QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 12 Tamu Di pagi Hari.


__ADS_3

...🖤🖤...


Tak semua yang kita ingin kan adalah yang terbaik , namun apa yang Allah berikan pasti yang terbaik untuk tiap hambanya.


***


Di pagi hari...


"Tok tok... tok.." bunyi pintu rumah pohon Maira diketuk..


"Eh .. ! tidak apa ini.. kita pagi - pagi sudah nyamperin nih bocah..?" tanya Rosa kepada Nara .


"Ya.. tidak lah.. emang kenapa?! " Jawab Nara dengan nada malas. "Secara ini..!? " Rosa mengarahkan jam tangan nya tepat didepan mata Nara . " Bisa liat kan , masih jam 6 pagi.. ! " .


Pintu yang diketuk belum terbuka juga. Namun kedua wanita berpakaian sexy itu masih setia menunggu .


Nara melirik kearah Rosa yang tersenyum menatap layar ponsel milik nya.


"Kenapa lu.. !?" tanya jutek Nara , akan tetapi Rosa acuh - masih terpaku membaca isi notifikasi diponsel nya.


Pertanyaan Nara bagaikan debu terhempas angin ,di indra pendengaran Rosa.. " SIAL ! Gue dikacangin " , umpatan Nara dengan melirik Rosa yang tersenyum . "Kan... , ponsel aja di senyumin ! dasar nggak jelas !". imbuh nya.


"Elu itu. .. !! pagi - pagi marah nggak jelas.. !?" sergah Rosa dengan terus memainkan gawainya tanpa melihat kearah Nara..


Nara yang mendengar perkataan Rosa ..


""Apaaa.. ?! Coba ulangi.." geram Nara dengan melepas sepatu heils nya hendak diarahkan pada Rosa .


Sontak Rosa mendelik dan buru -buru menghindar .


"Ampun Raa !" ..... ucap Rosa sembari memundurkan tubuh nya , tak lama pertengkaran keduanya berakhir ,melihat pintu yang tadi diketuk kini terbuka.


" Klekkkk..


Muncul wanita muda memakai khimar besar mengenakan cadar pink , dengan ramah menyambut ke datangan ke dua sahabat nya .


"Assalamualaikum .. " salam Maira sang pemilik rumah. Kepada dua manusia di depan nya , Nara dan Rosa .


Maira tau kebiasaan dua sahabat nya dikala bertamu , dan Maira pun tau Nara atau Rosa jarang mengucapkan salam ketika masuk rumah.


"Wa'alaikum salam.." jawab Nara dan Rosa dengan exspresi kikuk.


"Ya Allah mbak Ros ,mbak Nara... "


Maira sangat senang melihat kedua sahabat nya datang mengunjungi nya , jujur semenjak selesai masa idha Maira dengan Chandra , mereka bertiga jarang bertemu , karena kesibukan masing - masing.


"Masuk.. mbak .. MASUK " . Maira membuka lebar pintu rumah nya . "Ma.af - tadi lama buka pintu nya " Maira berkata sembari menutup pintu ,lalu melepas cadar nya.


Ketiga nya duduk disofa sederhana , Maira berdiri hendak membuat kan minum ,tapi belum juga beranjak .. Rosa sudah menyambar lengan kecil nya.


"Mau kemana Mai.. ? " tanya Rosa , "Duduk saja,sini .." sambung Rosa lagi..

__ADS_1


" Kenapa mbak ?!"


" EMm.. , karena gue musti nyamperin Alex di kantor nya.. ." Sesal Rosa ,yang tidak bisa menghabiskan waktu bersama kedua sahabat nya .


" ck.. ,jadi ! bunyi notifikasi tadi dari Alex ? "Tanya sinis -Nara.


Rosa mengangukkan pelan kepalanya.


" Tidak apa - apa kan Mai .. ? gue tidak bisa lama -lama ditempat mu hari ini.?!" ucap mohon Rosa .


"Tidak apa mbak Rosa , kan ada mbak Nara.. " Jawab lembut Maira dengan senyuman yang kali ini tak tertutup cadar.


" Gue duluan ya Ra.." pamit Rosa seraya menepuk paha Nara .


" Hmm... Hati- hati Rosss.. "


"Siiipp.. gue cabut ya..!? " Rosa bergegas menyambar tas milik nya dan hendak melangkah keluar .


"Mbak ROOOSS.. !!? "


"Ya Mai ... ada apa.. ? "jawab Rosa dengan membalikkan tubuh nya , dan melihat expresi wajah Maira yang telah berubah .


"ASTAGA !! " dengan menepuk pelan dahi nya.." Assalamualaikum Mai , Raaa.." salam Rosa.


"Wa'alaikum salam .. " jawab keduanya.


***


" *Y**a Allah, aku tahu semua orang memiliki kesempatan untuk berubah , dan menemukan hidayah dalam setiap peristiwa kehidupan yang dilalui nya dan aku berharap kedua sahabat ku akan melalui perjalan an itu,dan menemukan hidayah nya . Amiiin*.


