
๐๐
Tama dan Tomy telah sampai di bescam perusahaan MALIK corp,Tomy yang telah keluar dari dalam mobil terkejut dengan Tama yang kembali masuk ke mobil, tapi Tama kali ini duduk di kursi kemudi yang ditempati Tomy tadi..
"Lo oo Tam! Elu mau kemana ..??" Tanya heran Tomy.
"Lu duluan saja ke ruangan, Gue masih ada urusan..!" Ucap Tama dengan datar dan menutup mobil kembali..
"Eh.. ! " dengan mengetuk kaca pintu mobil milik Tama.. Tomy melayangkan protes..
Tapi Tama acuh dengan protes sahabat nya itu, dengan terus melaju menjauh i Tomy..
"Tam.. !!! " teriak Tomy..
" Wahhhh... ini anak minta diracun sianida kayak nya..!?" ucap asal Tomy,
"Awas lu entar Tamm... " gumam Tomy dengan berlalu menuju ruangan Tama dengan hati dongkol.
**
Didalam mobil Tama melaju dengan kecepatan penuh.. berharap wanita yang dilihat nya tadi masih disana dan memastikan wanita bercadar itu ialah Dewi ..
Sesampainya Tama di halte yang ditujuh..
Tama turun dari mobil sport yang bewarna hitam milik nya, berjalan menuju halte untuk memastikan sekali lagi.. tapi ii tetap hasil nya nihil, Tama berniat bertanya ? pada orang -orang yang tengah menunggu bus dihalte tersebut.
"Permisi.. apa bapak tadi melihat ada perempuan bercadar hitam duduk disini ? " tanya Tama dengan menujuk bekas tempat duduk Dewi..
"Tidak nak.. Bapak tidak melihat nya karena bapak baru sampai di halte ini.., jawab si Bapak.
Semangat Tama seketika redup.. mendengar penuturan bapak itu..
"Baik pak terima kasih.." ucap Tama.
"Sama sama nak.. " jawab si bapak
Dari arah berlawanan, seorang ibu berucap..
"Mas lagi cari istri nya ya..??" tanya salah satu ibu - ibu yang ikut mengantri di halte..
"Tadi saya sempat melihat mbak berjilbab besar dan bercadar naik bus ke arah sana.. " ibu itu menunjuk arah bus yang ditumpangi Dewi ..
Tama yang mendengar penjelasan ibu tadi .. langsung senang.. dan bersemangat kembali..
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan ibu -ibu tadi yang menganggap Tama mencari istri nya !?..
Tama mengucapkan terima kasih dan pergi meninggalkan halte dan para ibu - ibu yang hanya bisa berkata dalam hati masing - masing
" Kenapa tidak diwaktu muda aku dulu bertemu pemuda setampan itu ?!" celetuk sang ibu yang menatap Tama dengan rasa kagum akan tampang rupawan sang tuan muda.
๐๐
Allah menjadikan mu seorang muslimah , karena Allah ingin melihat mu di surga, yang musti sekarang kamu lakukan adalah memantas kan dirimu untuk itu...
**
Pagi ini Dewi pergi kesebuah permukiman bisa dibilang.. permukiman kumuh, dengan membawa bawaan yang dibelinya tadi , Dewi berangkat dengan semangat nya..
Dewi setiap sebulan sekali datang ketempat itu untuk tujuan yang mulia..
Setelah turun dari bus kota, Dewi mulai melangkah kan kaki nya , Wanita muda dengan tubuh langsing yang terbalut bรนsana gamis ditiap hari nya itu.. , sampai pada tempat tujuan nya ..
"Assalamualaikum.. adik -adik.. " sapa Dewi dengan riang ..
"Wa'alaikum salam kak .... " anak - anak yang melihat kedatangan Dewi , berhamburan berlari ke arah nya..
"Coba liat kakak bawa hadiah buat kalian.. ?!" dengan menenteng buku tulis dan pensil warna, Dewi mencoba memperlihat kan kepada anak anak tersebut, dengan antusias nya Dewi membagi bawa an nya tadi kepada anak -anak dipermukiman pemulung ...
" Emmm.. tapi buku ini harus dipergunakan dengan baik ya.." pinta Dewi kepada anak- anak , " Buat belajar.. biar pinter " nasehat Dewi dengan nada bicara seperti anak - anak..
" Baik kak .. " sahut kegirangan anak- anak
Setelah beberapa menit membongkar bawaan dan membagi kan yang Dewi bawa..
" Ayoooook.... sekarang kita mulai belajar mengajinya ya.. buku dan pensil warna nya di simpan dulu.. !?" Ucap Dewi dengan lembut..
