QADARULLAH CINTA

QADARULLAH CINTA
BAB 32 KEMEJA HITAM


__ADS_3

💐💐


Tama membaringkan tubuh Dewi ditempat tidur, namun kali ini bukan tempat tidur yang ada dirumah Tama.


Tama membuka krudung besar Dewi yang basah lalu Tama berniat membuka pakaian yang Dewi pakai , ketika tangan Tama ingin membuka kancing pakaian Dewi , Tama menarik kembali tangan nya.


" Apa.. gue benar- benar sudah boleh menyentuhnya? !" Tama berpikir kembali .


Dengan terpaksa Tama melepas seluruh pakaian Dewi yang basah dan beralih menujuh lemari besar nya untuk mencari pakaian ganti untuk Dewi , Tama tersenyum ketika melihat kemeja yang berwarna hitam milik nya.


Dengan pelan Tama mengganti pakaian Dewi , dan menyelimuti tubuh Dewi . Setelah itu Tama duduk di sofa ruang kerja nya. beberapa menit kemudian..


Ponsel Tama berdering, " Tringgg Tringg.." Tama meraih ponsel milik nya diatas meja, dan melihat siapa yang menghubunginya..


" Alex?" Tama membaca nama yang tertera di layar ponselnya..


" Hmm.. " sahut Tama yang menerima panggilan telfon dari Alex.


" Elu dimana Tam?" tanya Alex


" Gue disuatu tempat , jangan cari gue , " jawab Tama lalu mematikan ponselnya.


" Tut- tut..


" YAHHHH... mati ?!" ucap Alex.


**


Tama masuk keruang istirahat yang bertuliskan ruang pribadi C.E.O, dan menatap wajah polos Dewi yang pingsan.., dengan perlahan Tama mendekati Dewi dan duduk dibibir pembaringan..


" Jika kamu tau , ingin rasanya aku meninggalkan semua ini dan memilih mu !?" gumam Tama , " Rasa tak berdaya ku akan janji ku kepada nya membelenggu diriku ini .. ,


Malam pun makin larut jam dinding menunjukkan pukul 2 dini hari... Tapi Tama tetap terjaga dengan pekerjaan nya, Tama memang sosok pekerja keras , tak ada istilah waktu yang terbuang sia sia.


Tama sesekali melihat kearah Dewi yang belum sadarkan diri. ketika Tama akan fokus kembali dengan gawainya...


"HUK - HUK- HUK.." Dewi yang mulai tersadar , perlahan Dewi membuka mata dengan memegang kepalanya yang terasa pusing..


" Saya dimana ?" ucap Dewi dengan lirih..


" Sudah sadar ?" tanya Tama dengan menghampiri Dewi .


" Apa ada yang sakit? " tanya pria dewasa di depan nya.


Dewi lantas menunduk kan pandangan nya, ketika Tama duduk mendekatinya .


" Kenapa menunduk lagi?! tanya Tama dengan menatap lekat Dewi..


Dewi menggeleng..


" Dewi.. !" panggil Tama

__ADS_1


" i-iya pak " jawab Dewi dengan malu..


"haaaah.. kamu bisa tidak menjawab ku bukan dengan jawaban isyarat !?" ucap Tama dengan datar , "Tatap aku !?" sambung Tama lagi.


Dewi mengangkat wajah nya menatap Tama , Tama melihat setiap inci wajah istri sirih nya yang tak semua orang bisa memandangnya, lalu Tama tersenyum.. , tangan Tama terulur menyentuh pipi mulus Dewi .., Dewi terkejut dengan perlakuan Tama , dan Dewi pun baru menyadari pakaian , krudung yang ia pakai sudah berganti dengan kemeja besar warna hitam milik seseorang, Dewi melihat pakaian nya disudut ruangan yang bernuansa abu abu itu. seketika Dewi menurun kan kaki nya dari pembaringan ..


" ASTAGFIRULLAHAL ADZIM " pekik Dewi yang melihat dirinya tak mengunakan bawahan. Mata Dewi mengarah pada Tama, lalu Tama pun tersenyum renyah melihat betapa konyol nya Dewi istrinya itu.


" A-apa yang sudah pak Tama lakukan kepada Saya ? ! " tanya Dewi dengan gugup..


" Menurut mu ! apa yang dilakukan pria dewasa seperti ku dengan seorang GADIS disatu ruangan terturup semacam ini !?" Muncul ide konyol Tama untuk mengerjai Dewi .


" Ya ALLAH.. apa aku sudahhhh.. ?!" ucap Dewi dengan nada bergetar..


" HEY.. sudah apaaa? " tanya Tama dengan tertawa...


" Kamu istri ku Dew , semisal aku melakukan nya dengan mu itu tak salah.." jawab Tama semakin memprofokasi pikiran lugu Dewi.


" Berarti saya.. dan pak Tama suu... , " ucap Dewi terpotong karena Dewi sudah menangis..


"HIKS.. .".Dewi menangis sesegukan dan Tama yang melihat menjadi tak tega..


Tama menghela nafas .." haaaaaahhh.. "


" Jangan menangis, aku belum meminta hak ku pada mu tanpa seizin mu Dewi " jawab Tama dengan mengacak rambut Dewi perlahan.


" Sungguh ?!" Tanya Dewi yang mulai bahagia..terlihat dari expresi wajah nya.


