QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 75 SERECEH APA PUN


__ADS_3

🖤🖤


Dipagi yang cerah , tepat dihari jum'at berkah... , acara syukuran yang di adakan oleh keluarga Malik dikediaman rumah utama,


Keluarga terpandang itu tak lupa turut mengundang anak -anak panti asuhan dan para ibu pengajian seketar komolek beserta pak ustadz untuk mendoakan kehamilan Dewi agar selalu sehat dan lancar dalam proses persalinan nya nanti.


Tapi ada yang berbeda di acara kali ini, tak ada paparazi atau wartawan yang meliput , tentunya atas permintaan Dewi yang ingin acara ini berjalan dengan khusyuk dan khidmad yang paling penting terhindar dari kesan mewah,


Namun sang ibu mertua yang sudah terbiasa hidup mewah mau tak mau menuruti keinginan sang menantu yang memiliki kesederhanaan dalam diri nya.


**


Seorang istri yang sedang mengadu kepada sang suami yang sedang menatap ikan - ikan hias diaquarium besar nya..


" Haduhh..!! kenapa Dewi tidak bisa merubah sifat sederhana nya itu sihh Paa..?" Keluh mama Eni yang bingung dengan permintaan sang menantu.


" Bukan nya itu lebih baik Maa.. ! " jawab heran Jimmy dengan memberi makan ikan hias nya .


" Iya Paa.. tapi mama kan ingin menggelar acara megah dan di siarkan disemua saluran televisi di negara ini ..!" ucap mama Eni terdengar kecewa.


" Maaa.. menantu kita adalah wanita sederhana dan ta'at , beruntung Tama memiliki istri seperti itu!" jelas Jimmy dengan sabar


" Jika kelak ada jatuh nya Tama atau perusahaan Malik walau itu kemungkinan nya sangat dibilang kecil ! " ucap Jimmy tertahan sejenak dan memberhentikan aktifitas nya yang sedang memberi makan ikan - ikan yang berwarna merah keemasan itu.


" Tama sudah memiliki pendamping yang tepat dan papa yakin Tama akan bahagia dengan keluarga kecil nya kelak ! " sambung Jimmy mencoba menasehati sang istri.


Jimmy yang melihat sang istri hanya terdiam mendengar penuturan nya barusan .. Jimmy pun meletak kan tempat makanan ikan kesayangan nya .


" Ayo kita hampiri para tamu undangan .. !" ajak Jimmy yang telah memakai KEMKO berwarna brown lengan panjang dan dipadupadan kan dengan celana kain berwarna hitam.


Langkah Jimmy tertahan di ketika pandangan nya terarah pada sang istri ..


" Maa !" panggil Jimmy pelan..


" Iya Paa ?" jawab Eni yang sedang bercermin dan akan keluar kamar.

__ADS_1


" Hormati menantu kita Maa ?!" pinta Jimmy yang melihat sang istri hanya menggunakan kaftan berwarna senada dengan nya tanpa menutup kepala nya ,


Eni pun patuh akan pinta Jimmy .


**


Didalam kamar sang Tama..


Sebelum turun Tama memberi banyak wejangan pada sang istri, apa- apa saja nanti yang tak boleh dan boleh yang dilakukan Dewi , Tama menjadi suami yang amat protektif terhadap Dewi, Dewi yang akhir -akhir ini mengalami ngidam diusia kehamilan yang terbilang tua dan perasaan nya sungguh sensitif jika tak dituruti.


Dewi yang telah selesai memakai gamis syar'i berwarna Cream ivory duduk di sofa , Dewi terlihat kesulitan menggunakan koas kaki nya akibat terhalang perut yang makin membesar.


" Ya Allah sudah tidak bisa memakai nya sendiri !" gumam Dewi dan terdengar oleh telinga pria bermata elang, yang baru keluar dari ruang ganti.


Tama tersenyum melihat tingkah lucu istri kecil nya yang kesulitan memakai kaos kaki.


" SINI... !" Tama meraih koas kaki Dewi yang berada di tangan kanan nya , Tama menarik kursi satu lagi , yang ia letak kan tepat didepan Dewi , Tama menaikan kaki kanan Dewi di paha Tama dan memakaikan kaos kaki sebelah kanan Dewi dan begitu juga kaki kiri dengan telaten, setelah selesai Tama menurun kan kaki Dewi perlahan.


