
ππ
Pagi ini adalah pagi pertama Dewi menyandang status istri seorang Tama malik ,anak satu -satu nya dari keluarga Maliq pengusaha ternama dinegara nya,
**
"Handuk nya dimana ? gue mau mandi" ucap Tama yang menghampiri Dewi di dapur
"Sebentar biar saya ambil kan " langkah Dewi yang tegesah gesah melewati Tama didepan nya hendak masuk kamar.
"Ini pak .."Dewi menyodorkan handuk yang bersih pada Tama.
"Hem.." jawab Tama sambil melangkah masuk kamar
Dewi dengan cekatan meramu menu buat sarapan pagi suami nya
"Pak Tama suka nya apa ya ?? Aku buatin nasi goreng mau gak ya ?? " gumam Dewi didapur, akhirnya Dewi menyelesaikan menu sarapan pagi ini yakni nasi goreng dengan irisan timun dan ceplok telur tak lupa segelas kopi mocca yang pernah Dewi buat di cafe Bintang.
"Alhamdulillah sudah siap " Dewi melihat jam dinding menunjuk kan jam 8 pagi , " ya Allah masuk gak ya .. ??" Dewi yang berdiri didepan pintu kamar nya sendiri mondar mandir.
"Pak Tama kok lama mandinya , apa aku masuk saja karena aku bisa telat ke cafe nanti.." batin Dewi
Dewi tetap berdiri didepan pintu kamar tanpa berani masuk..
"Ngapain kamu ??" Tanya dingin Tama yang berada diambang pintu kamar.
"Em..mm sssayya mau bilang , sarapan nya sudah siap pak !?" dengan nada ragu Dewi berkata..
"Gue uda telat , kamu makan saja sendiri !" ucap Tama dengan melewati Dewi , tanpa memakan sarapan yang dibuat nya pagi ini..
"Iiiya pak.." jawab Dewi dengan mengekor di belakang Tama..
" BRUG !! " Dewi menabrak punggung Tama yang tiba-tiba berhenti.
"Elu mau ngapain ngikutin gue ?! " Tanya Tama dengan nada sedikit kesal dan cukup membuat Dewi jadi takut..
"S-say-ya a- saya.. hanya mau mengantar sampai depan pagar pak " jawab Dewi gugup..
"Tak perlu , sekarang MASUK lah !! gue uda terbiasa sendiri " ucap dingin Tama
"Tetttapi .. saya.. " belum selesai Dewi berucap, Tama telah masuk kedalam mobil dan pergi begitu saja tanpa melihat Dewi
Dewi sadar Tama tak perna berniat menikahi Dewi , Tama terpaksa melakukan itu karena desakan para warga dan pak Ali ..
Dewi menatap masakan nya pagi ini , 2 piring nasi goreng secangkir kopi mocca dan air putih .. Dewi duduk di kursi meja makan , Dewi tersenyum kecut melihat nasi goreng buatan nya.
"Hauffft... semangat Wi !" ucapan Dewi menyemangati diri sendiri, Dewi membaca doa hendak makan dan memulai memakan hasil masakan nya pagi ini.
Setelah selesai ..
__ADS_1
Dewi hendak pergi ke cafe namun Dewi lupa untuk meminta izin Tama,
"Gimana ya.. aku kan tidak punya no ponsel pak Tama ?
Terus pamit nya gimana.??" Dewi teringat pada kekasih sahabat nya yakni Rosa..
" Mbak Rosa!" Gumam Dewi yang teringat " ya.. mas Alex kan teman pak Tama, aku minta no mas Alex pada mbak Rosa aja.. !" ucap Dewi bersemangat..
Β
Tutttt.tuuurt.. bunyi sambungan ponsel
Percakapan Dewi dan Rosa...π²
"Hallo Wii.." suara Rosa disebrang sana
"Assalamualaikum mbak Ros.." salam Dewi
"Wa'alaikum salam heheheh.. " Rosa tertawa renyah karena dia lupa mengucap kan salam ketika mengangkat telfon dari Dewi ,
"Ada apa , tumben elu telfon sepagi ini ?" Tanya Rosa.
" mmm .. mbak Ros.. bisa minta no ponsel nya mas Alex ?" tanya Dewi sedikit ragu
" Tumben .. ?" ucap Rosa penasaran..
