QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 89 JUKI


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€


Hari berganti minggu , minggu berganti bulan ..Kini usia baby twins menginjak 4 bulan , mereka tumbuh dengan lucunya , Dewi pun mulai mengatur jadwal kegiatan nya sebagai istri , orang tua , anak , sahabat dan kuliah nya , kewajiban dirumah dan kewajiban diluar rumah.


Dewi memang pribadi yang mandiri walau mama Eni dan papa Jimmy sudah menyewa pengasuh yang terbaik tapi Dewi tak begitu saja melepas tanggung jawab nya sebagai Umma muda , bagi Dewi waktu untuk bersama anak -anak nya dan suami tak akan terulang kembali maka Dewi ingin menggunakan waktu semanfaat dan semaksimal mungkin , Dewi selalu mengatur semua jadwal kegiatan nya diluar rumah agar tak lewat jam pulang kerja Tama ( papa dari anak - anak kesayangan nya ).


**


Di Gerai kue yang dikelolah Nara..


Dewi menyimpit kan kedua mata nya menatap Nara yang berada agak jauh dari hadapan nya ..


" Dew.. gue bisa jelasin ,l!" Ucap Nara dengan gugup.


" Sejak kapan mbak Nara dan mas Willy , begituan ?!! " pertanya an Dewi sungguh memojok kan Nara dan Willy.


" Jawab MBAK ??!" Derai air mata Dewi tumpah membasahi cadar nya.


Flassback on..


Siang ini jam kuliah Dewi selesai lebih cepat , Dewi meminta izin pada Tama untuk bertemu Nara di gerai kue , niat Dewi ingin memberi kejutan kepada Nara , bab itu Dewi datang tanpa memberi kabar terlebih dulu.


" Pakk.. nanti tolong berhenti nya jangan di depan gerai kue nya yaaa..!? sebelum gerai saja, nanti biar saya jalan sedikit ! " ucap Dewi dengan sopan kepada supir nya.


Kemudian..


Dewi turun dari mobil mewah berwarna putih itu, yang bertuliskan JUKI 😁, dengan membawa makanan kesukaan Nara yakni BAKSO LAVA yang cabe nya sepedas ucapan NARA sahabat nya..πŸ˜‚


Dewi melihat ada mobil sport hitam berhenti di parkiran gerai kue .. tapi Dewi tak mengindah kan siapa pemilik nya, Dewi terus masuk kedalam gerai dan menyapa para pekerja gerai kue nya.


" Assalamualaikum mbak..!? " ucap salam Dewi kepada wanita yang sedang bertugas di meja kasir .

__ADS_1


" Wa' alaikum salam " jawab wanita tersebut dengan terkejut.


" Mbak Dewi yaa.. ?!" Tanya salah satu pekerja gerai kue .


Dewi mengangguk..


" Saya mau ketemu mbak Nara di dalam , tapi tolong jangan beritahu dia ya mbakk!? " ucap Dewi dengan memberi isyarat kepada mbak di depan nya.


" Tapi iiii mbak Dewww....!! " ucapan wanita tersebut di potong oleh Dewi.


" Ssuuuuuuttt.. jangan rame mbak.. nanti mbak Nara dengar !?" Sahut wanita bercadar berwarna abu -abu dan berkrudung besar berwarna hitam senada dengan tunik nya ,


" Niat saya mau buat kejutan, jadi mbak nya tolong anteng yaaaa...!" Sambung Dewi lagi dengan melangkah kan kaki nya ke lantai atas ruangan Nara. Tapi wanita bercadar itu terlihat kembali kebawah arah si mbak tadi , yang masih mematung karena bingung harus berbuat apa!..


" Oya mbak ... saya minta tolong ini diangetin ya... !" Dewi menyerahkan bungkusan bakso lava nya , setelah nya Dewi melangkah kan kaki nya kearah ruangan Nara.


Tanpa salam Dewi mencoba memberi kejutan..


Dengan perlahan Dewi membuka pintu...


Wily dan Nara pun panik , saat melihat Dewi yang masuk ruangan tanpa salam.. , dan juga melihat aktifitas mereka berdua yang sedang bercumbu layak nya pasangan suami istri.


Flasback off..


" SAYA MAU PULANG ! Kalau mbak Nara dan mas Willy masih memBÌSU !? " ucapan Dewi membuat sahabat nya itu mendongakkan kepala nya ke depan yang sedari tadi hanya menunduk menahan malu .


" Dew.. tunggu ! " sergah willy..,


" Aku harap kamu tidak salah faham kepada kami.. ?"Willy.


Nara ikut berdiri dibelakang tubuh tagap Willy, dengan memegang selimut putih guna menutupi tubuh polos nya..

__ADS_1


" Pakai pakaian mbak Nara dulu , Saya tidak mau nanti pekerja dibawah mengetahui hal ini.. !!? " ucapan Dewi sungguh dingin seperti ucapan sang Tama suami nya.


Belum juga Nara melangkah hendak memunguti pakaian nya, terdengar suara Dewi ..


" Saya bawa kan makanan kesukaan mbak Nara di bawah, mungkin masih diangetin .


" Saya pamit mbak .. Assalamualaikum ?!" Kali ini nada suara Dewi sudah tak se emosi tadi dengan beranjak keluar meninggalkan gerai.


Sesampai nya di dalam mobil , Dewi berkata..


" Pakk .. tolong antar saya kekantor mas Tama ya.. !?" Pinta Dewi


" Baik non.. " jawab pak supir


**


Di perusahaan khusus nya..


Di ruang rapat.. Tama melihat ada notifikasi masuk dari Dewi di layar ponsel nya.. lalu Tama membuka pesan dari sang istri..


"Mas ss .. saya mau ke kantor nya mas Tama siang ini ❀.." Dewi


Tama tersenyum mendapat kabar istri kesayangan nya akan datang menemuinya..


" Sama siapa sayang ke sini ?" Tama


" Diantar pak Edi masss.... " jawab Dewi.


" Hemm hati - hati sayang ..😘❀"balasan dari Tama.


**

__ADS_1


Sesampainya Dewi di perusahaan TM corpt , Dewi disambut oleh Vio , Tomy mengutus Vio untuk menyambut Dewi yang kali ini datang sebagai nyonya muda dari keluarga Malik bukan sebagai karyawan cafe Bintang yang mengantar pesanan kue . Dewi merasa canggung kali ini ada yang beda dari Vio ..


πŸ–€πŸ–€


__ADS_2