QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 41 AWAL PERSAHABATAN


__ADS_3

💐💐


Sesampainya di kontrakan Nara.. mereka bertiga bersiap akan menuju rumah bude Yayuk tempat tinggal Dewi..


Diperjalanan Dewi melihat sosok yang semalam ia tolong, " Ibu itu.. ?" ucap Dewi mencoba mengingat- ingat.


"Astagfirullahaladzim.. " pekik Dewi dengan menatap terus ke objek yang ia lihat.


" Mbak bisa berhenti ?" pinta Dewi dengan mode panik.


"CK.. apalagi ?!" geram Nara.


" Tolong kak.. !" mohon Dewi..


"Raaa.. , " Kali ini Rosa membantu Dewi .


"CITT.." Nara mengerem mobil milik Rosa.


Dewi keluar lalu berlari menghampiri sosok yang ia kenal..


" Ibu .. - ibu yang kemarin malam kan ?" Tanya antusias Dewi.


Ibu paruh baya itu menatap kearah Dewi yang hanya terlihat bagian mata nya yang sedang menyipit menandakan bahwa gadis bercadar itu tersenyum .


" Kamu gadis semalam yang dibawah pak handoko kan !?" tanya ibu itu dengan cemas..


" Kamu tidak terluka kan nak..? " tanya si ibu.


" Alhamdulillah saya tidak terluka apa pun !" jawab Dewi.


" Ibu sedang apa disini ?" tanya Dewi


" Ibu sedang bekerja nak..?! " jawab Ibu paruh baya itu.


" Kerja ?!" tanya Dewi lagi ,


Lalu dianggukan oleh sang ibu..dan tersenyum..


Dari arah belakang Nara dan Rosa datang menjemput Dewi.

__ADS_1


" Bocah .. , ayo gue antar pulang ?!" ucap wanita muda yang berbulu mata lentik dan berpenampilan terbuka.


Sang ibu menatap kearah Rosa dengan tatapan heran..


Rosa yang risih akan tatapan dari sang ibu , tersenyum kecil kearah . Dewi mencoba memperkenal kan kedua wanita muda kepada sang ibu..


" Ibu .. Kenal kan ini kak Rosa " ucap Dewi ,


" Dan saya Dewi al khumairah , bisa dipanggil Dewi saja !" sambung Dewi.


Sang ibu menyambut dengan senyuman, " Gadis ini baik akhlaq nya dan bagus adab nya " batin ibu paruh baya.


Dari arah belakang terdengar suara wanita muda yang terkenal galak..


" TANTE IRAAA...! ?" panggil Nara dengan tatapan tak percaya, langkah Nara tiba - tiba menjadi Kaku, Tante yang dimaksud Nara yaitu ibu paruh baya yang maksud Dewi semalam.


" Tante... , tante kemana saja , Nara mencari tante !!?" tangis seorang Nara sembari memeluk tubuh sang tante yang terliahat kurus.


" Ma.af kan Tante.. Nara!" hanya itu ucapan yang keluar dari bibir tua itu.


Semenjak itu , Nara bersyukur dapat bertemu tante yang selama ini ia cari. Tante Ira yang telah membesarkan Nara..


Dewi tersenyum bahagia melihat pertemuan Nara dan tante Ira , begitu pun Rosa ikut merasa bersyukur melihat sahabat nya bertemu dengan orang yang selama ini Nara cari - cari.


"Silahkan .. " ucap Dewi kepada Ibu Ira , lalu Dewi lanjut menyodorkan kepada Nara dan Rosa.


" Ma.af hanya minuman sederhana yang mampu saya beli ! hehehe .." celetuk Dewi dengan terkekeh .


Rosa yang menerima pemberian dari Dewi , sekilas mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu ." Apa ini bocah cewek ninja yang gue cari yaa... " gumam batin Rosa dengan menatap intens kepada gadis berkrudung besar itu yang sedang meminum minuman nya di balik cadar nya.


" Elu.. gadis yang pernah tumpahin minuman didress mahal gue kan ?" Tanya Rosa dengan penasaran..


Dewi mencoba mencerna pertanyaan Rosa..


" AHKKK.. , kakak ini yang tas nya sewaktu dipom bensin MAAA.... " pernyataan Dewi belum selesai , karena Rosa sudah memeluk tubuh kecil Dewi , lalu berkata..


" Terima kasih - Terima kasih , elu sudah menolong gue .


" Dann .. " ucapan Rosa tertahan .. lalu beralih menatap kearah Nara yang berada di samping tante Ira , Nara pun tersenyum sembari mengangguk kearah Rosa..

__ADS_1


Dewi yang berada dihadapan Rosa diam menunggu kelanjutan ucapan Rosa ..


" Dan gue minta ma' af sudah menuduh elu waktu itu !" jelas Rosa dengan nada penyesalan..


Dewi pun tersenyum dibalik cadar nya ,


" Sama - sama kak.. , sudah kewajiban kita saling mengingatkan dan menolong itu yang saya dapat dari guru mengaji saya didesa.. " sambung Dewi dengan tulus.


" Dulu gue juga belajar mengaji tapi ilmu nya tidak nyampek hati !" sahut Rosa .


" TERUS nyampek mana? " tanya Nara menimpali.


" Yaaa... nyampek di sini , " tangan Rosa menyentuh kedua telinganya yang mengarah MASUK telinga kanan KELUAR telinga kiri.. , lalu mereka bertiga tertawa renyah.. lalu tante Ira pun ikut larut didalam canda tawa mereka..


Tante Ira menyentuh kepala Dewi dengan penuh kasih sayang..


" Terima kasih.. Nak Dewi sudah menolong ibu semalam, dan terima kasih karena nak Dewi ibu bisa bertemu keppnakan tante" ucapan Tulus dari tante Ira..


Lalu Nara pun memeluk tubuh kecil Dewi ..


" Gue tidak tahu mau ngomong apa , karena semuanya sudah tersampaikan , " ucap Nara dengan ramah.


" Yang pasti elu manusia yang dikirim oleh yang maha kuasa buat kebaikan yang terbalut dalam keikhlasan " sambung Nara lalu memeluk kembali tubuh kecil Dewi dan diikuti oleh Rosa.


Didalam suasana keakrapan , suara Nara kembali menggema..


" Jangan panggil kita dengan sebutan kakak..!" pinta Nara , lalu Dewi mengarahkan pandangan nya keatas menatap Nara ..


" Lalu .. ?" tanya Dewi bingung.


" Terserah elu mau panggil apa , yang jelas gue tidak mau orang berpikir membandingkan kita bertiga lagi , seperti tadi pagi !?" jelas Nara dengan tegas


Beberapa detik kemudian terdengar suara yang berasal dari gadis berkrudung besar ..


" Baik MBAK!!!" ucap Dewi ..


Rosa dan Nara menatap kesal kearah Dewi lalu mereka berdua berkata..


" HMMMM..,

__ADS_1


SEJAK ITU PERSAHABATAN NARA , DEWI DAN ROSA TERJALIN ANTARA SATU SAMA LAIN DENGAN SEGALA PERBEDAAN YANG ADA.. , MEREKA BERTIGA SALING MENGINGATKAN DENGAN CARA YANG BERBEDA DAN SALING MENGHORMATI DALAM SEGALA HAL. TAQDIR YANG DITETAP KAN OLEH SANG MAHA KUASA DENGAN SEGALA RAHASIA NYA..


💐💐


__ADS_2