
💐💐
" Ma.af pak Ali ini mahar nya apa?" Tanya pak kyai , pak Ali lantas mendekati Tama .
" Nak Tama , apa yang nak Tama punya buat diserah kan sebagai mahar untuk nak Dewi ?!" tanya pak Ali dengan berbisik.
Tama berpikir , penerus keluarga malik itu merogoh dompet milik nya lalu membuka nya , Tama mengeryitkan dahi nya " Apes !" batin Tama dengan melihat isi dompet nya yang kosong melompong.. , lalu Tama beralih merogoh saku celana milik nya , dan ditarik nya keluar, " Hah.. syukurlah ada selembar uang dolar !" gumam batin Tama
Tama menyerahkan selembar uang dolar itu kepada pak Ali , pak Ali menarik napas dalam -dalam dengan menatap aneh pada Tama,
Pak Ali mengarahkan pertanyaan nya kepada Dewi dengan mengarahkan selembar uang kertas itu..
" Nak Dewi apakah ridho menerima mahar dari nak Tama berupa selembar uang dolar ini sebagai mas kawin mu ?!" tanya pak Ali , tanpa melihat kearah selembar uang itu Dewi mengangguk pelan.." saya Ridho Pak " jawab Dewi yang sedang duduk disebelah ibu Fatma sedangkan Tama duduk didepan dengan nenghadap kearah 2 pria paruh baya..
**
" Bagaimana bapak ibu sah ?! SAH - SAH.. sah alhamdulillah" ucap pak Ali dan para warga.
Pak kyai membacakan doa usai ijab..
"Nak .. cium tangan suami mu!" ucap bu Fatma
" Sekarang nak Tama sudah halal menyentuh nak Dewi silahkan cium kening istrinya.. " lanjut pak Ali .
Dewi hanya mengangguk ada rasa malu di diri Dewi ketika mendengar nasehat bu Fatma.
"Terima kasih pak - bu' sudah mau menjadi wali saya , saya merasa seperti memiliki orang tua kembali, tangis Dewi pun pecah di pelukan bu Fatma.
"Sttt... sudah - sudah ibu pun merasa kan hal yang sama nak.. kamu anak yang sholeha hanya saja takdir belum berpihak padamu, semoga setelah ini kamu mendapat kan kebahagiaan dan kasih sayang cinta kasih sesungguhnya , aminnn .. " ibu Fatma.
"Amiinnn bu sambung Dewi " dengan mengusap air mata nya.
"Pergi lah nak..suami mu sudah menunggu mu di depan ! " seruan pak Alii membuat Dewi tersadar dari rasa nyaman pelukan seorang ibu..
"Apa boleh jika Allah meridhoi , Dewi ingin silahturahmi ke rumah bapak Ali dan ibu Fatma ?" tatapan memohon terlihat dari mata Dewi..
"Tentu nak .. kemarilah bersama suamimu jika suami mu tak sibuk, kamu tau bukan suami mu seorang pebisnis ternama ..?" ucap Pak Ali .
Dewi menggelengkan pelan kepala nya..
Sontak pak Ali terkejut dengan jawaban Dewi.
"Jadi bener nak.. kamu tidak tau siapa pria yang menjadi suami mu sekarang ?" ucap tak percaya pak Ali yang duduk di depan kursi Dewi
"Pak Tama memang beberapa kali menolong saya , yang saya tau pak Tama bekerja di perusahaam MALIK corp. tapi saya sedikit pun tidak tau tentang beliau .." Jawab jujur Dewi
Pak Ali dan bu Fatma lagi- lagi tersenyum melihat kepolosan Dewi.
" Ingat lah nak di dalam pernikahan seorang istri adalah pakaian bagi suami , dan suami pakaian bagi istri..
Kamu faham kan nak maksud bapak .. ?" nasehat pak Ali begitu menyentuh hati hingga Dewi pun terharu.
"Sudahhhh... pergi lah , jangan buat suami mu menunggu lama, jadi lah istri yang sholehah ya nak " nasehat bu Fatma..
__ADS_1
Dewi pun meraih dan mencium tangan bu Fatma dan menakup kan kedua tangan nya🙏🏻 terhadap pak Ali .
"Assalamulaikum pak - buu" salam Dewi dan berjalan menuju luar rumah pak Ali dan bu Fatma..
***
Didalam mobil suasana nya kali ini berbeda , Tama sesekali melirik Dewi yang duduk di kursi belakang , tak sepatah kata pun terucap dari bibir mereka berdua hingga akhir nya Tama memberhentikan laju mobil nya ..
" Ciitt.. " suara rem mobil Tama.
Dewi heran kanapa mobil berhenti mendadak!?
" Kleekk.. knop mobil dibuka oleh Tama
"Pindah !.. " dengan nada datar Tama
" HAH... !! " Pekik Dewi " apa pak Tama mau meninggal kan ku di pinggir jalan ini ? " Batin Dewi , Dewi yang bingung apa yang akan dilakukan Tama , tapi meski begitu Dewi hanya menurut saja ..
