyaaa pak saya lapar lagi.. !?" Jawab Dewi dan disambung "Hehehe " cengiran oleh Dewi.


Tama merasa tak nyaman dengan sebutan pak yang terlontar dari bibir polos sang istri ...


"Aku lebih pantas jadi bapak kamu ya.. secara dari umur aku lebih tua?!" ucap datar Tama ,Dewi yang mendengar pernyataan Tama mengarahkan pandangnya ke pria dewasa itu,


Dewi merasa tak ada yang salah atas ucapan nya, namun Dewi tak ingin menyinggung perasaaan pria didepan nya kini..


"Ma.af kan saya ppp..ak ..!" Ucap Dewi dengan suara lirih .


"HEMMM. tak apa..!" jawab Tama dengan datar.


Keadaan menjadi sunyi , Dewi tidak berani untuk berkata - kata lagi, namun lain dengan yang dipikirkan Tama, pria tampan itu sedang mencoba merangkai kata - kata yang sulit ia sampaikan pada istri kecil nya itu.


"Wii .. "panggil Tama dengan tatapan terarah lurus kedepan .


"Ya .." jawab Dewi dengan mengarahkan pandangannya kearah Tama yang sedang menatap kedepan tanpa melihat Dewi.


"Apa kah kamu bahagia dengan pernikahan kita ini? " tanya Tama dengan mode serius


" aku tak bisa selalu ada di samping mu, menemanimu dan menjagamu , AKK.. u?!" Ucapan Tama sedikit tertahan ..


" Aku bukan lah sosok imam yang baik untuk mu , aku tak mampu mempertahan kan mu untuk menjadi satu - satu nya ISTRI HALAL KU !"


Ucapan Tama membuat Dewi bersedih, namun ia mencoba tegar.

__ADS_1


Dengan menganggukkan pelan kepalanya , Dewi menjawab..


"Saya bahagia pak, .. kenapa pak Tama menanyakan hal ini pada saya ??" tanya Dewi dengan nada senormal mungkin, walau sejujurnya wanita muda itu ingin menjatuhkan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata teduh nya.


"Aku akan menikah lusa dengan perempuan lain ...!" Ucap singkat Tama.


"DEGGG".. jantung Dewi serasa dihujam seribu belati, dan seperti perihnya luka yang sengaja ditaburi oleh garam.


"Dan malam ini aku akan mengakhiri hubungan ini dengan mu ...!" Tama berucap sambil berdiri melangkah kan kaki nya didepan Dewi dan membelakangi nya,


Tama ingin menghindari tatapan mata Dewi dikala itu ,Karena bagi Tama wanita yang kini bersama nya adalah wanita yang amat ia sayangi dan berharga bagi hidupnya , cinta pertama nya setelah sang mama , namun semua itu harus menjadi rahasia nya seorang diri.


Dewi berdiri melangkah kan kaki dan memeluk Tama dari arah belakang..


" GREEEP "..


"Izin kan saya menyandang status ini pak .. !?" ucap Dewi


"Walau itu hanya sirih, saya tak mau menyandang status janda untuk ke dua kali nya !" tangis Dewi pecah .. ketika mengungkapkan isi hati nya kepada Tama


" ... saya mohon pak.. hiksssss" tangis Dewi sesegukan dipunggung Tama.


Tama membalikkan tubuh nya menghadap kearah Dewi kali ini


" Kamu tau jika aku tak menceraikan mu , kamu tak dapat menikah dengan pria lain Wii..!" Tama mencoba memberi penjelasan pada istri kecil nya itu.


" Saya tidak ingin mempermainkan pernikahan , apa pun yang terjadi saya tidak ingin menyandang status janda untuk kedua kalinya lagi !"


hiks tangis Dewi yang semakin terdengar pilu.


"Tapi apa kamu tahu yang kamu ucap kan ini ... Dewi al humairah ..!?" Tanya Tama dengan menangkup kedua pipi seorang Dewi yang tertutup oleh cadar.


Dewi tak menanggapi perkataan Tama, yang tak mampu ia jawab lagi.. serasa lidah wanita bercadar itu keluh jika menjawab nya.