Mata Tama terbelalak mendapat perlakuan dari Dewi. dengan tangan yang masi membuka , perlahan tangan Tama mendekap tubuh kecil Dewi , Tama tak membuang kesempatan begitu saja dengan keadaan saat ini , Tama untuk pertama kali nya mencium kening Dewi dan menghirup secara dekat parfum milik Dewi.


Dewi yang tersadar akan tindakkan nya..


" Ma.af pak saya khilaf !?" ucap Dewi dengan menarik kembali tubuh nya dari dekapan Tama, namun tanpa disangka Tama tak melepas dekapan nya pada tubuh Dewi.


Dewi mengeryitkan keningnya dan mendongakkan kepalanya untuk melihat Tama..


Terlihat Tama sangat menikmati saat memeluk tubuh kecil Dewi.


Dewi tersenyum melihat kelakuan Tama suaminya itu.


" Pak Tama.. " panggil Dewi


" HMM. .. diamlah , aku takut jika aku melepas mu , aku tak bisa menikmatinya lagi " jawab Tama dengan terpejam.


Akhirnya Tama tertidur dengan memeluk tubuh Dewi , Dewi yang masih terjaga tersenyum melihat tingkah lucu suami dewasanya itu.


" Begini ya rasanya berada didekapan kekasih halal , ada rasa lebih dari rasa nikmat , jantung ku yang bedegup sedari tadi serasa mau pingsan tapi tak mampu untuk pingsan. Ya Allah. .. apakan ini yang dinama kan cinta ?apakah boleh aku mencintai suami ku sendiri walau mungkin cinta ini bertepuk sebelah tangan.. " tanya Dewi dalam hati.


Dewi pun akhirnya ikut menujuh alam mimpi..bersama Tama..


Jam tangan Tama menujukkan pukul 3.30 , Tama meraih ponsel nya diatas nakas dengan perlahan mengirim pesan kepada Tomy untuk mencarikan pesanan Tama sebelum adzan subuh.

__ADS_1


Dalam waktu singkat Tomy telah mendapatkan apa yang menjadi pesanan sang tuan muda..


" KLekkk. pintu terbuka.


Tama keluar dengan kancing kemeja terbuka pada bagian atas terlihat dada bidang Tama yang atletis..


Tomy yang melihat Tama menaikan alisnya satu dan bertanya..


" BERAPA rounde Tam.. ?!" tanya Tomy dengan senyuman jahil.


" APANYA?!" sahut Tama..


" Ya.. jebol gawangnya lah..?!" sambung Tomy dengan semangat.


Dengan menepuk bahu Tama , Tomy berkata..


" Akhirnya elu merasakan juga surga dunia , dan pastinya elu ketagihan sampai sampai istri kecil elu tak mampu berjalan , hahahahha".. Tomy yang tertawa lantang di pagi hari buta langsung disupal oleh Tama dengan pernyataan.. " DASAR pria MESUM! pikiran elu terlalu jauh Tommm... " sergah Tama


" Sudah tak usah malu - malu , gue akan jaga rahasia elu .!" bisik Tomy.


Tama yang sudah merasa jenuh dengan pemikiran kotor Tomy langsung menutup pintu.."BLAAKK.. "


Tama melihat Dewi masih tertidur pulas, ada rasa nyaman dalam diri Tama melihat wajah istri sirih nya tersebut.


" Apa aku boleh membatal kan janji itu?, aku tak mampu membiarkan mu sendiri diluar sana, dan terlalu berharga nya dirimu untuk aku lepas ," gumam Tama dengan merapikan anak rambut Dewi yang berantahkan.


Setelah kumandang adzan selesai Tama berniat membangunkan Dewi..


'" Dewi.." panggil Tama dengan kasih sayang.., Tama tersenyum melihat Dewi yang tak bangun oleh panggilan Tama..


" Kasihan istri ku , pasti dia kelelahan bekerja seharian , gumam Tama sembari menyentuh setiap wajah Dewi dengan jarinya.


'" Dewi istri ku?!" panggil Tama sekali lagi..


" Iya .. ?" Jawab Dewi dengan nada suara yang masih mengantuk dengan mengucek mata.


" Kamu tidak Sholat ?" tanya Tama .


" Sudah adzan ya pak ? " tanya polos Dewi dengan bersiap siap berdiri.


" ya ampun.. kuat tak kuat harus kuat "batin Tama bergemuruh ketika melihat Dewi yang baru bangun tidur, dan menurut Tama hal semacam itu saja membuat Dewi terlihat sexy dengan wajah naturalnya dan kemeja yang ia kenakan memperlihatkan sisi wanita dewasa seorang Dewi.


" Pak Tama tolong lihat kearah lain , saya mau kekamar mandi " pinta Dewi..dengan malu - malu.


" Kamu tinggal jalan saja Wii!" ucap Tama dengan tersenyum.


Dewi menggeleng pelan..


"Baik lah.. " ucap Tama menyerah, tapi Tama tetap lah Tama pria yang cerdas, Tama mengarahkan pandangan nya ke arah cermin lemari buku alhasil pantulan yang didapat dari arah berlawanan oleh Tama bisa terlihat dengan jelas.


Terlihat Dewi yang berlari kecil menuju kamar mandi , Tama melihat tingkah istri kecilnya tersenyum senang , "Dia istri ku " ucap batin seorang Tama.

__ADS_1


💐💐


__ADS_2