
💐💐
" Alhamdulillah .. ya Allah" seru warga , pak Ali dan bu Fatma .
**
Dewi yang melihat riuh dan krumunan orang banyal membuat Dewi mengingat kejadian dulu yang pernah ia alamai ketika didesa..
FLasback on ..
" Dua hari lagi kamu akan menikah nak.. " ucap ibu Alpa tetangga Dewi dengan tersenyum kagum kearah Dewi !, ibu Alpa yang kala itu berprofesi sebagai tukang masagge keliling dan sekarang diminta Wijaya untuk melulur tubuh Dewi ( sebelum menikah dengan Wijaya putra, Dewi menjalani beberapa tritmen perawatan atas keinginan Wijaya, Wijaya ingin Dewi calon istrinya nanti adalah wanita yang paling cantik diantara wanita -wanita lain , namun Dewi menolak keinginan ibu dari Wijaya , untuk melepas cadar ketika acara pernikahan putra nya dan Dewi nanti..
Sedangkan bude Yayuk baru datang H- 1 diacara pernikahan Dewi ,
" Kamu beruntung nak bisa menikah dengan anak pak lurah!?" Ucap bu Alpa " Kamu tau sendiri kan banyak anak gadis disini yang rela menyodorkan diri demi bisa bersama anak pak lurah!?" Bu Alpa berujar.
Dewi hanya tersenyum datar tanpa exspresi senang seperti pada umumnya calon pengantin , dalam hati gadis muda yang meneruskan pendidikan nya dipesantren di As- syamil , tak ada perasaan spesial dalam benak nya .
" Nak Dewi kenapa sih gak nurut sama keinginan ibu Murni dan pak Jamal,mungkin beliau ingin memamerkan kecantikan mu nak, yang apabila di poles tipis aja pasti kamu tambah cantik.!?" ucap ibu Alpa dengan semringah membayangkan.
" Saya bukan nya tak ingin menuruti keinginan beliau , tapi saya memang tidak bisa !?" jawab Dewi dengan sopan , " untuk apa menunjuk - nunjuk kan apa yang kita punya bu, bukan kah apa yang kita punya ini semua hanya titipan ?!" ucapan Dewi bagaikan sengatan listrik ditelinga ibu Alpa dan seketika ibu Alpa menunduk malu atas ucapan nya yang ia lontar kan pada gadis berbadan langsing didepan nya itu.
**
H-1.. Dikediaman Wijaya sedang mengadakan pesta pelepasan masa bujang bersama teman dan sahabatnya , dimana teman perempuan dan laki-laki berbaur menjadi satu.
" Cieee... yang mau nikah!?" ledek salah satu sahabat pria .
" Thanks Bro.." jawab Wijaya sembari memakan cemilan dimeja..
" PLUGGK" bunyi tutup botol dibuka..
" Gak lengkap dong pesta tanpa ditemani ini !?" ucap pria dan wanita dari arah samping Wijaya dengan menyodorkan sebotol minuman alkohol dan gelas .
" Soriii... bro gue gak minum ini lagi !" Seru Wijaya dengan tersenyum..
" WETSSZZZ.. gilaaa.. raja mabok nolak minuman kenikmatan ini GAYSsss !!" ucap lantang Rico salah satu teman Wijaya dari kota, dan disebelah Rico ada wanita yang sedari tadi menatap Wijaya dengan tatapan tertarik.
" Itu dulu Coo... sekarang gue Tobat ?!" sahut Wijaya dengan tenang.
" Oya gue lupa! kalau calon bini elu Ukhti ya brooo... !? hahahaha " terdengar tawa dan teriakan khas orang mabuk dari luar kediaman Jaya.
Beberapa warga yang lewat hanya menggelengkan kepalanya melihat tamu dari Wijaya..
wanita muda yang sedari tadi menatap Wijaya membisikan sesuatu ketelinga Rico. dan keduanya tersenyum licik .
" JAY .., ini kan pesta elu masak elu gak negak barang seteguk doang ?!" ucap Rico dengan menyodorkan gelas yang berisi minuman alkohol.
Setelah beberapa kali Wijaya mendapatkan tawaran untuk mencicipi minuman keras itu akhirnya Wijaya pun tergoda untuk mencicipinya barang seteguk AWALnya kemudian dua , tiga dan bukan minuman yang digelas lagi yang ia teguk tapi minuman yang berada didalam botol alkohol.
__ADS_1
* *
Dikediaman Dewi..
Bude Yayuk yang telah tiba dari ibukota , kini tengah sibuk menyiapkan hidangan buat para tamu pengajian dirumah nya ..
Bude Yayuk kedatangan tamu, ntah apa yang di ucapkan tamu tersebut hingga bude Yayuk terlihat marah dan kecewa..
Dengan langkah penuh amarah bude Yayuk keluar rumah ntah kemana? Dewi yang tadi sedikit berdiri dengan tumpuhan lututnya , duduk kembali..melanjutkan mengaji bersama para tamu ..
**
" Jaya.. !!?" bentak pak Jamal yang datang bersama ibu Murni kedalam kamar milik Jaya.
Jaya yang dalam keadaan setengah sadar membalik kan tubuh polos nya yang sedang bersama wanita lain dalam satu selimut tebal.
" Apa yang kamu lakukan Jayaaaa... !?" teriak ibu Murni dengan menangis.
seketika aktifitas Jaya bersama wanita itu tergantung, sang wanita buru- buru mencoba meraih selimut dan melilitkan ketubuh polos nya.
sedangkan Wijaya dengan sempoyongan meraih celana panjang nya lalu segera memakainya didalam selimut tipis.
