QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 67 TIDAK LAH KEKAL.


__ADS_3

🖤🖤


Ya Allah tambah kan lah lagi sabar ku dan tinggi kan lah iman ku , perdalam kan lah rasa ikhlas ku seperti ikhlas yang engkau kehendaki..


**


Diruang rawat inap pasien ..


" Jangan menatap saya seperti itu mas.." ucap seorang Dewi dengan senyuman termanis nya yang tak tertutup oleh cadar.


" Kamu cantik sayang , aku bangga memiliki mu, aku sangat mencintaimu " ucap Tama dengan mencium kening Dewi.


Dewi terdiam ..lalu berpesan..


" Mass... jangan terlalu mencintai sesuatu dibumi ini dengan berlebihan, sebab semua ini TIDAK LAH KEKAL !!" tutur bahasa Dewi yang lembut kepada Tama dengan disertai belaian diwajah tampan Tama.


Tama hanya terdiam tak ingin menanggapi ucapan bijak sang istri kecil nya .


**


Beberapa menit berlalu..


" Kata dokter kamu sudah bisa pulang sayang".. ucap Tama dengan membantu Dewi berdiri.


" Alhamdulillah ..iya mas " sambung Dewi dengan menatap wajah pria halal nya . Dalam pikiran Dewi Ada sesuatu keinginan yang akan ia utarakan kepada suami nya yang sedang merapikan cadar yang sedang ia kenakan saat ini..


" Mas.. emm " ucapan Dewi tertahan ..


Tama beralih menatap Dewi yang sedari tadi terdiam..


" Ada apa HMMM.. ? Kata kan , kenapa ragu ??! " sergah Tama


"Ammm.. " suara Dewi yang ragu.. dengan menatap kearah Tama- Dewi mencoba mengungkapkan nya..


" Bisa minta tolong nanti antar kesuatu tempat ? " pinta Dewi.


" Kemana ? " Tanya Tama dengan heran.


" Nanti mas Tama juga tahu !?" jawab Dewi dengan cengiran.


Tama tersenyum sembari menatap Dewi yang sedang memperlihatkan sepasang mata yang meneduhkan hati..


" Sekarang sudah mulai berani ya.. !!?" ucap Tama dengan mencubit hidung Dewi karena gemas.

__ADS_1


**


Disuatu ruangan..


" TIDAK .. !! ini tidak mungkin !!" Ucap tak percaya seorang wanita dan alat yang dipegang nya tadi terjatuh diatas lantai.


" Hiks.. aku tidak mungkin hamil !" suara panik seorang wanita didalam kamar mandi , yang melihat hasil test kehamilan milik nya..


" Aku tidak mungkin hamil !!? " suara Ketty mengulang dengan nada bergetar.


" Bagaimana Kalau mama -papa tau aku hamil, bukan dari Tama!? " ucap Ketty yang mulai gusar dengan tangan yang bergetar.


" Edward - yah Edward ?! Dia harus bertanggung jawab , aku harus menemuinya !!?" dengan bersiap mencari Edward Ketty bergumam.


**


Setibanya Ketty di depan apartemen Edward..


" SIAL dimana b@jing@n itu, kenapa dia susah di hubungi .. apa lagi apartemen nya kosong.. !!?" Oceh Ketty dengan mondar mandir didepan apartemen teman pria nya .


"AAKKKHHH !!" Jerit kesal Ketty dengan terduduk dengan tatapan frustasi.


Sekilas terbit senyuman licik disudut bibir Ketty , yang sedang berbicara dengan seseorang di sambungan telfon.


" klikk.. sambungan telfon pun terputus.


**


Disebuah parkiran mobil disebuah rumah sakit .. terlihat sepasang suami istri akan memasuki kendaraan mewah nya yang terparkir rapi .


Yang akan menuju kesuatu tempat..


Kemeja bagian belakang Tama mendapat kan tarikan -tarikan kecil dari wanita di disamping nya, namun Tama hanya tersenyum sembari memandang wanita nya itu.


" Ada apa sayanggg.. ?" Tanya Tama dengan lembut seraya mengusap kepala sang istri yang tertutup khimar XL nya.


" Jadi kan mengantarkan saya .. ?" tanya Dewi ragu.


" Kemana dulu? !" tanya Tama dengan senyuman menggoda.


" Ke gerai kue kami !?.. " jawab Dewi akhirnya.


Tama menaikan satu alis nya🤨

__ADS_1


" Kami ?!".. ucap Tama mengulang


Dewi tertunduk sejenak , lalu mengangguk..


" Iya kami ?! mbak Nara , mbak Rosa dan saya membuka toko kue mas ! walau masih dibilang baru " Jelas Dewi .


Tama teringat sesuatu..


" hemm.. pantas saja Jiko tidak bisa melacak nya !?" batin Tama .


Tama pun mengangguk kan kepalanya ..


Dan mobil Tama pun terparkir tepat didepan pelataran toko kue yang berlogo "D'CAKE"


Dewi turun perlahan , Tama dengan sabar menggandeng istri kecil nya itu dari dalam mobil lalu menuju kedalam toko, dari dalam terdengar suara wanita yang sangat familiar? Nara dan Rosa.


Ketika Dewi dan Tama baru memasuki area gerai kue , tercium wangi dari kue- kue dan roti manis dari arah dapur , yang bercampur dengan wangi nya kopi racikan yang ditawar kan oleh pemilik gerai..


Nara - Rosa menatap keaŕah wanita bercadar yang sedang melangkah memasuki gerai milik mereka bertiga dan terlihat seorang pria dewasa yang selalu mendampingi nya dengan penuh kasih dan sayang.


" DEWI IIII ... !?" panggil bersamaan dengan sedikit berlari.


Dewi tersenyum tatkala melihat kedua sahabat nya berlari kecil mengarah kepada nya..


" Assalamualaikum .. mbak Rosa- mbak Nara dan semuanya !! " sapa Dewi dengan ramah.


" Wa 'alaikum salam .." jawab salam bersamaan dari dalam gerai.


" Syukur lah kamu sudah keluar dari rumah sakit!?"ucap Rosa dan disambung oleh Nara.


" Deww... " panggil Nara dengan memeluk tubuh Dewi perlahan.


" elu ..bilang sama gue ?! jika suami elu yang DEWASA ini " ucap Nara dengan melirik ke arah Tama, " Tak bisa menahan diri nya untuk tidak mengerayangi elu !!?" Ucap Nara dengan menunjuk kearah Tama dan melepas pelukan nya kepada Dewi.


" CKK. .. bukan urusan elu ! " sergah Tama dengan tatapan tajam.


Dewi menyadari suami nya sedang emosi..


" Emm.. mas , Dewi ada yang mau diomong dengan mbak Nara dan mbak Rosa " pamit Dewi kepada Tama.


" HMMmm.. setelah selesai , kita musti cepat pulang!!? " jawab Tama dengan tegas.


" Baik mas.. " jawab Dewi patuh.

__ADS_1


🖤🖤


__ADS_2