Tama yang melihat Dewi menangis sesegukan tak tega.. lalu Tama semakin memeluk erat tubuh kecil istri sirih nya itu.


"Ayo kita pulang !"ajak Tama sambil melangkah kan kaki nya menuju mobil.


Tama yang sadar Dewi tak disampingnya,


"Huuufttt.. " helaan nafas seorang Tama dengan melihat kearah belakang , yaitu Dewi.


"Wiiii... ayo!" ajak Tama sekali lagi , namun Tama melihat Dewi yang enggan melangkah mengikutinya,


Tama berjalan kearah Dewi ..kali ini Tama mengangkat tubuh Dewi kearah mobil dan mendudukan nya dengan hati -hati di jok depan , Tama memasangkan sefty bel milik Dewi, kemudian Tama berlari memutar lalu masuk kedalam mobil dan memacu mobil sport milik nya.

__ADS_1


Diperjalanan Dewi menatap arah jalan pulang berbeda dari biasanya..


"Kita mau kemana pak ??" tanya Dewi dengan menatap Tama.


Tama hanya tersenyum pada Dewi dan mengusap usap kepala Dewi tanpa menjawab petanyaan istri kesayangan nya itu.


Dewi membaca setiap arah jalan , dan bertanya- tanya dalam hati nya sendiri??


Mobil Tama berhenti di parkiran sebuah apartement.


"Ayo turun !" ajak Tama..seraya membuka pintu mobil .


Dewi menuruti setiap perintah Tama kali ini.


Sampai lah Dewi disebuah apartement milik Tama.


"Kita bermalam disini , kamu tidak keberatan kan?" ucap Tama dengan menekan pasword apartement.


"Klikkk.. "pintu terbuka..


"DEG.." Dewi teringat kejadian di penginapan bersama Tama" Tuhann.. apa kah pak Tama akan memintanya lagi, ...??tapiii saya masih takut !?" batin Dewi berkata.


"Masuk.. !" ucap Tama dengan menarik pelan lengan Dewi, setelah Dewi masuk Tama menutup pintu dan menguncinya, sontak membuat Dewi membalik kan tubuh nya kearah pintu dan melihat Tama yang mengedipkan mata pada nya. Membuat Dewi mematung melihat tingkah Tama barusan.


Tama tiba -tiba memeluk Dewi dari belakang dan mencium leher belakang Dewi yang masih tertutup krudung.


Dewi merasa gugup dengan serangan dadakan pria dewasa itu..


"P-pak .. izinkan saya untuk sholat terlebih dulu!?" Pinta Dewi.


Tama pun menghentikan aktifitas nya terhadap istri kecil nya, Dewi.


Dengan menelan saliva nya Tama menganggukkan kepalanya..


"Sholat lah dulu.. aku akan mandi " kaki Tama yang hendak melangkah terhenti didepan Dewi yang masih berdiri, lalu Tama menarik cadar Dewi begitu saja dan mencium bibir ranum Dewi yang begitu membuat candu bagi pria dewasa tampan itu.


"Emmpp.. . , lengguh Dewi " Pak saya sholat dulu!" ucap Dewi dengan terengah -engah akibat ulah Tama , dan menjauh kan dada Tama yang ingin merapat ke dada Dewi.


"Cepat lah Wii .. aku akan menunggu mu !!?" Jawab Tama dengan wajah gusar.


"Pak Tama kenapa nafsunya besar sekali .. apa pak Tama melakukan nya dengan semua wanita seperti tadi? "Batin Dewi , "ya Tuhan apa yang sedang saya pikirkan ?" Gumam wanita muda dengan melangkahkan kaki nya mengambil air wudhu.,


***


Setelah selesai sholat Dewi bergegas merapikan mukenak nya dan pergi kekamar mandi lagi, Dewi yang baru keluar dari kamar mandi terkejut malihat Tama yang sedang menunggunya didepan pintu dan lansung mengangkat tubuh kurus Dewi, lalu Tama mengarahkan lengan Dewi untuk melingkar dileher Tama, Tama yang melangkah menuju kesesuatu tempat sesekali menatap Dewi dan tersenyum .

__ADS_1


🖤🖤


__ADS_2