**
Jaya langsung disidang tertutup oleh pak Jamal- istri dan bude Yayuk- Dewi beserta sesepuh desa..
" PLAAK..!" tamparan dari pak Jamal
" Wijaya minta ma.af atas perbuatan yang sudah Jaya lakukan ?!" jawab Wijaya dengan menunduk
" Kepada Bapak dan ibu , aku minta ma'af !?" lalu Wijaya menatap kearah sesal kepada gadis yang teramat ia cintai sejak duduk dibangku sekolah .
" Apa kamu masi mau menerima ku Dew.. !?" tanya getir Wijaya..dengan bersipuh dihadapan gadis bercadar itu.
Dewi serasa tak mampu untuk menjawab pertanyaan Wijaya saat ini .. dengan senyuman yang terulas dari bibir indahnya yang tertutup cadar , Dewi berkata..
" Mungkin Allah tak mengtakdirkan kita berdua untuk halal dalam sunnah nya !?" ucap Dewi dengan sesekali menatap Wijaya didepan nya dengan tatapan nanar..
" Dan Allah tak mengtakdirkan aku sebagai salah satu tulang rusuk dari kak Wijaya "
" Bertanggung jawab lah akan perbuatan yang telah Kak Wijaya lakukan ?!" ucap Dewi dengan lembut dan tersenyum perih .
Wijaya mengelengkan kepalanya dengan tertunduk didepan Dewi..
" Tidak ! aku tidak akan mengganti posisi mu dengan wanita lain !?" sambung Wijaya dengan datar.
" Awalnya aku tertarik dari wajah mu makin kesini aku merasa bangga akan pilihan hati ku terhadap mu, karena bukan hanya wajah mu yang cantik tapi Akhlaq mu DEWI AL KHUMAIRAH... " Wijaya tersenyum seraya menatap sendu kearah Dewi.
" Aku berdoa semoga Allah membuka hati kak Wijaya untuk wanita lain , perlu kak Wijaya ketahui Jangan terlalu mencintai atau memuja apapun yang ada dimuka bumi ini secara berlebihan kak.. " sahut Dewi dan berdiri untuk bertolak dari kediaman pak Jamal.
__ADS_1
" Ma.af pak - ibu Jamal sepertinya kita tidak bisa meneruskan peenikahan ini!?" ucap bude Yayuk ,
" Saya minta maaf sebesar besar nya kepada keluarga ibu Yayuk dan nak Dewi , sambung pal Jamal dengan sesal.
**
" Kamu ikut bude aja ya nak kekota? " Tawar bude Yayuk..
Dewi menjawab dengan gelengan kepala.. " Dewi masi mau menuntut ilmu di pesantren aja bude .. , nanti insyaAllah Dewi main ketempat bude di kota" jawab Dewi tersnyum..
Lanjut..
Ini keputusan berat bagi kedua nya , terlebih lagi tama .. ada sesuatu hal yang ia harus pertanggung jawab kan saat ini , dan ada suatu janji yang entah kapan waktu nya itu tiba , tama harus menepati nya.. dengan mengambil nafas dalam - dalam sembari memejamkan mata , tama memutuskan..
"Baik pak.. saya setuju !? ucap tama dengan yakin,
"Alhamdulillah ucap syukur pak ali dan bu fatma dan juga para warga ..
" insyaAllah ini adalah cara Allah untuk menjadikan mu halal menyentuh nya nak .., sambung bu fatma pada tama
Dewi menatap bu fatma berganti menatap pak ali
" bagaimana nak dewi bersedia menikah malam ini juga !? ucap pak ali
Sontak tama dan dewi saling menatap..
" ma.af pak ali bukan nya saya menolak , bukan kah menikah perlu persiapan ? tama mencoba bernego waktu..
Pak ali tak menjawab pertanyaan tama , malah menatap dewi dan bertanya
"Nak dewi orang tua nya masi ada ? Tanya pak ali sekali lagi
"Saya yatim piatu pak - buk .. jawab dewi
Saya ke kota ini diajak bude saya untuk tinggal bersama, tapi sudah beberapa bulan ini bude saya pergi tanpa mengajak saya tutur bahasa dewi yang lembut menambah iba yang mendengar cerita wanita muda itu
"Ya Allah nak .. ucap ibu fatma sembari mengusap usap pundak dewi seraya memberi kekuatan pada dewi agar tabah menjalani takdir hidup nya.
"Baik lah kalau begitu biar bapak saja sebagai wali hakim kamu ucap pak ali selanjutnya..
"Man - armand panggil pak ali pada pemuda didepan , tolong panggil kan pak kyai .. ? Seru pak ali kepada armand.
" kalau ditanya ? bilang untuk menikah kan nak tama dan nak dewi .. intruksi pak ali..
"Baik pak ali .. ucap armand pemuda 17 thn itu , dan pergi ..
Satu jam kemudian pak kyai telah tiba di rumah pak ali
Tama dengan kemeja navy dan celana hitam menambah kesan gagah dan formal walau sebenarnya ini acara akad dadakan
__ADS_1
sedangkan dewi memakai gamis yang di pinjam dari kakak permpuan armand keponakan bu fatma dengan gamis berwarna putih dan krudung besar berwarna senada namun dengan tetap memakai cadar milik nya karena kakak perempuan armand tak memakai cadar
..