" Aku belum bisa cerita mbak Ros.. yang penting bisa kah aku minta nomor nya mas Alex ?" pinta Dewi sekali lagi
"InsyaAllah iya mbak " jawab Dewi
Sambungan telfon pun usai..
*
Tringg... suara notifikasi masuk
Dewi membuka ponsel milik nya dan tersenyum
Dan membalas isi notifikasi dari Rosa
" Makasih mbak Rossπ"
Dewi mencoba menghubungi Alex , tapi sayang Alex tak merespon panggialan milik Dewi
"Ya Allah ini musti gimana.. ?? Aku harus kerja ..!"
Dengan berat hati Dewi berangkat menuju cafe
Di cafe Bintang..
__ADS_1
Waktu istirahat tiba , Dewi nampak gusar
" Nanti kalau pak Tama pulang aku ndak dirumah gimana ini? Aku pasti berdosa ya Allah .. "batin cemas Dewi..
Bintang melihat Dewi yang hanya mengaduk - aduk makanan nya, lalu menghampiri Dewi.
"Lagi mikirin apa sihhh... ??"
goda Bintang .. " malam minggu ntar keluar yok..?!" tawar Bintang.
"Hehehe.. tidak lagi mikirin apa - apa mbak biey" jawab Dewi dengan cengiran.
"Eh ikut ya ntar malam " ajak Buntang ..
"Kemana mbak .. ? "Tanya Dewi penasaran..
"Makan aja sama anak - anak cafe , itung -itung gue sebagai bos mentraktir anak buah nya makan diluar ! gimana setuju ya aaa Dew.." Sambung Bintang memohon..
Mmm..
" jam berapa mbak?" tanya Dewi lagi.
"Ya abis pulangan dari cafe lah kita langsung cabut.. " sahut Rani.
"Ehh ada tukang nyamber nih.." olok Bintang
"Kok gitu sih mbak Biey... ." rajuk Rina dengan cemberut
****
Cafe Bintang pun tutup lebih awal malam ini, Dewi -Bintang- Rina dan teman - teman nya berangkat menuju restoran yang bertema out door, sesampai nya di tempat yang dituju Dewi mencoba menghubungi Alex kembali tapi hasil nya tetap tak direspon , akhir nya Dewi mematikan ponsel nya dan memasukkan nya ke dalam tas selempang milik nya , Dewi dan teman - teman turun dan mencari tempat yang telah di booking Bintang , namun langkah Dewi tertahan ketika melihat Tama bersama wanita cantik, 2 laki laki paruh baya dan 2 wanita paruh baya..
Namun Dewi tidak berani menyapa Tama kala itu , Dewi hanya melewati meja Tama dengan menunduk.
Bintang dan teman - teman sedang menikmati malam minggu di resto malam ini , tapi tidak bagi Dewi , Dewi sibuk melihat ke arah Tama dan orang- orang yang berada di tempat itu..
Dewi melihat Tama yang tersenyum Δ·epada wanita cantik yang tengah duduk disebelah kiri kursi Tama , lalu seorang wanita paru baya sebelah kanan Tama menyerah kan kotak kecil berwarna maroon yang isinya cincin dan parah nya Dewi melihat Tama sedang menyemat kan cincin itu ke jari manis wanita cantik tersebut ,Dewi spontan berdiri dan melangakah maju namun Dewi tanpa sengaja menabrak minuman pengunjung lain..
"Ma'af ma'af .. saya minta ma'af sekali lagi " ucap Dewi tanpa menatap wajah pria itu, karena Dewi menunduk kan pandangan nya dan hanya sesekali melihat pria yang ia tabrak.
"Tak apa it's okey nona.. !?" ucap pria indo itu.
" apa yang pak Tama lakukan.. ? Dan apa maksud cincin yang pak Tama semat kan di jari manis perempuan tadi ?" Batin Dewi berkecamuk..
Ingin sekali Dewi mendatangi Tama di meja nya , namun Dewi teringat tentang dirinya yang hanya berstatus istri sirih dari sang Tama malik..
ππ
ββββ
__ADS_1
π§ minta ma.af jika di part atau bab- bab yang sudah terbit , terkadang masi ada sedikit yang saya revisi ..
π§ karena masi pemula dan masi proses belajar membuat tulisan yang baik dan menarik , dan disini penulis ( saya) menyisipkan sedikit kebiasaan - kebiasaan penulis di sehari - hari di karakter Dewi , semoga menghibur para pembaca dan saya berharab tulisan pertama saya ini ndak ngebosenin.