" Blaak.. " suara pintu belakang mobil ditutup
Tama beralih membuka pintu mobil bagian depan
"Masuk ..!" Perintah Tama
"Hah.. ! Gimana pak?" tanya Dewi
Dengan meremas ujung krudung nya
" HAH -HAH !! Apa yang bisa kamu ucap kan hanya satu kata itu saja.. !!? " Ucap Tama dengan nada menyindir.
"Masuk Dewww... gue bukan supir yang musti duduk sendiri di depan!" ucap kesal Tama
Dewi pun mengangguk dan masuk ke dalam mobil..
Setelah menutup pintu , Tama merjalan memutar menuju kursi kemudi , Tama masuk dan menutup kembali lau Tama mulai memacu kecepatan mobil milik nya tapi alarm mobil Tama berbunyi, Tama melihat Dewi yang belum memakai seftybel nya..
"Huftt.. Tama menghela nafas menatap Dewi
Dewi tak mengerti arti tatapan Tama !..
Tama yang gemas akhir nya membungkuk kan tubuh nya kesamping kiri dan kedua kali nya wajah Tama dan wajah Dewi bertemu , Dewi bisa mencium aroma parfum milik Tama , perlakuan Tama ini membuat jantung Dewi berdegup kencang dan mulai merasakan getaran rasa yang tak perna ia rasakan , dan diam terpaku hingga membiar kan Tama memasangkan sabuk pengaman pada nya,setelah terpasang Tama menarik kembali tubuh nya duduk di kursi kemudi, Tama tersenyum senang melihat Dewi yang mematung tak berdaya berdekatan dengan nya lalu pria angkuh itu melanjutkan laju mobil nya..
"Kita kemana ? " pertanyaan Tama membuat Dewi tersadar dari lamunan nya
"Ya pak! Pak Tama tanya apa kesaya ?" Tanya Dewi gelagapan..
"Kamu melamun ?" tanya Tama
"Ma.af pak.. " ucap Dewi pelan..
"Kita kerumah mu aja ya ..?!" sambung Taama memutus kan
Dewi mengangguk,
__ADS_1
**
Bukan tanpa maksud Tama mengatakan itu , Tama belum siap memboyong Dewi istri sirih nya ke rumah milik Tama..
Jam telah menunjuk kan jam 3 pagi.
Pasangan pengantin baru itu telah tiba di rumah sederhana milik Dewi
"Assalamualaikum " ucap salam Dewi tapi tidak dengan Tama pria itu diam saja sembari menyisir rumah istri nya itu.
"Silahkan pak.. " Dewi mempersilah kan duduk pada Tama dengan lembut
"Pak Tama mau langsung mandi kah?.. biar saya siap kan air nya "ucap Dewi
Tama hanya diam saja tanpa menjawab tawaran dari Dewi
"Ya Allah kenapa pak Tama jadi pendiam begini , apa aku salah .. ?"Dewi mulai bertanya - tanya pada diri sendiri.
Dewi yang tak dapat respon apa pun dari Tama langsung bergegas masuk kamar untuk mandi dan menunaikan sholat tahajut nya.
"YaAllah hamba tau pernikahan ini suatu keterpaksa an bagi kami tapi sungguh hamba ikhlas menerima nya walau hamba tidak tau apa apa tentang suami hamba pak Tama, tak ada rasa suka sedikit pun terhadap beliau , tapi hamba akan menjalani pernika han ini dengan sungguh sungguh dan semoga hamba bisa jadi istri yang sholeha bagi beliau.. amiiinnnn..." Dewi..
Dewi bergegas menyudahi doa nya dan melipat mukenak yang ia kenakan lalu menghampiri Tama yang sedang berada di ruang tamu..
Dewi ingin bertanya pada Tama , tapi ia masi ragu..
" Apa mau saya buat kan minuman pak ? " tanya Dewi berusaha membuka obrolan..
Tama yang sedang sibuk dengan beñda pipih milik nya tak langsung menjawab pertanyaan Dewi..
Gadis bertubuh langsing itu menarik nafas dan mengeluarkan nya perlahan sembari berkata...
" yaaa .. di cuwekin " celetuk Dewi dengan membalik kan tubuh nya..
Tiba - tiba pria berkaca mata yaitu Tama membuka suara..
" tidur lah .. !? " Titah Tama ," gue masi banyak kerjaan..!! "Dengan tetap menatap serius pada tablet nya ia bersuara..
Dewi yang berdiri pun mengangguk patuh..
***
2 jam berlalu , terdengar suara seseorang sedang melantunkan ayat - ayat suci al-quran..
Tama yang tertidur di sofa ruang tamu melihat ada sehelai selimut berwarna coklat menyelimuti tubuh nya..
Tama berjalan mendekati pintu kamar Dewi.. , sayup - sayup terdengar suara merdu Dewi yang begitu merdunya Dewi dalam memurojaah..
Tama bersandar di dinding depan kamar Dewi dengan memejamkan kedua mata nya , menikmati lantunan ayat suci al-quran hingga tak menyadari pintu kamar terbuka ..
Dewi yang belum terbiasa akan kehadiran Tama merasa terkejut ..
" ya Allah pak Tama !?? "Pekik Dewi dan berhambur mencari cadar nya ...
__ADS_1
Tama tak sedikit pun ikut terkejut , dan hanya tersenyum melihat tingkah istri kecil nya..
💐💐