" Siap kakkk... " sahut anak- anak ,
" Eh ayo cepat - cepat kita belajar.." celotehan anak- anak yang bersemangat..
"Bis-Millahh .. Hirroh-Man.. nirrohiiimmm.." ucap Dewi mencoba membimbing anak- anak tersebut... dan diikuti oleh anak- anak didik Dewi..
2 jam sudah Dewi berada di permukiman pemulung itu.., Dewi melihat jam tangan milik nya ..
"Adik -adik.. hari ini belajar mengajinya cukup sampai disini dulu ya .., insyaAllah kita lanjut lagi dipertemuan bulan depan.." Dewi mencoba menjelaskan ..
" Sekarang ..Ayo kita tutup dengan mengucapkan hamdallah .." Dewi..
__ADS_1
"Alham-dulillah- hirob-bil alaminnnnn... " ucap Dewi dan anak -anak dengan serempak.
***
setelah berpamitan Dewi melangkah kan kaki nya berjalan menyusuri jalan menuju suatu tempat..
Disebrang jalan raya.. seorang pria sedang mengawasi Dewi yang sedang berjalan keluar dari permukiman kumuh itu..
"Keluar juga itu cewek.."ucap lirih Tama..
" Ngapain ketempat kayak gitu.. !? kayak tidak ada tempat lain"๐gerutu Tama yang berbicara sendiri di dalam mobil..
**
Kali ini Dewi sengaja tidak menggunakan jasa angkutan umum, Dewi hanya berjalan kearah taman yang ia tujuh..
"Alhamdulillah.. sampai๐" gumam Dewi sambil duduk dikursi panjang yang ada ditaman.. dengan menarik nafas dalam- dalam, sembari memejamkan mata merasakan suasana taman yang segar nan asri , terdengar senda gurauan anak- anak kecil yang sedang bermain dengan kedua orang tuanya..
Sekilas kenangan yang begitu membahagiakan sekaligus memilu kan bagi Dewi terlintas..
Memory on..
" IBU ..BAPAK ..bangun ... !?" Ucap rintihan seorang remaja perempuan yang tengah duduk di sebelah jasad kedua orang tuanya, yang telah meninggal akibat kecelakaan kerja yang dialami kedua nya..
Derai air mata tak ada henti nya keluar dari pelupuk mata gadis yang berusia 17 tahun yang masih mengenakan seragam sekolah MAN( madrasah aliah negri)..
" Nakkk... kamu yang sabar yaa... " ucap bude Yayuk sembari memeluk tubuh Dewi menguatkan..
Gadis ber jilbab besar yang baru belajar mengenakan cadar itu mengangguk pelan dengan tatapan sedih..
Sepulang nya dari makam , Dewi menatap rumah yang biasanya penuh dengan canda tawa dari sang bapak kini tak ada lagi Sosok yang selalu menjadi pahlawan bagi Dewi, harum masakan yang tercipta dari masakan sang ibu pun kini tak Dewi cium kembali , dan semua itu pasti akan membuatnya rindu..
Dewi duduk di kursi makan yang terbuat dari kayu , mata sembab Dewi menatap setiap sudut ruangan yang biasanya menjadi tempat favorit keluarga kecil itu, Dewi ter senyum.. namun sesekali berderai air mata tat kala melihat salah satu ruangan ..
Dewi melangkah pelan menuju ruangan tersebut.. ruangan yang biasanya di buat sholat berjama'ah di tiap hari nya oleh keluarga kecil itu..
Dewi meraih peci usang yang akrab dipakai sehari - hari oleh sang bapak..
Dewi tersenyum kecil lalu berkata.. " Bapakk - ibuu.." ucap lirih Dewi , sekuat tenaga Dewi menahan agar tak menitih kan air mata.. namun usaha nya sia -sia , tumpah lah deraian air mata Dewi..
" Bapak - ibu.. hiks.. , dirumah ini sepi pak.. dirumah ini tak ada tawa ibu yang selalu menyambut Dewi sepulang sekolah.." keluh Dewi pasrah..
" Dewi .. bingung pak harus bagaimana.. ? Dewi tak setegar yang bapak bilang.. !? Hiks... ma.af kan Dewi pakkk... " air mata Dewi terus jatuh membasahi wajah cantik nya , Dewi menumpahkan semua keluh kesah nya dengan memeluk kedua lutut nya yang di sejajar kan dengan dada lalu Dewi menundukkan kepala nya, Dewi menangis sesegukan.. ada rasa yang mengganjal , serasa seperti bongkahan yang keras , ingin rasanya memukul bongkahan keras itu yang berada dalam dada nya saat ini ..
__ADS_1
๐๐