**


Maira pun tersenyum simpul, mencondongkan tubuh nya kearah Nara .


"Mandi dulu mbak Na..." Dengan menggoyang pelan lengan , Maira mencoba membangun kan .


"Ntar ya Mai iii .., gue capekkk banged hari ini.." sambil memejamkan mata dan mengslonjorkan kaki jenjang nya disofa ,Nara berkata.


"Kalau begitu aku tinggal ke dapur dulu ya mbak Na... " . Ucap Maira .


"Hemm." ..


**


Selang beberapa sa.at kemudian ,Maira telah rapi dengan pakaian tertutup nya , Maira melihat jam dinding menunjukkan angka 7.03 menit , sebelum Maira berangkat , tak lupa sepiring nasi goreng dan catatan kecil untuk Nara telah ia letakkan diatas meja . Lalu wanita bercadar itu berangkat dengan membawa bawaan nya yang telah ia siap kan .


**


Dihalte bus ,Maira duduk menunggu dan meletakkan bawaan nya yaitu dua kotak chees cake pada dudukan yang ada disebelah nya . Dalam kesendirian nya Maira mengulas kembali kejadian demi kejadian yang menimpa nya . Dari ia yang pingsan dan ditolong Tama , hingga kecelakaan yang dialami ibu Jamilah , dimana kasus nya masih terus diselidiki.


Maira mengarahkan pandangan nya kesegalah arah , angin yang berhembus membawa aroma butter yang keluar dari kue buatan nya, membuat Maira menurunkan mata melihat dua box berisikan cake yang ia buat usai sholat subuh tadi untuk Tama,sebagai tanda terima kasih nya . oleh karena itu saat kedua sahabat nya datang ,Maira tak langsung membuka pintu .

__ADS_1


Raut wajah bahagia terpancar saat kendaraan yang sedari tadi ia tunggu kini berhenti . Tujuan pertama wanita bercadar itu adalah gedung bertingkat dimana Vio bekerja . Sesampainya di depan pos security.


"Assalamualaikum .. pak ..!?" sapa Maira .


"Wa'alaikumus salam .. " jawab bang Mamad dan pak Aman bersamaan ,"Ehh.. ahli surga nya bang Mamad.. datang.. " goda security berbadan gendut.


"Ada perlu apa neng jam segini sudah disini ? " Security berbadan lebar itu keluar dari pos dan menghampiri Maira.


"Begini pak , saya mau menitipkan kue ini untuk pak Tama ,ke kak Vio dibagian receptionis ," jelas Maira ,sedikit mengangkat box kue yang dibawa nya.


" Duh enak nya jadi tuan muda Tama.. pagi - pagi sudah diantarin kue..!?" grutu pak Aman dan diikuti bang Mamad.. yang sedang melihat box kue yang di bawa Maira.


**


Tanpa basa basi bang Mamad langsung mengantar kan Maira .


Maira berjalan menuju reseptionis dengan bang Mamad , dan...


Sampai lah Maira dimana Vio berdiri.


"Ada yang bisa saya bantu bang Mamad..??" tanya Vio dengan melirik Maira yang sedang berdiri di samping kanan belakang bang Mamad ..


" Begini mbak Vii.." bang Mamad mencoba menjelas kan kepada Vio , setelah obrolan selesai.. , Vio menarik lengan Maira untuk menepi .


"Kue buat pak Tama ?" tanya Vio . Dan dianggukkan Maira .


"Kamu kalau cari pak Tama ,kepagian datang nya Mairaaa..., lagian mana ada atasan datang jam segini " ucap Vio dengan menunjuk jam 8 pagi pada dinding .


"Kalau begitu saya nitip kak Vio ya !" .ujar Maira dengan meletakkan bawaan nya dimeja .


Maira berdiri dan hendak membelokkan tubuh nya . Namun mata Vio tiba -tiba membulat ,bibir ternga -nga , melihat pria angkuh berkaca mata datang dan berdiri tepat dibelakang tubuh kecil Maira .


"BRuuug... " tubuh kecil Maira jatuh ,karena tidak sengaja menabrak tubuh tinggi dan tegap Tama Malik.


"Astagfirullah hal adzimmm ..". pekik Maira


Seketika Tama mengulur kan tangan , hendak menolong.., tapi Maira hanya melihat, tak menyambut uluran tangan itu.


Tomy yang melihat kepedulian Tama kepada Maira, hanya tersenyum heran.. dan memijit mijit ringan kening nya .


Begitu pun Vio dan para karyawan yang berada diwaktu itu.


" Ma.af pak .. terima kasih !" Tolak Maira dengan sopan dan berusaha berdiri sendiri .


Tama berdecak kesal ,tangan yang tadi ia ulurkan kini ia masukkan kedalam saku celana ,menegak kan kepala dan membenahi posisi kaca mata nya ,Tama berlalu melewati wanita bercadar itu.


Semua arah mata tak suka tertuju pada Maira . Umpatan kata tak baik mulai terdengar samar ditelinga .


...Tulisan Bersambung Q.C...


...🖤🖤...

__ADS_1


__ADS_2