Tama mengarahkan pandangan nya kepada Istri kecil nya..


" Jangan dipaksa melakukan hal yang tak bisa kamu lakukan sendiri sayang.. " ucap Tama dengan membelai pipi Dewi dan menatap netra Dewi lekat- lekat.


" kalau aku tak datang tepat waktu ! " ucap Tama tertahan lagi seraya menatap Dewi yang telah tertunduk.. ,


Tama lupa bahwa istri kecil nya itu sekarang perasaan nya sangat lah sensitif dengan hal SERECEH APA PUN , dengan cepat Tama menurun kan ego nya sebagai suami , dan melangkah perlahan kearah sang istri kecil nya yang terdiam.


Dengan membelai rambut yang tertutup krudung besarnya ,Tama berkata dengan penuh kasih..


" Aku suami mu Dew.. !? Aku ingin kamu sedikit ttt saja bersandar kepada ku sebagai pasangan mu!?" Jelas Tama dengan nada lembut.. dan menarik dagu Dewi sedikit keatas hingga Pandangan mereka berdua beradu .


" Saya hanya tidak ingin merepotkan mas .. !?" jawab Dewi dengan nada pelan.


" Aku tidak pernah merasa istri ku ini merepotkan ku !?" sambung Tama dengan menyatukan kening nya dan kening Dewi. " Aku mencintai mu Dewi al humairah" ucap Tama dengan tulus.


Dan bangkit dari duduk nya..

__ADS_1


" Ayo sayang para tamu sudah menunggu kita dibawah !" Ajak Tama dengan membantu Dewi berdiri dari duduk nya.


Tama yang akan memegang handle pintu, mendengar sang istri berucap..


"Terima kasih " ucap Dewi tiba -tiba yang berada di samping Tama , lalu Tama dengan penuh kasih sanyang menatap istri kesayangan nya itu lalu tersenyum melihat tingkah manja Dewi yang begitu menggemaskan.


**


Dilantai bawah rumah utama Malik, terdengar lantunan ayat- ayat suci Al-Qur'an khusus nya surah Yusuf bermaksud agar nanti nya sang calon bayi memiliki ketampanan seperti nabi Yusuf , dan surah maryam bila calon anak nya perempuan seraya semata mata mengharap berkah dari sang maha pencipta , Allah SWT.


Semua undangan melihat ke arah Dewi dan Tama yang baru saja turun dari lantai atas dan akan turut bergabung dengan para undangan dilantai dasar.


Nara dan Rosa yang melihat sang punya hajat turun , kini menghampiri Dewi..


" Sini Tam biar kami berdua saja yang menemani Dewi " Tawar Rosa.


" Oya sepertinya si kucing mencari mu !? " sambung Nara ,Tama yang paham hanya mengangguk dan akan berlalu.


" Aku tinggal sebentar ya sayang..?" Pamit Tama kepada Dewi.


Kemudian Tama pun pergi mencari Tomy..


Rosa menatap Tama yang berlalu..tatapan Rosa selanjutnya mengarah kepada Nara..


" Iih.. dasar! seenaknya saja itu mulut !? " sela Rosa dengan memukul lengan Nara. Tapi Nara menanggapi nya dengan datar.


" Mbak Nara -mbak Rosa terima kasih ya sudah mau datang , padahal gerai lagi rame- rame nya! " jelas Dewi yang melihat dua sahabat nya itu.


" Dew.. elu segala nya bagi gue , elu sudah seperti adik kandung gue ?! " Ucap Nara dengan nada lembut , membuat Rosa dan Dewi heran melihat perubahan sikap Nara secara derastis.


Nara yang paham akan tatapan heran kedua sahabat nya itu , tersenyum kecil..


" Gue perempuan , ada sisi kelembutan juga pada diri gue , paham tidak Luu.. !? " ucap Nara kembali kasar.


" YAAAH.. " celetuk Rosa

__ADS_1


" KOk.. kembali lagi mbak Raa ??" sahut celetukan Dewi dengan wajah polosnya, sukses membuat Rosa terpingkal pingkal 🤣🤣 dan Nara mendengus sebal dengan celetukan BUMIL tersebut.


🖤🖤


__ADS_2